cover
Contact Name
Nadiyah Tunnikmah
Contact Email
nadiyah.tunnikmah@isi.ac.id
Phone
+628157988977
Journal Mail Official
jociart@gmail.com
Editorial Address
Dsn Japanan Margodadi Seyegan
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Contemporary Indonesian Art
ISSN : 24423394     EISSN : 24423637     DOI : DOI: 10.24821/jocia.v9i1.8936
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Contemporary Indonesia Art is a scientific journal that contains the results of research or creation on contemporary art related to Indonesia. Contemporary art is defined as the latest art phenomenon. Art includes a wide variety of fine arts such as painting, sculpture, graphics, ceramics, comics, New media art, as well as other forms of art, including types that have not been categorized. The limitation is that the work is more concerned with aesthetic value than functional value. The term Indonesia refers to works of art that are related to Indonesia.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2017)" : 4 Documents clear
MEMETAKAN JEJAK AVANT GARDE DENGAN MENGGARIS ULANG NILAI ESTETIK SENI KONTEMPORER Moh Rusnoto Susanto
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v3i2.1920

Abstract

Seni kontemporer merupakan konstelasi penting dan barometer pencapaian konsep seni maupun pencapaian tertentu mengenai artistik dengan diskursus yang menopang kemunculan dengan memetakannya. Sebuah aktivitas seni yang tak sekedar mengeksplorasi, mengeksploitasi dan mengumbar eksotika visual namun seni yang mampu menjadi penanda jaman dengan mengekspresikan kritik terhadap peradaban (mempertanyakan diri sendiri mengenai warisan budaya kita) seraya menegosiasi masa depan melalui pandangan kritis baik secara visual, makna artistik maupun intelektual. Pandangan seni yang cair, dinamis, transformatif, hibrid, sinkretisme, dan kontekstual membuka ruang perluasan batasan seni yang rigid dalam membangun jejaring sosio kultural lintas teritorial. Bahasa ungkap yang dilahirkan secara inheren dan spesifik menginvestigasikan, mempresentasikan, merepresentasikan masa kini dalam perhelatan kesadaran kritis hampir semua aspek kesenian yang menghidupi dengan mempersandingkan global, lokal, dan glokal. Profesor Achille Bonito Oliva, seorang kritikus seni dan kurator seni internasional sekaligus guru besar sejarah seni Universitas Sapienza Roma. Kritikus seni yang paling berpengaruh di Eropa peraih berbagai penghargaan kritik yang diantaranya ‘Flash Art International Critic Award’ secara runtut membentangkan esai-esai mengenai Seni Setelah Tahun Dua Ribu. Esai-esainya menjadi bagian penting dalam proses pemetaan seni kontemporer yang dijumpainya sebagai insight, temuan-temuan survey, dan risetnya tentang modernisme untuk memetakan jejak dari avant garde Barat pasca Perang Dunia II hingga kini, merevolusi, dan menggaris ulang nilai estetik (nilai ekonomi seni termasuk peran sosial dan kultural dari seniman abad 21). Buku ini penting disimak, dipelajari, ditinjau, dikaji, dikomparasi, dan dijadikan referensi akademik. Paparannya yang ringkas, sederhana, naratif, mudah dipahami secara cepat dengan panduan dokumentasi data visual yang lengkap dan contoh karya yang menggugah. Esai yang disajikan dalam dua bahasa sekaligus (Indonesia-Ingris) sangat memudahkan diserap para pembaca lokal maupun internasional. Gaya bahasanya yang lugas, elaboratif, pemilihan diksi yang tepat, dan keluasan pandangan kritis membuat buku ini makin penting dimiliki sekaligus dicermati. Kata Kunci: Avant-Garde, Memetakan, dan Seni Kontemporer
NARASI SIMBOLIK RELIEF “MANUSIA INDONESIA” KARYA SUDJOJONO DI EKS BANDARA KEMAYORAN, JAKARTA PUSAT Julia Dwi Yanti
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v4i2.2619

Abstract

Relief ‘Manusia Indonesia’ karya Sudjojono merupakan salah satu relief beton pertama di Indonesia yang dibuat atas prakarsa Bung Karno pada zaman pra-kemerdekaan Indonesia. Tema dan ide relief ‘Manusia Indonesia’ tersebut dirancang oleh S. Sudjojono pada dinding ruang tunggu VIP di Bandara pertama Indonesia, Bandara Kemayoran, Jakarta Pusat. Hakikat seni dalam pemikiran Sudjojono dengan konsep jiwa ketok pun Sudjojono tuangkan pada sebuah relief yang diberi judul “Manusia Indonesia” pada tahun 1957.Narasi simbolik yang ada pada relief ‘Manusia Indonesia’ karya Sudjojono ini menceritakan tentang kearifan lokal dan kekayaan alam bangsa Indonesia. Melalui observasi dan pengamatan yang mendalam, ditemukan beberapa fakta bahwasanya Sudjojono ingin merepresentasikan jati diri bangsa Indonesia di mata dunia melalui figur-figur maupun simbol yang ada di dalam rangkaian relief beton tersebut. Kearifan lokal pada relief tersebut ditandai dengan beberapa simbol yang mewakili pakaian adat masyarakat Indonesia kala itu, budaya, flora, maupun fauna yang ada. Kekayaan alam Indonesia juga digambarkan dengan ilustrasi aktivitas penambangan dan wilayah maritime Indonesia. Seiring berjalannya waktu, bandara yang dahulunya pernah menjadi salah satu kebanggaan bangsa Indonesia ini, kini sudah beralih fungsi menjadi sebuah bangunan tua yang tidak terurus lagi. Begitu pun dengan relief-relief yang ada di dalamnya.Kata kunci: Sudjojono, relief, bandara kemayoran, narasi, simbolik.
TRANSFORMASI BENTUK GEOMETRIS Ridwan Lufti
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v4i2.2620

Abstract

Geometric Transformation are obtained from triangular symbol/ icon of lamp in an electricity installation diagram, which designed prior to assembly/ installation of electricity in a building/ location. These geometric (symbols) transformation when transformed onto artworks, will bring diverse possibility of new formation. The purpose of this geometric transformation (from the triangular symbols in electricity) is to explore how artistic the new triangular shape in context of artworks. The triangular shape took as the basic of exploration and experiment in this printmaking artworks, enhanced with light and motion.Keywords: Transformation, Geometrical shape, Light and motion, Electricity installation.
APLIKASI INSTAGRAM DALAM MENINGKATKAN EKSISTENSI EKO NUGROHO Mirrah Fitriana
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v3i2.1919

Abstract

Dunia seni rupa di Indonesia terus berkembang hingga saat ini. Hal itu mengakibatkan banyaknya seniman-seniman rupa yang terus bermunculan. Salah satu seniman rupa yang populer adalah Eko Nugroho.  Selain pameran diberbagai negara Eko Nugroho juga memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan dirinya serta mendekatkan diri kepada pengapreasi karyanya. Salah satu media sosial yang aktif digunakan Eko Nugroho adalah Instagram. Eko Nugroho aktif dengan akun @ekonugroho_studio. Akun ini memiliki 18.000 pengikut dan memiliki 500-1.000 pemberi tanda suka pada setiap unggahan fotonya. Semenjak aktif menggunakan Instagram eksistensinya diakui semakin meningkat karena tanpa harus datang ke pameran dan bertemu, para penggemarnya bisa menikmati karyanya dan mengetahui aktivitasnya. Eksistensi Eko Nugroho juga telah mencapai ranah Internasional. Melalui kuesioner yang disebarkan sejak tanggal 27 Mei-8 Juni 2017 kepada para pengikut akunnya, para pemberi tanda suka, dan  masyarakat umum sehingga diperoleh data yang menunjukkan eksistensi Eko Nugroho di dunia nyata dan di dunia maya.Kata kunci: Eko Nugroho, Instagram, Eksistensi

Page 1 of 1 | Total Record : 4