cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY
ISSN : 18584446     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Volume I, Nomor 1, Agustus 2005" : 7 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN RANSUM TEPUNG BEKICOT TERHADAP KANDUNGAN ASAM LEMAK OMEGA-3PADA IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO) Sutiyem, Fita Rahmawati, Poni Pujiati, dan Bintoro Diatmoko
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume I, Nomor 1, Agustus 2005
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.357 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian ransum tepungbekicot terhadap peningkatan kandungan asam lemak omega-3 pada ikan mas,mengetahui konsentrasi pemberian tepung bekicot yang optimal dan mengetahuikomposisi asam lemak pada ikan mas.Ikan mas pada tahap penggemukan dipelihara dalam kolam dengan diberipakan ransum tepung bekicot yang dicampur dengan pelet pasar, masing-masing dengankonsentrai 0 , 5, 10 dan 15% sebanyak 3% dari berat total ikan setiap 2 kali sehari selama2 minggu. Ikan dipanen setelah umur 3 bulan. Lemak daging ikan diekstraksi denganMetode Folch menggunakan pelarut campuran kloroform dan metanol (2 : 1). Hasilekstraksi ditrans-esterifikasi dengan BF3-Metanol. Selanjutnya metil Ester asam lemakhasil transesterifikasi dianalisis dengan kromatografi gas (KG) dan kromatografi gasspektofotometer massa (KG-SM).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum tepung bekicot tidakberpengaruh nyata terhadap peningkatan kadar asam lemak omega-3 pada ikan mas, danbelum dapat diketahui konsentrasi tepung bekicot yang optimum, namun adakecenderungan pada konsentrasi sebesar 10%. Lemak omega-3 pada ikan mas tersebutterutama tersusun atas EPA (eikosa pentaenoic acid).Kata kunci : tepung bekicot, asam lemak omega-3, ikan mas
PENELITIAN FILOLOGI SEBAGAI USAHAPENYELAMATAN NASKAH JAWA Supartinah, Ikke Kusumawati, Budi Santoso
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume I, Nomor 1, Agustus 2005
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.417 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan kondisi fisik dan unsur intrinsiknaskah-naskah Jawa, (2) membuat pemetaan keluarga naskah-naskah Jawa, (3) membandingkanteks-teks atau naskah Jawa, dan (4) membuat suntingan dan terjemahan teksatau naskah Jawa.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan filologi. Sumberdata utama yaitu tiga naskah Jawa terdiri atas (1) Suluk Luwang, (2) Serat Darma Laksita,dan (3) Suluk Bayanmani. Data penelitian berupa deskripsi naskah, kata, frase, kalimat,dan bait yang mengandung variasi kata, ejaan, jumlah guru wilangan, susunan kata,kandungan bait, dan asasi cerita. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mendeskripsikannaskah, membaca dan mentrasliterasi naskah. Selanjutnya data dicatat dalam tabel ataulembar data. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif berdasarkan teoriteorifilologi.Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut. Pertama, deskripsi naskahmenunjukkan bahwa kondisi fisik teks masih baik dan terbaca. Kedua, hasil pemetaanmenunjukkan teks terbagi dalam dua versi, yaitu versi yang mengandung ajaran keimanandan syariat Islam dan versi yang tidak mengandung ajaran Islam. Ketiga, hasil perbandinganteks-teks menunjukkan adanya 98 variasi ejaan, 79 variasi pilihan kata, 41 kasus perbedaanguru wilangan. Keempat, hasil suntingan teks menunjukkan adanya perubahan bacaanpada kata yang tidak mempunyai arti dan tidak sesuai dengan konteks kalimat. Kelima,hasil terjemahan teks menunjukkan adanya kata-kata yang sulit diterjemahkan danterjemahan kata yang tidak sesuai dengan konteks gatra.Kata kunci : filologi, suntingan, suluk, dan serat
