cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 4 (2019)" : 30 Documents clear
Identifikasi Pencemaran Logam Berat Air Kolong dan Air Sumur di Sekitar Bekas Tambang Timah Perayun Kundur, Kepulauan Riau Puteri Kartika; Dwi Puryanti
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.284 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.4.329-335.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi pencemaran logam berat pada air sumur yang berada di sekitar kolam bekas tambang timah (air kolong) di Perayun Kundur, Kepulauan Riau. Pengujian pada penelitian ini adalah pengukuran nilai pH, konduktivitas listrik, total dissolved solid (TDS) dan kandungan logam berat berupa timbal (Pb), tembaga (Cu) dan kadmium (Cd). Nilai pH air kolong berada antara 4,38-5,24 dan air sumur berkisar antara 3,28-7,32. Nilai rata-rata kondutivitas listrik pada air kolong sebesar 164,91 µS/cm, dan untuk air sumur berkisar antara 42,83-164,1 µS/cm. Nilai TDS rata-rata pada air kolong adalah 544 ppm dan pada air sumur berkisar antara 27-614 ppm sesuai dengan tingkat salinitas air tawar. Hasil pengujian logam berat menggunakan atomic absorption spectroscopy (AAS) diperoleh nilai konsentrasi rata-rata untuk Pb pada air kolong sebesar 0,005 mg/L, pada air sumur <0,03 mg/L. Konsentrasi logam Cd pada air kolong sebesar 0,006 mg/L dan pada air sumur sebesar 0,007 mg/L. Konsentrasi logam Cu pada air kolong adalah 0,06 mg/L dan pada air sumur sebesar 0,011 mg/L. Konsentrasi logam Cu pada pengukuran di kolong bekas tambang timah telah berada di luar batas ambang baku mutu Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2001. Nilai baku mutu untuk logam Pb sebesar 0,03 mg/L, Logam Cd sebesar 0,001 mg/L dan logam Cu sebesar 0,02 mg/L.Kata kunci: air kolong, konduktivitas listrik, total disolved solid, atomic absorption spectroscopy.
Analisis Koefisien Difusi Neutron terhadap Jarak Ekstrapolasi dalam Persamaan Difusi Multigrup Satu Dimensi Winka Wino Yunanda; Mohammad Ali Shafii
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.517 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.4.362-367.2019

Abstract

Telah dilakukan analisis koefisien difusi neutron terhadap jarak ekstrapolasi dalam persamaan difusi multigrup satu dimensi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan distribusi fluks neutron yang selanjutnya digunakan sebagai nilai masukan untuk menghitung koefisien difusi neutron sebagai fungsi 70 grup energi. Jenis reaktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah reaktor cepat dengan teras berbentuk slab dan bahan bakar yang digunakan adalah U-PuN. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan distribusi fluks neutron dan koefisien difusi neutron untuk 20 grup energi yaitu hanya pada grup energi tinggi saja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien difusi pada 20 grup terhadap jarak ekstrapolasi pada grup energi cepat untuk bahan bakar U-235 dan Pu-239 diperoleh nilai yang hampir sama yaitu antara 1x10-4cm sampai 5x10-4 cm hal ini terjadi karena U-235 dan Pu-239 merupakan bahan fisil, sedangkan nilai koefisien difusi neutron pada U-238 jauh lebih kecil yaitu antara 5x10-5cm sampai 25x10-5 cm, perbedaan nilai ini terjadi karena U-238 merupakan bahan fertil.Kata kunci: distribusi fluks neutron, grup energi, jarak ekstrapolasi, koefisien difusi neutron
Rancang Bangun Alat Ukur Frekuensi Pernapasan Manusia Berbasis Sensor Serat Optik Lukita Sari Ikhsan; Harmadi Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.908 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.4.301-307.2019

