cover
Contact Name
Nia Kurniasih
Contact Email
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sosioteknologi, Labtek VII, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosioteknologi
ISSN : 18583474     EISSN : 2443258X     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Sosioteknologi is a journal that focuses on articles that discuss results of an intersection of research fields of science, technology, arts, and humanities as well as the implications of science, technology, and arts on society. It is published three times a year in April, August, and December. Jurnal Sosioteknologi is a collection of articles that discuss research results, conceptual ideas, studies, application of theories, and book reviews. Jurnal Sosioteknologi has been indexed by Google Scholar and Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474 Jurnal Sosioteknologi adalah jurnal yang memfokuskan pada tulisan berupa penelitian interseksi bidang ilmu sains, teknologi, seni, dan ilmu kemanusiaan serta implikasi sains teknologi dan seni terhadap kehidupan masyarakat. Terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Jurnal Sosioteknologi berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Jurnal Sosioteknologi telah terindeks oleh Google Scholar, Citerseerx, dan Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 2 (2019)" : 12 Documents clear
TEXTING CULTURE DAN PERILAKU EMPATI DI ERA MEDIA BARU: MEMAHAMI EKSPRESI BELASUNGKAWA DI WHATSAPP Moch Fakhruroji
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.2.10

Abstract

WhatsApp telah melahirkan budaya spesifik untuk mengekspresikan belasungkawa berbasis teks, grafis, dan semacamnya sehingga perilaku empati mengalami transformasi akibat pengaruh teknologi, khususnya dalam konteks masyarakat Indonesia kontemporer. Dengan menggunakan metode studi kasus, data diperoleh dengan cara survei dan wawancara pada 130 orang informan. Hasil penelitian menyatakan belasungkawa di WhatsApp sebagai bagian dari texting culture telah berakibat pada transformasi perilaku empati karena tidak merepresentasikan aspek psikomotik sebagai salah satu aspek perilaku empati. Namun demikian, ekspresi ini tetap memperlihatkan signifikansinya sebagai bentuk ikatan sosial, terlebih dalam konteks budaya media.  WhatsApp has emerged a specific culture to express condolences based on text, graphics, etc. so that empathy behavior undergoes a transformation due to technology, particularly in contemporary Indonesian society. Utilizing case study, data were obtained by survey and interview with 130 informants. Based on the data, it can be seen that the expression of condolence on WhatsApp as a part of texting culture has transformed the empathy behavior since it does not represent the psychomotoric aspect of empathy behavior. However, this expression still shows its significance as a form of social cohesion, especially in the context of media culture. 
KONFLIK AGRARIA: KONFLIK KELAS SOSIAL DAN PERMASALAHANNYA DALAM NOVEL DAWUK, KISAH KELABU DARI RUMBUK RANDU Baban Banita
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.2.12

Abstract

Novel Dawuk: Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu karya Mahfud Ikhwan adalah karya sastra yang mengangkat persoalan konflik agraria di Indonesia. Novel ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2017 oleh penerbit Marjin Kiri dan pada tahun yang sama juga berhasil meraih penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa. Novel ini mengisahkan seorang bernama Warto Kemplung, si pendongeng yang kesehariannya nongkrong di warung kopi. Dia  mendapat segelas kopi dan rokok dari orang yang ingin mendengar ceritanya. Sering pula ia mengambil rokok dari orang yang sedang asyik bermain domino di warung kopi. Dia dikenal sebagai pembual oleh masyarakat karena keseringannya melontarkan cerita. Penduduk yang sudah lama mengenalnya akan mengabaikan cerita yang disampaikannya itu.

Page 2 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2019 2019