cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2009)" : 7 Documents clear
Perbaikan Kolom Beton Bertulang Menggunakan Concrete Jacketing dengan Prosentase Beban Runtuh yang Bervariasi Soenaryo, Arifi; Hidayat, Mohammad Taufik; Siswanto, Hendra
Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.684 KB)

Abstract

Teknik perbaikan beton bertulang semakin berkembang pesat seiring dengan kemajuan jaman, tidak hanya material yang digunakan namun perkuatan strukturpun mengalami berbagai macam perkembangan yang luar biasa terutama dalam hal inovasi baru, yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh kita. Salah satu dari sekian banyak metode perkuatan struktur adalah perkuatan dengan Concrete Jacketing.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kapasitas maksimum kolom beton bertulang setelah diadakan perbaikan dengan Concrete Jacketing sebagai salah satu metode perkuatan struktur yang ada.Persentase pembebanan yang diberikan sebelum diperbaiki dengan Concrete Jacketing adalah 65%, 75% dan 85% dari beban runtuh dan pengujian dilakukan pada saat kolom beton bertulang berumur 28 hari. Mutu beton yang digunakan pada kolom eksisting 265,589 kg/cm2 dengan rasio penulangan 2,1904%, sedangkan pada jacket 267,804 kg/cm2 dengan rasio penulangan 1,71% . Dalam analisa mencari kapasitas kolom setelah Jacketing, mutu beton dianggap sama 267,804 kg/cm2 sesuai dengan batasan masalah yang kita buat, campuran beton yang digunakan 1 : 2.07 : 1.53 dengan faktor air semen 0,48. Benda uji berjumlah 12 buah dengan dimensi eksisting 10x10x60, pada saat Jacketing 16x16x60 dengan 4 perlakuan berdasar variasi pembebanan.Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa variasi persentase pembebanan berpengaruh terhadap kapasitas kolom beton bertulang dalam menerima beban. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa yang paling efektif dilakukan perbaikan dengan menggunakan Concrete Jacketing adalah pada pembebanan 75% dari beban runtuh, karena menunjukkan peningkatan yang paling besar. 
Pengaruh Pembebanan Eksentris pada Pondasi Persegi Panjang Terhadap Daya Dukung dan Penurunan Tanah Pasir dengan Perkuatan Geotekstil As'ad Munawir; Widodo Suyadi; Heny Saraswati
Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.936 KB)

Abstract

Pada penelitian ini digunakan pondasi persegi panjang ukuran 10x15 cm2 yang diletakkan di atas media tanah pasir sebagai subgrade di dalam box uji yang terbuat dari baja berukuran 110x150x100 cm3. Pembebanan eksentris terletak 0,5 cm; 1 cm dan 1,5 cm masing-masing pada arah sumbu x dan y. Variasi luasan geotekstil yang digunakan berukuran 40x60 cm2; 45x67,5 cm2 dan 50x75 cm2. Pelat pondasi diletakkan di atas tanah pasir yang telah dipadatkan, diberi beban dengan dongkrak hidrolik dan setiap penurunan tertentu beban di baca pada proving ring bersamaan dengan pembacaan penurunan pada dial gauge (strain control). Karena nilai daya dukung juga dipengaruhi oleh karakteristik tanah dasar yang digunakan, maka perlu dilakukan penelitian pendahuluan berupa uji karakteristik material yang meliputi analisa saring, berat jenis, berat isi dengan pra penelitian, uji sand cone dan kadar air serta direct shear.Pengujian tahap pertama untuk mengetahui karakteristik material subgrade menunjukkan bahwa tanah pasir yang digunakan termasuk jenis pasir yang bergradasi buruk, pasir dari pecahan kerikil dengan sedikit butiran halus. Kepadatannya relatif menengah yang dapat dilihat dari berat isinya yang bekisar antara 1,5 -1,6 kg/cm3 dan besar sudut gesernya yang berkisar antara 32o-35o. Pengujian tahap kedua adalah uji pembebanan.Hasil uji pembebanan menunjukkan bahwa eksentrisitas beban mempengaruhi daya dukung dan penurunan pada tanah pasir yang diberi perkuatan maupun tanpa perkuatan geotekstil. Hal ini dapat dilihat dari nilai daya dukung yang semakin menurun dengan bertambahnya eksentrisitas beban dan dari nilai Re (faktor reduksi daya dukung) yaitu besarnya rasio perbandingan antara daya dukung batas akibat beban eksentris (q’) terhadap daya dukung batas akibat beban sentris (q) yang berkisar antara 0-1. Begitu juga terhadap penurunannya, dengan adanya eksentrisitas beban akan menimbulkan distorsi angular akibat adanya perbedaan penurunan di kedua sisi pondasi. Semakin jauh eksentrisitas beban maka semakin besar distorsi angularnya, dan semakin luas geotekstil yang digunakan maka semakin berkurang distorsi angularnya. 
Studi Identifikasi Kebutuhan Angkutan Sekolah Dasar di Kecamatan Klojen Kota Malang Achmad Wicaksono; Amelia Kusuma Indriastuti; Herman Istiarto Wibowo
Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.706 KB)

Abstract

Angkutan Sekolah merupakan pelayanan untuk mengantar-jemput siswa sekolah. Jenis angkutan ini sering disebut “ angkutan antar-jemput”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebutuhan dan keputusan penggunaan angkutan antar-jemput di Kecamatan Klojen Kota Malang serta mengetahui persepsi pengguna angkutan antarjemput terhadap tingkat pelayanan yang diberikan ditinjau dari sikap konsumen. Penelitian ini dilakukan di tiga lokasi sekolah dasar di Kecamatan Klojen yaitu SDN Klojen I, SDK Mardiwiyata II, dan SDN Percobaan I.Pengumpulan data primer dilakukan dengan menyebarkan 930 kuisioner kepada orang tua di ketiga sekolah yang dijadikan obyek penelitian. Dari 930 kuisioner yang dibagikan,ternyata hanya kembali 775 kuisioner. Data primer tersebut diolah dengan tiga metode yaitu analisis deskriptif, guna mengetahui karakteristik responden, analisis cross tabulasi guna mengetahui tingkat kebutuhan angkutan antar-jemput di Kecamatan Klojen Kota Malang, dan analisis factor guna mengetahui persepsi pengguna angkutan antarjemput.Dari hasil survai, harapan kebutuhan angkutan sekolah dasar atau antar-jemput di Kecamatan Klojen Malang, adalah sebesar 20.2%. Contoh kasus, SDN Klojen I dengan 150 murid,maka kebutuhan akan jasa angkutan sekolah atau antar jemput sebesar ± 30 murid. Jika kapasitas ideal kendaraan antar jemput adalah 10 murid, maka dibutuhkan sekitar ±3 kendaraan untuk SDN Klojen I. Dan pada saat ini di SDN Klojen I hanya ada 1 kendaraan antar jemput. 
Pengaruh Kadar Abu Batubara Sebagai Filler Terhadap Karakteristik dan Indeks Kekuatan Sisa (IKS) pada Campuran Hot Rolled Sheet (HRS) Lasmini Ambarwati; Muhammad Zainul Arifin; Heru Bawono
Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.966 KB)

Abstract

Penambangan batubara di Indonesia banyak menghasilkan limbah berupa abu batubara. Batubara jenis brown coal yang ditambang di PT. Berau Coal Kabupaten Berau Kalimantan Timur memiliki kandungan silika (Si O2) lebih banyak daripada jenis lainnya. Berdasarkan literatur, penggunaan sulfur dalam campuran beraspal dapat meningkatkan stabilitas Marshall. Penelitian ini dilakukan untuk mendukung penelitian sebelumnya tentang filler dan untuk memperbaik mutu dalam campuran beraspal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan kadar filler abu batubara terhadap karakteristik campuran meliputi nilai VIM, VMA, Stabilitas, Flow dan Marshall Quotient dan indeks kekuatan sisa (IKS) campuran Hot Rolled Sheet (HRS).Berdasarkan hasil analisis perendaman, menunjukkan bahwa semakin bertambah jumlah kadar abu batubara, pada nilai VIM dan VMA cenderung meningkat, pada nilai Stabilitas, Flow, dan MQ mengalami penurunan, dan nilai IKS pada campuran cenderung meningkat sampai nilai maksimum (104.074%,pada kadar 4%) dan kembali turun sampai nilai minimum (82.353%,pada kadar 8%). Nilai IKS yang diperoleh persamaan regresi marshall antara nilai stabilitas perendaman 24 jam dan 30 menit. Berdasarkan penelitian ini terlihat bahwa penggunaan abu batubara sebagai campuran filler berpengaruh positif terhadap stabilitas dan IKS dari campuran yang menggunakan filler abu batu saja, sehingga abu batubara layak digunakan sebagai alternatif bahan filler perkerasan jalan jenis HRS-WC dengan syarat memperhatikan kadar abu batubara optimum. 
Pengaruh Penambahan Kapur dan Abu Terbang Dalam Laju Pelepasan Air Dari Lumpur Biologis (IPAL SIER) Devia, Yatnanta Padma
Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.635 KB)

