cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Transformasi Global
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 24069531     EISSN : 27163873     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2017): Transformasi Global (JTG)" : 6 Documents clear
Operation Protective Edge Israel pada Perang Gaza 2014: Justifikasi Pelanggaran Hukum Humaniter Internasional dalam Prinsip Just War Dyah Lupita
Jurnal Transformasi Global Vol. 4 No. 2 (2017): Transformasi Global (JTG)
Publisher : Department of International Relations, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jtg.v4i2.78

Abstract

Perang Gaza 2014 merupakan konflik bersenjata ketiga yang terbesar antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza. Hamas menembakkan sejumlah roket dan mortir ke wilayah-wilayah strategis di Israel. Israel kemudian meluncurkan Operation Protective Edge sebagai bentuk manifestasi serangan balasannya terhadap Hamas. Penggunaan kekuatan militer oleh kedua pihak menyebabkan collateral damage yang sangat besar, khususnya di Jalur Gaza. Dalam pelaksanaannya, Operation Protective Edge dianggap melanggar Hukum Humaniter Internasional dan tidak sesuai dengan prinsip-prinisip dalam Just War. Dengan mendasarkan analisa pada prinsip Just War, tulisan ini akan menjelaskan mengapa pelanggaran terhadap Hukum Humaniter Internasional dalam Operation Protective Edge dapat dijustifikasi sehingga tidak dianggap sebagai kejahatan perang? Argumen dalam tulisan ini meliputi: 1) Operation Protective Edge merupakan operasi militer yang proporsional; 2) perang yang terjadi antara Israel-Hamas adalah konflik asimetris; 3) dukungan Amerika yang didasarkan pada resolusi Dewan Keamanan PBB sehingga Israel tidak dianggap melakukan kejahatan perang.Kata kunci: Israel, Hamas, Operation Protective Edge, Just War, Jus ad bellum, Jus in bello, proportionality, asymmetric conflict, United States.
Dinamika Imigran Muslim di Perancis melalui Ruang Publik pada Pemerintahan Nicholas Sarkozy Moddie Alvianto Wicaksono
Jurnal Transformasi Global Vol. 4 No. 2 (2017): Transformasi Global (JTG)
Publisher : Department of International Relations, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jtg.v4i2.79

Abstract

Imigran Muslim yang datang di Perancis dari tahun 1940-2010 mulai menujukkan peningkatan yang cukup pesat. Realita ini memunculkan keresahan dari warga asli Perancis khususnya warga kulit putih. Islam pun mulai dikenal khalayak luas terlihat dari banyaknya simbol – simbol yang bertebaran di kota – kota Perancis. Alhasil, Pemerintah Perancis mencoba menerapkan berbagai kebijakan yang diantaranya adalah Sarkozy Law 2 yaitu French Immigration and Integration Law. Namun di sisi lain, gelombang muslim terus bermunculan sehingga pada akhirnya parlemen Perancis mulai diisi kaum imigran muslim Perancis.Keywords: imigran muslim, Sarkozy law, Parlemen Perancis
Kajian Analisis Perkembangan Narkotika di Yogyakarta sebagai Bagian dari Isu Non Tradisional Rezki Satria
Jurnal Transformasi Global Vol. 4 No. 2 (2017): Transformasi Global (JTG)
Publisher : Department of International Relations, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jtg.v4i2.73

Abstract

Kajian Narkotika menjadi salah satu kajian yang telah diperbincangkan baik dalam konteks nasional maupun global. Kajian ini menjadi salah satu sub bahasan yang ada di mata kuliah hubungan internasional terkait dengan isu-isu non tradisional. Maraknya penyalahgunaan narkotika saat ini terutama di Indonesia dan terkhusus di Yogyakarta, menjadi perhatian semua elemen masyarakat baik level pemerintah dalam hal ini kepolisian hingga ke akademisi (pendidik) atau pun peneliti. Penelitian tentang narkotika yang ada di Yogyakarta bertujuan untuk melihat dan memahami perkembangan narkotika di Yogyakarta serta mengapa Yogyakarta menjadi salah satu basis peredaran narkoba yang notabene adalah kota pendidikan yang bernuansa intelektual. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan pendekatan naturalistik untuk mencari dan menemukan pengertian atau pemahaman tentang fenomena dalam suatu latar yang berkonteks khusus. Peneliti merupakan instrumen kunci guna menangkap makna, interaksi nilai lokal dari nilai lokal yang berbeda, di mana hal ini tidak bisa ditangkap melalui kuesioner.Kata Kunci: Narkotika, Non Traditional Issue, Policy
Analisis Kebijakan Pemerintah Kota Makassar terkait Sektor Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya dan Potensi Pengembangannya dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN Zulkhair Burhan
Jurnal Transformasi Global Vol. 4 No. 2 (2017): Transformasi Global (JTG)
Publisher : Department of International Relations, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jtg.v4i2.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebijakan kebijakan pemerintah Kota Makassar terkait pengembangan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya dan potensi pengembangannya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Secara umum, kebijakan pemerintah Kota Makassar terkait pengembangan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya masih minim. Dan belum didasari dengan skema pengembangan yang utuh dan komprehensif. Sehingga aktivitas ekonomi kreatif berbasis budaya tidak hanya dapat berkontribusi secara ekonomi namun lebih jauh bagi upaya membangun kota yang mengedepankan budaya sebagai modal pembangunannya. Dalam konteks regional, khususnya dalam menghadapi MEA, Kota Makassar dapat menjadikan sektor ekonomi berbasis budaya untuk berkiprah secara regional. Tidak hanya dalam konteks ekonomi, namun juga dalam upaya untuk membangun keeratan regional (regional cohesiveness) yang sangat dibutuhkan dalam proses penguatan kawasan.Kata Kunci: Ekonomi Kreatif, Budaya, Kota Makassar, Masyarakat Ekonomi ASEAN
The Impact of the GCC Boycott On Qatar Foreign Policy Sri Wahyuni
Jurnal Transformasi Global Vol. 4 No. 2 (2017): Transformasi Global (JTG)
Publisher : Department of International Relations, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jtg.v4i2.71

Abstract

Seeing peace in the MENA (Middle East and North Africa) seems to be illusion. The 3rampant physical and ideological clashes fill up the news headline daily. The diplomatic crisis among Arab countries in particular Qatar and its neighbors is rooted since 1970 over borders dispute, and so then the Arab Spring phenomenon came up in addition to Qatar’s Foreign Policy in which claimed by the opponent neighbor countries as a risk and security threat. The tension extends to the level of breaking off diplomatic relation between Qatar and UEA and its allies on 5th June 2017. The embargo prevailing on Qatar has profound significant impact in many aspects of both of Qatar and the GCC countries. Subsequent consequences and aftermath has been facing for both. The following pages will be outlining on foreign policy, precisely Qatar foreign policy after the boycott imposed by the GCC countries in 2017. Defining the term foreign policy and its function in international order can be found in the introduction part. Chapter one of the contents is the background of the GCC boycott on Qatar and what does the embargo mean for the GCC countries as well as Qatar. The impact of the blockade on Qatar foreign policy will be outlining in chapter two following with the conclusion of the topic discussed in the remaining pages.Key words: Boycott, Qatar, Foreign Policy
Strategi Transformasi Konflik Search for Common Ground pada Konflik di Republik Demokratik Kongo (Studi Kasus Rehabilitasi Remaja Pasca Perang di Republik Demokratik Kongo) Amalia Hasanah Ismail
Jurnal Transformasi Global Vol. 4 No. 2 (2017): Transformasi Global (JTG)
Publisher : Department of International Relations, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jtg.v4i2.72

Abstract

This research aims to analyze peace building strategy of the Search for Common Ground in Postwar Juvenile’s Rehabilitation in Democratic Republic of Congo are through formal and non formal education, the platform for juvenile to have voice in society, and through action or dialogue so that they can become Agent of Change in their communities. The Implementation of the Search for Common Ground program has a supporting factor such as the condition of juvenile who have creative and innovative minds, can be mobilized and mutually influence each other, as well as a good relationship with the military in the Democratic Republic of Congo. The inhibiting factors are the postwar trauma experienced by the community, the lack of funding, and lack of work management in Search for Common Ground. Spesifically, this research found that SFCG implement strategy as a part to build culture of peace in KongoKey Words: Peacebuilding, Culture of Peace, Conflict Transformation, International Non Governmental Organization

Page 1 of 1 | Total Record : 6