cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 7 (2018): Supplement 3" : 29 Documents clear
Studi Retrospektif Kanker Kulit di Poliklinik Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin RS Dr. M. Djamil Padang Periode Tahun 2015-2017 Silvia Wilvestra; Sri Lestari; Ennesta Asri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 3
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.873

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia, kanker kulit menempati urutan ketiga setelah kanker leher rahim dan kanker payudara. Faktor peningkatan radiasi sinar ultraviolet, faktor genetik, pola hidup yang tidak sehat, dan infeksi human papillomavirus dapat menjadi pencetus untuk timbulnya kanker kulit. Tujuan: Mengetahui profil kanker kulit di Poliklinik Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin RS Dr. M. Djamil Padang dari Januari 2015 – Desember 2017. Metode: Penelitian retrospektif dengan desain deskriptif dari data rekam medis pasien baru. Hasil: Selama periode Januari 2015 – Desember 2017, terdapat 38 kasus kanker kulit dari 1.003 kunjungan ke Divisi Tumor dan Bedah Kulit Poli IK. Kulit dan Kelamin RS Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini menemukan kanker kulit pada laki-laki 20 kasus (53%) dan perempuan 18 kasus (47%). Karsinoma sel basal 31 kasus (81%), karsinoma sel skuamosa 6 kasus (16%), karsinoma sel basoskuamosa 1 kasus (3%) dan tidak terdapat kasus melanoma maligna.  Usia pasien kanker kulit terbanyak adalah usia 45-64 tahun (58%). Kesimpulan: Karsinoma non-melanoma merupakan kanker kulit yang paling banyak ditemukan di dunia. Pada penelitian ini kanker kulit yang paling banyak ditemukan adalah karsinoma sel basal dengan pasien laki-laki lebih banyak daripada perempuan, dan kelompok usia terbanyak adalah 45-64 tahun.
HUBUNGAN INFEKSI Chlamydia trachomatis DENGAN KEJADIAN ABORTUS SPONTAN DI RSUD DR. RASIDIN DAN RSIA SITI HAWA PADANG Wenny Nursa Octarina; Andani Eka Putra; Puja Agung Antonius
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 3
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.863

Abstract

Abortus merupakan salah satu penyebab dari morbiditas dan mortalitas maternal. Abortus adalah berakhirnya kehamilan pada atau sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu. Banyak faktor yang mempengaruhi abortus, salah satunya adalah infeksi yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis, selain itu faktor resiko lain yang mempengaruhi terjadinya abortus adalah usia maternal, paritas, riwayat kejadian abortus pada kehamilan sebelumnya, dan jarak kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hungan infeksi Chlamydia trachomatis dengan kejadian abortus spontan. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain case control yaitu untuk mengetahui infeksi C. trachomatis dengan kejadian abortus spontan. Populasi penelitian adalah semua ibu hamil dengan abortus spontan di RS dr. Rasidin padang dan RSIA Siti Hawa Padang. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling yaitu setiap penderita yang memenuhi kriteria inklusi dimasukkan dalam subyek penelitian sampai jumlah sampel tercapai  yaitu sebanyak 50 sampel. Hasil penelitian didapatkan Proporsi kejadian abortus pada sampel positif C. trachomatis yaitu 44,0%. Analisa statistik dengan uji Fisher’s Exact Test menunjukan, terdapat hubungan yang bermakna antara infeksi C.trachomatis dengan kejadian abortus (p<0.05) dengan nilai Odds Ratio (OR) 5,7. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat hubungan antara infeksi C.trachomatis dengan kejadian abortus. Diharapkan untuk penelitian berikutnya melakukan penelitian lebih lanjutan mengenai hubungan faktor resiko maternal dan  infeksi Chlamydia trachomatis  terhadap kejadian abortus spontan dengan metode penelitian yang berbeda dan jumlah sampel yang lebih banyak.
Diagnosis dan Penatalaksanaan Fraktur Le Fort I-II disertai Fraktur Palatoalveolar Sederhana Dewi Yuri Lestari; Al Hafiz; Effy Huriyati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 3
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.854

Abstract

Pendahuluan: Fraktur pada sepertiga tengah wajah (midface) memerlukan pemeriksaan yang teliti dan penatalaksanaan yang tepat. Fraktur palatoalveolar jarang terjadi dan dapat terjadi bersamaan dengan fraktur lain pada trauma wajah. Pada beberapa dekade terakhir, berbagai modalitas penatalaksanaan fraktur sepertiga tengah wajah telah dicoba. Penatalaksanaan fraktur sepertiga tengah wajah dengan menggunakan fiksasi dengan miniplate dan screw mengungguli teknik-teknik terdahulu. Laporan Kasus: Dilaporkan satu kasus fraktur Le fort I-II dan fraktur palatoalveolar sederhana pada seorang laki-laki umur 19 tahun. Telah dilakukan Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dengan miniplate dan screw serta pemasangan wire. Simpulan: ORIF dengan miniplate dan screw telah menjadi pilihan pada fraktur maksilofasial karena lebih stabil dalam hal fungsi dan fiksasi tulang yang lebih baik. Berdasarkan indikasi, fiksasi intermaksila, palatum splint, dan wire dapat digunakan secara tersendiri atau kombinasi untuk penatalaksanaan fraktur palatoalveolar.
Pendekatan Transoral Sialolitektomi pada Sialolitiasis Eko Wahyudi; Novialdi Novialdi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 3
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.869

