cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
D3 Kebidanan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2014): Kebidanan" : 7 Documents clear
PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA PRASEKOLAH (4-6 TAHUN) DENGAN PENDIDIKAN IBU Setyowati, Endang Buda
D3 Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): Kebidanan
Publisher : D3 Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.62 KB)

Abstract

Pendahuluan : Perkembangan bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Menurut Wahyuni (1998) prevalensi Keterlambatan bahasa anak sebesar 9,3% dari 214 anak usia prasekolah di salah satu kelurahan Jakarta Pusat. Berdasarkan data di TK Saraswati Gresik Tahun 2012, keterlambatan bahasa anak mengalami peningkatan dari tahun 2009-2011 (20% - 35%). Maka masalah ini dipandang perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara perkembangan bahasa anak usia prasekolah (4-6 tahun) dengan pendidikan ibu. Metode : Penelitian ini termasuk penelitian analitik dengan menggunakan desain cross sectional dan pengambilan data secara primer dan sekunder. Jumlah populasi sebesar 30 anak dan jumlah sampel 28 anak. Sampel ini diambil secara simple random sampling kemudian dibuat tabel frekuensi, tabulasi silang dan dianalisa dan di uji Chi-Square dengan ketentuan c2tabel 3,84 (a = 0,05). Hasil : Dari hasil penelitian menunjukkan perkembangan bahasa anak usia prasekolah yang belum memenuhi kompetensi adalah anak dari ibu yang berpendidikan rendah sebanyak 6 anak (66,67%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan c2hitung > c2tabel , sehingga H0 ditolak. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara perkembangan bahasa anak usia prasekolah (4-6 tahun) dengan pendidikan ibu. Diskusi : Oleh karena itu untuk menurunkan angka prevalensi Keterlambatan bahasa pada anak usia prasekolah (4-6 tahun), bidan hendaknya melakukan deteksi dini atau pemantauan tumbuh kembang yang dapat dilakukan dengan menggunakan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) dan salah satu yang dilakukan oleh pemerintah adalah program PAUD untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak.Kata Kunci : Perkembangan Bahasa, Pendidikan Ibu
TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG INISIASI MENYUSUI DINI (IMD) DI BPS NY. ARIFIN JALAN WONOREJO KOTA SURABAYA Primihastuti, Dianita; Puspita, Ayu
D3 Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): Kebidanan
Publisher : D3 Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.62 KB)

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini dalah permulaan yang awal dimana bayi diberi kesempatan menyusu atau mencari putting payudara dengan cara merangkak didada ibu. Dari hasil pengamatan di BPS Ny.Arifin Surabaya, kendalanya adalah sebagian ibu tidak bersedia melakukan IMD dengan alasan kasihan terhadap bayi  yang baru dilahirkannya karena harus mencari putting susu sendiridenganwaktu yang terlalu lama dan merasa takut karena ASI yang dikeluarkan pertama kali berwarna kuning dan masih kotor. SehinggaibutidakmelakukanInisiasiMenyusuisedinimungkinpada ibu yang baru melahirkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif dengan jumlah populasi 30 responden dan sampel yang diambil adalah 28 responden, sedangkan sampling yang digunakan menggunakan purposive sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini dengan membagikan kuesioner berdasarkan hasil penelitian dimana peneliti akan meneliti sejauh mana Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Inisiasi Menyusui Dini yang akan disimpulkan menjadi kategori baik, cukup, atau kurang setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil penelitian tingkat pengetahuan cukup tentang inisiasi menyusui dini yaitu 14 responden (50%). Dari hasil penelitian tersebut diharapkan bidan harus lebih giat memberikan informasi tentang manfaat pelaksanaan IMD, serta memotivasi ibu supaya bersedia melakukan IMD.Agar pengetahuan ibu tentang IMD mendapatkan kategori baik.Kata kunci    : Inisiasi Menyusui Dini
PERBEDAAN PENGETAHUAN REMAJA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENYULUHAN TENTANG KEPUTIHAN Wilujeng, Rachel Dwi; Putu, Niluh
D3 Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): Kebidanan
Publisher : D3 Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.62 KB)

Abstract

Pendahuluan : Fluor Albus merupakan gejala yang sangat sering dialami oleh sebagaian besar wanita. Berdasarkan data penelitian tentang kesehatan reproduksi menunjukkan 75% wanita Indonesia pasti mengalami keputihan minimal 1 kali dalam hidupnya. Dan lebih dari 70% wanita Indonesia yang mengalami Fluor Albus disebabkan oleh jamur dan parasit seperti cacing kremi atau protozoa (Trichomonas Vaginalis). Dari hasil survey pendahulan yang dilakukan pada 15 orang siswa responden di SMA GIKI I menunjukkan hasil rata-rata (mean) pengetahuan mereka tentang Keputihan adalah kurang dengan skor 57,9%. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui tingkat pengetahuan remaja mengenai keputihan di SMA GIKI I Surabaya sebelum dan sesudah di berikan penyuluhan tentang Fluor Albus. Metode : Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode eksperimental type pre-post test design  yang pengambilan sampelnya dilakukan secara probability sampling dan teknik yang digunakan adalah Cluster Random Sampling. Besar populasi sebanyak 263 dan sampel yang diambil sebanyak 105 orang, data diperoleh dari data primer melalui kuesionar dan hasil diolah dalam tabel distribusi frekuensi, tabulasi silang dan analisis, menggunakan Uji T-pair. Hasil : Dari hasil penelitian didapatkan pengetahuan seluruh responden sebelum diberikan penyuluhan yang mempunyai pengetahuan kurang (71,4%). Sedangkan sesudah diberikan penyuluhan menjadi berpengetahuan cukup (58,09%).Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan setelah dilakukan uji T-pair secara keseluruhan rata-rata nilai pada 105 responden dengan taraf signitif p=0,000<0,05 maka menunjukkan ada perbedaan bermakna sebelum dan setelah diberi penyuluham. Diksusi : Sebagai tenaga kesehatan mampu memberi informasi melalui penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri  sehingga dapat memperluas pengetahuan remaja putri mengenai Flour Albus. Kata Kunci : Pengetahuan, Penyuluhan Flour Albus
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG EFEK SAMPING MENGKONSUMSI JAMU-JAMUAN DI BPS ISTIQOMAH SURABAYA Rhomadona, SST, Shinta Wurdiana
D3 Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): Kebidanan
Publisher : D3 Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.62 KB)

Abstract

Jamu adalah ramuan dari rempah-rempah yang dihaluskan dengan air lalu diminum. Efek samping yang ditimbulkan jamu bagi ibu hamil adalah keguguran, ketuban keruh, kulit jamu berlapis kerak, plasenta lengket, teratogenik dan kelainan jantung. Di indonesia masih banyak ibu hamil yang mengkonsumsi jamu-jamuan yaitu sebanyak 33,3 % padahal jamu memiliki efek negatif bagi ibu dan janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang efek samping mengkonsumsi jamu-jamuan di BPS Istiqomah Surabaya. Desain penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan populasisebanyak 50 ibu hamil dan sampel sebanyak 44 responden yang diambil dengan teknikConsecutive Sampling. Data dikumpulkan dengan kuisionerdan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian adalah sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan kurang sebanyak 34 responden (77,3%), pengetahuan cukup sebanyak 6 responden (13,6%), pengetahuan baik 4 responden (9,1%). Pengetahuan yang kurang tentang efek samping mengkonsumsi jamu-jamuan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pendidikan, informasi, sosial, budaya, ekonomi, lingkungan pengalaman dan usia. Maka diharapkan tenaga kesehatan tidak berhenti untuk terus memberikan informasi tentang efek samping mengkonsumsi jamu-jamuan bagi ibu hamil dan memberikan KIE yang lebih jelas lagi sehingga ibu hamil memiliki pengetahuan yang lebih baik. Kata kunci : efek samping, ibu hamil, jamu, pengetahuan
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PERIKSA PAYUDARA SENDIRI PADA MAHASISWI PSIKOLOGI R. Simanjuntak, Meryanna; N.Yunetta, Agus Eka; Kartikasari, M. Nur Dewi
D3 Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): Kebidanan
Publisher : D3 Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.62 KB)

