cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY
ISSN : 18584446     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Volume XI, Nomor 1, April 2016" : 11 Documents clear
PALANG PINTU OTOMATIS DENGAN COUNTDOWN SEBAGAI UPAYA MENGHINDARI KECELAKAAN DI PERLINTASAN KERETA Dimas Imadudin Satrianto Kiki Aprilli Yannik, Sigit Sasongko, Hanafi Slamet Sugiarto, Rizky Satrio W
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume XI, Nomor 1, April 2016
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.608 KB)

Abstract

AbstrakPalang pintu kereta api merupakan bagian yang rawan terjadinya kecelakaan antara kereta api dengan kendaraan umum. Tujuan dari PKM ini adalah untuk membuat palang pintu kereta api otomatis yang dilengkapi dengan countdown untuk memberikan peringatan dini kedatangan kereta kepada pengguna jalan. Metode pembuatan alat ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan Research and Development (R D). Tahap-tahap penelitian mengacu pada model penelitian pengembangan Borg and Gall yang terdiri dari: 1) analisis kebutuhan sistem palang pintu kereta api, 2) perancangan sistem baik hardware maupun software, 3) pembuatan alat, 4) pengujian alat, 5) implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe alat palang pintu otomatis dengan countdown telah berhasil dibuat. Berdasar pengujian didapat semua modul dapat bekerja sesuai dengan perancangan. Secara keseluruhan alat mampu membuka palang pintu pada saat kereta melintasi sensor yang berjarak 30 cm dan mampu menampilkan informasi waktu kereta sampai di perlintasan kereta api.Kata kunci: palang pintu, kereta api, otomatis, countdown AUTOMATIC TRAIN DOORSTOP WITH COUNTDOWN TO AVOIDACCIDENT ON RAILWAY CROSSINGAbstractRailway crossing is part frequent tranin accidents between vehicles. The purpose of this PKM is to build an automatic train doorstop buildup with countdown system be expected could give earlier warning to road users. Implementation methods used in this study is research and development (R D) methods. The stages of the research refers to the research model development Borg and Gall consisting of: 1) analysis of the needs of the doorstop rail system, 2) the design of hardware and software systems, 3) making tools, 4) testing tool, 5) implementation. The results showed that the prototype tool automatically latch with countdown has been successfully created. Based on testing obtained all the modules can work in accordance with the design. Overall tool capable of opening the latch when the train crosses the sensor within 30 cm and is capable of displaying information when the train arrived at railroad crossings.
ICB (INDONESIAN CULTURE IN BATIK): USAHA BATIK KREATIF BERMOTIF BUDAYA-BUDAYA INDONESIA Miftahudin Nur Ihsan, Dheni Nugroho, Deary Putriani,Joko Susanto, Erwan Aditya
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume XI, Nomor 1, April 2016
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.067 KB)