Abstract

Pendahuluan: Sialolitiasis merupakan penyakit pada kelenjar liur yang ditandai dengan terbentuknya batu pada saluran atau kelenjar liur. Sering terjadi pada kelenjar. Mekanisme pembentukan batu masih belum diketahui dengan pasti. Gejala klinis yang paling sering dikeluhkan adalah bengkak dan nyeri saat dan setelah makan. Pemeriksaan penunjang yang dianggap sebagai baku standar untuk menegakkan diagnosis sialolitiasis adalah sialografi. Penatalaksanaan dari sialolitiasis bervariasi dan terus dikembangkan dari waktu ke waktu. Laporan Kasus: Dilaporkan satu kasus sialolitiasis submandibula kiri pada seorang anak perempuan umur 14 tahun yang dilakukan sialolitektomi dengan pendekatan transoral. Kesimpulan: Pada kasus diatas dilakukan sialolitektomi dengan pendekatan transoral, dimana teknik ini dilakukan pada kasus sialolitiasis yang berukuran besar dengan angka keberhasilan yang cukup tinggi dan angka kekambuhan yang rendah.
Injeksi Kortikosteroid Intratimpani Sebagai Salvage Therapy pada Pasien Tuli Mendadak Ricko Mariza Putra; Jacky Munilson; Yan Edward; Nirza Warto; Rossy Rosalinda
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 3
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.859

Abstract

Pendahuluan : Tuli mendadak merupakan salah satu kegawatdaruratan di bagian telinga hidung tenggorok bedah kepala dan leher (THT-KL). Tuli mendadak atau sudden sensorineural hearing loss (SSNHL) adalah tuli sensorineural lebih dari 30 dB pada 3 frekuensi berturut turut secara mendadak  dalam waktu 3 hari. Etiologi tuli mendadak hingga saat ini belum diketahui dengan pasti, namun penyebab tersering tuli mendadak, yaitu idiopatik (71%). Penatalaksanaan tuli mendadak meliputi terapi konservatif, salah satunya dengan pemberian kortikosteroid secara sistemik dan lokal. Pemberian lokal dapat dilakukan dengan cara injeksi langsung intratimpani. Terapi kortikosteroid secara lokal dapat diberikan sebagai terapi primer, terapi adjuvan (kombinasi) dan salvage therapy. Laporan kasus : seorang pasien perempuan berusia 36 tahun dengan diagnosis tuli mendadak pada telinga kanan yang dilakukan salvage therapy dengan penyuntikan deksametason intratimpani sebanyak empat kali secara selang   3 hari setelah gagal dengan terapi sistemik. Kesimpulan : Injeksi kortikosteroid intratimpani digunakan sebagai salvage therapy dapat menjadi pilihan untuk pasien yang gagal diterapi dengan kortikosteroid sistemik.
Gambaran Hematologic Scoring System pada Tersangka Sepsis Neonatorum Nur Izzati; Hanifah Maani; Husni Husni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 3
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.850

Abstract

Sepsis neonatorum merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatus di negara berkembang. Baku emasnya adalah kultur darah, namun sulit dilakukan. Pemeriksaan hematologi sederhana diperlukan untuk membantu klinisi menegakkan diagnosis sepsis neonatorum. Hematologic Scoring System (HSS) memiliki keunggulan terutama kemudahan dan kemurahannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran HSS pada tersangka sepsis neonatorum. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang pada 34 pasien dengan diagnosis tersangka sepsis neonatorum awitan dini. Penelitian dilaksanakan mulai Desember 2015 hingga September 2016. Masing-masing parameter dalam skor HSS diperoleh dari pemeriksaan dengan alat hematologi otomatis dan sediaan hapus darah tepi. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Tersangka sepsis neonatorum lebih banyak bayi laki-laki (58,8%), bayi berat badan lahir rendah (61,8%), dan bayi kurang bulan (64,7%). Sebanyak 14 pasien (41,2%) memiliki skor HSS <2 (bukan sepsis), 11 pasien (32,3%) dengan skor 3–4 (diduga sepsis), dan 9 pasien (26,5%) dengan skor >5 (sepsis). Skor terbanyak diperoleh dari peningkatan jumlah PMN dan penurunan jumlah trombosit, yaitu masing-masing 64,7% dan 50%. Pada skor HSS <2 tidak ditemukan peningkatan jumlah PMN imatur serta perubahan degeneratif sitoplasma PMN, sedangkan peningkatan jumlah PMN imatur dan rasio I:T  ditemukan pada seluruh sampel dengan skor HSS >5. Sebagian besar pasien tersangka sepsis neonatorum memiliki skor HSS <2. Skor terbanyak diperoleh dari peningkatan jumlah PMN dan penurunan jumlah trombosit. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan HSS dengan baku emas atau penanda sepsis lainnya.
Xantelasma Dan Arkus Kornea Juvenilis Sebagai Manifestasi Familial Hypercholesterolemia Putrigusti Admira; Kemala Sayuti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 3
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.874