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang mendominasi di Indonesia dengan prevalensi 4,3 per 1.000 penduduk dan lebih dari 80% kasus ditemukan pada stadium lanjut. Ada cara yang lebih mudah dan efisien untuk mendeteksi kelainan payudara oleh diri sendiri yang dikenal dengan Periksa Payudara Sendiri.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang Periksa Payudara Sendiri pada Mahasiswi Psikologi.Metode penelitian berupa pra eksperimen menggunakan one group pretest-posttest dengan teknik total sampling.Subjek penelitian 54 mahasiswi Psikologi FK UNS semester IV dan VI dengan alat ukur  berupa tes pilihan ganda. Analisis data menggunakan uji statistik paired t-test.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan rata-rata (mean) 13,63 menjadi 17,72. Hasil uji statistik  paired t-test menunjukkan df = 53 dengan t hitung -13,778 dan p value sebesar 0,000 menandakan pengaruh tersebut signifikan. Kesimpulan yang dapat diambil adalah ada pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang Periksa Payudara Sendiri pada Mahasiswi Psikologi FK UNS.Kata Kunci : Pendidikan kesehatan, Periksa Payudara Sendiri, Pengetahuan
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG SENAM HAMIL DI BKIA RUMAH SAKIT WILLIAM BOOTH S.ST, Intyaswati; Ganggu, Albina Handriana
D3 Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): Kebidanan
Publisher : D3 Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.62 KB)

Abstract

Senam hamil adalah latihan fisik berupa beberapa gerakan tertentu yang dilakukan khusus untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil. Dimana manfaatnya antara lain adalah mengatasi sembelit (konstipasi), kram dan nyeri punggung. memperbaiki sirkulasi darah,  membuat tubuh segar, tubuh lebih siap dan kuat di saat proses persalinan. Pada kenyataannya banyak ibu hamil yang tidak tau manfaat senam hamil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil di ruang BKIA Rumah Sakit William Booth Surabaya. Desain penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif. Populasi yang diambil adalah ibu hamil yang memeriksa kehamilannya di ruang BKIA Rumah Sakit William Booth Surabaya dan besar sampel 37 responden. Metode sampling yang digunakan Consecutive Sampling. Data di kumpulkan dengan kuisioner. Hasil penelitian ini antara lain ibu yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 33 responden (89%), presentase sedang sebanyak 3 responden(8%), presentase kurang sebanyak 1 responden(3%). Dapat disimpulkan bahwa gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil adalah baik. Diharapkan tenaga kesehatan tidak berhenti untuk terus memberikan informasi tentang senam hamil.Kata kunci: pengetahuan ibu, senam hamil
PARITAS DAN KELAINAN LETAK DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI Sari, Ery Kartika; Juaria, Henny
D3 Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): Kebidanan
Publisher : D3 Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.62 KB)

Abstract

Pendahuluan: Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban inpartu yaitu bila pembukaan pada primipara kurang dari 3 cm dan pada multipara kurang dari 5 cm, tanpa memperhatikan usia gestasi. Penyebab KPD diantaranya paritas dan kelainan letak akibat dari kelemahan intrinsik uterus sehingga menyebabkan ketuban pecah. Dampak dari KPD adalah infeksi maternal dan neonatal, persalinan prematur, hipoksia karena kompresi tali pusat, dan deformitas janin. Di Puskesmas Balongsari Surabaya dari tahun 2010-2012 kejadian KPD rata-rata 12 % dibandingkan dengan harapan kejadian ketuban pecah dini menurut Saifudin, A.B (2010) (8-10 %) dan Depkes (2010) (6-10 %). Tujuan penelitian yaitu diketahuinya hubungan antara paritas dan kelainan letak dengan kejadian KPD di Puskesmas Balongsari Surabaya tahun 2013. Metode: Penelitian ini menggunakan analitik observasional, jenis cross sectional dengan data sekunder. Populasi penelitian sejumlah 252 ibu bersalin dan besar sampel 117 orang yang dipilih secara Systematic Random Sampling. Hasil penelitian dibuat tabel frekuensi, tabulasi silang dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan a  = 0,05. Hasil: Hasil penelitian didapatkan paritas ibu bersalin mayoritas multipara 62,39 %, kelainan letak 17,95 %. Kejadian KPD dengan paritas multipara, grandemultipara 31,17 % dan dikarenakan kelainan letak 42,86 %. Hasil uji Chi-Square didapatkan bahwa pada paritas  dan kelainan letak janin χ2 hitung > χ2 tabel yang artinya Ho ditolak. Ada hubungan antara paritas  dan kelainan letak dengan kejadian KPD. Diskusi: Peran petugas kesehatan yaitu mendeteksi kelainan letak sedini mungkin, memperbaiki status gizi ibu hamil, membatasi jumlah kelahiran. Kata Kunci : Paritas, Kelainan Letak, KPD

Page 1 of 1 | Total Record : 7