Abstract

Telah dirancang bangun alat ukur frekuensi pernapasan manusia berbasis sensor serat optik dengan metode ekstrinsik. Alat ukur frekuensi pernapasan tersebut terdiri dari laser dioda sebagai sumber cahaya, serat optik FD-620-10 step index multimode sebagai pandu gelombang, dan fotodioda OPT101 sebagai fotodetektor. Arduino UNO R3 digunakan sebagai pengolah data, hasil pengukuran ditampilkan melalui LCD I2C 16x2 karakter dan membran uji berupa membran mikrofon, membran polimer karet yang terbuat dari bahanlateks dan membran polimer dari glukosa (C6H12O6). Pernapasan padamanusia menjadi sumber getaran pada membran. Membran yang bergetar merubah intensitas cahaya yang berasal dari laser dioda melalui serat optik transmitter. Perubahan intensitas cahaya tersebut ditangkap oleh fotodioda OPT101 melalui serat optik receiver. Tegangankeluaran yang dihasilkan oleh fotodioda OPT101 digunakan sebagai indikator untuk mencacah frekuensi pernapasan manusia. Pengujian alat ukur dilakukan dengan variasi umur dan variasi aktivitas. Hasil pengujian menunjukkan, jarak sensor serat optik terhadap membran yang optimal adalah 1 mm dan tegangan keluaran rata-rata sebesar 4,2 volt. Akurasi alat ukur frekuensi pernapasan manusia ini sebesar 91% berdasarkan variasi umur pengguna dan 88% berdasarkan variasi aktivitas pengguna.Kata kunci: fotodioda OPT101, frekuensi, getaran, laser dioda, seratoptik
Klasifikasi Mata Air Panas Berdasarkan Diagram Segitiga Fluida di Batu Balang dan Muaro Paiti, Kabupaten 50 Kota Almuhsinin Almuhsinin; Ardian Putra
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.397 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.4.394-400.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang karakteristik fluida mata air panas berupa penentuan tipe fluida, kesetimbangan, asal usul sumber fluida dan pengenceran fluida di Nagari Batu Balang dan Nagari Muaro Paiti Kabupaten 50 Kota. Sampel penelitian diambil dari empat sumber mata air panas sebanyak 500 ml. Hasil pengukuran di dua lokasi didapatkan nilai pH 7,21 – 7,44, dan nilai temperatur permukaan mata air panas 41,36°C – 60,86°C. Konsentrasi Na, K, Mg, K, B dan Li didapatkan dari Inductively Coupled Plasma-Atomic Emission Spectroscopy (ICP-AES), konsentrasi Cl didapatkan dari pengolahan persamaan konduktivitas yang didapatkan dari conductivity meter, konsentrasi SO4 dengan metode visible spectroscopy dan hasil konsentrasi HCO3 diukur dengan titrasi asam basa. Segitiga Cl-HCO3-SO4 menunjukkan fluida bertipe bikarbonat. Segitiga Na-K-Mg menunjukkan kandungan dominan pada fluida adalah Mg yang mengindikasikan banyak pencampuran dengan air tanah. Segitiga Cl-Li-B menunjakkan asal sumber fluida berada pada reservoir yang memiliki struktur batuan yang sama dan berasal dari sistem hidrotermal lama. Dari hasil analisis karakteristik fluida yang telah diperkirakan terdapat  potensi panas bumi di daerah tersebut.Kata kunci: Batu Balang, diagram segitiga fluida, mata air panas, Muaro Paiti, tipe fluida.
Rancang Bangun Alat Pendeteksi Ulat Dalam Buah Mangga Menggunakan Sensor Ultrasonik Mei Suci Indrianti; Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.328 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.4.336-341.2019

Abstract

Telah dihasilkan alat pendeteksi ulat dalam buah manggamenggunakan sensor ultrasonik HC-SR04. Alat yang dikendalikan mikrokontroler dalam modul Arduino Unoini dibuat untuk membantu masyarakat mengetahui ada tidaknya ulat dalam buah mangga yang akan dibeli atau dimakan, dan memudahkan eksportir dalam mensortir buah mangga yang hendak diekspor. Modul sensor ultrasonik HC-SR04bekerja berdasarkan prinsip lamanya waktu perambatan gelombang ultrasonik sejak dipancarkan oleh transmitter hingga diterima kembali oleh receiver pada modul yang sama akibat pemantulan oleh objek. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tegangan keluaran sensor lebih besar ketika mendeteksi buah yang berulat (yaitu diatas 30 mV) daripada buah tak-berulat (di bawah 30 mV). Hal ini terjadi karena buah yang berulat memiliki struktur dalam yang lebih lunak atau berongga sehingga gelombang ultrasonik dapat menembus lebih dalam, mengakibatkan waktu perambatan gelombang menjadi lebih lama dibandingkan pada buah yang tak-berulat. Hasil pengujian juga memperlihatkan bahwa pendeteksian paling efektif terjadi ketika detektor berjarak6 cm, detektor dapat mendeteksi keberadaan ulat pada salah satu sisi mangga dengan keakuratan alat sebesar 84,6%. Detektor ini dilengkapi LCD dan buzzer yang akan menginformasikan ada-tidaknya ulat dalam buah mangga.Kata Kunci : detektor, mangga, ulat buah, ultrasonik
Rancang Bangun Alat Ukur Frekuensi Pernapasan Manusia Berbasis Sensor Serat Optik Ikhsan, Lukita Sari; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.4.301-307.2019