Abstract

AbstrakPengakuan UNESCO terhadap batik merupakan bentuk pengakuan yang strategis terhadap eksistensi batik. Indonesian Culture in Batik (ICB) memberikan nuansa baru pada perkembangan batik di Indonesia karena mengaplikasikan budaya Indonesia di dalam motif batik. Tujuan dari usaha ICB adalah (1) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap budaya-budaya Indonesia, (2) untuk memproduksi ICB yang mengaplikasikan budaya-budaya Indonesia ke dalam motif batik, (3) untuk membuka peluang usaha baru bagi mahasiswa dan masyarakat. Metode yang digunakan yaitu pemilihan motif, pembuatan desain, pembuatan pola cap, pembuatan batik, dan pembuatan baju. Dari bulan April sampai Agustus 2015, ICB telah memproduksi 447 produk baik motif pesona Yogyakarta, maupun Kalimantan Barat dan berhasil menjual 384 produk dengan keuntungan Rp.12.623.000,00. Strategi pemasaran yang dilakukan adalah personal selling, agensi, iklan, dan pameran. Usaha ICB merupakan usaha yang dapat meningkatkan kecintaan terhadap budaya-budaya Indonesia dengan bukti dari tanggapan masyarakat. Produk yang dihasilkan pada usaha ICB adalah kain dan baju batik yang bermotif budaya-budaya Indonesia dengan teknik cap dan tulis. Usaha ICB berpotensial untuk dikembangkan. Hal ini dibuktikan dengan dukungan dana yang diberikan dari LPPM UNY dan Dinas Pendidikan DIY, grafik penjualan yang meningkat setiap bulannya, dan hasil dari penjualan ICB.Kata Kunci: Batik, ICB, Budaya Indonesia ICB (INDONESIAN CULTURE IN BATIK): CREATIVE BATIK BUSINESSPATTERNEDWITH INDONESIAN CULTURESAbstractUNESCO recognition of batik is a strategic recognition of the existence of batik. Indonesian Culture in Batik (ICB) gives a new nuance to the development of batik in Indonesia becauseitpromotes Indonesian culture in the pattern. The purpose of the ICB business are (1) to raise people awareness of the cultures of Indonesia, (2) to produce the ICB that applies the cultures of Indonesia into the motif, (3) to open up new business opportunities for university students and the community. The methods used are motif choosing, design making, pattern stamp making, batik making, and shirt making. From April to August 2015, ICB has been producing 447 batik products with Yogyakartanese and West Kalimantan charm motif and managed to sell 384 products with a profit of Rp.12.623.000,00. Marketing strategy used are personal selling, agency, advertising and exhibitions. ICB is a business that could increase the interest of Indonesian cultures with evidence of feedback from the community. The products produced are batik fabric and shirt patterned Indonesian cultures using stamping and writing techniques. ICB business is potentially to be developed. It is proved by the financial support provided by LPPM UNY and DIY Educational Agency, sales chart which increases each month, and the proceed of the sales of the ICB.Keywords: Batik, ICB, Indonesian Culture
RUMAH CANTIK: LAYANAN MAKE UP DAN BUSANA DI HARI SPESIAL SEBAGAI PELUANG USAHA MAHASISWA TATA RIAS DAN BUSANA Dwi Ayu Novita Andriani, Desi Astuti, Juniaty Boru Manurung Margareta Nurvina
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume XI, Nomor 1, April 2016
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.957 KB)

Abstract

AbstrakAcara wisuda dianggap sebagai agenda spesial dan berkesan sehingga perlu keindahan dan kecantikan dalam merayakannya. Tujuan dari program kewirausahaan ini berupa rumah cantik yang memberikan jasa pelayanan make up, sewa atau pembuatan kebaya, kursus make up dan hijab, serta konsultasi penampilan. Metode promosi usaha ini dilakukan melalui leaflet yang diberikan langsung kepada calon wisudawati dalam acara yudisium yang digelar setiap bulan, pemberian sampel kecil seperti riasan eyeshadow gratis agar konsumen dapat mencoba dan melihat hasilnya serta tips berpenampilan untuk mengenalkan usaha rumah cantik dikalangan mahasiswa umum dan memberikan layanan yang siap datang ke tempat pelanggan. Hasil pelaksanaannya usaha yang dimulai bulan Maret ini, dalam jangka waktu Maret, April, dan Mei telah menghasilkan pendapatan Rp 2.105.000,00 atau rata-rata Rp 701.600,00 per bulan. Pendapatan di luar make up wisuda yang memiliki nilai tinggi adalah dari jasa menjahit, apalagi jika konsumen jahitnya secara borongan.Kata kunci: wisuda, make up, rias, busana, cantik
PENDETEKSI PATOK BATAS NEGARA BERBASIS SMS GATEWAY GUNA MENJAGA KEUTUHAN NKRI Arif Purnomo, Desy Nurhidayah, Mursyid Al Amin, Mirza Lutfi
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume XI, Nomor 1, April 2016
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.499 KB)