SEKOLAH ALTERNATIF BERBASIS HOME SCHOOLING DENGAN MEMANFAATKAN LEARNING KITSEBAGAI PENGEMBANGAN POTENSIPENDIDIKAN MASYARAKAT Eva Yanti Hasibuan, Setya Wijayanta, Heru Raharjo,
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume I, Nomor 1, Agustus 2005
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.931 KB)

Abstract

Program ini berupaya untuk merintis model pendidikan berbasis masyarakat yangberorientasi kepada kebutuhan belajar masyarakat, menggali potensi lingkungan,memanfaatkan dan mengembangkan apa yang ada di masyarakat sehingga hasilnya dapatdirasakan secara nyata oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah : 1) mengetahui prosespenjaringan peserta didik dan potensi belajar di sekolah alternatif, 2) mengetahuikebutuhan belajar peserta didik di sekolah alternatif, 3) mengetahui proses pembelajarandi sekolah alternatif, dan 4) mengetahui tanggapan masyarakat dan peserta didik terhadapperintisan sekolah alternatif.Program dilaksanakan dari bulan Juni 2004 sampai bulan Oktober 2004. Tempatpelaksanaan di dusun Sendang, Karangsari, Pengasih, Kulon Progo, DIY. Pelaksanaanprogram terdiri dari 5 tahapan yaitu : 1) Persiapan program, 2) Analisis lingkungan, 3) Analisiskurikulum, 4) Penyelenggaraan pembelajaran, dan 5) Evaluasi. Instrumen pelaksanaanprogram terdiri dari : pedoman wawancara, pedoman observasi dan dokumentasi.Berdasarkan hasil pelaksanaan program, dapat disimpulkan bahwa : 1) Prosespenjaringan warga belajar dan potensi lingkungan di sekolah alternatif berbasis masyarakatmelibatkan komponen-komponen yang ada di masyarakat yaitu: instansi pemerintah(kepala dusun), tokoh masyarakat dan pemuda. Proses penjaringan warga belajar diawalidengan pedekatan dengan tokoh masyarakat, kepala dusun, dan tokoh pemuda kemudiandilanjutkan dengan pendekatan kepada orang tua. Untuk mengetahui potensi lingkunganyang akan dikembangkan dilakukan dengan observasi dan wawancara dengan masyarakat,kemudian potensi lingkungan tersebut dianalisis menjadi kurikulum di sekolah alternatif.2) Kebutuhan belajar yang diinginkan warga belajar dikategorikan menjadi empat bidangyaitu : kemampuan membaca dan menulis, kerajinan, keterampilan, dan kewirausahaan.3) Pendekatan pembelajaran di sekolah alternatif berorientasi kepada kebutuhan belajarmasyarakat, menggali potensi lingkungan dan bermanfaat secara praktis pada masyarakat.Proses pembelajaran di sekolah alternatif memanfaatkan learningkit, pembelajarantutorial (peer teaching), pembelajaran kelompok kecil (group learning), pembelajaranpartisipatif dan kebermaknaan praktis dari hasil belajar. 4) Perintisan sekolah alternatifmenunjukkan hasil yang berarti bagi peserta didik, orang tua maupun masyarakat.Perintisan sekolah alternatif juga mendapatkan tanggapan yang positif, baik dari kepaladusun maupun orang tua warga belajar. Warga belajar juga merasakan perlunya tindaklanjut dari program di sekolah alternatif.Kata kunci : Sekolah Alternatif, Homeschooling, Learning Kit, Potensi PendidikanMasyarakat
DESTILATOR TIPE ATAP SETENGAH BOLA(HEMISPHERE) SEBAGAI SUMBER POTENSIAL BAGI PENGADAAN AIR MINUM Samlawi, Iwan Sanwani, Nikmah Dwiyani
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume I, Nomor 1, Agustus 2005
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.997 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari distribusi temperatur pada atap destilatorsetengah bola (hemisphere), pengaruh temperatur lingkungan terhadap volume air destilatyang dihasilkan destilator tipe setengah bola, dan kualitas air destilat yang dihasilkan olehdestilator tipe setengah bola.Destilator tipe setengah bola yang digunakan tersusun atas bak penampung dan ataphemisphere. Bak penampung terbuat dari aluminium berbentuk silinder dengan diameter28 cm, tinggi 6 cm dan memiliki kapasitas penampung air