cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020" : 19 Documents clear
Profil Klinikopatologi Karsinoma Sel Skuamosa Kepala dan Leher di Padang Zulda Musyarifah; Yenita Yenita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i2.1269

Abstract

Kanker kepala dan leher berada diurutan ke tujuh dari seluruh kanker yang paling sering ditemukan di dunia.  Karsinoma Sel Skuamosa (KSS) berasal dari berbagai subsite di daerah kepala dan leher serta merupakan kanker terbanyak yang ditemukan pada daerah kepala dan leher. Tujuan: Mengetahui profil klinikopatologi KSS kepala dan leher berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, lokasi tumor, stadium, derajat diferensiasi dan Invasi Perineural (IPN).Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif terhadap 133 kasus KSS kepala dan leher di RSUP Dr M Djamil Padang periode 2016 sampai 2018. Sampel diperoleh dari blok parafin yang berasal dari jaringan hasil biopsi kemudian dilakukan reevaluasi terhadap derajat histopatologi dan IPN berdasarkan klasifikasi The World Health Organization (WHO). Hasil: Kasus KSS kepala dan leher pada penelitian ditemukan pada usia 51-60 tahun (30%), dengan lokasi hipofaring dan laring (50,4%), laki-laki (71,4%), stadium IV (64%), sebagian besar dengan KSS berdiferensiasi baik (42,8%) dan IPN hanya ditemukan sebanyak 10,5% kasus. Simpulan: Profil klinikopatologi KSS kepala dan leher di RSUP Dr. M. Djamil Padang sebagian besar didapatkan pada usia dekade ke-5, lokasi di hipofaring dan laring, laki-laki, sebagian besar pada stadium lanjut, derajat histopatologi baik dan sebagian kecil mengandung IPN.  Invasi perineural ditemukan terbanyak pada stadium lanjut, derajat diferensiasi sedang dan lokasi terbanyak pada lokasi hipofaring dan laring.Kata kunci: karsinoma sel skuamosa, kepala dan leher, klinikopatologi
Pengembangan dan Validasi Skor Luaran Disabilitas Pasien Perdarahan Intraserebral di RS Bethesda Yogyakarta Dessy Ratnasari Secoadi; Rizaldy Taslim Pinzon; Esdras Ardi Pramudita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i2.1225

Abstract

Perdarahan Intraserebral (PIS) adalah tipe stroke penyumbang morbiditas tertinggi. Pertanyaan tentang prognosis sering muncul dari keluarga maupun tim perawat untuk menetapkan intervensi yang tepat dan memastikan tujuan perawatan. Berdasarkan hal tersebut, perlu dikembangkan model skala yang dapat secara akurat memprediksi PIS sesuai dengan demografik dan keparahan pasien. Tujuan: Mengukur faktor-faktor determinan yang dapat mempengaruhi disabilitas pasien PIS sehingga dapat menentukan luaran disabilitas pasien PIS menggunakan pengembangan skor prediktor. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kohort retrospektif dari stroke registry dan rekam medis pasien perdarahan intraserebral di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Analisis data terdiri dari analisis deskriptif meliputi karakteristik sampel penelitian dan analisis statistik meliputi analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-square, multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik dan uji validitas menggunakan kurva ROC serta untuk cut-off point menggunakan AUC. Hasil: Terdapat variabel yang berhubungan dengan morbiditas pada pasien perdarahan intraserebral yaitu usia (OR:3.590, 95%CI:1.285-10.028, p:0.015) dan onset (OR:2.253, 95%CI:1.049-4.836, p:0.037). Setiap variabel memiliki skor masing-masing untuk menentukan luaran disabilitas pasien perdarahan intraserebral (AUC:0.655, 95%CI:0.557-0.754, p:0.004). Simpulan: Skor prediktor (usia dan onset) dapat digunakan secara valid untuk meramalkan disabilitas pasien perdarahan intraserebral.Kata kunci: perdarahan intraserebral, skor luaran disabilitas, usia dan onset
Efek Intervensi Perilaku Terhadap Manajemen Diri Penderita Diabetes Melitus Tipe 2: Sistematik Review Yusran Haskas; Suarnianti Suarnianti; Indah Restika
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i2.1289

