cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
JURNAL INTEGRASI PROSES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal integrasi proses (JIP) diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dua kali dalam setahun. JIP menerima artikel dalam bidang teknik kimia berupa original research papers, reviewed papers dan short communications dari para peneliti, akademisi, industri dan praktisi.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2025)" : 26 Documents clear
PENGARUH WAKTU SAKARIFIKASI DAN KECEPATAN PENGADUKAN PADA HIDROLISIS ENZIMATIK PATI SUWEG TERHADAP KADAR GLUKOSA DAN KADAR AIR DALAM GLUKOSA CAIR Puspitasari, Kurnia; Andriani, Silvia Desy; Wahyusi, Kindriari Nurma; Sutiyono, Sutiyono; Santi, Sintha Soraya
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.32750

Abstract

Kebutuhan gula nasional yang tinggi tidak sebanding dengan produksi dalam negeri mendorong eksplorasi bahan baku alternatif untuk produksi glukosa cair. Umbi suweg (Amorphophallus campanulatus) sebagai tanaman lokal dengan kadar pati tinggi, memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan glukosa cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu sakarifikasi (2-6 jam) dan kecepatan pengadukan (200-400 rpm) terhadap kadar glukosa dan kadar air dalam glukosa cair dari hidrolisis pati umbi suweg menggunakan metode enzimatis. Proses hidrolisis diawali dengan pembuatan pati dari umbi suweg, dilanjutkan likuifikasi dengan enzim α-amilase, dan sakarifikasi menggunakan enzim glukoamilase. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan waktu sakarifikasi dan kecepatan pengadukan berbanding lurus dengan kadar glukosa yang dihasilkan dan menurunkan kadar air. Kadar glukosa tertinggi tercapai pada kondisi 6 jam dan kecepatan 400 rpm dengan nilai sebesar 27,5 °Brix. Namun, nilai ini belum memenuhi standar SNI yakni sebesar 70 °Brix. Kadar air yang dihasilkan berada dalam kisaran 7,229-18,139%, yang masih memenuhi batas maksimal menurut SNI 01-2978-1991. Penelitian ini menunjukkan bahwa umbi suweg memiliki potensi sebagai bahan baku alternatif dalam produksi glukosa cair, di mana waktu sakarifikasi serta kecepatan pengadukan merupakan faktor signifikan dalam meningkatkan hasil glukosa. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperpanjang waktu sakarifikasi agar mencapai kadar glukosa yang sesuai standar. 
EXTRACTION OF DAMMAR RESIN (Agathis dammara) USING MICROWAVE-ASSISTED HYDRO-DISTILLATION (MAHD) A'yuni, Dewi Qurrota; Alhanif, Misbahudin; Hasna, Afifah; Halizah, Nurul; Damayanti, Damayanti; Auriyani, Wika Atro; Fahni, Yunita; Sanjaya, Andri; Mustafa, Mustafa; Kodarif, Abdul Rozak; Rahmiyati, Lutfia; Turnip, Nina Juliana Roberta; Safitra, Edwin Rizki; Saputri, Desi Riana
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31631

Abstract

Dammar resin (Agathis dammara) is a mixture of various organic polymers in a solid or semi-solid form that can be utilised as an essential oil source. This study extracted the essential oil from dammar resin using microwave-assisted hydro-distillation (MAHD), considering its ability to extract the product in a short period with only a small amount of solvent. This study investigates the effect of solvent and extraction time on the yield of dammar resin extract. Results showed that the highest yields are 27.500, 22.902, and 15.392% for distilled water, a 1:1 v/v mixture of ethyl acetate and distilled water, and a 1:1 v/v mixture of hexane and distilled water as solvents, respectively. The optimum extraction time was different for different solvents, in the 60–90 minute range. Based on the gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) analysis, the dammar resin extract contains several groups of components, including alcohol and sesquiterpene groups. The alcohol group was higher after extraction using an ethyl acetate and distilled water mixture, especially 2-Butoxyethanol, with a yield of 39.706%. Meanwhile, a mixture of hexane and distilled water increased the sesquiterpene compounds in products such as Germacrene D, yielding 19.975%.
REKAYASA MEMBRAN NANOFIBER KOMPOSIT (MNK) BERBASIS KOMBINASI SERAT KAPUK DAN ZEOLIT ALAM BAYAH UNTUK FILTER DARAH TRANSFUSI Azizah, Rossita Qamara; Aprilliani, Mareta; Assyidiqi, Ridho; Shafadila, Vania; Sari, Eka
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.28321