Abstract

AbstrakKondisi di sepanjang perbatasan darat Indonesia-Malaysia rawan terjadi sengketa batas wilayah. Pemerintah Indonesia-Malaysia hanya memasang patok batas wilayah yang kerap kali hilang maupun bergerser. Seperti adanya kasus perubahan koordinat patok di Kalimantan yang mengakibatkan Indonesia terancam kehilangan wilayahnya seluas 6.480 juta meter persegi. Sebagai salah satu solusi, tujuan dari program ini yaitu merancang dan membuat prototype alat pendeteksi patok batas negara berbasis SMS gateway yang terhubung dengan petugas penjaga batas negara. Metode pembuatan alat ini yaitu analisa kebutuhan, pembuatan desain dan sistem kerja, pembuatan prototype, pengujian fungsional alat, dan evaluasi. Dengan memadukan teknologi GPS tracker, SMS gateway, dan limit switch menghasilkan alat pendeteksi patok batas negara berbasis SMS gateway yang dapat menjalankan tiga fungsi utama dengan baik yaitu cek status, monitoring, dan alarm peringatan. Sehingga dengan memanfaatkan alat ini pemantauan patok batas negara dapat dilakukan dengan mudah, kapan saja, dimana saja, dan informasi cepat tersampaikan.Kata kunci: patok, batas negara, SMS gateway, GPS. PENDETEKSI PATOK BATAS NEGARA BERBASIS SMS GATEWAYGUNA MENJAGA KEUTUHAN NKRIAbstractIndonesia-Malaysia boundary has disturbed of dispute national territorial. It is because Indonesia-Malaysia government put the boundary pole that can be lost or displacement. For instance, a case of pole coordinate changing in Kalimantan area that makes Indonesia has losing area threaten for 6.480 million m2. For one of solutions, the purposes of this program are design and produce a prototype of boundary pole detection tool with GPS which connect to security-guard. In the tool making, the methods are: needs analysis; design tool form and tool ways of working; tool prototype making; and functional test and evaluation. By fusing technology GPS tracker, SMS Gateway, and limit switch which produce a tool of national boundary pole detection with SMS gateway can operate 3 principal functions which are: status check, monitoring, and warning alarm. So that, the using of the tool of boundary pole detection can more easier to monitor the border, everytime, everywhere, and faster information conveyed.Keywords: Pole, national boundary, SMS gateway, GPS
SISTEM INTEGRASI FASILITAS INSTITUSI PENDIDIKAN DENGAN KONSEP ONE ACCOUNT FOR EVERYTHING Deni Kurnianto Nugroho, David Surya Aj, Rais Rahman Ardian, Rama Bramantara
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume XI, Nomor 1, April 2016
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.358 KB)

Abstract

AbstrakPengelolaan lingkungan belajar dengan cara konvensional pada institusi pendidikan menimbulkan beberapa permasalahan seperti kecurangan presensi, kekacauan penjadwalan dan sebagainya. Sistem yang ada saat ini masih berdiri sendiri tanpa integrasi sehingga belum optimal mengatasi masalah tersebut. Penulis memberikan solusi dengan Integrated Virtual Learning System (IVELS) untuk mempermudah dalam pengelolaan lingkungan belajar. Tujuan kegiatan ini adalah (1) mengintegrasikan sistem presensi, perpustakaan, peta dan penjadwalan digital menjadi sebuah sistem terintegrasi, (2) merancangan IVELS yang dapat menyelesaikan permasalahan pelaksanaan kegiatan akademik di lingkungan kampus, (3) menerapkan desain implementasi IVELS sehingga menjadi sistem terintegrasi yang dapat diterapkan, dan (4) menerapkan prinsip kerja IVELS sehingga dapat melakukan pengelolaan lingkungan belajar digital dengan baik.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi studi literatur, perancangan sistem, pembuatan sistem dengan metode waterfall, dan pengujian sistem dengan standar ISO 9126.Hasil yang dicapai adalah terciptanya sistem IVELS dengan modul yang saling terintegrasi sehingga memudahkan pengelolaan lingkungan belajar. IVELS terintegrasi dengan metode OAuth 2.0 melalui Cloud-based API. Kesimpulannya, sistem IVELS mampu terintegrasi dengan konsep OAFE.Kata kunci: fasilitas, sistem, lingkungan belajar, institusi pendidikan, integrasi FACILITIES INTEGRATED SYSTEM OF EDUCATIONAL INSTITUTIONSWITHONE ACCOUNT FOR EVERYTHING CONCEPTAbstractConventional learning management environment of educational institution makes some problem such as illegal presence, chaos schedulling, and so on. Current system is still stand alone without any integration so it is not optimal yet to solve the problem. The author provides a solution with Integrated Virtual Learning System (IVELS) for simplicity in management of learning environment. Purpose of this activity is (1) integrating presence systems, library, map and scheduling into a digital integrated system, (2) desining IVELS system that can solve the problem learning activities in the campus environment, (3) apply the IVELS implementation design so it can be implemented integrated system,(4) apply IVELS working principle so it can do the job of managing digital learning environment well.The used method in this activity includes study of literature, design of system, making system with waterfallmethod, and testing the system with standard ISO 9126.The achieved result is creation of IVELS system with integrated module so that the learning environment management will be easier. IVELS integrated with OAuth 2.0 methods through Cloud-based API. In conclusion, the IVELS system is able to integrated with the concept of OAFE.Keywords: facility, system, learning environment, educational institutions, integrationDalam
SKUTER: SHAMPO LIMBAH KULIT JERUK SEBAGAI PENGHILANG KETOMBE Yuli Anita dan Intasari, Nurul Hidayah,Sekar Latri Anggrahini Dwi Puspitosari,
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume XI, Nomor 1, April 2016
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.417 KB)

