cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.s@untirta.ac.id
Phone
+62254-376712
Journal Mail Official
teknika@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jendral Sudirman KM 03, Cilegon 42435
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 1693024X     EISSN : 26544113     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/tjst
Core Subject : Engineering,
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi merupakan jurnal peer-reviewed dalam Bahasa Indonesia di bidang keteknikan, diantaranya bidang teknik sipil, bidang teknik mesin, bidang teknik industri, bidang teknik kimia, bidang teknik metalurgi, dan bidang teknik elektro.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2011): Edisi November 2011" : 9 Documents clear
KALIBRASI DAN VALIDASI SENSOR SEBAGAI ALAT UKUR GAS CO 2 YANG DIHASILKAN PADA PROSES FOTOKATALISIS SENYAWA AKTIF DETERGEN Yeyen Maryani
Jurnal Teknika Vol 7, No 2 (2011): Edisi November 2011
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v8i2.6709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja dan kelayakan dari alat dan metode analisis detergen baru yang didasarkan pada proses fotokatalisis untuk mendegradsi LAS dan ABS sebagai senyawa aktif detergen. Pengujian dilakukan dengan mengukur gas CO yang terbentuk dari hasil degradasi pada waktu 1 jam selama 5 jam reaksi. Dari hasil-hasil penentuan tersebut diuji parameter analitisnya Hasil uji kinerja reaktor diperoleh parameter analitik sebagai berikut, kepekaan : 0,394 sampai 0,460, batas deteksi : 0,16 mg/L, ketepatan (persen galat relatif) : 0,94% sampai 12,88% dan kecermatan ( persen simpangan baku) : 0,12 % sampai 0,14%, rentang linearitas : 0,4 mg/L sampai 2 mg/L.Hasil kalibrasi menggunakan larutan standar terhadap alat ini diperoleh persamaan regresi y = 1,033x – 77,713 dengan nilai R22= 0,988, hal ini menunjukkan bahwa alat tersebut telah terkalibrasi dan layak untuk digunakan sebagai alat ukur. Hasil pengujian juga menujukkan bahwa kombinasi proses fotokatalisis dan pengukuran menggunakan sensor CO, yang dirangkai dalam suatu alat uji (kit test), dapat digunakan untuk analisis LAS dan ABS yang terlarut di perairan dengan konsentrasi di atas atau sama dengan 25 mg/L. Menurut pengujian parameter analitis metode ini tidak seakurat metode standar MBAS, namun metode yang dikembangkan ini bersifat praktis karena dapat dioperasikan dilapangan juga bersifat efektif dan efisien karena mempunyai prosedur yang sederhana, tidak memerlukan bahan kimia yang banyak dan mudah dioperasikan.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK BAHAN BAKU DAN BARANG JADI PADA BAGIAN GUDANG DENGAN PENDEKATAN STORAGE/RETRIEVAL Lely Herlina; Evi Febianti; Nur Darmawati
Jurnal Teknika Vol 7, No 2 (2011): Edisi November 2011
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v8i2.6714

Abstract

Gudang merupakan tempat penyimpanan bahan baku, barang setengah jadi maupun barang jadi sebelum didistribusikan ke konsumen. Keberadaan gudang dapat mendukung proses produksi, sehingga pengaturan barang yang baik di dalam gudang dapat meningkatkan utilisasi dan memperpendek jarak transportasi. PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak dibidang zat warna. Masalah pergudangan yang ada di PT. XYZ adalah tempat penyimpanan bahan baku dan barang jadi belum tertata dengan baik, sehingga proses pencarian suatu material akan lama sebagai akibat dari sulitnya mengidentifikasi lokasi suatu material. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak perjalanan total yang minimum untuk bahan baku dan barang jadi, juga merancang tata letak bahan baku dan barang jadi sehingga dapat mempermudah proses penyimpanan dan pengambilan material. Pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah pada penelitian ini adalah Storage/Retrieval yaitu suatu metode untuk menyusun satu atau beberapa produk dalam satu lokasi penyimpanan yang fix. Data diolah dengan memperhitungkan space requirement, throughput dan penempatan produk. Penempatan produk dilakukan dengan cara menempatkan produk berdasarkan nilai perbandingan throughput dan kebutuhan ruang terbesar pada jarak terkecil terhadap titik I/O. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak perjalanan total yang minimum dari hasil pergerakan forklift untuk bahan baku adalah sebesar 1716,73 m dan untuk bahan jadi sebesar 1439,52 m.
KARAKTERISTIK STRUKTUR MIKRO HASIL PROSES HARDENING BAJA AISI 1045 MEDIA QUENCHING UNTUK APLIKASI SPROCHET RANTAI Agus Pramono
Jurnal Teknika Vol 7, No 2 (2011): Edisi November 2011
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v8i2.6710

Abstract

Pada baja AISI 1045 dilakukan dengan proses heat treatment (perlakuan panas), yang dilanjutkan dengan proses quenching, tujuannya untuk mendapatkan struktur martensit yang keras dan memiliki ketahanan aus yang baik. Struktur Mikro yang dicapai tergantung pada temperatur pemanasan, holding time, dan laju pendinginan yang dilakukan pada laku panas. Struktur Mikro dari baja AISI 1045 yang dicapai pada proses perlakuan panas dilanjutkan quenching agitasi dengan tebal sampel dan volume air yang divariasikan, sehingga diperoleh struktur mikro pada masing-masing sampel dengan variasi dan bentuk yang berbeda-beda, hal ini disebabkan faktor lain yang mempengaruhi terjadinya perbedaan sifat mekanik pada masing-masing sampel yaitu jumlah martensit yang terbentuk dari hasil proses laku panas yang dipengaruhi oleh tebal sampel dan volume air quenching yang mempengaruhi banyaknya martensit.
PERBAIKAN KUALITAS LAYANAN DAN KEPUASAN NASABAH PERBANKAN Rachmad Hidayat
Jurnal Teknika Vol 7, No 2 (2011): Edisi November 2011
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v8i2.6715

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi atribut layanan yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuesioner. Data yang dikumpulkan adalah persepsi dan harapan nasabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 prioritas utama yang harus ditingkatkan, karena kualitas layanan yang dirasakan masih lebih rendah dari harapan. Delapan faktor yang perlu ditingkatkan adalah pelayanan jam kas dipersepsikan tidak sesuai dengan jadwal, kemampuan karyawan dalam menangani keluhan dan pengaduan tidak bagus, komunikasi antara petugas dan nasabah tidak mudah, karyawan tidak mampu menangani nasabah yang memerlukan bantuan, karyawan tidak cepat menangani keluhan dan pengaduan, pembukaan rekening nasabah baru tidak dilakukan dengan cepat dan tanggap, kemudahan dalam proses pembukaan rekening menjadi nasabah baru, dan pelayanan yang berkaitan dengan penarikan dana.
RELAYOUT FASILITAS PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA BLOCPLAN Evi Febianti; Lely Herlina; Febrina Khoiriah
Jurnal Teknika Vol 7, No 2 (2011): Edisi November 2011
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v8i2.6711

Abstract

Pengaturan tata letak fasilitas akan memperoleh performansi produksi berjalan produktif. Relayout fasilitas ini diterapkan pada bagian produksi sebuah Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak di bidang pengolahan makanan. Permasalahan yang sering terjadi adalah ketidakteraturan proses pemindahan aliran bahan baku dan jarak antar stasiun dibagian produksi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan tata letak fasilitas dengan meminimasi ongkos material handling. Pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan bantuan software Blocplan. Hasil pengolahan data memperoleh total ongkos material handling per hari adalah sebesar Rp 292.323,360, serta hasil pengolahan data dengan Blocplan menunjukan pengurangan total ongkos material handling sebesar Rp 144.364,403 atau terjadi penurunan sebesar 49,38%.
OPTIMASI PARAMETER PEMESINAN END MILL MATERIAL BAJA KARBON RENDAH MENGGUNAKAN RESPONSE SURFACE METHOD (RMS) Faula Arina; Muhammad Adha Ilhami; Dian Friana Hidayat
Jurnal Teknika Vol 7, No 2 (2011): Edisi November 2011
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v8i2.6716

Abstract

Setiap komponen mesin, umumnya dibuat dari logam yang memiliki bentuk beraneka ragam. melalui proses pemesinan sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan. Di dalam proses, pengaturan parameter pemesinan yaitu kecepatan potong (cutting speed), kecepatan pemakanan (federate) dan kedalaman potong (depth of cut) penting untuk dilakukan karena tingkat kekasaran permukaan yang tinggi dapat berpengaruh pada permukaan logam yang tidak bercahaya/buram serta kasar. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah meminimumkan kekasaran permukaan (surface roughness) logam baja rendah dengan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) pada proses pemotongan oleh mesin CNC milling 3-axis. RSM terdiri dari dua tahap yaitu percobaan orde pertama dan orde dua. Pada orde pertama percobaan dilakukan sebanyak tiga kali yaitu untuk penyaringan faktor (screening factor) menggunakan factorial desain, steepest descent dan percobaan ketiga untuk menguji kesesuaian model orde satu. Sedangkan pada orde keduadilakukan percobaan sekali yaitu untuk central composite design. Pada penelitian ini factor awal yang diduga berpengaruh yaitu kecepatan potong (cutting speed), kecepatan pemakanan (feedrate) dan kedalaman potong (depth of cut) dengan masing-masing level faktor yaitu 70 dan 90 m/min, 0,1 dan 0,25 mm/min dan 0,22 dan 0,5 mm. Hasil dari penelitian ini yaitu percobaan dari orde satu diperoleh prediksi persamaan model y = 1,1447-0,158 x1 + 0,064 x2 dengan faktor yang berpengaruh secara signifikan adalah kecepatan potong dan kecepatan pemakanan dengan respon tingkat kekasaran permukaan. Hasil proses pemotongan CNC milling 3-axis yang optimum diperoleh sebesar 0,9227 µm dengan level factor untuk kecepatan potong dan kecepatan pemakanan adalah 110 m/min dan 0,225 mm/min.
OLEORESIN BIJI PALA HASIL EKSTRAKSI MASERASI MENGGUNAKAN PELARUT METANOL Jayanudin Jayanudin; Rizkina Ika Aryana
Jurnal Teknika Vol 7, No 2 (2011): Edisi November 2011
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v8i2.6712

Abstract

Oleoresin pala adalah cairan berbentuk kental yang berbau khas dan banyak dimanfaatkan untuk bahan-bahan kosmetik dan makanan. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh besarnya rendemen maksimal berdasarkan kondisi operasi ekstraksi maserasi.Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah ekstraksi 20 gram biji pala kering yang sudah dihaluskan dengan ukuran 20+30 mesh, -40+50 mesh dan -60+80 mesh menggunakan pelarut metanol. Perbandingan berat partikel pala dan metanol sebesar 1 : 4, 1 : 5, 1 : 6, suhu ekstraksi adalah 40oC, 50oC dengan kecepatan pengadukan sebesar 700 rpm selama 6 jam. Tahap kedua adalah proses pemurnian dengan distilasi pada suhu 62oC – 65oC selama 6 jam. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, % rendemen oleoresin pala terbesar adalah 3,2 gram dengan kondisi ektraksi maserasi pada suhu 40C, ukuran partikel -40+50 mesh dan perbandingan berat partikel dengan metanol adalah 1 : 6.
MODEL PEMANFAATAN BIODIESEL TERHADAP KETERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK PADA SEKTOR TRANSPORTASI UMUM DI DKI JAKARTA Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknika Vol 7, No 2 (2011): Edisi November 2011
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v8i2.6717

Abstract

Pemanfaatan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif untuk subtitusi bahan bakar diesel/solar pada sektor transportasi di DKI Jakarta merupakan salah satu alternatif solusi dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar khususnya pada sektor transportasi yang berbahan bakar diesel. Dengan pemanfaatan biodiesel ini, diharapkan adanya kesinambungan persediaan BBM terhadap pemenuhan kebutuhan BBM di DKI Jakarta. Oleh karena itu, dalam menunjang kelancaran distribusi BBM dan Biodiesel sebagai subtitusi Solar, dibutuhkan sebuah sistem perencanaan yang secara integralistik dengan mengacu kepada program ketersediaan energi dan udara bersih secara berkelanjutan di DKI Jakarta.Model perencanaan yang dibuat menggunakan alat bantu perangkat lunak Powersim 2005, yang merupakan tools pembuatan model pemanfaatan biodiesel di DKI Jakarta. Dengan model ini, kebutuhan BBM dan pemanfaatan biodiesel terhadap ketersediaan BBM dan CPO nasional di DKI Jakarta sampai tahun 2015 dapat diketahui. Peran transportasi dan energi sebagai motor penggerak aktivitas perekonomian di DKI Jakarta sangat signifikan. Pemakaian energi oleh transportasi selain memberikan dampak terhadap persediaan BBM juga berdampak terhadap lingkungan di DKI Jakarta yang semakin memperhatinkan. Simulasi model menunjukkan pada tahun 2015 transportasi di DKI Jakarta mencapai 15.318.592 unit dengan jumlah transportasi yang berbahan bakar diesel sebesar 801.120 unit. Bahan Bakar Diesel yang dibutuhkan sebesar 25.763.860 barrel, sedangkan rasio kebutuhan BBM dengan kebutuhan BBM nasional -255%. Dengan pencampuran biodiesel sebesar 15%, pada tahun 2015 Biodiesel yang dibutuhkan sebesar 8.140.068 Barrel, CPO yang dibutuhkan mencapai 575.875 Ton sedangkan Rasio Kebutuhan CPO dengan Produksi CPO 3,21% dan Rasio dengan kebutuhan BBM nasional berkurang menjadi -221 %. Dengan adanya pemanfaatan biodiesel ini, diharapkan mampu menjadi alternatif solusi yang efektif dalam pemenuhan bahan bakarkhususnya transportasi berbahan bakar diesel di DKI Jakarta.
PENGARUH LAJU ALIR AERASI TERHADAP KUALITAS EFFLUENT DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TEPUNG AREN Rahmayetty Rahmayetty; Aryudi Reza; Dede Fathurrahman
Jurnal Teknika Vol 7, No 2 (2011): Edisi November 2011
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v8i2.6713

Abstract

Unit pengolahan air limbah konvensional (proses lumpur aktif) memiliki beberapa kelemahan, antara lain level pencemar pada effluent seperti bahan organik, nitrogen, fosfor dan padatan terlarut cukup tinggi sehingga dibutuhkan pengolahan lanjutan, kontak antara air limbah, mikroorganisme dan oksigen yang kurang sempurna, perlu lahan yang luas, dan konsumsi energi yang tinggi. Pengolahan limbah dengan bioreaktor aerasi plat berlubang diharapkan dapat mengatasi kendala pada proses lumpur aktif konvensional dengan memberikan sistem pengolahan air limbah yang efektif, efisien dan memenuhi standar mutu yang ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan laju alir udara yang optimum terhadap kualitas effluent yang dihasilkan dalam mengolah limbah cair industri tepung aren. Pengolahan limbah industri tepung aren pada penelitian ini menggunakan bioreaktor plat berlubang dengan volume kerja 6 liter, dan sistem dirancang beroperasi kontinyu. Waktu Tinggal Cairan (WTC) yang digunakan adalah 18 jam dengan memvariasikan laju alir aerasi yaitu 2, 4, dan 6 liter/menit. Parameter proses yang diukur adalah BOD, COD, MLSS, pH. Hasil penelitian menunjukan semakin tinggi laju alir aerasi maka semakin tinggi juga persen penyisihan COD. Persen penyisihan COD yang didapatkan untuk laju alir aerasi 2, 4 dan 6 L/menit masing-masing adalah 63,63; 85,8 dan 86,36%.

Page 1 of 1 | Total Record : 9