Abstract

Pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) umumnya dihasilkan produk samping berupa lumpur. Lumpur diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan agar dampak negatif dapat diminimalkan dan volume airnya tereduksi. Untuk metode pelepasan air dari lumpur, cara mekanik, umumnya didahului dengan pengkondisian lumpur. Bahan pengkondisi fisik antara lain adalah kapur (kapur terhidrasi, Ca(OH)2) dan abu terbang (fly ash). Dalam penelitian ini dikaji pengaruh kapur, limbah abu terbang, serta kombinasi kapur dan abu terbang untuk mempercepat proses pelepasan air dari lumpur IPAL (lumpur biologis) dengan menggunakan berbagai variasi tekanan filter press.Sumber lumpur dari lumpur biologis (Instalasi Pengolahan Air Limbah, IPAL PT. SIER Rungkut - Surabaya). Metodenya uji solid dan tes ekspresi. Pencampuran lumpur dengan kapur, abu terbang, kapur+abu terbang dengan alat jar-stirring. Uji solid untuk memeriksa kandungan TSS dari cake lumpur setelah penambahan bahan-bahan tersebut di atas. Tes ekspresi dengan alat filter press akan menghasilkan cake lumpur yang diukur waktu pelepasan air dan volume filtrat pada empat variasi tekanan. Parameter yang diukur : pH, temperatur, TSS, spesific resistance to filtration (SRF).Hasil penelitian yang diperoleh adalah pelepasan air lumpur biologis meningkat saat diberi kombinasi kapur 100% dan abu terbang 100% pada tekanan 4 kg/cm2 yang ditandai dengan penurunan SRF 90,48%. 
Pengaruh Variasi Tipe Peredam Energi Terhadap Karakteristik Hidrolika Saluran Pelimpah Bendungan Studi Kasus Uji Model Pelimpah Bendungan Jehem –Bali Prastumi, Prastumi
Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.936 KB)

Abstract

Penelitian mengenai studi kasus uji model pelimpah bendungan semakin banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan desain peredam energi yang berupa kolam olakan datar yang cocok untuk kecepatan aliran yang tinggi. Pengaliran air melalui pelimpah pada penelitian ini menggunakan variasi debit banjir rancangan Q2th, Q10th, Q20th Q100th, Q1000th, QPMF. Peredam energi yang berupa kolam olakan datar (USBR tipe I. II, III, IV) direncanakan untuk menghindarkan gerusan lokal yang akan membahayakan morfologi sungai di hilir bendungan. Uji model fisik dibuat dengan skala 1 : 40. Kajian hidrolika dilakukan pada pelimpah, saluran samping, saluran transisi, saluran peluncur dan peredam energi.Berdasarkan hasil uji model untuk beberapa variasi debit menunjukkan bahwa, uji model kolam olakan datar USBR I, II, III, dan IV masih harus diadakan perbaikan karena masih ada kekurangan dalam kajian hidrolika pada section tertentu. Kekurangan tersebut berada pada bagian hilir sungai. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukan perubahan agar didapatkan hasil yang maksimal. Dari hasil kompilasi dan analisis data didapatkan bangunan peredam energi yang efisien untuk digunakan yaitu peredam energi jenis kolam olakan datar tipe I (USBR I), dan kolam olakan datar tipe IV (USBR IV).Dari hasil kesimpulan dapat diketahui bahwa jenis peredam energi yang dapat dipergunakan pada Bendungan Jehem ini adalah peredam energi jenis kolam olakan datar tipe I (USBR I) dan kolam olakan datar tipe IV (USBR IV), agar didapatkan hasil yang lebih maksimal maka harus diadakan modifikasi pada beberapa bagian struktur Bendungan Jehem ini. 
Pengaruh Penambahan Fly Ash pada Self Compacting Concrete (SCC) Terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Wahyu Kartini
Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.804 KB)

Abstract

Teknologi beton baru yang efektif dan efesien yaitu beton yang dapat memadat sendiri atau self compacting concrete (SCC). Material yang digunakan mempunyai karakteristik yang sedikit berbeda dari beton konvensional, yaitu pengurangan jumlah dan diameter maksimum agregat kasar, penambahan jumlah agregat halus, penambahan bahan halus (fines) yang berfungsi untuk meningkatkan dan memelihara kohesi, mengurangi panas hidrasi dan sebagai pelumas sehingga dapat meningkatkan flowability dan workabilitynya. Dan admixture yang digunakan berjenis high range water reducer (HRWR) yang bersifat mengurangi air.Pada penelitian SCC ini menggunakan faktor air semen 0,41, penambahan fines berupa fly ash dengan dosis 0%, 10%, 20%, 30% dan 40% dari berat binder dan admixture Viscocrete-10 dengan dosis 1% dari berat binder. Untuk mengetahui kriteria SCC maka dilakukan pengujian workability dan flowability dengan menggunakan alat slump cone test dan L-shaped box test. Untuk mengetahui tingkat kuat tekan beton dilakukan tes kuat tekan pada tiap-tiap komposisi campuran pada umur 7, 28 dan 56 hari dengan benda uji silinder. Dan sebagai tolak ukur kekakukan beton terhadap deformasi yang dipengaruhi oleh modulus elastisitas material, maka dilakukan pengujian nilai elastisitas pada umur 28 hari.Dari pengujian mengengenai workability dan flowability dapat diketahui bahwa semakin banyak fly ash yang digunakan maka semakin menurun tingkat workability dan flowabilitynya. Pada pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas beton dapat diketahui bahwa pengaruh fly ash yang paling efektif pada kadar 10 % dari berat binder dan menghasilkan kuat tekan umur 28 hari sebesar 755,81 kg/cm2 dan umur 56 hari sebesar 801,11 kg/cm2, dan nilai modulus elastisitas beton sebesar 42194,62 Mpa. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2009 2009


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue