cover
Contact Name
STT Jaffray
Contact Email
sttjaffraymakassar@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
sttjaffraymakassar@yahoo.co.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Penerbitan Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Jalan Gunung Merapi No. 103 Makassar, 90114
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Jaffray
ISSN : 18299474     EISSN : 24074047     DOI : -
Jurnal Jaffray adalah jurnal peer-review dan membuka akses yang berfokus pada mempromosikan teologi dan praktik pelayanan yang dihasilkan dari teologi dasar, pendidikan Kristen dan penelitian pastoral untuk mengintegrasikan penelitian dalam semua aspek sumber daya Alkitab. Jurnal ini menerbitkan artikel asli, review, dan juga laporan kasus yang menarik. Review singkat yang berisi perkembangan teologi, tafsiran biblika dan pendidikan teologi yang terbaru dan mutakhir dapat dipublikasi dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2010): April 2010" : 5 Documents clear
Peran Orang Tua Terhadapa Perkembangan Pribadi Remaja Atas Pemanfaatan Internet di Kalangan Remaja di SMU Advent Makassar Vita Olivia Maruanaya; Ivan Th.J Weismann
Jurnal Jaffray Vol 8, No 1 (2010): April 2010
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v8i1.41

Abstract

Pokok masalah dalam penulisan ini adalah sejauh mana peran orang tua dalam perkembanganpribadi remaja atas pemanfaatan internet dikalangan remaja. Adapun tujuan yang ingin dicapai ialahuntuk membahas peran orang tua dalam perkembangan pribadi remaja atas pemanfaatan internetdikalangan remaja. Penelitian ini mengambil sampel yang terdiri dari 40 orang tua atau 40 keluarga dan40 siswa remaja. Sampel siswa remaja diambil dari siswa SMU Advent dan sampel orang tua dari orangtua siswa. Penulis menggunakan kuesioner dan wawancara sebagai teknik pengumpul data. Teknikanalisis data ialah analisis statistic dengan program SPSS 15. Hasil penelitian ini ialah pengaruh peranorang tua kepada kualitas pribadi anak masih kurang, sehingga hanya memberikan pengaruh negatifkepada kualitas pribadi anak, sehingga anak kurang memakai internet untuk hal positif.
Analisis Faktor Penyebab Utama Kecenderungan Bunuh Diri di Kalangan Remaja yang Berusia 15-17 Tahun di Makassar Hermin Mallo; Daniel Ronda
Jurnal Jaffray Vol 8, No 1 (2010): April 2010
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v8i1.42

Abstract

Pokok masalah penelitian ini ialah apa yang menjadi penyebab utama terjadinya kasus bunuh diri dikalangan remaja yang berusia 15 sampai 17 tahun? Adapun tujuan penulisan ini adalah sebagi berikut:memberitahukan kepada pembaca bahwa yang menjadi penyebab utama terjadinya kasus bunuh diri adalahmasalah yang dihadapi oleh remaja yang berusai 15-17 tahun dengan keluarga mereka. Penyebab lainnya adalahdepresi dan konsep diri yang keliru. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa berusia 15 sampai16 tahun (kelas X) di SMU Kristen Diakui Makassar, dan siswa berusia 15-17 tahun (kelas X dan XI) di SMAGamaliel Makassar. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMU Kristen Diakui Makassar, dansiswa kelas XI PIA 2 dan kelas XI PIS, kelas X-5 di SMU Gamaliel Makassar. Dalam penelitian ini, penulismenggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara , angket, dan observasi. Teknik analisis data ialahanalisis statitik dengan program SPSS 15. Hasil penelitian ini ialah ada tiga masalah yang dihadapi oleh remajayang berniat melakukan bunuh diri, yaitu: Depresi. Depresi yang mereka alami adalah puncak dari semuaperasaan bersalah, marah, tidak berarti dan tidak diinginkan. Depresi yang berat menjadi salah satu penyebabterjadinya bunuh diri. Konsep diri. Masalah konsep diri banyak dialami oleh remaja. Konsep diri yang kelirumembuat mereka merasa tidak diinginkan, tidak berharga dan tidak seorang pun mengasihi mereka. Konsep diriyang salah ini juga dipengaruhi oleh teman sebaya mereka. Remaja berusaha untuk menjadi eperti yangdiinginkan oleh teman sebaya agar mereka bias diterima dan diakui oleh kelompok teman sebaya mereka.Hubungan dalam keluarga. Hubungan dalam keluarga menyangkut perceraian orang tua mereka danpenerimaan dari orang tua. Perceraian orang tua melukai anak remaja dan membuat mereka merasa tidakdikasihi dan menyalahkan diri atas perceraian itu. Orang tua yang tidak menerima anak remajanya sebagai dirimereka sendiri memuat remaja berusaha untuk menjadi orang lain dan merasa orang tua mereka baru akanmengasihi mereka saat mereka menjadi remaja yang orang tua mereka inginkan bukannya menjadi merekasendiri.
Kepemimpinan Gembala: Suatu Kajian Filosofis tentang Proses Integrasi Kepemimpinan Rohani dan Sekuler Nicodemus Yuliastomo; Ivan Th.J Weismann
Jurnal Jaffray Vol 8, No 1 (2010): April 2010
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v8i1.38

Abstract

Tugas gembala jemaat untuk memelihara umat Allah, merupakan tugas yang sangat strategis. Pada satu sisimanusia diperhadapkan kepada kompleksitas permasalahan yang semakin lama semakin rumit. Gereja melalui fungsipenggembalaannya bisa menjadi tempat bagi orang-orang untuk mendapatkan jawaban dan pertolongan dalamhidupnya. Pada sisi yang lain dengan tingkat perkembangan sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan yang semakinmaju, gereja sebenarnya bisa memanfaatkannya untuk pelayanan secara maksimal. Realitanya, sekarang orang lebihmencari jawaban melalui apa yang ditawarkan para pofesional dunia. Gereja dianggap ketinggalan jaman dalamupaya menjalankan tugas dan fungsinya. Melalui berbagai pandangan dan survei yang ada, diperoleh kesimpulanbahwa salah satu penyebab kemunduran gereja adalah tidakberfungsinya kepemimpinan gembala dengan baik.Mengingat kondisi seperti ini kepemimpinan gembala mesti digali, dikaji , dan dikembangkan, salah satu diantaranyamelalui pendekatan dengan bidang lain, dalam hal ini integrasi kepemimpinan rohani dan sekuler. Melalui tehnikpengumpulan data literatur (Library Research), yaitu melakukan penyelidikan terhadap buku-buku dan tulisantulisanyang berkaitan dengan karya ilmiah, berdasarkan pendekatan : hermeneutik, komparatif, evaluasi dan induksidan diduksi. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh pengertian kepemimpinan gembala sebagai proses integrasikepemimpinan rohani dan sekuler serta kontribusinya bagi pelayanan gereja, sehingga gembala dan gereja dapatmenjalankan pelayanannya dengan baik.
Pembinaan Kerohanian Gereja Bethel Tabernakel dalam Konteks Kebudayaan Toraja Yonatan Sumarto; Peter Anggu
Jurnal Jaffray Vol 8, No 1 (2010): April 2010
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v8i1.39

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan mengembangkan pola pikir para hambaTuhan yang melayani di Tana Toraja mengenai keberadaan dan fungsinya di tengah-tengah masyarakatToraja yang masih terikat pada adat dan kebudayaannya. Manfaat lain dari tulisan ini adalah sebagaisuatu acuan dan tuntunan praktis bagi para hamba Tuhan dalam GBT khususnya yang melayani di TanaToraja, untuk mendiskusikan lebih lanjut tentang cara memanfaatkan kebudayaan suku Toraja, agardapat menemukan suatu cara yang lebih efektif untuk pembinaan rohani GBT pada masa sekarang danyang akan datang.Sejalan dengan permasalahan dan tujuan penulisan ini, penulis mengadakan penelitian yangdifokuskan pada konteks kebudayaan Toraja, untuk mengetahui dan mengkontekstualisasikan elemenelemenyang positif dalam kebudayaan suku Toraja untuk pembinaan kerohanian GBT di Tana Toraja.Pengumpulan data dilakukan dengan dengan metode analisis, yaitu mengadakan observasi dan interviewserta studi literatur pada perpustakaan.Hasil penelitian menggambarkan bahwa ternyata di dalam berbagai kebudayaan suku Torajaterdapat unsur-unsur kebudayaan yang dapat dikontekstualisasikan untuk pembinaan rohani GBTkarena bersifat netral terhadap iman Kristen, tetapi ada pula yang tidak dapat dikontekstualisasikankarena bertolak belakang dengan iman Kristen. Kebudayaan yang dapat dikontekstualisasikan, sepertikonsep penyembahan kepada Puang Matua dan kepada tiga oknum Allah, upacara rambu tuka’ ,upacara rampanan kapa’, pemali-pemali (larangan), tongkonan, sikap gotong-royong, dansaling memberi. Kebudayaan yang tidak dapat dikontekstualisasikan, seperti penyembahan kepadabanyak dewa dan kepada arwah nenek moyang, kurban kepada orang mati, patung sebagai penggantiorang mati (tau-tau), upacara rambu solo’ , ma’badong. Namun, hal ini tidak lepas dari masalahmasalahkarena iman percayanya kepada Yesus Kristus. Tetapi sebagai gereja/orang Kristen yangsungguh-sungguh berpegang teguh pada Firman Allah, tidak akan gentar menghadapi semuanya itu,bahkan semakin memiliki iman Kristiani yang kokoh.
Pengaruh Pemberian Persepuluhan Atas Kerohanian Gereja Sidang Jemaat Allah Jemaat Victorius Worship Family Makassar Paligi, Christina Evi; Weismann, Ivan Th.J
Jurnal Jaffray Vol 8, No 1 (2010): April 2010
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v8i1.40

Abstract

Yang menjadi pokok masalah dalam penulisan karya ilmiah ini adalah sejauh mana sikap jemaatdalam hal perpuluhan berpengaruh atas perkembangan rohani, dan sejauh mana sikap jemaat dalamperpuluhan berpengaruh atas perkembangan usaha. Tujuan penulisan ini ialah untuk mencari tahu faktorfaktorapa yang menyebabkan jemaat tidak setia dalam memberi persepuluhan kepada Tuhan, dan untukmencari tahu mengapa jemaat tidak memahami dengan benar tentang persepuluhan. Penelitian akanmengambil sample yang terdiri dari 50 anggota jemaat yang sudah berpenghasilan. Teknik pengumpulandata melalui angket dan teknik analisis data yaitu penggunaan analisis statistic dengan program SPSS 15.Adapu hasiul penelitian bahwa tingkat pendidikan jemaat GSJA Victorious Worship FamilyMakassar sangat berpengaruh terhadap perkembangan rohani jemaat, di mana apabila terjadi peningkatanpada tingkat pendidikan jemaat maka perkembangan rohaninya mengalami penurunan. Kedua, bahwatingkat pendidikan jemaat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha jemaat, di mana apabila terjadipeningkatan pada tingkat pendidikan jemaat maka keberhasilan usaha jemaat mengalami peningkatan.Ketiga, bahwa tingkat pendidikan jemaat sangat berpengaruh terhadap sikap memberi persepuluhan kepadaTuhan, di mana apabila terjadi peningkatan pada tingkat pendidikan maka tingkat sikap memberipersepuluhan kepada Tuhan mengalami perkembangan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2010 2010


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): October 2023 Vol 21, No 1 (2023): April 2023 Vol 20, No 2 (2022): October 2022 Vol 20, No 1 (2022): April 2022 Vol 19, No 2 (2021): October 2021 Vol 19, No 1 (2021): April 2021 Vol 18, No 1 (2020): Jurnal Jaffray 18, no. 1 April 2020 Vol 18, No 2 (2020): October 2020 Vol 18, No 1 (2020): April 2020 Vol 17, No 1 (2019): Jurnal Jaffray Volume 17, no. 1 April 2019 Vol 17, No 2 (2019): Oktober 2019 Vol 17, No 1 (2019): April 2019 Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018 Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018 Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 16, No 1 (2018): April 2018 Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017 Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017 Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017 Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): April 2017 Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016) Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016) Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 1, April 2016 Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 1, April 2016 Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 14, No 1 (2016): April 2016 Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13, No. 2 Oktober 2015 Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 2 Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 1 April 2015 Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 1 April 2015 Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): April 2015 Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 2 Oktober 2014 Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 2 Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014 Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014 Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): April 2014 Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 2 Oktober 2013 Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 2 Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 1 April 2013 Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 1 April 2013 Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): April 2013 Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 2 Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 1 April 2012 Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): April 2012 Vol 10, No 2 (2012): Vol 10, No 1 (2012): Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 2 Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 1 April 2011 Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): April 2011 Vol 9, No 2 (2011): Vol 9, No 1 (2011): Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 2 Oktober 2010 Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 2 Oktober 2010 Vol 8, No 1 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 1 April 2010 Vol 8, No 2 (2010): Oktober 2010 Vol 8, No 1 (2010): April 2010 Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009 Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009 Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 1 April 2009 Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 1 April 2009 Vol 7, No 2 (2009): Oktober 2009 Vol 7, No 1 (2009): April 2009 Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Jaffray Volume 6, No. 2, Oktober 2008 Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Jaffray Volume 6, No. 2, Oktober 2008 Vol 6, No 2 (2008): Oktober 2008 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007 Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006 Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005 Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004 Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003 More Issue