Abstract

Behavioral intervention sangat penting dilakukan dalam manajemen diri penderita Diabetes Melitus tipe 2 sebagai intervensi dalam upaya meningkatkan status kesehatan. Manajemen diri merupakan hal penting untuk mempertahankan kontrol gula darah sehingga komplikasi pada penderita DM tipe 2 dapat dicegah. Tujuan: Mengetahui bentuk intervensi perilaku untuk mengukur outcome dari manejemen diri penderita DM tipe 2. Metode:  Electronic database dari jurnal yang telah dipublikasi melalui Google Schoolar, ProQuest, PubMed., dan ScienceDirect. Hasil review dari 8 jurnal yang telah dipilih menyatakan bahwa behavioral intervention memberi pengaruh terhadap manajemen diri penderita DM tipe 2 dalam kontrol glikemik. Instrumen penelitian yang  digunakan untuk mengukur behavioral intervention pada penelitian kuantitaif yakni kuesioner, melakukan observasi perubahan perilaku, sedangkan pada penelitian kualitatif menggali informasi dengan indepth interview. Hasil: Efek behavioral intervention yang meliputi pemberian edukasi dan self efficacy dapat memfasilitasi peningkatan pengetahuan, pencegahan komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Simpulan: efek behavioral intervention sangat efektif dalam meningkatkan manajemen diri penderita DM tipe 2, namun pelaksanaan intervensi perlu dimodifikasi agar didapatkan hasil yang lebih maksimal, salah satunya dengan pemanfaatan terknologi berbasis komunitas.Kata kunci: behavioural intervention, diabetes melitus tipe 2, manajemen diri
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Complementary And Alternative Medicine (CAM) pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Poasia Kota Kendari Risqi Wahyu Susanti; Diah Indriastuti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i2.1287

Abstract

Pengetahuan masyarakat mengenai pengobatan penderita DM tak lepas dari saran penggunaan terapi komplemeter obat herbal, yang tidak jarang menjadi alternatif pemecahan masalah ketika ilmu kedokteran tak mampu memberikan solusi serta keinginan penderita maupun keluarga untuk dilibatkan secara langsung dalam proses pemilihan penyembuhan.  Tujuan: Menentukan hubungan antara penggunaan Complementary and Alternative Medicine (CAM) dengan suku, pendidikan, agama, status ekonomi, status kesehatan dan usia. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional study dengan populasi seluruh pasien pasien diabetes melitus yang berada di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria sebesar 40 responden. Hasil: Penelitian ini menggambarkan bahwa tidak terdapat hubungan antara penggunaan CAM dan suku, pendidikan, agama, status ekonomi, status kesehatan, sedangkan terdapat adanya hubungan antara usia dengan penggunaan CAM. Simpulan: Masyarakat untuk dapat lebih aktif menemukan informasi mengenai perawatan kesehatan berdasarkan penggunaan CAM, serta peneliti dan institusi pendidikan untuk menggunakan terapi CAM sebagai bahan pembelajaran pada konsep terapi komplementer keperawatan.Kata kunci: CAM, diabetes mellitus, komplementer, tradisional
Perbandingan Peningkatan Kadar Malondialdehid (MDA) Serum setelah Olahraga Pagi dan Malam Hari pada Orang Tidak Terlatih Mushab Mushab; Hairrudin Hairrudin; Cholis Abrori
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i2.1312

Abstract

Olahraga mampu meningkatkan kadar radikal bebas dalam tubuh melalui beberapa mekanisme yaitu peningkatan aktivitas mitokondria, NADPH, dan XO serta inflamasi pada sel otot rangka yang mengakibatkan stimulasi aktivitas fagosit. Olahraga yang dilakukan pada malam hari memiliki beberapa mekanisme tambahan sehingga berpotensi menyebabkan peningkatan kadar radikal bebas lebih tinggi, yaitu faktor pencetus radikal bebas yang meningkat pada malam hari. Salah satu indikator untuk mengetahui kadar radikal bebas dalam tubuh yaitu malondialdehid (MDA). Tujuan: Menentukan perbandingan antara peningkatan kadar MDA serum setelah olahraga pada dan malam hari pada orang tidak terlatih. Penelitian ini merupakan uji klinis dengan pre dan post-test group design. Metode: Sampel berjumlah  20 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember yang tidak terlatih, masing-masing berperan ganda sebagai kelompok pagi (Kp) dan kelompok malam (Km) sehingga jumlah total sampel sebesar 40. Olahraga yang dilakukan berupa sepeda statis dengan intensitas 70-80% dari heart rate maksimal. Setelah satu minggu dilakukan croosing-over, yaitu sampel Kp dijadikan Km begitu pula sebaliknya. Pengukuran kadar MDA dilakukan sebelum dan setelah olahraga menggunakan metode TBARS. Peningkatan kadar MDA merupakan selisih dari kadar MDA setelah dan sebelum olahraga. Hasil: Peningkatan kadar MDA setelah olahraga pada pagi dan malam hari adalah 0,29±0,87 nmol/mL dan 1,13±1,2 nmol/mL. Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan yang signifikan p=0,021 (p<0,05). Simpulan: Peningkatan kadar MDA setelah olahraga pada malam hari lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan kadar MDA setelah olahraga pada pagi hari pada orang yang tidak terlatih.Kata kunci: malondialdehid, olahraga, radikal bebas, TBARS
Karakteristik dan Tingkat Akurasi Diagnosis Klinis Terhadap Hasil Histopatologi Tumor Orbita di RS Mata Cicendo Bandung Raudatul Janah; Friska Mardianty
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i2.1234

Abstract

Tumor orbita adalah tumor yang terletak di rongga orbita sebagian merusak jaringan lunak mata, saraf mata dan kelenjar air mata. Neoplasma pada mata ini merupakan masalah yang besar, yaitu kehilangan tajam penglihatan serta mengakibatkan kecacatan baik kosmetik maupun kematian. Tujuan: mengetahui karakteristik pasien tumor orbita dan keakuratan diagnosis klinis terhadap diagnosis histopatologi tumor orbita di RS mata Cicendo bandung periode tahun 2017-2018. Metode: Penelitian ini merupakan  studi cross sectional.  Teknik penambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan teknik total sampling yaitu mengambil seluruh populasi menjadi sampel.. Data dikumpulkan secara retrospektif berdasarkan catatan medis berupa umur, jenis kelamin, mata yang terlibat, lokasi tumor, tindakan, diagnosis klinis, hasil pemeriksaan patologi tumor dan keakuratan diagnosis klinis diungkapkan sebagai data frekuensi. Penelitian ini menggunakan uji  Chi-square. Hasil: Berdasarkan hasil uji Chi-square didapatkan p = 0,001 (p< 0,05), berarti terdapat hubungan yang signifikan antara diagnosis klinis dengan hasil histopatologis. Simpulan: Semakin akurat diagnosis klinis maka penentuan hasil histopatologisnya tumor orbita di RS mata Cicendo bandung semakin tepat dan akurat.Kata kunci: diagnosis klinis, histopatologi, tumor orbita
Potensi Kombinasi Naringenin-Liposom Sebagai Anti-Viral dan Anti-Fibrotik dalam Penatalaksanaan Hepatitis C Ida AyuWidya Anjani; I Wayan Windi Artha; Ni Made Ari Purwaningrum; Sinta Wiranata; I Gede Putu Supadmanaba; Desak Made Wihandani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i2.1280

Abstract

Penatalaksanaan hepatitis C yang umum diberikan di Indonesia adalah terapi kombinasi Peg-IFNα dan RBV, namun terapi tersebut mempunyai efek samping seperti depresi, hipotiroidisme, memperlambat motorik, risiko kardiovaskular tinggi, dan lain sebagainya. Berdasarkan hal tersebut, maka dibutuhkan alternatif yang dapat meminimalisir efek samping yang ditimbulkan dalam penatalaksanaan hepatitis C, salah satunya menggunakan bahan herbal naringenin. Naringenin adalah flavanon alami yang diketahui memiliki efek hepatoprotektif sebagai anti-viral dan anti-fibrotik pada penatalaksanaan hepatitis C.  Metode penulisan yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode kajian pustaka. Data yang digunakan berasal dari beberapa sumber literatur yang relevan dan sesuai dengan topik masalah yang dibahas. Naringenin berpotensi sebagai modalitas anti-viral dan anti-fibrotik pada penatalaksanaan hepatitis C. Sebagai anti-viral, naringenin mampu menghambat sekresi virus hepatitis C sebanyak 80% melalui penghambatan aktivitas MTP, ACAT2, dan HMGR. Sebagai anti-fibrotik, naringenin mampu menghambat jalur NF-kB dan TGF-β Smad3, tetapi naringenin memiliki bioavailabilitas dan solubilitas yang rendah, sehingga penyerapannya hanya sebesar 15%. Enkapsulasi naringenin dengan liposom dapat meningkatkan jumlah serapannya pada tubuh, meningkatkan waktu paruh, meningkatkan konsentrasi obat di plasma, serta mudah terkonsentrasi di hati.Kata kunci: hepatitis C, naringenin, liposom, anti-viral, anti-fibrotik 
Pengaruh Hormon Androgen terhadap Ekspresi Gen CD52 di Epididimis Mencit (Mus musculus) Silvani Permatasari; Dwi Ari Pujianto; Astrid Teresa
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i2.1224

Abstract

Androgen has an important role in regulation epididymal sperm maturation  Epididymal sperm maturation is occurs via interactions between sperm and proteins secreted by epididymal genes that are specifically expressed in a region-specific manner. Mice CD52 exhibited expression in all regions in epididymis. However, the regulation of its expression by androgen is needed to be known as a gene candidate that involved in sperm maturation. Objective: This study was aimed to analyze regulation of mice CD52 expression by androgen and a bioinformatics analysis was performed to predict functional domains of CD52. Methods: bioinformatics analysis using Motif Scan. For experiment, mice divided into 5 groups. The groups were control was injected ethanol 0,1 mL/day and others groups were  3, 5, 10, and 15 day used a androgen receptor antagonist, flutamide that dilute in ethanol at a dose of 50 mg/kg/day. And then quantitative real-time RT-PCR was used to analyse expression of CD52 and it’s normalized to Beta actin. Result: CD52 contained a two potential phosphorylation sites for protein kinase C and casein kinase II, N-myristoylation, and N-glycosylation that showed CD52 is secretory protein and predict it’s attached to sperm membrane. Expression of CD52 was decrease about 93% than control. Conclusion: CD52 expression depend on androgen.Keywords:  androgen; epididymis; sperm maturation; expression of CD52
Karakteristik Kasus Kekerasan Seksual di Rumah Sakit Tipe A di Jawa Barat dan Sumatera Barat Noverika Windasari
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i2.1308

Abstract

Introduction: Sexual assault in women and children are very prominent among other abuse. Knowledge related to the characteristics of sexual assault is vital for optimal handling of sexual assault cases. Aims: This research aimed to evaluate the characteristics of sexual assault cases in referral hospital (type A hospital) in West Java and West Sumatera provinces. Method: This research is a retrospective descriptive research. The samples were patients suspected of being victims of sexual assault, examined from 1 January 2014 to 31 December 2018. Results: The alleged sexual assault victims are dominated by women, unmarried, with the most age groups of 10-19 years. Most victims come to the hospital within a week after the case. The primary type of sexual assault experienced by the victims is vaginal penetration. Most perpetrators were someone who was well known by the victims. The perpetrators prefer to act at noon in a private place. Medical records revealed that in most cases only signs of violence on the anogenital region, and no trace on other body parts. Conclusion: The characteristic of sexual assault from both provinces are almost similar. The difference that stands out lies in the level of education of victims. Knowledge about the aspects of sexual assault cases is essential for health service to provide optimal health service to sexual violence victims as well as the prevention efforts.
Hubungan Morfologi Plak pada Stenosis Arteri Karotis Ekstrakranial dengan Kejadian Stroke Iskemik Dedi Sutia; Syarif Indra; Hendra Permana; Lenny Arinda; Afriyeni Sri Rahmi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i2.1274

Abstract

Stenosis arteri ekstrakranial bermanifestasi dalam berbagai kondisi, mulai dari asimptomatik hingga stroke iskemik. Salah satu modalitas diagnostik untuk mengevaluasi gambaran stenosis tersebut adalah carotid duplex. Terdapatnya plak pada stenosis arteri ekstrakranial mempengaruhi kejadian stroke iskemik. Namun masih belum jelas hubungan antara morfologi plak pada stenosis arteri ekstrakranial dengan kejadian stroke iskemik. Tujuan: Menentukan hubungan morfologi plak pada stenosis arteri karotis ekstrakranial dengan kejadian stroke iskemik. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan pada 20 orang sampel pada bulan Januari hingga September 2018 di RSUP Dr M Djamil, Padang. Kriteria inklusi adalah pasien yang telah didiagnosis stenosis arteri ekstrakranial dengan plak dari pemeriksaan carotid duplex dan kriteria eksklusi adalah pasien yang tidak datang kontrol atau tidak bisa dihubungi. Hubungan antar variable diuji dengan uji Chi-square. Hasil dianggap bermakna secara statistik jika nilai p<0,05. Hasil: Sebanyak 12 orang (60%) sampel adalah perempuan dan 8 orang (40%) adalah laki-laki. Median umur sampel adalah 56 tahun (37-71 tahun). Morfologi plak berupa plak nonulcerated sebanyak 11 orang (55%) dan plak ulcerated sebanyak 9 orang (45%). Kejadian stroke iskemik ditemukan sebanyak 9 orang (45%) dan tidak stroke sebanyak 11 orang (55%). Terdapat hubungan antara morfologi plak pada stenosis arteri ekstrakranial dengan kejadian stroke iskemik (p = 0,02); RR = 5. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara morfologi plak pada stenosis arteri ekstrakranial dengan kejadian stroke iskemik.Kata Kunci: morfologi plak, stenosis arteri ekstrakranial, stroke iskemik

Page 1 of 2 | Total Record : 19


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue