cover
Contact Name
Aditya Pandu Wicaksono, S.ST
Contact Email
adityapandu23@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpt@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang, Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Plantropica: Journal of Agricultural Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25416677     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt
Core Subject : Agriculture,
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science aims to provide a forum for international researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The scope of PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science are crop science, agronomy, horticulture, plant breeding, agricultural environmental resources, agricultural climatology and plant physiology.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2016)" : 11 Documents clear
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT BUD SET DUA VARIETAS TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) TERHADAP KOMPOSISI MEDIA TANAM YANG BERBEDA Haqi, Akbar Alif Utama; Barunawati, Nunun; Koesriharti, Koesriharti
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu metode pembibitan yang banyak digunakan dan diminati oleh petani saat ini untuk produksi bibit tebu yaitu metode single bud planting. Salah satu metode dari single bud planting yaitu bud set. Bud set merupakan perbanyakan bibit tebu yang menggunakan satu mata tunas yang dipindahkan ke kebun dalam bentuk tunas pada umur 2,5 – 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media tanam yang tepat untuk pertumbuhan bibit dengan teknik bud set dari dua varietas tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2015 di kebun pembibitan Pabrik Gula Kebon Agung, Sempalwadak, Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangn Acak Kelompok dengan faktor pertama varietas dan faktor kedua komposisi media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi yang nyata antara perlakuan varietas yang digunakan dengan berbagai macam komposisi media tanam pada pembibitan tebu. Varietas PSJK 922 memiliki rerata persentase perkecambahan dan tinggi tanaman lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Bululawang. Varietas Bululawang memiliki bobot kering akar dan bobot kering total tanaman lebih tinggi dibandingkan dengan varietas PSJK 922. Pembibitan tanaman tebu pada media dengan komposisi tanah + kompos blotong menghasilkan tinggi tanaman, diameter batang, panjang akar, bobot kering akar, dan bobot kering total tanaman lebih tinggi dibandingkan dengan komposisi media tanah, tanah dan blotong, tanah dan abu ketel, dan tanah, blotong dengan abu ketel.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS LIMBAH DOMESTIK TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) ASAL BIBIT BUD CHIP Apriscia, Cyntia Yolanda; Barunawati, Nunun; Wicaksono, Karuniawan Puji
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan industri gula nasional adalah rendahnya produktifitas tanaman tebu sebagai bahan utama produksi gula. Salah satu faktor penyebabnya adalah kesuburan lahan Indonesia yang semakin menurun. Usaha yang harus dilakukan oleh petani tebu adalah mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan menggantinya dengan pupuk organik. Salah satu jenis pupuk organik yang potensial digunakan yaitu pupuk kompos limbah domestik, komposisi limbah yang memiliki kualitas paling baik diperoleh dari kelompok sampah yang didominasi oleh sisa makanan, sayur dan buah dengan kadar unsur N, P, K, C-organik masing-masing sebesar 3,14 %, 6.98 %, 2,14 %, 35,02 %, pH 6,9 dan C/N rasio 11. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kompos limbah domestik terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kompos limbah domestik terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos limbah domestik dengan 75% dosis rekomendasi (4,5 ton ha-1) memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tebu (tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan jumlah anakan).
KONFIRMASI GEN YANG MENCIRIKAN EKSPRESI ANTOSIANIN PADA BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) Balladona, Freta Kirana; Saptadi, Darmawan; Soegianto, Andy
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan permintaan buncis dari luar negeri membuat beberapa varietas lokal tersisih karena varietas introduksi yang berasal dari luar negeri tersebut memiliki kandungan gizi lebih banyak dari varietas lokal. Salah satu cara meningkatkan kualitas buncis lokal adalah persilangan antara varietas lokal dan varietas introduksi Namun identifikasi secara fenotipik memiliki beberapa kelemahan. Maka dari itu, perlu dilakukan identifikasi molekuler pada tetua dan hasil persilangan buncis tersebut. Tujuan: mengonfirmasi keberadaan gen antosianin pada beberapa aksesi buncis berdasarkan penanda gen antosianin melalui pendekatan tetua dengan keturunan berikutnya. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 isolat DNA buncis persilangan lokal dan introduksi dan 3 primer SSR (MdMYB9, MdMYB12 dan MdMYB17). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2015 di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Berdasarkan hasil amplifikasi terlihat bahwa ketiga primer tersebut bersifat polimorfis. Hal ini membuktikan bahwa primer spesifik antosianin tersebut dikonfirmasi pada buncis. Berdasarkan panjang pita DNA yang ditinjau pada Purple Queen dan Gogo Kuning (tertua,) sama dengan keturunannya GK x PQ, PQ x GK, PQ x GI, GI x PQ dan GK x CS.
UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN HASIL TOPCROSS PADA JAGUNG INBRIDA (Zea mays L.) GENERASI S3 Suhaedi, M. Hasan; Damanhuri, Damanhuri; Sugiharto, Arifin Noor
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan uji daya hasil pendahuluan hasil topcross tetua tanaman jagung (Zea mays L.) generasi S3. Uji daya hasil pendahuluan dilakukan pada galur-galur baru yang umumnya merupakan hasil persilangan topcross dari beberapa tetua. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai daya hasil dan seleksi pada galur tanaman jagung yang merupakan galur harapan menjadi varietas baru yang akan dilepas untuk disebarluaskan kepada masyarakat. Penelitian ini dilakukan di desa Karanganyar kecamatan Kraton kabupaten Pasuruan, pada bulan Oktober 2014 - Januari 2015. Bahan yang diuji adalah 47 galur harapan jagung hibrida, dan dua varietas pembanding (Pioneer P21 dan Pertiwi 3) yang ditanam berdasarkan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 47 galur yang diuji terdapat keragaman genetik antar galur harapan, sehingga dapat dilakukan seleksi. Diperoleh 12 galur harapan tanaman jagung berdaya hasil tinggi yaitu galur G4, G6, G8, G9, G10, G24, G35, G36, G40, G47 yang dapat dikembangkan menjadi varietas unggulan.
KOMPATIBILITAS TUJUH VARIETAS CALON INTERSTOCK TANAMAN JERUK PADA BATANG BAWAH Japansche Citroen (JC) Dwi Jayanti, Maria Agustina; Sugiyatno, Agus; Roviq, Mochammad; Maghfoer, Mochammad Dawam
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbenihan jeruk di Indonesia masih mengandalkan varietas Japansche Citroen (JC) sebagai batang bawah. Pada teknik okulasi, antara batang bawah dan batang atas  mempunyai hubungan timbal balik.  Terkadang  hubungan timbal balik tersebut tidak terjadi kecocokan (inkompatibilitas). Penggunaan interstock diharapkan mampu memecahkan masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompatibilitas tujuh varietas calon interstock dan memilih varietas calon interstock terbaik yang kompatibel pada batang bawah Japansche Citroen (JC). Penelitian  menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 7 perlakuan, dan diulang 4 kali dengan unit penelitian 6 tanaman, sehingga total tanaman adalah 168 tanaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2015 sampai dengan April 2015 di Green House Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Tlekung – Kota Batu, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap varietas memberikan respon pertumbuhan yang berbeda terhadap kecepatan pecah tunas, panjang tunas, diameter tunas, dan jumlah daun. Semua varietas dapat dijadikan calon interstock pada batang bawah Japansche Citroen karena semua varietas kompatibel pada batang bawah ini dan tidak menunjukkan gejala inkompatibilitas. Secara keseluruhan, varietas Citrumello menghasilkan kompatibilitas yang tinggi dilihat dari tingkat keberhasilan tempelan jadi dan tempelan tumbuh berkisar 100%. Selain itu, pada pengamatan kecepatan pecah tunas dan panjang tunas, secara nyata varietas ini berpengaruh lebih baik dibandingkan beberapa varietas yang lainnya.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS STROBERI (Fragaria sp.) Sipayung, Marlina; Ashari, Hasim; Baskara, Medha; Heddy, Y.B. Suwasono
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi buah stroberi yang dihasilkan belum bisa memenuhi permintaan pasar. Untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin hari semakin meningkat, beberapa alternatif teknik budidaya dapat dilakukan terhadap tanaman stroberi yaitu penggunaan varietas unggul dan penggunaan media tanam yang tepat. Tujuan dari penelitian ini  untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos sampah kampus terhadap pertumbuhan dan hasil stroberi serta menentukan jenis varietas yang memiliki pertumbuhan dan hasil yang lebih baik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-April 2015 di Kebun Percobaan Kliran Desa Sumber Brantas. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor I = pemberian kompos. Faktor II = varietas. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tanah : kompos : pupuk kandang (1:3:1) memberikan hasil terbaik pada parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah stolon, jumlah buah panen, diameter buah dan derajat kemanisan. Sedangkan varietas Earlibrite memberikan hasil terbaik pada parameter pengamatan bobot basah total tanaman, bobot kering total tanaman, jumlah stolon, jumlah buah panen, diamater buah dan bobot buah panen.
UJI KEUNIKAN DAN KESERAGAMAN BEBERAPA GALUR INBRIDA JAGUNG MANIS (Zea mays L. saccharata Sturt) Susanto, Noviani; Respatijarti, Respatijarti; Sugiharto, Arifin Noor
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji Beda, Unik, Seragam dan Stabil diperlukan dalam pemuliaan tanaman untuk memperoleh hak PVT. Suatu varietas dianggap unik apabila varietas tersebut dapat dibedakan secara jelas dengan varietas lain. Suatu varietas dianggap seragam apabila sifat-sifat utama atau penting pada varietas tersebut terbukti seragam. Uji ini menggunakan galur A2, B2, BIA3, JMPOP4, KA11, KI5, KG1,LIA 21. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keunikan dan keseragaman pada masing-masing galur inbrida jagung manis dibandingkan dengan varietas pembanding yaitu varietas Golden Sweet. Uji ini akan dilaksanakan pada April 2014 – Juli 2014 di kebun percobaan jatikerto Universitas Brawijaya. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 3 ulangan. Pengamatan dilakukan berdasarkan panduan uji BUSS pada tanaman jagung. Analisis data yang digunakan untuk uji keunikan ialah dengan membandingkan karakter kualitatif galur dengan varietas pembanding. Sedangkan untuk uji keseragaman menggunakan perhitungan nilai koefisien keragaman. Dari hasil pengamatan, masing-masing galur memiliki satu atau lebih perbedaan karakter kualitatif dari varietas pembanding. Hal ini menunjukkan bahwa masin-masing galur memiliki keunikan. Untuk uji keseragaman, masing-masing galur memiliki nilai koefisien keragaman yang rendah. Sehingga masing-masing galur telah seragam (homogen)
PENGARUH APLIKASI GYPSUM DAN PUPUK KANDANG SAPI PADA TANAH SALIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merril) Susianto, Nur Cholid; Hariyono, Didik; Aini, Nurul
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi kedelai di Indonesia tahun 2013 diperkirakan 807.57 ribu ton, menurun sebanyak 35.58 ribu ton (4.22 persen) dibandingkan tahun 2012. Penurunan produksi kedelai diperkirakan terjadi karena turunnya luas panen seluas 13.49 ribu hektar dan produktivitas sebesar 0.28 kuintal ha-1 (BPS, 2013). Dalam meningkatkan produksi kedelai dapat memanfaatkan lahan salin dengan cara penggunaan varietas toleran dan bahan amelioran.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi yang tepat antara varietas dan genotip kedelai terhadap dua jenis amelioran (gypsum dan pupuk kandang sapi) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada kondisi tanah salin. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini benih kedelai Wilis, Tanggamus, Genotip IAC100/bur/Malabar 10/KP/21/50 dan genotip Argopuro//IAC100 dan gypsum, pupuk kandang sapi, pupuk NPK (phonska) dan furadan 3G. Metode yang digunakan dalam penelitian ini Rancangan Split Plot yang terdiri 2 faktor yaitu genotip kedelai dan jenis amelioraan tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni – September 2014 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa adanya interaksi yang nyata antara varietas/genotip dengan macam amelioran terhadap peubah bobot kering biji per tanaman. Dalam masing-masing varietas/genotip terdapat jenis amelioran yang tepat dalam meningkatkan produktivitas tanaman kedelai. Pada varietas Wilis, varietas Tanggamus dan genotip Argopuro//IAC,100 penggunaan gypsum merupakan amelioran yang tepat dibandingkan dengan penggunaan pupuk kandang dan pada genotip IAC, 100/Bur// Malabar penggunaan pupuk kandang dan gypsum belum dapat meningkatkan produktivitas tanaman kedelai.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN INTERVAL PEMBERIAN AIR SAMPAI DENGAN KAPASITAS LAPANG TERHADAP PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Kusumawati, Rissya Dewi; Hariyono, Didik; Aini, Nurul
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kendala dalam peningkatan produksi cabai di Indonesia adalah rendahnya hasil panen dari luasan areal tanaman. Kondisi ini dapat diatasi dengan menanam cabai dalam polybag yang juga dapat mempermudah pemeliharaannya. Budidaya tanam dalam polybag mempunyai kekurangan, yaitu faktor ketersediaan air dan kepadatan media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dengan interval pemberian air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 sampai Maret 2014 bertempat dirumah kaca Ds.Tegalgondo, Kec.Karang Ploso-Malang. Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Faktor pertama adalah komposisi media tanam yang terdiri dari M1(Tanah 100%), M2(Tanah 75% : Sekam Padi 25%), M3(Tanah 75% : Kompos 25%), M4(Tanah 50% : Sekam Padi 25% : Kompos 25%). Faktor kedua adalah interval pemberian air yang terdiri dari A1(3 hari sekali), A2(5 hari sekali) dan A3(7 hari sekali). Pada komposisi media tanam apapun tidak dapat mempengaruhi pemberian air sebaliknya pada pemberian air berapapun tidak dapat mempengaruhi komposisi media tanam sehingga tidak terdapat interaksi. Komposisi media tanam tanah+kompos dapat meningkatkan hasil bobot segar total buah per tanaman sebesar 45,25% dibandingkan dengan perlakuan media tanah. Pemberian air dengan interval 5 hari sekali dapat meningkatkan hasil tanaman cabai sebesar 52,04% dibandingkan dengan perlakuan pemberian air dengan interval 3 hari sekali.
VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA BEBERAPA JENIS MEDIA INVIGORASI Rachma, Tri Nanda Sagita; Damanhuri, Damanhuri; Saptadi, Darmawan
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas kakao (Theobroma cacao L.) mulai menurun setelah tanaman berumur 25 tahun. Oleh karena itu, kebutuhan benih kakao sangat diperlukan untuk rehabilitasi dan penanaman kembali. Namun, kebun induk benih kakao masih sangat terbatas, hanya disediakan oleh perkebunan besar dan terletak berjauhan dengan perkebunan rakyat sehingga memerlukan waktu relatif lama selama pengiriman yang dapat menurunkan mutu fisiologis benih. Di samping itu, benih kakao bersifat rekalsitran, yaitu benih yang memiliki daya simpan rendah, cepat kehilangan viabilitas pada berbagai kondisi penyimpanan, tidak memiliki masa dorman dan berkadar air tinggi. Solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kembali mutu benih yang telah mengalami kemunduran selama pengiriman ialah perlakuan invigorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media invigorasi terbaik terhadap peningkatan viabilitas dan vigor benih kakao. Penelitian dilaksanakan di Ruang Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya pada Bulan Maret-Mei 2015. 6 jenis perlakuan media invigorasi (kontrol, matriconditioning dengan arang sekam, matriconditioning dengan cocopeat, matriconditioning dengan batu bata, osmoconditioning dengan air kelapa muda, dan osmoconditioning dengan larutan KNO3) diuji menggunakan Rancangan Acak Lengkap 4 kali ulangan. Pengamatan dilakukan pada tolok ukur daya berkecambah (DB), kecepatan tumbuh (KCT), keserempakan tumbuh (KST), indeks vigor (IV), bobot kering kecambah normal (BKKN), panjang hipokotil dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan invigorasi matriconditioning menggunakan media arang sekam menjadi solusi terbaik dengan hasil yang paling optimal dibanding media lainnya. Selain arang sekam, batu bata dan cocopeat dapat menjadi media alternatif.

Page 1 of 2 | Total Record : 11