Abstract

AbstrakMasyarakat membutuhkan produk kosmetik herbal berbahan alami dan tidak berbahaya bagi kesehatan, termasuk shampo penghilang ketombe. Saat ini harga shampo herbal relatif mahal. Di sisi lain, limbah kulit jeruk nipis banyak ditemukan di berbagai tempat, seperti kedai jus dan warung makan. Jeruk nipis secara kimia memiliki unsur-unsur senyawa yang dapat menghilangkan ketombe. Kulit jeruk nipis juga dapat dimanfaatkan sebagai penghilang ketombe. Berbagai variasi shampo anti ketombe dapat ditemui di pasar. Namun, shampo herbal berbahan baku kulit jeruk belum ada di pasar. Hal tersebut menjadi peluang untuk mendirikan usaha shampo kulit jeruk. Tujuan PKM-K ini adalah memproduksi dan memasarkan shampo kulit jeruk bernama SKUTER. SKUTER berukuran 100 ml dijual dengan harga Rp 9.000 sehingga terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Segmen pasar SKUTER adalah remaja dan orang dewasa. Strategi pemasaran yang digunakan mempertimbangkan bauran pemasaran. Promosi dilakukan melalui media online maupun offline. Rata-rata penjualan yang meningkat merupakan bukti bahwa SKUTER dapat diterima masyarakat. SKUTER ini sangat prospektif dan layak dijadikan usaha yang mampu meningkatkan nilai jual limbah kulit jeruk nipis.Kata kunci: kulit jeruk nipis, SKUTER, ketombe SKUTER: WASTE OF LIME PEELS SHAMPOOAS DANDRUFF REMOVERAbstractSociety needs herbal cosmetic made from natural and not harmful substances to health, including anti-dandruff shampoo. Currently the price of herbal shampoo is relatively expensive. On the other hand, waste of lime peels are found in many places, such as juice shops and food stalls. Limes have elements that can eliminate dandruff. Lime peels can be used to reduce dandruff. A wide varieties of anti-dandruff shampoo can be found in the market. However, herbal shampoo made from lime peels is still rarely found. It is an opportunity to establish business of lime peels shampoo. PKM-K program goals are to produce and to market the anti-dandruff shampoo that is made from lime peels. The shampoo is named SKUTER which is 100 ml, the price of SKUTER is IDR 9,000. It makes the shampoo affordable by all levels of society. SKUTER market segments are teenagers and adults. The marketing strategy which is used is considering the marketing mix. Promotion is done through online and offline media. The average sales which are increasing is an evidence that SKUTER can be accepted by the society. SKUTER is very prospective and worthy of effort that it is able to increase the value of lime peels waste.Keywords: lime peels, SKUTER, dandruff
PRAIDSON: SMART DEVICE UNTUK PEMBELAJARAN BACA ALQURAN BAGI TUNARUNGU Gede Sangu Gemi, Arif Nugroho, Jihan Ulya Mulyani,
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume XI, Nomor 1, April 2016
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenyandang tunarungu di Indonesia dapat dikatakan cukup banyak, dan sebagian besar diantaranya merupakan pemeluk agama Islam. Penyandang tunarungu memerlukan media pembelajaran yang khusus, termasuk dalam mempelajari agama. Mempelajari Alquran merupakan perkara yang sangat penting dan mendasar bagi seorang muslim. Salah satu bagian dalam mempelajari Alquran adalah cara membaca Alquran. Fasilitas belajar khususnya pembacaan Alquran bagi tunarungu tergolong sedikit dan belum terlalu diperhatikan. Pembelajaran Alquran bagi tunarungu dengan bimbingan guru pun masih belum terlalu efektif dikarenakan sumberdaya pembimbing yang masih sedikit. Oleh karena itu, timbulah gagasan pembuatan smart device bernama Precious Aids Tool for Deaf Person (PRAIDSON) yang bertujuan untuk membantu tunarungu dalam mempelajari Alquran khususnya cara pembacaan yang benar. PRAIDSON dibuat dapat dioperasikan secara portabel dan memiliki fitur untuk pelatihan membaca Alquran secara mandiri, sehingga dapat digunakan di manapun dan kapanpun. Metode pengembangan PRAIDSON ini menggunakan model pengembangan pembelajaran 4D (Define, Design, Development, Dissemination) dengan penambahan tahap evaluasi. PRAIDSON telah terbukti dapat bekerja dengan baik. PRAIDSON saat ini baru dapat digunakan penyandang tunarungu dengan level Severe Hearing Loss dengan tingkat gangguan 26-90 dB.Kata Kunci : smart device, alquran, tunarungu, praidsonPRAIDSON: SMART DEVICE FOR LEARNING TO READTHE QURAN FOR DEAF PERSONAbstractThe population of deaf people in Indonesia are big enough, and most of them are moslem. Deaf people need special learning media, including media to learn about religion. Learning Quran is very important and fundamental things for moslem. One of the ways to learn Quran is by learning how to read it correctly. The facilty for deaf people to learn the pronounciaton of Quran is still few and slightly abandoned. Learning Quran for deaf people by the help of mentor is not effective. It caused by the number of mentor that still limited. Based on this problem, we have an idea to create smart device called PRAIDSON (Precious Aids Tool for Deaf Person). The aim of it is to help deaf people to learn Quran especially to learn to read Quran. It has been made portably and support autodidact learning, so it can be used everytime and everywhere. 4D plus evaluation step (Define, Design, Development, Dissemination) development model has been chosen as development method of PRAIDSON. PRAIDSON has been proved able to works well. Today, PRAIDSON able to be used by deaf people whose included in severe hearing loss level (26-90 dB).Keywords: smart device, quran, deaf people, praidson
EDUCATIONAL MULTIFUNCTION ROBOT (INDOBOT)SEBAGAI ROBOT EDUKASI Oby Zamisyak,Sariyatul Ilyana Zahra Nurda’ali Nur Imam Prayogo, Briliyan Syarifudin Ahmad
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume XI, Nomor 1, April 2016
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.566 KB)