Abstract

Telah dirancang bangun alat ukur frekuensi pernapasan manusia berbasis sensor serat optik dengan metode ekstrinsik. Alat ukur frekuensi pernapasan tersebut terdiri dari laser dioda sebagai sumber cahaya, serat optik FD-620-10 step index multimode sebagai pandu gelombang, dan fotodioda OPT101 sebagai fotodetektor. Arduino UNO R3 digunakan sebagai pengolah data, hasil pengukuran ditampilkan melalui LCD I2C 16x2 karakter dan membran uji berupa membran mikrofon, membran polimer karet yang terbuat dari bahanlateks dan membran polimer dari glukosa (C6H12O6). Pernapasan padamanusia menjadi sumber getaran pada membran. Membran yang bergetar merubah intensitas cahaya yang berasal dari laser dioda melalui serat optik transmitter. Perubahan intensitas cahaya tersebut ditangkap oleh fotodioda OPT101 melalui serat optik receiver. Tegangankeluaran yang dihasilkan oleh fotodioda OPT101 digunakan sebagai indikator untuk mencacah frekuensi pernapasan manusia. Pengujian alat ukur dilakukan dengan variasi umur dan variasi aktivitas. Hasil pengujian menunjukkan, jarak sensor serat optik terhadap membran yang optimal adalah 1 mm dan tegangan keluaran rata-rata sebesar 4,2 volt. Akurasi alat ukur frekuensi pernapasan manusia ini sebesar 91% berdasarkan variasi umur pengguna dan 88% berdasarkan variasi aktivitas pengguna.Kata kunci: fotodioda OPT101, frekuensi, getaran, laser dioda, seratoptik
Karakterisasi Sifat Optik Nanopartikel ZnO didoping Mn Menggunakan Metode Sol-Gel Virrisya, Virrisya; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.4.308-314.2019

Abstract

Karakterisasi sifat optik nanopartikel ZnO didoping Mn menggunakan metode sol-gel telah diteliti. Nanopartikel ZnO disintesis dengan variasi konsentrasi doping Mn sebesar 0%, 5%, 15%, 20%, dan 25%. Nanopartikel ZnO dikarakterisasi dengan X-Ray diffraction untuk diketahui struktur dan ukuran kristalnya. Struktur kristal nanopartikel ZnO yang didapatkan dari penelitian adalah hexagonal wurtzite dengan ukuran kristal untuk masing-masing variasi doping Mn berturut-turut yaitu 26,01 nm; 27,14 nm; 26,01 nm; 15,60 nm; dan 26,01 nm. UV-Vis spectrometry digunakan untuk karakterisasi celah pita energi dari nanopartikel ZnO. Nilai energi gap untuk masing-masing variasi konsentrasi doping­ Mn berturut-turut yaitu 3,03 eV; 2,71 eV; 2,56 eV; 2,5 eV dan 2,5 eV. Berdasarkan hasil penelitian, nilai energi gap nanopartikel ZnO semakin kecil dengan penambahan doping Mn. Karakterisasi sifat photoluminescence nanopartikel ZnO dilakukan dengan spectrometry photoluminescence, didapatkan 5 puncak emisi untuk seluruh variasi doping Mn yaitu dengan panjang gelombang, 349 nm, 361 nm, 395 nm, 423 nm dan 461 nm.Kata kunci: nanopartikel, ZnO, doping, sol-gel.
Pengaruh Konsentrasi Hexamethylene-Tetramine (HMTA) Terhadap Morfologi dan Kristalinitas Nanorod Zno yang Disintesis Menggunakan Metode Hidrotermal Aldilla, Muhammad Syaugi; Muldarisnur, Mulda
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.4.315-320.2019