Abstract

Thalasemia adalah penyakit turunan dengan kondisi kelainan darah, di mana sel darah penderita lemah dan berumur pendek. Banyak anak penderita penyakit ini sejak lahir memerlukan transfusi darah secara terus-menerus sepanjang hidupnya. Pendonor darah biasanya orang dewasa, dan darah yang ditransfusikan sering kali mengandung zat besi tinggi. Hal ini menyebabkan penderita memiliki kandungan zat besi yang tinggi, sehingga menimbulkan efek lain setelah transfusi darah secara terus-menerus. Efek yang timbul adalah terjadinya penumpukan zat besi pada organ jantung, hati, dan ginjal yang menyebabkan penyakit lain pada penderita. Penelitian ini bertujuan menanggulangi efek transfusi darah terhadap kandungan zat besi yang ada pada penderita, yaitu dengan membuat filter darah yang dapat menyaring zat besi dalam darah sebelum dilakukan transfusi darah ke penderita thalasemia. Filter darah dibuat dari selulosa kapuk dan zeolit alam Bayah yang telah diaktivasi sebagai pengikat zat besi. Selanjutnya, bahan tersebut dikompositkan secara homogen dengan metode plating untuk membentuk membran yang dapat menyaring zat besi dalam darah. Diharapkan filter darah ini dapat mengurangi kandungan zat besi dalam darah yang didonorkan untuk penderita thalasemia. Selulosa diekstraksi dari kapuk dengan NaOH 17,5%. Selulosa disintesis menjadi selulosa asetat (SA). Zeolit alam diaktivasi dan dikalsinasi. SA dan zeolit dikompositkan menjadi membran dengan teknik inversi fase, lalu diuji penyaringan dengan darah. Hasil penelitian menunjukkan membran SA/zeolit dengan karakteristik terbaik pada konsentrasi PEG 30%, diameter pori 0,883 μm, nilai fluks 0,0091 mL/cm².menit, kristalinitas 99,5%, dan penurunan zat besi sebesar 6,5%.
PENENTUAN KONDISI TERBAIK PENYISIHAN ION Ca2+ DAN Mg2+ DARI AIR LAUT MENGGUNAKAN NATRIUM KARBONAT (Na2CO3) DAN AMONIUM HIDROKSIDA (NH4OH) Septianingsih, Dilla; Zulianti, Mei Fifa; Dewati, Retno; Sani, Sani
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.32090

Abstract

Air laut mengandung beragam ion logam, terutama ion kalsium (Ca2+) dan magnesium (Mg2+) yang menyebabkan masalah di berbagai industri, seperti pembentukan kerak pada peralatan industri dan pengolahan air minum.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi terbaik dalam penghilangan ion Ca2+ dan Mg2+ menggunakan Na₂CO₃ sebagai agen pengikat kalsium dan magnesium dan penambahan NH4OH sebagai bahan pengikat magnesium pada tahap kedua. Proses penghilangan dilakukan melalui reaksi pengendapan dengan variasi konsentrasi Na₂CO₃ yaitu 0,1, 0,2, 0,3, 0,4, dan 0,5 M, serta suhu operasi 30, 45, 60, 75, dan 90 °C. Waktu pengadukan ditetapkan selama 5 menit, diikuti dengan pengendapan selama 1 jam. Konsentrasi NH4OH ditetapkan pada 6,49 M berdasarkan hasil perhitungan stoikiometri. Kadar ion Ca²⁺ dan Mg²⁺ sebelum dilakukan perlakuan dan sesudah perlakuan dianalisis menggunakan metode titrasi kompleksometri dan atomic absorption spectrometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi Na₂CO₃ dan suhu operasi berbanding lurus dengan persen penyisihan ion Ca²⁺ dan Mg²⁺. Analisis statistik menggunakan ANOVA dua arah juga menunjukkan nilai p < 0,05. Kondisi terbaik didapatkan pada penambahan natrium karbonat pada konsentrasi 0,5 M dan suhu 90 °C, dengan persen penyisihan  ion Ca²⁺ mencapai 97,85% dan ion Mg²⁺ sebesar 96,91%. Hasil penyisihan tersebut belum memenuhi standar SNI, karena kadar ion Ca2+ dan ion Mg2+ didapatkan sebesar 180,351 mg/L dan 182,288 mg/L, sedangkan standar SNI pada air minum kadar Ca2+ sebesar 10 mg/L dan kadar Mg2+ sebesar 150 mg/L. Penelitian ini mendukung pengembangan pra-pengolahan air laut yang lebih efisien dengan menurunkan kadar ion Ca²⁺ dan Mg²⁺ dalam industri air minum.
OPTIMIZATION OF PECTIN YIELD FROM KEPOK BANANA PEEL (Musa Balbisiana BBB) USING ULTRASONIC EXTRACTION WITH ACETIC ACID AND SULFURIC ACID SOLVENTS Silvia, Putri Zulva; Saputri, Desi Riana; Damayanti, Damayanti; Auriyani, Wika Atro; Fahni, Yunita; Sanjaya, Andri; Yusupandi, Fauzi; Yuniarti, Reni; Safitra, Edwin Rizki; Tiara, Mega; Pajrin, Alfina; Alhanif, Misbahudin
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31632

Abstract

In Indonesia, banana fruit production occupies the first position compared to other fruits. The peel constitutes approximately 40% of the total weight of the fruit, thus producing a large amount of waste. The white part of the banana peel (mesocarp) has the potential to serve as a source of pectin, which primarily functions as a thickening and gel-forming agent. Pectin can be extracted from fruit peel using acidic solvents. This research was performed using the ultrasound-assisted extraction (UAE) method. This study utilized banana peel waste produced by banana chips traders in the city of Bandar Lampung and aims to determine the effect of temperature, time, and type of extraction solvent on the yield of pectin extract from kepok banana peels (Musa balbisiana BBB), and to identify the molecular functional groups of extracted pectin with the highest yield. Based on this research, it is known that the yield increases with increasing temperature and extraction time. The optimum condition for pectin extraction from kepok banana peel (Musa balbisiana BBB) was obtained at a temperature of 70 °C with a time of 90 minutes for both acetic acid and sulfuric acid solvents, yielding 12.63 and 14.09%, respectively. FTIR spectroscopy analysis reveals that the pectin extract exhibits functional groups with characteristic absorption bands in the specific wavelength regions consistent with pectin’s structure. These include O–H stretching vibrations, –CH₃ groups in the methoxyl (COOCH₃) branch, C–H bonds, C=O carbonyl groups, C–O bonds, and ether (C–O–C) linkages.
OPTIMASI PROSES ADSORPSI PENURUNAN ANGKA ASAM BIO-OIL HASIL PIROLISIS BATANG TEMBAKAU MENGGUNAKAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (RSM) Haque, Annisa Mutiara Salma; Ristikawati, Anita; Santi, Sintha Soraya
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31711

Abstract

Limbah tembakau, khususnya batang tembakau, masih kurang dimanfaatkan meskipun Indonesia merupakan salah satu produsen tembakau terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas bio-oil yang berasal dari pirolisis limbah tembakau dengan menurunkan bilangan asam melalui adsorpsi menggunakan karbon aktif. Keasaman yang tinggi dari bio-oil berdampak negatif pada stabilitas, korosivitas, dan efisiensi energi, sehingga membatasi aplikasi langsung sebagai bahan bakar. Proses percobaan melibatkan pirolisis pada suhu 400°C, diikuti dengan adsorpsi dengan karbon aktif pada berbagai massa dan waktu kontak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan massa adsorben dan waktu adsorpsi secara signifikan menurunkan bilangan asam bio-oil. Berdasarkan optimasi menggunakan RSM, kondisi terbaik diperoleh pada massa adsorben 14,964 g dan waktu adsorpsi 148,562 menit, dengan bilangan asam minimum sebesar 0,600 mg KOH/g. Karakterisasi tambahan, termasuk analisis proksimat dan pengukuran titik nyala, mengkonfirmasi peningkatan sifat bahan bakar. Temuan ini menggarisbawahi efektivitas adsorpsi karbon aktif sebagai metode yang hemat biaya dan terukur untuk meningkatkan kualitas bio-oil, mendorong penggunaan praktisnya dalam aplikasi energi terbarukan.

Page 3 of 3 | Total Record : 26