Abstract

Familial hypercholesterolemia (FH) merupakan kelainan dominan autosomal, disebabkan kelainan pada gen reseptor LDL (low density lipoprotein) di kromosom 19. FH ditandai LDL tinggi, xantelasma, xantoma tuberosum, dan arkus kornea juvenilis. FH diduga pada anak dengan LDL >160mg/dl. Dilaporkan laporan kasus pasien laki-laki 8 tahun dengan manifestasi FH ke mata, yaitu xantelasma dan arkus kornea juvenilis. Pasien konsul dari Bagian Kulit dan Kelamin dengan xantelasma pada palpebra superior mata kiri dan arkus kornea juvenilis sejak 1 tahun yang lalu. Sejak 4 tahun yang lalu, didapatkan benjolan kekuningan pada perut, pinggang, pergelangan tangan, siku, lutut, paha, dan pantat pasien dan makin membesar. Patologi anatomi menggambarkan xanthoma tuberosum. Ditemukan hiperkolesterolemia. Penglihatan normal. Kolesterol total 600mg/dl, LDL 579mg/dl, HDL 33mg/dl, trigliserida 238mg/dl. Terapi awal berupa perubahan gaya hidup, diet, dan observasi segmen posterior bola mata. Arkus kornea juvenilis, xantelasma, dan xantoma tuberosum pada anak dapat diduga FH dan diperlukan pemeriksaan kolesterol darah.
IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISTIK BAKTERI ASAM LAKTAT YANG DIISOLASI DARI VAGINA WANITA USIA SUBUR Yessi Widya Putri; Andani Eka Putra; Bobby Indra Utama
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 3
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.864

Abstract

Bakteri vagina adalah sumber utama dari laktat asam di vagina. Lactobacillus berperan memberikan proteksi pada sel epitelial vagina dengan memberikan bantuan pada hubungan antar sel serta sekresi bakteriosida berupa Hidrogen Perioksida (H2O2).  Lactobacillus sebagai mikroflora dominan vagina mampu menjaga pH vagina 4,5 sehingga dapat mengurangi risiko kolonisasi bakteri patogen. Peningkatan pH vagina menguntungkan bagi kelangsungan hidup Lactobacillus dan karakteristik Lactobacillus sebagai produk probiotik vagina. Penelitian ini bersifat deskriptif bertujuan mengetahui jenis bakteri asam laktat yang diisolasi dari vagina wanita usia subur dengan pemeriksaan makroskopis, mikroskopis, dan karakteristik molekuler. Populasi dari penelitian ini adalah wanita usia subur. Sampel penelitian ini sebanyak 39 orang. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling. Hasil penelitian didapatkan rata-rata umur responden 32 tahun, kelompok umur terbanyak 25-30 tahun (79,4%), rata-rata paritas responden adalah 2 orang, dan 2 diantara responden adalah wanita hamil. Dari 39 sampel setelah dilakukan pewarnaan Gram, didapatkan hampir semua isolat bakteri adalah bakteri Gram positif dengan bentuk kokus dan basil. Berdasarkan hasil identifikasi molekuler dengan analisis sekuensing didapatkan jenis Bakteri Asam Laktat, Lactobacillus crispatus, Lactobacillus oris, Lactobacillus salivarius, dan Enterococcus faecalis.
Convergence Insufficiency Adil Adil; Julita Julita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 3
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.855

Abstract

Convergence Insufficiency digambarkan sebagai ketidakmampuan untuk mempertahankan konvergensi pada suatu objek ketika mata bergerak dari melihat jauh ke dekat, etiologynya belum jelas namun sering dikaitkan dengan kesulitan berakomodasi. Gejala CI paling sering dirasakan pada masa remaja sehingga akan mengganggu dalam aktivitas dekat dan membaca. Gejala yang paling sering ditemukan adalah asthenopia, dan pada pemeriksaan dapat ditemukan foria, near point convergence (NPC) yang menjauh, dan penurunan positive fusional convergence (PFC). Pengobatan Convergence Insufficiency berupa: vision terapi, prisma base-in & pensil push-up. Operasi diindikasikan saat didapatkan eksoforia yang besar pada penglihatan dekat dan terapi orthoptik gagal. Makalah ini membahas tentang etiologi, gejala, diagnosis dan pengobatan CI.

Page 3 of 3 | Total Record : 29


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue