cover
Contact Name
Nelfiyanti
Contact Email
nelfiyanti@ftumj.ac.id
Phone
+6281363155951
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Cempaka Putih Tengah 27 Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JISI UMJ (Jurnal Integrasi Sistem Industri UMJ)
ISSN : 23552085     EISSN : 2550083X     DOI : 10.24853/jisi
Core Subject : Engineering,
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Jurusan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta mengundang para dosen, peneliti, pengkaji, praktisi, industri, dan pemerhati serta mahasiswa S1/S2/S3, untuk mengirimkan paper atau artikel ilmiahnya. JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri bersifat terbuka. Paper yang masuk akan di-review secara peer-review. Setelah proses review selesai, hasil review akan diinformasikan kepada penulis paper melalui sistem Open Journal System (OJS). JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri terbit 2 kali dalam setahun. Secara berkala JISI UMJ: Jurnal Integrasi Sistem Industri terbit setiap bulan Februari dan Agustus.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2021): JISI UMJ" : 8 Documents clear
Perancangan Tata Letak Fasilitas Pada Rumah Produksi Taman Eden 100 El Isma Naomi Thorndike Sihombing; Yosef Manik; Benedikta Anna Haulian Siboro
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 8, No 2 (2021): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.8.2.77-86

Abstract

Small and Medium Enterprise (SME) Taman Eden 100 or CV Andaliman Mangintir is a manufacturing company that produces various andaliman derivative products, including Andaliman Dried Seeds, Andaliman Powder, SikArsik, and Andaliman Seeds. Some of Andaliman's derivative products are already halal certified and some of them do not yet have a halal certificate but already have a PIRT DINKES permit. Thus, it is necessary to have a different room to produce halal products and products that have not been certified halal, so it is necessary to design a layout using the Systematic Layout Planning (SLP) method. The Systematic Layout Planning (SLP) method has several stages in making the layout, namely activity linkage analysis such as Activity Relationship Chart (ARC) analysis, Activity Relationship Diagram (ARD) analysis, and making proposed layouts based on the 5S concept (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, and Shitsuke). Based on the research conducted, it was found that the total travel time and distance of Material Handling  in the initial layout within 1 month was 3.720 seconds and 2.155 seconds for the time of Andaliman Powder and SikArsik; and 43,69 m and 88,03 m for the distances of Andaliman Powder and SikArsik. By using the Systematic Layout Planning (SLP) method, it is obtained that the total travel time and distance of Material Handling  in the  proposed layout within 1 month is 2.800 seconds and 1.465 seconds for the time of Andaliman proposed layout within 1 month is 2.800 seconds and 1.465 seconds for the time of Andaliman Powder and SikArsik; and 31,28 m and 74.32 m for the Andaliman powders and SikArsik, resulting in a reduction in Material Handling  time and distance of  920 seconds and 12,41 m for Andaliman Powder products; and 690 seconds and 13,71 m for SikArsik products.
PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK PADA PT. SIP DENGAN PENDEKATAN SCOR DAN ANALYSIS HIERARCY PROCESS (AHP) Umi Marfuah; Adit Mulyana
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 8, No 2 (2021): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.8.2.25-33

Abstract

PT SIP adalah sebuah perusahan distribusi baru yang saat ini belum melakukan pengukuran kinerja rantai pasok secara  menyeluruh melainkan hanya satu sisi saja yaitu dari variabel cost. Kendati performa perusahaan berdasarkan cost dikatakan baik (operational cost 4%  dengan target 5% dari total penjualan). Sisi kinerja yang belum menjadi perhatian perusahaan antara lain kecepatan pengiriman, persentase pengiriman produk dan kecepatan pengembalian modal belanja. Penelitian ini menggunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) 3 level dengan 4 inti bisnis proses yaitu: plan, source, delivery, dan return. Selain itu penelitian ini juga mengunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot pada tiap-tiap metrik kinerja. Metrik kinerja yang didapatkan dari proses validasi oleh operational kemudian dilakukan perhitungan normalisasi Snorm guna menyamakan pencapaian kinerja saat ini dan menentukan pengukuran menggunakan metode traffic light system. Berdasarkan perhitungan dan analisis, disimpulkan bahwa untuk pencapaian kinerja rantai pasok PT SIP memiliki nilai sebesar 68.72 atau kondisi saat ini sudah cukup baik. Untuk mengoptimalkan kinerja rantai pasok, PT SIP perlu melakukan perbaikan pada metrik ketepatan waktu pengiriman Purchase Order (PO). Hasil brainstorming dengan operational manager menyimpulkan bahwa untuk peyebab tidak tercapainya metrik kinerja yang berwarna merah yaitu ketepatan perencanaan pengiriman.
MEASURMENT SYSTEM ANALYSIS PADA OPERATOR PENGECEKAN VISUAL MENGGUNAKAN METODE ATTRIBUTE AGREEMENT SYSTEM DI INDUSTRI MANUFAKTUR Helmi Huda; Nur Islahudin
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 8, No 2 (2021): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.8.2.35-40

