cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (1997)" : 6 Documents clear
Peran Angkatan Bersenjata Dalam Pembinaan Sistem Politik Yang Demokratik Dan Berkeadilan Sosial Menjelang Milenntum Ke-3 z A Maulani
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 1 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1806.055 KB) | DOI: 10.22146/jkn.19166

Abstract

Karl von Clausewitz pada 1832 mengumandangkan diktum­nya yang terkenal bahwa "perang ialah sisi dari politik". Sebagai akibat dari diktum tersebut, maka misi dari tiap angkatan bersen­jata, di mana pun, tidak pernah lepas dari politik, bersangkut­kait seperti benang dengan kelindan. Oleh karena itu rumusan tugas pokok bagi angkatan bersenjata mencerminkan kehendak. untuk menjamin pengamanan dan pemeliharaan tujuan politik nasional. Ada empat tugas pokok angkatan bersenjata pada umum­nya: pertama, mendukung dan mengamankan kepentingan-kepen­tingan nasional; kedua, melindungi dan mempertahankan inte­gritas wilayah nasional dari ancaman agresi pihak lawan; ketiga; mencegah atau mengurangi dampak kerusakan wilayah sebagai akibat dari tindakan musuh; dan yang keempat, memenuhi kewa­jiban-kewajiban internasionalnya.Dalam praktek ada berbagai variasi dalam pelaksanaan tugas pokok tersebut di berbagai negara. Variasi terjadi karena adanya perbedaan dalam cara pandang bangsa melihat dunianya, yang mencerminkan pengaruh perjalanan sejarah, watak dan budaya bangsa yang bersangkutan; juga karena adanya perbedaan pada interpretasi subyektif tentang realitas lingkungan strategis na­sional maupun internasional, termasuk di dalamnya penilaian bangsa bersangkutan tentang ancaman yang dipersepsikan, serta skala dari potensi dan kekuatan nasional yang mereka miliki.
Biopolitik Dan Ketahanan Nasional T Jacob
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 1 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1758.389 KB) | DOI: 10.22146/jkn.19162

Abstract

Eksistensi manusia yang berkelanju tan tergantung pada ketahanan (resilience)-nya, ketangguhan untuk bertahan hidup. Ini berlaku bagi kelompok kecil dan sedang, maupun bagi suku bangsa atau kelompok etnis, bagi bangsa, dan juga bagi spesies. Ketahanan individu sudah diuji semenjak dalam kandungan dan ternyata paling tinggi mulat trimester kedua sebelum lahir dan 6 bulan pertama sesudah lahir pada anak-anak normal. Kemudian ketahanan cenderung menurun, karena individu terlibat dalam usaha adaptasi terus-menerus dengan lingkungannya yang berubah-ubah sepanjang masa. Adaptasi menuntut perubahan biologis Pula pada individu, tetapi pada manusia modern terutama perubahan kultural kelompok lebih penting.Oleh karena itu pada peringkat populasi, ketahanan harus dibantu oleh keputusan-keputusan pemerintah atau organisasi yang menyangkut kebijakan terhadap masyarakat ramai. Keputus­an-keputusan inilah yang mempengaruhi budaya dan, langsung atau tidak langsung, biologi populasi tersebut, termasuk habitat­nya. Pengambilan keputusan mengenai rakyat ban yak adalah tindakan politis, dan kebijakan yang mempengaruhi biologi popu­lasi termasuk ranah biopolitik. Sudah dua dasawarsa biopolitologi secara khusus dipelajari, terutama di Amerika Serikat dan Eropa Barat, Biologi manusia tidak jarang harus dipengaruhi untuk ke­pentingan keamanan, kesejahteraan, kelestarian, keadilan dan perdamaian, hal-hal yang senantiasa menjadi dambaan sebagian besar manusia, terutama pada waktu-waktu yang kritis, seperti pada akhir abad ini, yaitu di zaman atom, konsumsi massal dan eksploatasi global, atau abad kecemasan.
Pokok-Pokok Pikiran Partisipasi Warga Negara Dalam Pertahanan Dan Keamanan Yahya A Muhaimin
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 1 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1272.198 KB) | DOI: 10.22146/jkn.19167

