cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
GRADIEN
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 02162393     EISSN : 26555743     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Gradien merupakan jurnal ilmiah hasil penelitian yang meliputi bidang Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Jurnal ini terbit pertama kali pada tahun 2005 dengan frekuensi penerbitan dua kali setahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2007): (Januari 2007)" : 10 Documents clear
Pengaruh Perbandingan Volume Zat Pereaksi Terhadap Esterifikasi Asam Asetat Dengan Fraksi Dari Minyak Fusel Trihadi, Bambang
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 3, No 1 (2007): (Januari 2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.469 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan volume zat pereaksi terhadapkonversi asam asetat pada reaksi esterifikasi asam asetat dengan fraksi dari minyak fusel. Disamping itu digunakanuntuk mempelajari kinetika reaksi esterifikasi pada reaksi tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaperbandingan volume zat pereaksi dinaikkan maka pada periode waktu yang sama, konversi asam asetat menjadi ester bertambah besar. Dari persamaan 1/(As) = -kt + b, merupakan garis lurus maka orde reaksi esterifikasi asam asetat dengan fraksi dari minyak fusel adalah orde dua, dimana harga tetapan reaksinya adalah 0,309 dan kecepatan reaksinya adalah 3,99 x 10-3 grek/lt.   
Perbandingan Kinerja Detektor NaI(Tl) Dengan Detektor CsI(Tl) Pada Spektroskopi Radiasi Gamma Bahri, Syamsul
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 3, No 1 (2007): (Januari 2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.061 KB)

Abstract

Telah dilakukan pengamatan dan perbandingan kinerja detektor CsI(Tl) pada spektroskopi gamma dengandetektor NaI(Tl). Sumber radiasi gamma yang digunakan adalah sumber radiasi standar yaitu Cs-137 dan Co-60 serta Eu-152 yang memiliki jumlah puncak spektrum tenaga gamma yang banyak. Pengamatan dengan menggunakan kedua detektor dilakukan pada kondisi maksimal dari peralatan spektroskopi yang digunakan. Dari spektrum tenaga gamma hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh bahwa resolusi detektor NaI(Tl) lebih baik dibandingkan dengan detektor CsI(Tl), namun dari segi efisiensi menunjukkan bahwa detektor CsI(Tl) lebih baik dibandingkan dengan detektor NaI(Tl). Dari aspek lainnya, detektor CsI(Tl) masih memiliki kelebihan dibandingkan dengan detektor NaI(Tl) diantaranya lebih murah, ekonomis, praktis dalam penggunaannya karena bentuknya yang kecil dan kompak dan penyedia daya listrik yang digunakan lebih hemat yaitu ± 24 Volt untuk detektor CsI(Tl) sedangkan untuk detektor NaI(Tl) penyedia daya listrik yang digunakan berkisar diantara 500 Volt sampai 1200 Volt.   
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Betaglukan Dari Saccharomyces Cerevisiae Andriani, Yosie
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 3, No 1 (2007): (Januari 2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.26 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antioksidan ekstrak betaglukan dari Saccharomyces cerevisiae padahewan coba tikus putih jantan galur Sparaque Dawley, dewasa, sehat dan memiliki aktivitas normal dengan bobotbadan antara 150-300 gram, Ekstrak betaglukan dari Saccharomyces cerevisiae isolate ragi tape dan ragi roti. Reagen Kit untuk analisis kolesterol diperoleh dari RandoxTM dan aktivitas antioksidan dilakukan dengan uji tiobarbiturat (TBA). Sebanyak 15 ekor tikus dikelompokkan menjadi 5, masing-masing terdiri dari 3 ekor. Kelompok A (non kolesterol) mengkonsumsi pakan standar, kelompok B (hiperkolesterolemia) mengkonsumsi pakan kolesterol danPTU, kelompok C dan D mengkonsumsi pakan kolesterol dan di cekok dengan betaglukan dari Saccharomycescerecisiae asal ragi roti dan ragi tape, dan kelompok E mengkonsumsi betaglukan standar. Pada awal percobaan tikus diadaptasi dengan pakan standar (20g/ekor/hari) dan minum air secara adlibitum sampai mencapai bobot antara 200- 300 g (relatif homogen). Pengambilan darah dilakukan pada akhir masa adaptasi (base line) yaitu pada hari ke-0, dan masa perlakuan yaitu pada hari ke-7, 14, 21, dan 28 guna analisis kolesterol darah, dan kadar lipid peroksida darah tikus putih. Setelah masa perlakuan dilanjutkan dengan wash out selama satu minggu. Setelah itu dilakukanpengukuran kadar kolesterol dan lipid peroksida darah tikus. Pemberian ekstrak betalukan dari Saccharomycescerevisiae isolat ragi roti, ragi tape dan beta glukan standar dengan dosis 1 mg/kgBB/hari mampu menekan kadarkolesterol darah tikus, serta mampu mencegah tingginya kadar lipid peroksida darah tikus. Hal ini mengindikasikanadanya aktivitas antioksidan dari ekstrak betaglukan yang digunakan.   
Studi Adsorpsi Molekul Nh3 Pada Permukaan Cr(111) Menggunakan Program Calzaferri Banon, Charles
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 3, No 1 (2007): (Januari 2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.296 KB)

Abstract

Studi interaksi molekul NH3 pada permukaan Cr(111) menggunakan program QCMP 116 yang dijalankandengan IBM PC Compatible (Pentium III, 660 MHz) telah dilakukan. Permukaan ini terdiri dari 20 atom dengan tigalapisan. Sebuah NH3 (dengan bidang molekul planar dibuat sejajar atau tegak lurus bidang permukaan), pada berbagaiposisi jatuh dioptimasi tiga dimensi dengan program tersebut. Hasil perhitungan binding energi NH3 (BE(NH3)) pada permukaan dan panjang ikatan antar atom pada kondisi optimal memperlihatkan: molekul NH3 dengan bidang molekul sejajar bidang permukaan menuju atom permukaan lapisan satu dan tiga, teradsorpsi kimia lemah dengan rentang BE(NH3) 0,9797 – 1,3421 eV/molekul dan yang menuju lapisan kedua diuraikan oleh permukaan. Molekul NH3 yang mendatangi permukaan dengan bidang molekul tegak lurus permukaan teradsorpsi secara fisika (sangat lemah) mempunyai rentang BE(NH3) 0,4903 – 0,5614 eV/molekul.   
Penghambatan Korosi Baja Beton dalam Larutan Garam dan Asam dengan Menggunakan Campuran Senyawa Butilamina dan Oktilamina Bahri, Samsul
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 3, No 1 (2007): (Januari 2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.808 KB)

Abstract

Korosi adalah degradasi atau penurunan mutu logam akibat reaksi elektrokimia suatu logam denganlingkungannya. Korosi merupakan masalah besar bagi bangunan dan peralatan yang menggunakan material dasarlogam seperti gedung, jembatan, mesin, pipa, kapal dan lain sebagainya. Dalam penelitian ini akan diuji bagaimanapenghambatan korosi baja beton dalam larutan garam dan asam dengan menggunakan campuran senyawa butilaminadan oktilamina. Dalam penelitian ini digunakan sampel baja ST 37 ( 0,1 % C ) untuk bangunan, asam sulfat, natriumklorida, butilamina, oktilamina, asam nitrat, dan aquadest. Metoda pengukuran kecepatan korosi baja adalah metodagravimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi inhibisi campuran senyawa butilamina dan oktilamina padakonsentasi 10. 10-3 M yang menghambat laju reaksi korosi baja beton ST 37 dalam larutan asam sulfat lebih kecil(38,04 %) daripada dalam larutan garam natrium klorida (87,39 %).   
Sintesis Turunan Benzofenon Melalui Reaksi Penataan Ulang Fries Dari Senyawa Para-Tersier-Butilfenilbenzoat Ratnawati, Devi
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 3, No 1 (2007): (Januari 2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.103 KB)

Abstract

Telah dilakukan sintesis turunan benzofenon melalui reaksi penataan ulang Fries terhadap p-tersierbutilfenilbenzoatdengan menggunakan katalis asam lewis AlCl3. Bahan dasar p-tersier-butilfenil benzoat disintesis melalui reaksi esterifikasi p-tersier-butilfenol dengan benzoil klorida menggunakan piridin sebagai katalis basa sekaligus sebagai pelarut. Reaksi esterifikasi p-tersier-butilfenol dilakukan dengan melarutkan senyawa tersebut dalam piridin, kemudian penambahan benzoil klorida dilakukan pada suhu 0oC. Esterifikasi p-tersier-butilfenol menghasilkan p-tersier-butil-fenilbenzoat berbentuk kristal putih yang mempunyai rendemen 98,82% dan titik lebur 77– 79,4oC. Sedangkan reaksi penataan ulang yang dilakukan pada suhu 131-132oC selama 5 jam terhadap p-tersierbutilfenilbenzoat menggunakan pelarut klorobenzena menghasilkan o-dan p-hidroksi benzofenon dengan rendemen37,30% dan 59,20%.   
Pemanfaatan Ruang Secara Vertikal Oleh Burung- Burung Di Hutan Kampus Kandang Limun Universitas Bengkulu Jarulis, Jarulis
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 3, No 1 (2007): (Januari 2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.577 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian Pemanfaatan Ruang Secara Vertikal Oleh Burung-burung di Hutan KampusKandang Limun Universitas Bengkulu untuk mengetahui pola pemanfaatan habitat secara vertikal oleh burung-burungkampus Kandang Limun. Penelitian yang dilakukan dengan metoda time interval sampling selama 6 bulan (Juli-Desember 2006) dengan 10 titik pengamatan (TP). Tercatat sebanyak 40 spesies burung yang berkunjung kedalamsemua semua titik pengamatan. Burung pemakan serangga seperti Pycnonotus goiavier cenderung memilih ketinggian3-10 meter (52 %), dan 11-25 meter (60 %), Nectarinia jugularis 100 % memilih ketinggian 3-10 meter. Burungpemakan biji (Passer montanus) lebih memilih ketinggian 0-2 meter (76,5 %). Prosentase aktivitas yang tertinggi jenis Pycnonotus goiavier pada ketinggian 0-2 m adalah makan (89 %), 3-10 m makan (77 %) dan bergerak (64 %), 11-25 m gerak (64 %) dan istirahat (48 %). Jenis Passer montanus pada ketinggian 0-2 m adalah makan (92 %), suara (69 %), dan gerak (77 %), 3-10 m makan (100 %) dan bergerak (67 %), 11-25 m tidak ditemukan.   
Pengaruh Suhu Muka Laut Samudera Pasifik Zona Nino-3 Terhadap Curah Hujan Wilayah Sumatera Irkhos, Irkhos
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 3, No 1 (2007): (Januari 2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.985 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh Suhu Muka Laut (SML) samudera Pasifik wilayahNiño-3 (50 LU – 50 LS) (1500 BB – 900 BB) yang bersumber dari Climate Prediction Center (www.nws.noaa.gov) dandata curah hujan wilayah sumatera 1998 -2000. Dari hasil penelitian ini di simpulkan bahwa kenaikan SML samuderaPasifik zona nino-3 diiringi dengan kenaikan curah hujan wilayah Sumatera. Kenaikan SML di bagian timur samuderaPasifik mengakibatkan udara yang panas bergerak ke barat dan turun di wilayah Indonesia bagian timur.   
Buah Kelor (Moringa Oleifera Lamk.) Tanaman Ajaib Yang Dapat Digunakan Untuk Mengurangi Kadar Ion Logam Dalam Air Sutanto, Teja Dwi; Adfa, Morina; Tarigan, Novrianto
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 3, No 1 (2007): (Januari 2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.102 KB)

Abstract

Biji buah kelor mengandung senyawa bioaktif rhamnosyloxy-benzil-isothiocyanate, yang mampumengadopsi dan menetralisir partikel-partikel lumpur serta logam yang terkandung dalam limbah suspensi denganpartikel kotoran melayang dalam air, sehingga sangat potensial digunakan sebagai koagulan alami untukmembersihkan air dari ion-ion logam terlarut [3][6]. Buah kelor dipetik kemudian dipisahkan dari kulitnya dandikeringkan, selanjutnya ditumbuk hingga menjadi serbuk dan diayak hingga diperoleh ukuran 180 ?m, 250 ?m, 355?m, 420 ?m dan 600 ?m. Sebanyak 0,5 gram serbuk biji kelor tersebut kemudian dicampur dengan 50 ml air yangmengandung 10 ppm ion besi, diaduk selama 2 menit agar proses sempurna, selanjutnya disaring dan sisa kadar besiyang terdapat dalam filtrat ditentukan dengan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makinkecil ukuran serbuk biji kelor ternyata kemampuannya untuk mengadopsi ion besi dalam air semakin besar, demikianjuga usia ternyata ikut menentuakan kemampuan biji kelor untuk mengadopsi ion-ion besi dalam air. Pengurangankadar ion besi yang paling besar terjadi pada penggunaan ukuran butir 180 ?m dari biji kelor yang berusia muda yaitusebesar 874 ?g besi/gram biji kelor.   
Aplikasi Mikrokontroler Untuk Sistem Perparkiran Caniago, Zul Bahrum
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 3, No 1 (2007): (Januari 2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.78 KB)

Abstract

Membajirnya pemilikan motor di masyarakat menimbulkan persoalan ketertiban umum, munculnya arenaarenaperparkiran liar, meningkatnya pencurian motor yang meresahkan Kondisi ini menimbulkan rasa ketidak adilandan ketidak nyamanan, menyuburkan pungutan liar, timbulnya ekonomi biaya tinggi, dan premanisme dalammasyarakat. Sementara itu pemerintah setempat mengklaim secara sepihak tanpa didukung oleh peraturan memadai,menerima bagian dari restribusi parkir sebagai pendapatan asli daerah (PAD).Oleh karena itu perpakiran perlu di atur sedemikian yang dapat menjaga keterban umum, menimbulkan keadilan, rasaaman dan menghapus premanisme perparkiran, dan bersamaan dengan itu dapat memberi kontribusi kepada PAD.Salah satu usaha untuk mengatasi persoalan adalah dapat kembangkan pengaturan parkir yang lebih aman dandikontrol, yakni dengan menggunakan mikrokontroler MCS51. Dengan kemampuan yang dimiliki oleh MCS51,sistem perparkiran memberi jaminan keamanan serta dapat menghindari munculnya perparkiran liar, terutama didaerah perkotaan.   

Page 1 of 1 | Total Record : 10