Abstract

AbstrakMasyarakat Indonesia cukup sulit untuk mendapatkan media edukasi robotika dengan harga terjangkau. Produk robot edukasi di pasaran hanya terdiri dari satu fungsi untuk satu robot dengan harga mahal. Dari permasalahan tersebut maka terdapat peluang untuk membuat Educational Multifunction Robot (Indobot) sebagai robot edukasi dengan menawarkan lima fungsi dalam satu robot dan harga terjangkau Rp 700.000,-. Tujuan dari pelaksanaan program ini adalah menciptakan produk robot edukasi multifungsi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah: 1) Analisis situasi, 2) Survei jenis bahan, 3) Pemilihan kualitas bahan, 4) Pembuatan desain, 5) Pembuatan mekanik robot, 6) Proses perakitan dan penyolderan, 7) Finishing, 8) Pengecekan kualitas produk, dan 9) Promosi dan pemasaran. Dalam pelaksanaan program PKM-K, Indobot telah menjual 54 unit robot dengan omset penjualan sebesar Rp. 37.800.000,-. Penjualan tersebut menghasilkan keuntungan sebesar Rp. 9.950.000,-. Dari analisis keuangan yang telah dilakukan menunjukkan Net Profit Margin sebesar 26,32% dan tingkat Return on Equity sebesar 103,09%. Dari hasil tersebut, Indobot berpotensi untuk berkembang menjadi usaha robotika yang mampu menyediakan modul robot sebagai media pembelajaran..Kata Kunci: robot, multifunctionn, indobot, edukasi EDUCATIONAL MULTIFUNCTION ROBOT (INDOBOT) FOR ROBOT IN EDUCATIONAbstractIndonesian society is quite difficult to get media robotics education at an affordable price. Educational robot products on the market consists of only one function to a robot with an expensive price. Of these problems then there is an opportunity to make Multifunction Educational Robot (Indobot) as robot education by offering five functions in one robot and affordable price of Rp 700 hundred, -. The goal of this program is to create a multifunctional educational robot products to meet market needs. Methods of execution used were: 1) Analysis of the situation, 2) Survey of types of materials, 3) Selection of quality materials, 4) Preparation of designs, 5) Preparation of a mechanical robot, 6) The process of assembling and soldering, 7) Finishing, 8) Checking the quality of the product and 9) promotion and marketing. In the implementation of the program PKM-K, Indobot has sold 54 units of the robot with a sales turnover of Rp. 37.8 million. The sale generated a profit of Rp. 9.95 million, -. Of financial analysis that has been done shows Net Profit Margin of 26.32% and a Return on Equity of 103.09%. From these results, Indobot potential to develop into a business of robotics capable of providing robotic module as a learning medium.Keywords: robot, multifunction, indobot, education.
PEMUDA (PENGHASIL GELEMBUNG OKSIGEN MUDAH DAN AMAN) UNTUK PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK DI TAMBAK IKAN Indra Dwi Suryanto, Khairudin Bahari, Beni Kurniawan, Isna Latif
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume XI, Nomor 1, April 2016
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.232 KB)