Abstract

Pada suatu ketika, seorang mahasiswa tahun pertama meng­ikuti tour di Pearl Harbor, Hawai. Pada suatu lokasi pemandu tour menerangkan tentang serbuan mendadak oleh tentara Jepang terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbor de­ngan menunjuk bangkai kapal-kapal Amerika yang hancur oleh serangan tentara Jepang. Mahasiswa itu kelihatannya sangat tersentuh rasa nasionalismenya, dan dia terisak-isak menangis dengan tetap menatap bangkai kapal-kapal tersebut. Dia bergu-. mam "Alangkah kejamnya militer Jepang merusak negara saya. Suatu ketika saya harus lebih baik mempertahankan negara ini dan mengamankan bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada saya".
Ketahanan Nasional Indonesia Suyidiman Suryohadiprojo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 1 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.19163

Abstract

Konsep Ketahanan Nasional pada dasarnya mirip konsep keamanan komprehensif yang telah kita bahas pada tulisan terdahului. Kemiripan tersebut, terutama terletak pada sifatnya yang bersifat semesta atau total. Akan tetapi berbeda dengan konsep keamanan komprehensif, konsep Ketahanan Nasional merupakan konsep yang lebih luas cakupannya. Jika Keamanan Komprehensif semata-mata digunakan untuk menghadapi satu benturan fisik dengan luar negeri, maka Ketahanan Nasional di samping digunakan untuk menghadapi agresi dari luar, juga dimaksudkan untuk mengatasi seluruh tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang dialami satu bangsa dalam memperjuangkan kepentingan nasional dan kelangsungan hidupnya.
Peranan Pbb Di Bidang Pemeliharaan Perdamaian Pascaperang Dingin: Reformasi, Restrukturisasi, Revitalisasi A Hasnan Habib
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 1 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.19164

Abstract

Pada tanggal 24 Oktober 1995, PBB memperingati hari jadinya yang ke-50 dengan mengadakan pertemuan terbesar dari para kepala negara/ pemerintahan negara-negara yang pernah terjadi dalam sejarah. Pada sidang yang khusus diadakan untuk itu, para pemimpin puncak itu menyampaikan pikiran dan harapannya selama waktu yang ditentukan, tetapi tidak ada satu pun fikiran yang merupakan terobosan ataupun mempunyai arti bersejarah besar bagi kehidupan damai dan sejahtera di permukaan bumi ini. Selesai berpidato, umumnya mereka melakukan agendanya masing-masing, tanpa meninggalkan bekas apa-apa bagi badan dunia itu. PBB tetap seperti se diakala, melakukan business as usual dengan menghadapi berbagai macam kendala, yang beberapa di antaranya berada di luar kemampuannya untuk mengatasinya. PBB tetap tanpa pegangan, baik mengenai bentuk maupun arah untuk memasuki abad ke­21 yang sudah di ambang pintu.
Indonesia Dalam Konteks Perkembangan Keamanan Dan Perdamaian Global Menjelang Abad Ke-21 Syarwan Hamid
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 1 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.19165

Abstract

Keamanan dan perdamaian dunia yang abadi adalah dambaan setiap bangsa. Namun kita sadari bahwa keadaan itu sulit diupayakan. Konflik antar bangsa yang disebabkan oleh berbagai faktor perbedaan kepenting­an, senantiasa muncul di berbagai belahan dunia.Berdasarkan pelajaran yang kita dapatkan dari sejarah, mungkin ada benarnya ungkapan kuno cie peace pacem para bellum, bahwa di masa damai bersiap-siaplah untuk berperang, dan inter bellum et pacum nihil medium, yakni antara perang dan damai itu tidak terdapat masa antara. Ungkapan ini akan menjadi lebih bermakna bila dikaitkan dengan perkiraan bahwa perang yang akan datang memiliki konotasi yang luas. Bukan saja perang dalam anti militer, tetapi juga politik, ekonomi, budaya, psikologi dan lain-lain, sehingga siklus perdamaian dan perang senantiasa berulang. Pada satu saat, keadaan damai relatif terjadi, namun bila dimunculkan faktor pemicu akan lahir perang yang bare, demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu, untuk menghadapi abad perkembangan serta perubahan cepat yang terjadi perlu diamati untuk melihat kemungkinan hakekat ancaman terhadap perdamaian global sesuai dengan Icemajuan zaman.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

1997 1997


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue