cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 3 (2017)" : 30 Documents clear
Rancang Bangun Alat Ukur Getaran Mesin Sepeda Motor Menggunakan Sensor Serat Optik Nadia Yudia Putri; Harmadi Harmadi; Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.274 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.3.270-276.2017

Abstract

Telah dirancang alat ukur getaran mesin sepeda motor menggunakan sensor serat optik dengan metode ekstrinsik. Sensor serat optik digunakan untuk mengukur frekuensi getaran dengan memanfaatkan perubahan tegangan keluaran fotodioda OPT101. Sumber getaran berasal dari mesin sepeda motor yang divariasikan kecepatan speedometernya. Sistem pengukuran getaran mesin sepeda motor ini terdiri dari sumber cahaya berupa laser dioda, serat optik FD-620-10, fotodioda OPT 101, mikrokontroler Arduino Uno sebagai pemroses sinyal, dan LCD sebagai penampil hasil pengukuran. Berdasarkan data pengujian dan analisis yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa alat ukur getaran mesin sepeda motor memiliki keakuratan 90% dengan variasi kelajuan speedometer 0 km/jam – 20 km/jam. Kata Kunci: frekuensi, getaran, laser dioda, serat optik
Analisis Pengaruh Penambahan Parameter Medan Magnetik Terhadap Jumlah Dark Matter pada Kurva Rotasi Galaksi Bimasakti Oqely Wahyudi; Zulfi Zulfi; Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.151 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.3.202-210.2017

Abstract

Telah dilakukan analisis pengaruh medan magnetik terhadap jumlah dark matter pada kurva rotasi dan dinamika rotasi galaksi Bimasakti. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan kurva rotasi dari model Sofue dkk (2008) dengan model Sofue (2014). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh medan magnetik terhadap jumlah dark matter di galaksi Bimasakti. Jumlah dark matter dianalisis melalui pencocokan kurva rotasi dari model dengan hasil pengamatan. Kurva rotasi model dikatakan cocok apabila memiliki nilai error yang paling kecil. Jumlah dark matter akhir yang dihasilkan adalah 33,1% lebih sedikit dari model Sofue (2014). Nilai ini berasal dari pengkoreksian parameter yang digunakan oleh Sofue (2014) sebesar 31,03% dan penambahan medan magnetik sebesar 2,07%. Hasil simulasi juga menunjukkan bahwa dark matter berpengaruh besar dalam menjaga kestabilan rotasi galaksi. Kehilangan medan magnetik tidak terlalu mempengaruhi rotasi galaksi. Simulasi menunjukkan bahwa penambahan medan magnetik menyebabkan revolusi matahari berubah dari 241 juta tahun menjadi 242 juta tahun.Kata kunci: dark matter, kurva rotasi galaksi Bimasakti, medan magnetik
Pengaruh Variasi Waktu Peleburan Terhadap Konduktivitas Listrik Zeolit dari Abu Dasar Batubara yang Disintesis dengan Metode Peleburan Alkali Hidrotermal Nurhabibah Nurhabibah; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.998 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.3.240-246.2017

Abstract

Telah dilakukan sintesis zeolit dari abu dasar batubara menggunakan metode peleburan alkali hidrotermal dengan variasi waktu peleburan.Variasi waktu peleburan yang digunakan adalah 1 jam (Z1), 2 jam (Z2), 3 jam (Z2), dan 4 jam (Z4). Abu dasar dan NaOH dilebur dengan perbandingan 1:1,2. Sampel yang telah dilebur, kemudiandipanaskanmelalui proses hidrotermal dengan medium kristalisasi NaAlO2. Sampel zeolit kemudian dinetralkan dengan aquades hingga mencapai pH 9-10. Sampel dikarakterisasi menggunakan XRD dengan software Match! 3. Konduktivitas listrik sampel diukur dengan LCR-meter. Hasil XRD menunjukkan bahwa sampel Z1 mengandung sodalit, lazurit, katoit, megakalsilit serta masih terdapat kuarsa dan kristobalit. Sampel Z2 mengandung sodalit, leusit dan kalsilit. Sampel Z3 mengandung sodalit dan bohmit, serta sampel Z4 mengandung sodalit, nosean dan katoit. Konduktivitas listrik yang dihasilkan berkisar dari 0,8 × 10-6 – 2,4 × 10-6 S/cm dan berada pada rentang bahan semikonduktor. Zeolit dengan waktu peleburan selama 2 jam mempunyai konduktivitas listrik tertinggi yaitu 2,4 × 10-6 S/cm.Kata kunci: abudasar, hidrotermal, konduktivitas, nosean, sodalit, zeolit
Pengaruh Ketebalan Komposit Serat Sabut Kelapa terhadap Koefisien Absorbsi Bunyi dan Impedansi Akustik Menggunakan Metode Tabung Impedansi Ya Putri; Elvaswer Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.653 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.3.277-282.2017

