cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2013)" : 14 Documents clear
STUDI KEMAMPUAN PROBIOTIK ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT PENGHASIL EKSOPOLISAKARIDA TINGGI ASAL SAWI ASIN (Brassica juncea) Christine Natalia Halim; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan produksi EPS dan kemampuan probiotik isolat BAL hasil isolasi dari fermentasi sawi asin sehingga didapatkan isolat BAL yang memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Hasil isolasi BAL dari sawi asin (Brassica juncea) didapatkan 4 isolat BAL dengan produksi EPS sebesar 1515-1990 mg/L di mana hasil ini lebih tinggi dibandingkan dengan EPS yang dihasilkan oleh BAL probiotik komersial (L. casei) sebesar 1340 mg/L yang biasa digunakan dalam industri pangan fermentasi. Dari beberapa pengujian probiotik secara in-vitro didapatkan 1 isolat terbaik (K1-1242) dengan ketahanan terhadap pH 2.5 sebesar 43.53%, ketahanan terhadap pH 3.0 sebesar 69.86%, ketahanan terhadap 3% garam Oxgall sebesar 4.22%, diameter zona hambat sebesar 10.14 mm terhadap E. coli dan 8.73 mm terhadap S. aureus. Observasi via SEM ditemukan sel berbentuk batang dengan filamen EPS yang menghubungkan 2 sel. EPS yang diproduksi oleh BAL sangat potensial untuk pengujian in-vivo lebih lanjut dalam meninjau sifat pharmaceutical-nya.Kata Kunci: BAL, Eksopolisakarida, Probiotik, Sawi Asin
KARAKTERISTIK COOKIES UMBI INFERIOR UWI PUTIH (KAJIAN PROPORSI TEPUNG UWI: PATI JAGUNG DAN PENAMBAHAN MARGARIN) Harzau Hazizah; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan umbi uwi putih masih terbatas. Penelitian ini melakukan pengembangan produk berbahan baku umbi uwi putih, yaitu cookies. Cookies uwi diformulasikan dengan proporsi pati dan margarin untuk menghasilkan tekstur cookies yang renyah, mampu bersaing dipasaran serta meningkatkan nilai tambah uwi putih serta mengurangi konsumsi tepung terigu. Penelitian ini disusun dengan menggunakan RAK dengan 2 faktor. Faktor I proporsi tepung uwi:pati jagung (100:0, 80:20, 60:40) . Faktor II berupa penambahan margarin (75%, 85%, dan 95%) (b/b tepung). Data dianalisa dengan ANOVA dilanjutkan uji BNT 5% dan uji DMRT. Pemilihan perlakuan terbaik menggunakan metode de Garmo dan dilanjutkan uji t untuk membandingkan cookies perlakuan terbaik dengan cookies kontrol. Hasil penelitian menunjukkan cookies terbaik secara fisik, kimia, dan organoleptik (mutu hedonik dan hedonik) terdapat pada perlakuan (60:40) dan penambahan margarin 85% (b/b tepung). Informasi Angka Kecukupan Gizi per takaran saji lemak cookies 19.43%, protein 1.96%, dan total karbohidrat 5.19%. Nilai energi total cookies 167.25 kkal dan energi dari lemak 104.89 kkal Kata Kunci: Cookies, Informasi nilai gizi, Margarin, Pati jagung, Tepung uwi
METILASI PADA TEPUNG PORANG (Amorphophallus muelleri) MENGGUNAKAN PEREAKSI DIMETIL SULFAT BERBAGAI VARIASI KONSENTRASI Sandymas Satria Irawan; Simon Bambang Widjanarko
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metilasi tepung porang (Amorphophallus muelleri) menggunakan pereaksi dimetil sulfat dianalisa pengaruhnya terhadap waktu rehidrasi dan gugus fungsional tepung porang termetilasi menggunakan analisa waktu rehidrasi dan analisa FTIR. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor yaitu konsentrasi pereaksi Dimetil Sulfat (DMS) terdiri dari 3 level yaitu 10 mL, 20 mL, dan 35 mL. Penelitian menunjukan perbedaan perlakuan jumlah penambahan pereaksi dimetil sulfat, tidak memberikan pengaruh nyata (α = 0.05) terhadap waktu rehidrasi tepung porang termetilasi. Perlakuan metilasi dengan penambahan dimetil sulfat sebanyak 35 mL menghasilkan tepung porang dengan rerata waktu rehidrasi selama 828 detik yang lebih cepat waktu rehidrasinya dibandingkan tepung porang tanpa metilasi (950 detik). Pada pengamatan melalui spektrofotometer FTIR keberadaan gugus metil terlihat pada rentang spektrum 2904.60 – 2956.67 cm-1 yang berkaitan dengan vibrasi regangan gugus –CH. Kata kunci: Metilasi, Tepung Porang, Dimetil Sulfat, Waktu Rehidrasi, FTIR
PEMBUATAN MISO DENGAN MEMANFAATKAN EDAMAME (KAJIAN KONSENTRASI KOJI DAN SUHU INKUBASI) Riris Wahyuhapsari; Agustin Krisna Wardani
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Miso adalah bahan masakan yang berasal dari Jepang yang terbuat dari fermentasi rebusan kacang kedelai dicampur dengan beras dan garam. Miso belum diproduksi di Indonesia sehingga mempunyai potensi untuk dikembangkan. Indonesia memiliki jenis kacang-kacangan antara lain yang banyak dikembangkan adalah edamame. Produksi edamame diutamakan untuk diekspor, sedangkan edamame yang tidak lolos syarat ekspor dikategorikan edamame afkir. Fermentasi dengan menggunakan kapang mampu meningkatkan kandungan N-amino yang dapat meningkatkan daya cerna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi koji dan suhu inkubasi terhadap sifat kimia, organoleptik dan mikrobiologi miso. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yaitu perlakuan K3S2 (konsentrasi koji 50% dan suhu inkubasi terkontrol 35oC) dengan kadar N-amino 0.402%, pH 4.01, total mikroba 7.143 log cfu/gr dan gula reduksi 8.98%. Sedangkan untuk nilai organoleptik terhadap produk miso perlakuan K3S2 yaitu meliputi rasa 5.60 (agak suka), warna 5.30 (agak suka), aroma 5.60 (agak suka), dan tekstur 5.70 (agak suka). Kata kunci: Edamame, Miso, Koji, Suhu Inkubasi

Page 2 of 2 | Total Record : 14