Abstract

Dalam proses pengecekan visual suatu produk dalam suatu industri manufaktur, manusia sangat berperan penting terhadap kualitas produk sebelum dikirimkan ke konsumen khususnya untuk produk yang mengedepankan estetika. Apabila terdapat kualitas produk no good (NG) terkirim ke konsumen akan berdampak terhadap nama baik dari perusahaan yang secara tidak langsung dapat berpengaruh terhadap permintaan produk karena kesalahan dalam proses pengecekan. Agar hasil pengecekan visual yang dilakukan oleh operator cek sesuai dengan spesifikasi yang di tentukan oleh konsumen, diperlukan salah satu metode pengukuran untuk menjamin bahwa operator cek telah melakukan pengecekan dengan benar tidak mengirim produk no good ke konsumen ataupun sebaliknya me reject produk yang baik kualitas nya. Measurement system analysis menjadi salah satu cara untuk mengukur keakurasian (reproducibility) dan konsistensi (repeatability) operator pengecekan dalam menilai produk yang dihasilkan oleh lantai produksi. Penelitian ini ingin mengetahui akurasi dan konsistensi dari operator pengecekan menggunakan metode attribute agreement system. Hasil dari metode ini di ketahui bahwa operator pengecekan visual masih mempunyai kesalahan dalam melakukan pengecekan hasil produksi. Oleh karena itu diperlukan training untuk merefresh kembali pengetahuan operator pengecekan tentang kualitas produk di lantai produksi agar tidak menimbulkan kesalahan pengecekan.
Strategi Persaingan Jamu Gunanty Menggunakan Matriks: Internal Eksternal, Bowman Strategy, Grand Strategy dan Profil Kompetitif Puti Annisa Nowira; Rianita Puspa Sari
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 8, No 2 (2021): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.8.2.53-64

Abstract

Jamu Gunanty memiliki pangsa pasar yang cukup luas, namun tidak menutup kemungkinan ada kompetitor yang bergerak dalam bidang yang sama. Keberhasilan perusahaan dalam persaingan yang semakin kompetitif tergantung pada keunggulan bersaingnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor penentu keberhasilan, posisi bersaing, serta merumuskan alternatif strategi bersaing pada UMKM Jamu Gunanty. Analisis Strategi Persaingan menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Competitive Profile Matrix (CPM), Internal External (IE), Grand Stratagy dan analisis Bowman Strategy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai bobot matriks Internal Factor Evaluation (IFE) sebesar 2,75 (relatif sedang) dan External Factor Evaluation (EFE) 3,01 (posisi kuat). Pada matriks Internal External (IE) strategi yang harus dilakukan adalah growth and build. Pada matriks kompetitif Jamu Gunanty dengan menggunakan dua kompetitor berada pada posisi kedua atau tengah. Posisi bersaing berdasarkan matriks bowman strategy, Jamu Gunanty berada pada posisi hybrid (harga relatif murah, nilai produk standar).
Implementasi Metode Single Minute Exchange Of Die Untuk Mengurangi Waktu Persiapan dan Penyesuaian Mold di Industri Polimer Hery Hamdi Azwir; Nico Chandra Wijaya; Hirawati Oemar
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 8, No 2 (2021): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.8.2.41-52

Abstract

PT. X adalah manufaktur polimer terkemuka nasional yang berfokus pada produksi komponen sepeda motor. Di departemen produksi, akan ada target output yang harus dicapai per hari. Berdasarkan data, pada Oktober 2017, output aktual dari mesin hanya dapat memenuhi 85,09%, pada November 2017 adalah 83,97% dan pada Desember 2017 adalah 83,62% yang berarti terjadi penurunan pada saat itu. Faktor yang paling mempengaruhi proses produksi tidak dapat mencapai target adalah downtime. SMED  dipilih sebagai topik utama yang termasuk dalam downtime yang direncanakan. Pengaturan saat ini dan waktu mold penyesuaian adalah satu jam lima puluh delapan menit empat puluh sembilan detik. Single Minute Exchange of Die (SMED) digunakan untuk mengurangi waktu pengaturan dan penyesuaian. Setelah perbaikan, waktu setup dan penyesuaian mold menjadi satu jam lima belas menit dan delapan belas detik. Ini berkurang 37% dari proses saat ini. Total biaya untuk perbaikan adalah IDR 734.680.000 dan penghematan setelah perbaikan adalah IDR 160.171.200. BEP adalah empat bulan dan 19 hari.
Simulasi Sistem Penggunaan Ruangan di Gedung Griya Legita Universitas Pertamina Rahmad Inca Liperda; Nafi Riska Fatahayu; Elfira Vathia Khairunnisa; Muhammad Adib Logika; Marlene Hibatullah; Raina Fridayanti
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 8, No 2 (2021): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.8.2.65-75