Abstract

Nanopartikel ZnO telah berhasil disintesis dengan menggunakan metode hidrotermal dengan kontrol konsentrasi HMTA. HMTA divariasikan dengan perbandingan konsentrasi 1:1, 1:2, 1:3 dan 1:5. Sampel dikarakterisasi dengan Scanning Microscope Electron (SEM) dan X-ray Diffraction (XRD). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa nanopartikel yang terbentuk berbentuk nanorod dan memiliki kristalinitas yang tinggi dengan fasa hexagonal wurtzite. Penambahan konsentrasi memperbesar diameter kristal dengan diameter rata-rata terbesar 53,9  ± 3,7 nm. Besar densitas dislokasi juga berkurang seiring pertambahan konsentrasi HMTA. Hasil penelitian membuktikan bahwa konsentrasi HMTA memberikan peran penting untuk mengontrol kristalinitas dan bentuk nanopartikel.Kata kunci: nanorod, ZnO, hidrotermal, HMTA, kristalinitas.
Sistem Monitoring Ketinggian Cairan Infus Berbasis Sensor Serat Optik Evanescent Nadia, Adila; Rasyid, Rahmat; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.4.321-328.2019

Abstract

Telah dirancang sistem monitoring ketinggian cairan infus berbasis sensor serat optik evanescent. Sensor serat optik digunakan untuk memonitor ketinggian cairan infus berdasarkan perubahan tegangan keluaran fotodetektor OPT101 terhadap ketinggian cairan infus. Perubahan tegangan keluaran terjadi akibat perubahan intensitas cahaya yang diterima oleh fotodetektor akibat rugi daya pada saat melewati serat optik. Cairan infus yang digunakan yaitu cairan infus NaCl 0,9%. Rancang bangun sistem monitoring ketinggian cairan infus terdiri dari sumber cahaya berupa dioda laser, serat optik FD-620-10 step index multimode, fotodetektor OPT101, mikrokontroler arduino uno sebagai pengolah sinyal dan LCD sebagai penampil kondisi infus. Berdasarkan data pengujian dan analisis yang telah dilakukam maka disimpulkan bahwa rancangan sistem monitoring ketinggian cairan infus berbasis sensor serat optik evanescent telah mampu memonitoring ketinggian cairan infus dengan ketepatan rata-rata 92,73%. Hasil monitoring ketinggian cairan infus diamati dengan 2 kondisi yaitu aman dan awas yang ditampilkan pada LCD, lampu indikator LED dan bunyi pada buzzer.Kata kunci: evanescent, fotodetektor,  infus, serat optik.
Identifikasi Pencemaran Logam Berat Air Kolong dan Air Sumur di Sekitar Bekas Tambang Timah Perayun Kundur, Kepulauan Riau Kartika, Puteri; Puryanti, Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.4.329-335.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi pencemaran logam berat pada air sumur yang berada di sekitar kolam bekas tambang timah (air kolong) di Perayun Kundur, Kepulauan Riau. Pengujian pada penelitian ini adalah pengukuran nilai pH, konduktivitas listrik, total dissolved solid (TDS) dan kandungan logam berat berupa timbal (Pb), tembaga (Cu) dan kadmium (Cd). Nilai pH air kolong berada antara 4,38-5,24 dan air sumur berkisar antara 3,28-7,32. Nilai rata-rata kondutivitas listrik pada air kolong sebesar 164,91 µS/cm, dan untuk air sumur berkisar antara 42,83-164,1 µS/cm. Nilai TDS rata-rata pada air kolong adalah 544 ppm dan pada air sumur berkisar antara 27-614 ppm sesuai dengan tingkat salinitas air tawar. Hasil pengujian logam berat menggunakan atomic absorption spectroscopy (AAS) diperoleh nilai konsentrasi rata-rata untuk Pb pada air kolong sebesar 0,005 mg/L, pada air sumur <0,03 mg/L. Konsentrasi logam Cd pada air kolong sebesar 0,006 mg/L dan pada air sumur sebesar 0,007 mg/L. Konsentrasi logam Cu pada air kolong adalah 0,06 mg/L dan pada air sumur sebesar 0,011 mg/L. Konsentrasi logam Cu pada pengukuran di kolong bekas tambang timah telah berada di luar batas ambang baku mutu Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2001. Nilai baku mutu untuk logam Pb sebesar 0,03 mg/L, Logam Cd sebesar 0,001 mg/L dan logam Cu sebesar 0,02 mg/L.Kata kunci: air kolong, konduktivitas listrik, total disolved solid, atomic absorption spectroscopy.

Page 2 of 3 | Total Record : 30