sebesar 3.693 mL. Atap hemispheredestilator terbuat dari fiber glass berjari-jari 15 cm. Sampel air laut sebanyak 2.500 mLdari Pantai Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta dimasukkan ke dalam bak penampung airdestilator dan dipanaskan secara langsung menggunakan radiasi surya matahari. Destilasiair laut dilakukan selama 10 hari. Parameter pengamatan yang diukur, meliputi temperaturlingkungan, temperatur air dalam bak destilator, volume air setiap jam, dan kualitas air.Pengujian kualitas air hasil destilasi dilakukan di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL)Yogyakarta.Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi temperatur pada setiap titik atapdestilator setengah bola merata, dan semakin tinggi temperatur lingkungan menyebabkanvolume air destilat yang diperoleh semakin besar. Air destilat yang diperoleh tidak berbaudan mengandung klorida yang relatif rendah. Oleh karena itu air destilat tersebut layakuntuk dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan.Kata kunci : Destilator tipe setengah bola, distribusi, temperatur dan air destilat
PENGARUH PENGAWETAN IKAN KEMBUNG(RASTRELLIGER NEGLECTUS) DENGAN ASAP CAIRTEMPURUNG KELAPA TERHADAP PENGHAMBATANKERUSAKAN PROTEIN, KADAR LEMAK, DANKOMPOSISI ASAM LEMAKNYA Poni Pujiati, Puji Rahayu Istianingrum, Aris Andi Irawan
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume I, Nomor 1, Agustus 2005
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.183 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : pengaruh pengawetan asap cair terhadappenghambatan kerusakan protein, kadar lemak, dan komposisi asam lemak ikan kembung.Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Organik/Biokimia, Jurusan KimiaFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta padabulan Mei-September 2004. Analisis yang dilakukan meliputi: Penentuan Total Volatile Base(TVB) (Anton Apriyantono, dkk ., 1989). Ekstraksi lemak dengan metode Folch, dan untukanalisis metil ester asam lemak menggunakan Kromatografi Gas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Asap cair dapat menghambat kerusakanprotein secara efektif hingga hari penyimpanan ke-10 (nilai TVB kurang dari 100 mg/100 g).2) Secara umum proses pengawetan dengan asap cair tidak mempengaruhi kadar lemakikan kembung. 3) Secara umum proses pengawetan dengan asap cair tidak mempengaruhikomposisi asam lemak ikan kembung.Kata Kunci: Asap Cair, Ikan Kembung, protein, lemak, dan komposisi asam lemak
DAMPAK AKTIVITAS PERTANIAN KENTANG TERHADAP KERUSAKAN LINGKUNGAN OBYEK WISATA DATARAN TINGGI DIENG Rusiah, M. Nurhadi Satya, Ahmad Wahyudin
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume I, Nomor 1, Agustus 2005
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.184 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya kerusakan lingkungan obyek wisataDataran Tinggi Dieng. Tujuan penelitian ini, yaitu : 1) Mengetahui kondisi lahan di DataranTinggi Dieng. 2) Mengetahui aktivitas pertanian kentang di Dataran Tinggi Dieng. 3)Mengetahui kerusakan lingkungan di obyek wisata Dataran Tinggi Dieng. 4) Mengetahuidampak aktivitas pertanian kentang terhadap kerusakan lingkungan di obyek wisataDataran Tinggi Dieng.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalahlahan di Dataran Tinggi Dieng dan petani kentang di Dataran Tinggi Dieng. Teknikpengambilan sampel lahan menggunakan purposive sampling dan teknik pengambilansampel petani menggunakan teknik simple random sampling yaitu dengan acak sederhana.Dari 345 petani diambil 86 petani kentang sebagai sampel. Pengumpulan data denganwawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif.Berdasarkan hasil penelitian kondisi lahan di Dataran Tinggi Dieng kerusakannya sudahparah, kondisi hutan lindungnya sudah ditebang untuk dijadikan lahan pertanian terutamatanaman kentang, penanaman kentang dilakukan pada lahan yang kemiringan lerengnyatinggi tanpa dilengkapi dengan teknik konservasi yang memadai. Sebagian besar petanimenggunakan sistem tanam tegak lurus garis kontur. Berdasarkan analisis datamenunjukkan bahwa pertanian diusahakan pada lahan tegalan, petani yang memiliki luaslahan garapan 0,25-0,5 ha sebesar 37,2%, petani yang memiliki luas lahan garapan 0,75 hasebesar 29,1%, petani yang memiliki luas lahan garapan 0,25 ha sebesar 20,9%, dan petanimemiliki luas lahan garapan 0,51-0,75 ha sebesar 12,8%. Petani yang menggunakan air tanah(bor) sebanyak 58,1% dan yang menggunakan air telaga 34,9%. Petani yang menggunakanpupuk kandang dan pupuk buatan sebesar 95,3%. Pemberantasan hama menggunakanpestisida. Sebagian besar petani menggunakan sistem tanam tegak lurus garis kontur, petaniyang menggunakan pola tanam tunggal sebanyak 25,6% dan petani menggunakan polatanam tumpang sari sebesar 74,4%. Petani yang menanam kentang tiga kali dalam satutahun (tanpa rotasi) sebesar 83,1% dan petani yang menanam kentang dua kali dalam satutahun sebesar 16,9%. Kerusakan lingkungan obyek wisata Telaga Warna, Telaga Merdada,Kompleks Candi Pendawa Lima, Kawah Sikidang, dan Kawah Sileri cukup parah. Hutanlindung di sekitar obyek wisata yang masih ada dalam kondisi sangat kritis. Aktivitaspertanian kentang sekitar obyek wisata Dataran Tinggi Dieng merupakan faktor penyebabterjadinya kerusakan hutan lindung dan percepatan erosi. Aktivitas tersebut menimbulkankerusakan lingkungan obyek wisata sehingga menurunkan daya tarik obyek wisata DataranTinggi Dieng.Kata Kunci : Pertanian Kentang, Kerusakan Lingkungan, Dataran Tinggi Dieng
MESIN PENEPUNG BAHAN DASAR PEMBUATAN KUE SERABI BATANG KHAS KABUPATEN BATANG,PEKALONGAN Ali Zamsuri, Mayhera Rudi Supratman, Teguh Darmawan, R. Jeni Maryanto, Tety Avianti
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume I, Nomor 1, Agustus 2005
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.591 KB)

Abstract

Tujuan program ini adalah untuk membuat mesin penepung bahan serabi batang,mengetahui kinerja mesin penepung bahan dasar kue serabi batang dan untuk mengetahuipeningkatan produktivitas pengusaha kue serabi batang dengan mesin penepung bahandasar kue serabi batang.Tahap pelaksanaan kegiatan terdiri dari : 1) Observasi awal, 2) Perancangan alat,3) Pembuatan alat, 4) Pengujian alat 5) Penyusunan laporan. Perancangan, pembuatan danujicoba mesin dilakukan di bengkel Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UniversitasNegeri Yogyakarta. Pengujian ketahanan mesin penepung bahan dasar kue serabi batangdilaksanakan di desa Kalibeluk, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang Pekalongan.Hasil program adalah : 1) Mesin penepung bahan dasar kue serabi batang dirancangberdasarkan kebutuhan spesifikasi mesin yang diinginkan oleh produsen kue serabi batang.Mesin bekerja menggunakan sistim tumbuk dengan konstruksi yang kuat dan aman bagioperator. 2) Mesin penepung bahan dasar kue serabi batang mempunyai kemampuanmenghasilkan tepung dalam waktu 30 menit dari 5 kg beras. Kemampuan operasionalmesin selama 6 jam per hari untuk menghasilkan 90 kg tepung beras. Biaya produksimesin penepung tersebut Rp. 2.250,- dalam waktu 6 jam operasi. 3) Produktivitas kerjapengusaha serabi mengalami peningkatan dengan adanya mesin penepung tersebut.Peningkatan efisiensi produksi sampai dengan 83%, peningkatan kapasitas produksi sebesar88,9 % dan terjadi penghematan biaya 85% dari kondisi sebelum penggunaan mesinpenepung. Titik impas produksi dicapai pada minggu kedua produksi.Kata Kunci : Mesin Penepung, Serabi Batang, Kabupaten Batang Pekalongan

Page 1 of 1 | Total Record : 7