Abstract

Pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas manusia yang diperoleh dari proses belajar mengajar. Universitas Pertamina adalah perguruan tinggi swasta yang membutuhkan infrastruktur dalam mendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Gedung Griya Legita adalah salah satu infrastruktur yang digunakan Universitas Pertamina untuk proses KBM, perkumpulan organisasi, UKM, dan kegiatan lainnya. Permasalahan yang dihadapi dalam penggunaan gedung Griya Legita adalah terhambatnya kegiatan yang akan dilakukan akibat keterbatasan jumlah ruang kelas dan jadwal perkuliahan. Simulasi diskrit atau discrete event simulation (DES) dikembangkan untuk mencari alternatif solusi. Berdasarkan hasil pengembangan model simulasi, alternatif solusi optimal yang dihasilkan adalah dengan membangun 6 unit ruang kelas tambahan, sehingga variabel decline bernilai 0. Penambahan 6 unit ruang kelas mengakibatkan penurunan utilitas rata – rata ruang kelas menjadi 70,01%.
PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK MENGGUNAKAN SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE (SCOR) DI UD. ANANDA Iphov Kumala Sriwana; Nurul Hijrah S; Arief Suwandi; Roesfiansjah Rasjidin
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 8, No 2 (2021): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.8.2.13-24

Abstract

Supply chain performance measurement has an important role to play in formulating a strategy in running a company's business. UD Ananda is a company engaged in the production and sale of wooden furniture. UD. Ananda has never done a performance measurement in the supply chain that runs at the company. The purpose of this study is to determine the performance value and achievement of each company performance indicator. Performance measurement using the Supply Chain Operations Reference (SCOR) model. This model includes a performance indicator / Key Performance Indicator (KPI) that has been validated using a questionnaire to then determine the weight of each performance indicator point using the Analytical Hierarchy Process (AHP) and normalizing the score with Snorm De Boer. The traffic light system method is used to display performance indicators that are far from the company's target and become a priority for improvement, namely 7 indicators out of 17 validated indicators. The results of supply chain performance measurement at UD. Ananda was 71.43 for June and 79.37 for July. This value indicates that the supply chain performance value in the company is in a position of good performance.
Penerapan Metode Teknometrik untuk Mengukur Kontribusi Komponen Teknologi dalam Proses Produksi Industri Kecil dan Menengah Casban Casban; Umi Marfuah; Lita Silvianti Rosyadi
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 8, No 2 (2021): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.8.2.1-12

Abstract

Upaya menstabilkan pemesanan dan omset perlu dilakukan perubahan kebijakan teknologi dengan melakukan penilaian teknologi eksisting pada IKM. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai kontribusi komponen teknologi dalam proses produksi dan menghitung nilai technology contribution coefficient (TCC). Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan November sampai Desember 2020 di IKM Xpertees dan IKM Dewi yang berlokasi di Depok Jawa Barat. Teknik Pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, kuesioner dan studi kepustakaan. Pengolahan data dilakukan dengan pengukuran kontribusi komponen teknologi menggunakan metode teknometrik. Hasil perhitungan nilai kontribusi teknologi komponen IKM Xpertees pada humanware 0,552 mempunyai kontribusi yang penting dibandingkan dengan  technoware 0,483 dan orgaware 0,422 sedangkan infoware 0.403 mempunyai kontribusi kurang penting. IKM Dewi pada humanware 0,723 mempunyai kontribusi yang penting dibandingkan dengan orgaware  0,711 dan infoware 0,421 sedangkan technoware 0,386 mempunyai kontribusi kurang penting. Nilai technology contribution coefficient pada IKM Xpertees 0,47 dan IKM Dewi 0.60 dapat dinyatakan kontribusi komponen teknologi termasuk klasifikasi wajar dan penggunaan teknologi dalam kategori semi modern. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8