Abstract

AbstrakPEMUDA (Penghasil Gelembung Oksigen Mudah dan Aman) adalah alat penghasil oksigen di tambak ikan yang bertujuan untuk penghematan energi listrik dan mengurangi polusi udara yang dihasilkan mesin diesel penghasil gelembung oksigen. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program ini melalui beberapa tahapan mengikuti model Linier Sequential Model (LSM) yang terdiri dari 5 tahapan yang berulang yaitu tahap analisis dan studi literatur, desain/perancangan, parakitan, pemrograman, pengujian dan teknik implementasi. Hasil yang dicapai adalah terciptanya alat PEMUDA (Penghasil Gelembung Oksigen Mudah dan Aman) berteknologi hybrid yang bekerja berdasarkan energi angin dan energi listrik serta tidak menggunakan BBM sehingga tidak menghasilkan gas buang. Pada tahap pengujian jumlah oksigen yang dihasilkan alat PEMUDA kisaran 5,3 mg/L – 7 mg/L.Kata Kunci : hybrid, hemat, PEMUDA, oksigen
RANCANG BANGUN INNTOPES (INNOVATION TOOLS PENGANGKAT SAMPAH) PADA ALIRAN SUNGAI Slamet Riyanto, Robertus Kurnianto Herdyanta Septian Putra, Febrian Erwin Harianto
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume XI, Nomor 1, April 2016
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.63 KB)

Abstract

AbstrakPenanggulangan penumpukan sampah pada aliran sungai di kota-kota besar merupakan sebuah masalah yang belum teratasi dengan baik. Banyak warga yang membuang sampah rumah tangga pada sungai-sungai disekitar tempat tinggalnya sehingga terjadi penumpukan sampah pada aliran sungai yang tidak diimbangi dengan pengolahan sampahi. Tujuan pelaksanaan program kreativitas mahasiswa – karsa cipta Rancang Bangun INNTOPES (Innovation Tools Pengangkat Sampah) adalah untuk menanggulangi penumpukan sampah di sunga sehingga terciptanya lingkungan sungai yang bersih dan sehat. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi observasi, identivikasi kebutuhan bahan, analisis kebutuhan bahan, pembuatan alat, dan pengujian alat. Hasil dari pengujian Rancang Bangun INNTOPES (Innovation Tools Pengangkat Sampah) Pada Aliran Sungai menunjukan bahwa Alat tersebut dapat bekerja dengan baik. Pengujian dilakukan pada sungai yang memiliki arus air pengujian dilakukan selama 2-3 menit sekali pengujian dengan hasil INNTOPES dapat mengangkat jenis sampah organic maupun non organic, sampah organic berupa rumput /dedaunan dengan berat 500-800 gr, kertas dengan berat 70-100 gr. Sampah non organic berupa botol plastic minuman berat 1800gr, gelas air minum 240gr, tas kresek 1000-2000gr, bungkus plastic 100gr. Dengan rata-rata daya maksimum pengangkatan sekitar 2000gr. Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah Alat INNTOPES dapat mengangkat sampah pada aliran sungai dengan baik, menurunnya jumlah tumpukan sampah di sungai dan kebersihan sungai meningkat.Kata kunci: sungai, sampah, teknologiINNTOPES DESIGN (INNOVATION TOOLS LIFTINGWASTE) AT THE RIVER FLOWAbstractHandle the accumulation of garbage in the river flows in large cities is a problem that has not been resolved properly. Many residents who dispose of household waste in the rivers around the residence resulting in the accumulation of waste in streams that is not followed by waste processing. The purpose of colleger creativity program – INNTOPES design (Innovation Tools Lifting Waste) is to overcome the garbage problem in river so that created a clean environment and healthy river. Implementation methods used include observation, identification of the material needs, analyze the material needs, making the tools, and testing tools. Results of testing INNTOPES Design (Innovation Tools Lifting Waste) at the river flow show that the equipment work well. The test be done on the river that has water flow, testing has been done for 2 until 3 minutes once, with result that INNTOPES can lift types of organic and non-organic garbage, organic waste such as grass / leaves, with a weight of 500-800 grams, and paper with a weight of 70-100 gr. Non-organic waste such as plastic bottles 1800gr weight, cup watter 240gr, 1000-2000gr plastic bags, plastic wrap 100gr. With an average maximum power of lifting around 2000gr. The conclusion is INNTOPES tool can lift the garbage in river flows nicely, decreasing the number of piles of garbage in the river and increase the hygene level in the river.Keywords: river, rubbish, technology

Page 1 of 2 | Total Record : 11