cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.s@untirta.ac.id
Phone
+62254-376712
Journal Mail Official
teknika@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jendral Sudirman KM 03, Cilegon 42435
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 1693024X     EISSN : 26544113     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/tjst
Core Subject : Engineering,
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi merupakan jurnal peer-reviewed dalam Bahasa Indonesia di bidang keteknikan, diantaranya bidang teknik sipil, bidang teknik mesin, bidang teknik industri, bidang teknik kimia, bidang teknik metalurgi, dan bidang teknik elektro.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2014): Edisi November 2014" : 11 Documents clear
PENGARUH ARAH SERAT KOMPOSIT SERAT DAUN PANDAN DURI DENGAN MATRIK POLYESTER TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEKUATAN IMPAK UNTUK APLIKASI BODY KENDARAAN MOTOR Sunardi Sunardi; Mohammad Fawaid; Rina Lusiani; Cahyadi Cahyadi
Jurnal Teknika Vol 10, No 2 (2014): Edisi November 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v10i2.6675

Abstract

Kebutuhan material dalam dunia industri otomotif sangat tinggi menuntut untuk seekonomis mungkin tanpa mengurangi kekuatan dari material tersebut. Hal ini yang mendorong pemanfaatan sumber daya alam (serat pandan duri) untuk merekayasa material komposit yang lebih baik daripada yang sudah ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arah serat pada komposit daun pandan duri terhadap kekuatan tarik dan kekuatan impak yang diaplikasikan untuk bodi motor. Serat yang digunakan dalam penelitian ini adalah serat daun pandan duri dengan matrik resin polyester dan filler serbuk alumunium. Arah serat dalam penelitian ini adalah horizontal, vertikal, acak, dan cross. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekuatan tarik terbesar didapat pada komposit dengan arah serat vertikal yaitu sebesar 20,741 N/mm2. Sedangkan kekuatan tarik terkecil didapat pada komposit dengan arah serat horizontal yaitu sebesar 17,955 N/mm2. Untuk kekuatan tarik komposit arah serat acak dan cross secara berurut adalah 18,716 N/mm2 dan 19,285 N/mm2. Sedangkan kekuatan impak terbesar didapat pada komposit dengan arah serat vertikal yaitu sebesar 0,46 Joule/cm2. Sedangkan nilai kekuatan impak terkecil didapat pada komposit dengan arah serat horizontal yaitu sebesar 0,29 Joule/cm2. Untuk kekuatan impak komposit dengan arah serat acak dan cross secara berurut adalah 0,33 Joule/cm2 dan 0,38 Joule/cm2.
PEMBUATAN CYCLONE BURNER DENGAN BAHAN BAKAR SERBUK BATUBARA DENGAN KAPASITAS 76 kg/jam Imron Rosyadi; Ni Ketut Caturwati; Fahrizal Pradana Putra
Jurnal Teknika Vol 10, No 2 (2014): Edisi November 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v10i2.6669

Abstract

Proses konversi batubara menjadi kalor terjadi di burner yang terletak di furnance. Jenis pembakaran batubara pada PLTU bermacam–macam, yaitu: grate, fuidized bed, dan pulverized coal combustion. Cyclone Burner adalah burner yang prinsip kerjanya menggunakan jenis pulverized coal combustion. Burner ini menggunakan bahan bakar batubara bubuk (pulverized coal) yang memiliki ukuran 50-200 mesh. Penelitian ini bertujuan untuk merancang cyclone burner yang dapat mengumpankan bahan bakar secara kontinu dan menghasilkan temperature pembakaran yang tinggi. Hasil rancangan yang dibuat , burner terdiri air blower, screw feeder, system gas burner dan sebuah inverter. Dengan komponen tersebut alat dapat berfungsi dengan baik ditandai dengan tercapainya parameter prestasi atau unjuk kerja yang diinginkan yaitu temperature dan panjang api. Temperatur maksimal yang dihasilkan yaitu 1014°C. Titik ini dicapai pada massa aliran bahan bakar paling besar (0,0357 kg/s). Panjang api optimum dihasilkan dari masukan batubara sebesar 0,0357 kg/s dihasilkan lidah api sekitar 58,49 cm.
PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU PYROLISIS TERHADAP NILAI KALOR BRIKET TEMPURUNG KELAPA SAWIT Ni Ketut Caturwati; Endang Suhendi; Eko Prasetyo
Jurnal Teknika Vol 10, No 2 (2014): Edisi November 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v10i2.6677

Abstract

Sumber energi utama yang selama ini dipergunakan dalam kehidupan manusia merupakan sumber energi yang berasal dari bahan bakar fosil, dimana harga bahan bakar ini semakin mahal akibat cadangan energi yang kian terbatas. Untuk itu berbagai upaya dilakukan dalam mencari energi alternative yang mungkin dapat dipergunakan sebagai pengganti energi fosil. Pemanfaatan limbah seperti tempurung kelapa sawit telah mulai dilakukan dengan membuatnya menjadi briket sehingga memiliki nilai kalor yang cukup besar sebagai bahan bakar alternatif pengganti batubara atau bahan bakar lain seperti minyak dan gas. Dalam penelitian ini dilakukan proses pyrolisis terhadap tempurung kelapa sawit dengan variasi temperatur pirolisis : 200 °C, 300 °C, 350 °C dan 400 °C dengan waktu pirolisis selama : 1 jam, 1,5 jam dan 2 Jam. Padatan (Char) hasil pyrolisis dibuat sebagai bahan baku briket. Dilakukan pengujian nilai kalor dari briket yang dihasilkan melalui proses pyrolisis dengan variasi temperatur dan waktu proses. Hasil pengujian nilai kalor briket menunjukkan proses pyrolisis dengan temperatur 400 °C serta waktu proses 1 jam menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 7070 cal/gram. Nilai ini mendekati nilai kalor batubara berkualitas (antrasit) yang memiliki nilai kalor 31 kJ/gr atau setara dengan 7405 cal/gram.
PEMANFAATAN LIMBAH BOTOL PLASTIK POLY ETHYLENE TEREPHTHALATE (PET) SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR PEMBUATAN BETON Zulmahdi Darwis; Soelarso Soelarso; Tb Ahmad Faisal
Jurnal Teknika Vol 10, No 2 (2014): Edisi November 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v10i2.6670

Abstract

Pertumbuhan teknologi beton yang semakin berkembang, berbagai penelitian telah banyak dilakukan baik oleh kalangan praktisi maupun dari kalangan peneliti. Berbagai jenis teknologi beton telah diperkenalkan dan digunakan, kini secara umum seperti penggunaan serat baja dan Poly Ethylene Terephthalate(PET) sebagai substitusi agregat kasar. Memanfaatkan limbah sampah dengan pengolahaan atau daur ulang sampah untuk dijadikan bahan substitusiagregat dari botol kemasan plastik Poly Ethylene Terephthalate(PET). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton dengan bahan agregat kasar buatan dari limbah botol plastik minuman kemasan ulang atau Poly Ethylene Terephthalate (PET), dan mempelajari pengaruh dan efektifitas akan penggunaan bahan pengganti agregat kasar buatan (PET) sebagai bahan pembentukan beton. Penelitian ini menggunakan komposisi penggantian Agregat Kasar dengan Plastik Poly Ethylene Teherphtalate (PET) sebanyak 50% dan 100% , dengan kuat tekan beton rencana 20 MPa. Jumlah sampel sebanyak 45 sampel yang terdiri dari 3 variasi. Sampel di uji pada umur 3, 7, 14, 21 dan 28 hari. Hasil pengujian kuat tekan dengan umur rencana 28 hari, di dapat kuat tekan menurun dari beton yang menggunakan substitusi agregat kasar buatan Poly Ethylene Terephthalate(PET) terhadap beton normal, hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut beton normal Tipe N (0% PET) sebesar 24,56 MPa, Tipe A beton (50% PET) sebesar 18,90 MPa, Tipe B beton (100% PET) sebesar 18,26 Mpa. Pencapaian hasil dari agregat kasar buatan Poly Ethylene Terephthalatedapat memudahkan pelaksanan pembuatan beton. Pelaksanaan yang dimaksud adalah proses penimbangan bahan, cara pembuatan, pengadukan, pencetakan, pemadatan, penggetaran beton dan penyelesaian beton.
ANALISIS KESELAMATAN TRANSPORTASI PENYEBERANGAN LAUT DAN ANTISIPASI TERHADAP KECELAKAAN KAPAL DI MERAK-BAKAUHENI Agung Sudrajad; Danny Faturachman; Muswar Muslim
Jurnal Teknika Vol 10, No 2 (2014): Edisi November 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v10i2.6678

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni adalah jalur lintas penghubung antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Dengan perannya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi antar pulau, diharapkan kelancaran pergerakan penumpang dan barang dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Penelitian penyeberangan pada lintas Merak-Bakauheni dilakukan untuk menganalisis pergerakan orang dan barang dengan mendasarkan pada waktu pelayanan. jumlah kapal penyeberangan, dan jumlah dermaga, sehingga dapat tercapai penyelenggaraan pelayanan angkutan penyeberangan Merak-Bakauheni yang cepat, tepat, aman, dan nyaman. Transportasi umum di era saat sekarang merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi setiap masyarakat dalam menunjang segala aktifitas dan rutinitasnya sehari-hari, PT. ASDP Indonesia Ferry Persero sebagai penyelenggara penyeberangan sangatlah berperan penting dalam menyelenggarakan transportasi publik yang layak di Negara kita. Permasalahan dalam penelitian ini adalah keselamatan di bidang transportasi penyeberangan laut di Merak-Bakauheni karena belum adanya standar keselamatan transportasi penyeberangan laut dengan melihat kondisi langsung di kapal dan kondisi pelabuhan penyeberangan lautnya. Hasil yang diharapkan dengan penelitian ini adalah dapat menginventarisasi standar keselamatan dan antisipasii sejauh mana keselamatan di kapal Ferry sehingga dapat diformulasikan rekomendasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan di kemudian hari
IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA PADA LANTAI PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN METODE HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSTMENT (HIRA)DAN FAILURE MODE EFFECT ANALYZE (FMEA) DI PT. INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR TBK. PABRIK TANGERANG Kulsum Kulsum; Chaerunnisa H.N.
Jurnal Teknika Vol 10, No 2 (2014): Edisi November 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v10i2.6672

Abstract

Perkembangan industri yang semakin meningkat pesat membuat setiap industri harus siap berkompetisi dengan pesaing lainnya untuk mendapatkan suatu keunggulan. Keunggulan kompetisi dipengaruhi oleh beberapa faktor selain dilihat dari segi kualitas, keunggulan kompetisi tersebut dipengaruhi oleh manajemen sumber daya yang baik. Dimana apabila suatu perusahaan mempunyai sumber daya yang baik maka akan meningkatkan keuntungan secara tidak langsung dan dapat meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu dalam meningkatkan sumber daya yang ada maka suatu perusahaan perlu adanya sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3) yang baik juga.Pada penelitian ini dilakukan kegiatan observasi identifikasi potensi bahaya kerja pada mesin dilantai produksi guna untuk mencegah bahaya kerja pada mesin dilantai produksi. Dimana dalam hal ini data input yang dibutuhkan data layoutperusahaan, data lingkungan fisik kerja, data observasi potensi bahaya. Data input tersebut digunakan untuk diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assesstment(HIRA) dan Failure Mode Effect Analyze(FMEA). Sehingga outputyang didapatkan untuk mengetahui kategori resiko potensi bahaya kerja di mesin lantai produksi, mengetahui nilai rankresiko terbesar dan penyebab resiko terbesar tersebut.
DETEKSI WAJAH PADA CITRA BERWARNA MENGGUNAKAN COLOR-BASED METHOD DAN FEATURE-BASED METHOD Endi Permata
Jurnal Teknika Vol 10, No 2 (2014): Edisi November 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v10i2.6679

Abstract

Deteksi wajah merupakan tahapan awal yang penting dalam proses pengenalan wajah. Teknik-teknik pengenalan wajah yang dilakukan selama ini banyak yang menggunakan asumsi bahwa data wajah yang tersedia memiliki ukuran yang sama dan latar belakang yang seragam. Di dunia nyata, asumsi ini tidak selalu berlaku karena wajah dapat muncul dengan berbagai ukuran dan posisi di dalam citra dan dengan latar belakang yang bervariasi. Penelitian ini menggunakan kombinasi dari metode color-based dan feature-based. Terdapat dua tahapan utama dalam penelitian ini. Pertama, segmentasi kulit pada ruang warna YCbCr. Kedua, ekstraksi fitur wajah menggunakan rasio tinggi terhadap lebarkan di data wajah, pencarian area mulut dan pencarian area mata. Hasil dari penelitian ini, dari pendeteksian pada 45 citra warna dengan background kompleks didapat presentase keberhasilan sebesar 66,67%.
KAJIAN EKSTRAKSI BIJIH NIKEL LIMONIT BULI DENGAN ASAM SULFAT DAN KARAKTERISASI RESIDU HASIL EKSTRAKSI Tri Partuti; Johny Wahyuadi Soedarsono
Jurnal Teknika Vol 10, No 2 (2014): Edisi November 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v10i2.6663

Abstract

Ekstraksi bijih nikel limonit untuk mendapatkan kondisi optimum ekstraksi telah dilakukan. Karakterisasi bijih nikel limonit dari daerah Buli, Halmahera menunjukkan deposit termasuk jenis oksida. Unsur nikel ditemukan bergabung dengan magnesium silikat dalam fasa liebenbergite (7,67 wt%). Ekstraksi dengan asam sulfat dilakukan pada temperature 60oC selama 4 jam. Kondisi optimum untuk ekstraksi bijih nikel limonit Buli adalah dengan ukuran partikel -100#, konsentrasi asam sulfat 30 vol%, volume asam sulfat sebanyak 200 ml dan pH filtrat pada kondisi asam (pH=2). Dengan volume asam sulfat sebanyak 200 ml, dapat mengekstraksi nikel sebesar 18,64% untuk 100 gram bijih limonit. Unsur nikel tidak ditemukan dalam residu hasil ekstraksi. Residu hasil ekstraksi mengandung fasa goethite (59,84 wt%), melanterite (22,99 wt%) dan kuarsa (17,17 wt%).
PENGARUH SUDUT NOZZLE TERHADAP PERMANENT PRESSURE DROP AND DISCHARGE COEFFICIENT PADA NOZZLE FLOW METER Ainul Ghurri; SPG Gunawan Tista
Jurnal Teknika Vol 10, No 2 (2014): Edisi November 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v10i2.6674

Abstract

Nozzle flow metermerupakan salah satu alat ukur aliran berbasis perbedaan tekananyang banyak digunakan dalam dunia industridimana aliran dihitung didasarkan pada persamaan Bernoulli dengan menghitung pressure dropyang terjadi pada aliran yang melewati sebuah penghalang berbentuk nozzle yang dipasang dalam aliran tersebut. Pengujian nozzle flow metertelah dilakukan dengan menggunakan plat nozzle dengan rasio diameter β = 0.5 yang memiliki ketebalan 15 mm dan sudut kemiringan nozzle (α) sebesar5˚, 10˚, 15˚, 20˚ dan, 25˚. Pengujian dilakukan pada laju alir volumetris 10 s/d 30 L/menit ekivalen dengan bilangan Reynolds (Re) 9000 s/d 30000. Posisi pressure tap untuk nozzle flow meter yang diuji dipilih 1 inch di hulu aliran plat nozzle dan 1 inch di hilir aliran plat nozzle, sesuai hasil pengujian awal yang menghasilkan kapasitas aliran teoritis yang paling mendekati nilai aktualnya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sudut nozzle tidak berpengaruh signifikan terhadap permanent pressure drop aliran melintasi plat nozzle, namun kecenderungannya adalah semakin menurun jika sudut nozzle semakin besar. Permanent pressure drop yang terjadi berkisar antara 60.1% pada sudut nozzle 25o dan yang tertinggi 63.6% pada sudut 5o. Sudut nozzle yang lebih besar berdampak aliran bergerak lebih konvergen menuju vena contracta danmeminimalisir kehilangan energi pada proses konversi dari energi tekanan menjadi energi kinetik aliran. Nilai discharge coefficient (Cd) yang dihasilkan seluruh pengujian berkisar antara 0.9 s/d 1.07 dimana angka ini tidak jauh berbeda dengan yang ditunjukkan dalam beberapa literatur dan publikasi. Nilai Cd yang paling mendekati literatur berdasar Re yang diuji adalah untuk sudut nozzle 20o..
SINTESIS DAN KARAKTERISASI EPOKSI NANOKOMPOSIT BERPENGUAT Fe-Ni NANOPARTIKEL DENGAN VARIASI FRAKSI BERAT SERTA WAKTU SONIKASI Adhitya Trenggono; Satrio Herbirowo; Anistasia Milandia; Agung Sudrajat
Jurnal Teknika Vol 10, No 2 (2014): Edisi November 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v10i2.6680

Abstract

Nanokomposit adalah proses penggabungan dua atau lebih material antara matriks dengan reinforced pada skala nanostruktur untuk membentuk material baru yang lebih bermanfaat dalam industri manufaktur maupun rekayasa bahan. Nanokomposit memiliki keunggulan seperti dapat menghasilkan bahan komposit yang ringan, kuat, ramah lingkungan serta ekonomis. Pada penelitian ini, terdapat empat fraksi berat dan variasi waktu sonikasi untuk mengetahui fraksi berat terbaik dari hasil sintesis dan didapatkan nilai pengujian kekerasan dan thermal yang semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah fraksi berat dari filler nanopartikel. Dua varian waktu sonikasi yang dilakukan untuk mengetahui waktu sonikasi terbaik dalam proses terdispersinya nanopartikel di dalam matriks epoksi resin yang berpengaruh pada sifat mekanik nanokomposit polimer yang dihasilkan dari proses sintesis dan hasil pengujian hardnesstertinggi didapatkan pada komposisi fraksi berat 10 %wt dan waktu sonikasi 30 menit dengan nilai kekerasan sebesar 80 shore D serta memiliki nilai temperatur Tg tertinggi dari hasil pengujian thermal sebesar 83°C. Pada pengamatan hasil foto struktur permukaan patahan yang dilakukan terlihat nanopartikel sudah terdispersi secara homogen pada waktu sonikasi 30 menit lebih baik daripada waktu sonikasi 60 menit karena tidak timbul sifat porous atau void pada hasil sintesis nanokomposit.

Page 1 of 2 | Total Record : 11