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ketebalan komposit serat sabut kelapa terhadap koefisien absorbsi bunyi dan impedansi akustik menggunakan metode tabung impedansi. Sampel dibuat dengan variasi ketebalan 0,25 cm, 0,5 cm, 0,75 cm, 1 cm dan 1,25 cm dengan rentang frekuensi yang digunakan adalah 500, 1000, 1500, 2000, dan 2500 Hz. Nilai koefisien absorbsi bunyi terendah sebesar 0,44 terdapat pada ketebalan 0,25 cm dengan frekuensi 1500 Hz. Nilai koefisien absorbsi bunyi tertinggi sebesar 0,92 terdapat pada sampel dengan ketebalan 1,25 cm dengan frekuensi 2500 Hz. Hal ini disebabkan karena gelombang bunyi pada frekuensi yang lebih tinggi lebih banyak bervibrasi melalui pori-pori yang ada pada sampel daripada dipantulkan. Nilai impedansi akustik terendah sebesar 0,569 dyne.sekon/cm berada pada frekuensi 500 Hz dengan ketebalan 0.25 cm. Nilai dari impedansi akustik tertinggi 2,485 dyne.sekon/cm berada pada frekuensi 2500 Hz dengan ketebalan sampel 1,25 cm. Hal ini disebabkan oleh impedansi akustik berbanding lurus dengan induktansi dimana pada material akustik analog dengan massa. Kata kunci: komposit serat sabut kelapa, koefisien absorbsi bunyi, impedansi akustik, metode tabungimpedansi
Karakteristik Arus-Tegangan Komposit dari Bahan Semikonduktor ZnO-TiO2 Sebagai Sensor Gas Hidrogen Rozi Riwanda; Elvaswer Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.355 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.3.211-216.2017

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sensor gas hidrogen berupa pelet dengan bahan ZnO-TiO2. Proses pembuatan sensor gas hidrogen diawali dengan pencampuran bahan menggunakan metode reaksi dalam keadaan padat. Sensor gas hidrogen diuji pada temperatur ruang dengan melihat karakteristik I-V, nilai sensitivitas, nilai konduktivitas, dan waktu respon. Berdasarkan karakteristik I-V diketahui bahwa sampel 70% mol ZnO + 30% mol TiO2 memiliki sensitivitas 6,67 pada tegangan 21 volt lebih tinggi daripada sampel 30% mol ZnO + 70% mol TiO2 sebesar4,5 pada tegangan 3 volt. Nilai konduktivitas sampel 70% mol ZnO + 30% mol TiO2 yaitu 2,15 x 10-3/Ωmlebih tinggi daripada sampel 30% mol ZnO + 70% mol TiO2 yaitu 1,34 x 10-3pada lingkungan hidrogen. Waktu respon dilakukan pada sampel yang memiliki sensitivitas yang lebih tinggi yaitu pada sampel 70% mol ZnO + 30% mol TiO2. Waktu respon pada sampel 70% mol ZnO + 30% mol TiO2 pada tegangan 21 volt adalah 48 sekon.Kata kunci: sensor gas hidrogen, ZnO-TiO2, konduktivitas, sensitivitas, waktu respon
Rancang Bangun Sistem Telemetri Pengukur Konsentrasi Gas Amonia Menggunakan Sensor MQ-137 dan Transceiver nRF24L01+ Eriyaldi Eriyaldi; Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.088 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.3.247-254.2017

Abstract

Telah dilakukan perancangan sistem telemetri untuk mengukur konsentrasi gas amonia. Rancangan perangkat keras sistem terdiri dari satu unit transmitter dan receiver. Semua unit dikontrol oleh microcontroler Atmega328. Data konsentrasi gas dikirim oleh unit transmitter ke unit receiver menggunakan transceiver nRF24L01+ yang memanfaatkan gelombang radio sebagai media pengirim. Sensitivitas sensor yang didapatkan dari pengujian sensor MQ-137 yaitu sebesar 0,0208 V/ppm. Pengujian transceiver nRF24L01+ pada kondisi tanpa penghalang atau Line of Sight (LOS) diperoleh jarak maksimum sebesar 599 m. Intensitas gelombang pada kondisi dengan penghalang atau Non Line of Sight (NLOS) mengalami atenuasi sehingga jangkauan transmisi nRF24L01+ berkurang.Kata kunci: gas amonia, sensor MQ-137, telemetri, tranceiver nRF24L01+, LOS dan NLOS
Rancang Bangun Sistem Pegontrolan Temperatur dan Waktu untuk Proses Heat Treatment Sari Widya Fitri; Harmadi Harmadi; Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.271 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.3.283-289.2017

Abstract

Telah dirancang sistem pengontrolan temperatur dan waktu otomatis menggunakan sensor termokopel tipe-k untuk proses heat treatment. Proses heat treatment dipengaruhi oleh beberapa parameter diantaranya temperatur, laju pemanasan, dan waktu tahan (holding time). Pengaturan temperatur dan laju pemanasan dilakukan dengan mengatur daya elemen pemanas menggunakan rangkaian driver optotriac (TRIAC BT139 dan optocoupler MOC3021). Pengontrolan waktu tahan dilakukan dengan menggunakan  timer sebagai pencacah waktu digital. Temperatur dan waktu sistem diatur user melalui keypad 4x4 sebagai setpoint kemudian data ditampilkan pada LCD karakter 2x16. Pada penelitian ini dilakukan pengujian sensitivitas sensor, pengujian temperatur maksimum dan waktu tahan maksimum sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tegangan keluaran sensor termokopel tipe-k sebanding dengan temperatur dengan sensitivitas 0.041 mV/oC. Temperatur maksimum sistem pengontrolan heat treatment adalah sebesar 188 oC dengan waktu tahan maksimum 5 jam. Kata kunci: heat treatment, holding time, optotriac, termokopel tipe-k
Rancang Bangun Alat Ukur Kelembaban Udara Berbasis Mikrokontroler ATMega328 dengan Sensor Serat Optik Evanescent Menggunakan Film Gelatin Fitria Khairunnisa; Harmadi Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.335 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.3.217-224.2017

Abstract

Telah dirancang alat ukur kelembaban udara dengan sensor serat optik evanescent. Cladding serat optik dikupas dan diganti dengan film gelatin. Variasi panjang pengupasan cladding serat optik adalah 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Kelembaban udara diukur dengan mengukur kelembaban udara di dalam humidity chamber. Alat ukur dirancang menggunakan sistem sensor yang terdiri dari laser dioda sebagai sumber cahaya, serat optik, fotodioda sebagai fotodetektor, dan mikrokontroler sebagai pengolah sinyal. Kelembaban diukur berdasarkan tegangan keluaran fotodioda. Semakin tinggi kelembaban udara maka semakin tinggi tegangan keluaran fotodioda. Hasil karakterisasi serat optik menunjukkan serat optik dengan panjang pengupasan 1 cm adalah yang paling optimum dalam mengindra kelembaban. Nilai sensitifitas sensor yang dirancang adalah 0,0186 V/%RH dengan koefisien determinasi R2 = 0,9457. Persentase rata-rata kesalahan alat ukur yang dirancang adalah 1,56% dibandingkan dengan alat ukur acuan (humidity meter).Kata kunci: kelembaban udara, alat ukur, sensor serat optik, evanescent.
Rancang Bangun Alat Ukur Konsentrasi Oksigen yang Dihasilkan oleh Fotobioreaktor Mikroalga Chlorella vulgaris Menggunakan Sensor SK-25F Aminah Nurrrahmawati; Harmadi Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.282 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.3.255-262.2017

Abstract

Telah dilakukan perancangan alat ukur konsentrasi oksigen yang dihasilkan oleh fotobioreaktor mikroalga Chlorella vulgaris. Rancangan alat menggunakan sensor SK-25F dengan penguat noninverting sebagai pengondisi sinyal, mikrokontroler Atmega328 sebagai pengolah data serta LCD sebagai piranti penampil. Besar sensitifitas alat adalah 0,478 dan R2 = 0,980. Persen error rata-rata yang didapatkan sebesar 1,383% dibandingkan dengan alat ukur acuan Gas Alert Microclip. Pengukuran dilakukan pada fotobioreaktor yang disuplai dan tidak disuplai karbondioksida. Fotobioreaktor menggunakan tiga jenis sumber cahaya yaitu lampu halogen, LED dan cahaya matahari serta pada kondisi tanpa cahaya (0 lux). Konsentrasi oksigen maksimum dihasilkan oleh fotobioreaktor yang disinari lampu halogen dengan intensitas cahaya 5000 lux dengan suplai karbondioksida sebesar 20,96%. Konsentrasi maksimum juga dihasilkan oleh fotobioreaktor yang disinari cahaya matahari dengan diberi suplai karbondioksida pada jam 15.00 WIB.Kata kunci: fotobioreaktor, mikroalga Chlorella vulgaris, sensor SK-25F, konsentrasi oksigen.
Rancang Bangun Sistem Pemadam Kebakaran Otomatis dan Dinamis Berbasis Mikrokontroler Nola Sari Rahayu; Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.492 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.3.290-295.2017

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun prototipe sistem pemadam kebakaran otomatis dan dinamis berbasis modul mikrokontroler Arduino Uno. Sumber api (berupa lilin) dideteksi menggunakan dua sensor temperatur IC LM35 yang dapat digerakkan melingkar horizontal oleh motor stepper berdasarkan program yang ditanamkan di mikrokontroller. Kedua sensor dipasang bersebelahan dengan sudut pisah 45°.Temperatur acuan yang telah ditetapkan sebagai indikator kebakaran adalah 50 ℃. Jika sensor pertama mendeteksi temperatur 50 ℃ maka sistem sensor akan bergerak ke arah sumber panas dalam arah dari sensor kedua ke sensor pertama, dan sebaliknya. Ketika sistem sensor ini telah berada tepat di dekat sumber api, mikrokontroler mengaktifkan saklar pompa air untuk menyemprotkan air. Prototipe ruangan yang dibangun berukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm. Sistem yang dirancang mampu menyiramkan air hingga ketitik sumber api yang berada hingga 18 cm di atas lantai ruangan simulasi. Kata kunci : Arduino Uno, temperatur, sensor LM35

Page 1 of 3 | Total Record : 30