cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.s@untirta.ac.id
Phone
+62254-376712
Journal Mail Official
teknika@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jendral Sudirman KM 03, Cilegon 42435
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 1693024X     EISSN : 26544113     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/tjst
Core Subject : Engineering,
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi merupakan jurnal peer-reviewed dalam Bahasa Indonesia di bidang keteknikan, diantaranya bidang teknik sipil, bidang teknik mesin, bidang teknik industri, bidang teknik kimia, bidang teknik metalurgi, dan bidang teknik elektro.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2012): Edisi Juni 2012" : 8 Documents clear
PENGARUH SUHU PIROLISIS DAN UKURAN TEMPURUNG KELAPA TERHADAP RENDEMEN DAN KARAKTERISTIK ASAP CAIR SEBAGAI PENGAWET ALAMI Jayanudin Jayanudin; Ahmad Suhendi; Jauharotul Uyun; Ali Hafid Supriatna
Jurnal Teknika Vol 8, No 1 (2012): Edisi Juni 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i1.6686

Abstract

Asap cair merupakan hasil dari pembakaran proses pirolisis yang dikondensasi. Asap cair mengandung senyawa asam dan turunannya serta senyawa fenol, sehingga dapat dijadikan sebagai pengawet alami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan % yield maksimum dan karakterisasi asap cair tempurung kelapa seperti viskositas, densitas, dan pH. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap pirolisis tempurung kelapa pada suhu 300, 400 dan 500oC, waktu pirolisis yaitu 2, 3 dan 4 jam, serta ukuran tempurung kelapa 6 – 10 mm, 4 – 6 mm, dan 1.6 – 4 mm. Tahap ini menghasilkan cairan berwarna merah kehitaman, sehingga dilakukan tahap kedua yaitu proses destilasi untuk mendapatkan asap cair yang murni. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan persen yield maksimum asap cair sebesar 37,35% pada temperatur pirolisis 500oC, selama 4 jam dengan ukuran tempurung kelapa sebesar 1.6 – 4 mm. Analisa karakteristik asap cair pada suhu 500C memiliki pH 2, densitas sebesar 1,084 gr/ml. viskositas kinematik sebesar 1,62 mm2/s.
ANALISIS NILAI INDEKS BULLWHIP EFFECT PADA SISTEM SUPPLY CHAIN DAN RANCANGAN PERBAIKAN DENGAN PENDEKATAN SIMULASI (Studi Kasus di PT.XYZ) Asep Ridwan; Muhammad Adha Ilhami; Intan Emeralda
Jurnal Teknika Vol 8, No 1 (2012): Edisi Juni 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i1.6681

Abstract

PT XYZ merupakan sebuah industri baja dengan sistem supply chain yang kompleks. Permasalahan yang terjadi adalah adanya pola pesan bahan baku bagian Direct Reduction Plant yang tidak pasti sehingga berpotensi terjadinya Bullwhip Effect. Dampaknya adalah kesalahan dalam memproduksi barang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks Bullwhip Effect dan merancang perbaikan dengan simulasi powersim. Penelitian dimulai dengan menghitung indeks Bullwhip Effect seluruh plant kemudian menentukan penyebabnya dengan Fishbone Diagram dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA) serta melakukan simulasi Powersim pada plant dengan indeks Bullwhip Effect kritis. Hasil penelitian menunjukkan indeks Bullwhip Effect pada Direct Reduction Plant = 4,05; Billet Steel Plant = 0,79; Slab Steel Plant 1 =1,14; Slab Steel Plant 2 =1,18; Hot Strip Mill = 1,04; Wire Rod Mill = 0,99; dan Cold Rolling Mill = 1,148. Penyebabnya adalah membeli bahan baku ketika harga murah sehingga terjadi penumpukan barang dan tidak melakukan pemesanan saat harga tinggi sehingga kekurangan bahan baku. Rancangan perbaikan yang diusulkan adalah melakukan kerja sama long term dengan pihak supplier sehingga harga relatif tetap dan berkelanjutan. Dengan simulasi yang diusulkan menunjukkan bahwa indeks Bullwhip Effect pada Direct Reduction Plant menurun dari 4,05 menjadi 1,00. Solusi ini untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan baku di gudang.
PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG DENGAN PROSES ESTERIFIKASI-TRANSESTERIFIKASI DENGAN KATALIS ASAM BASA Rudi Hartono; Jayanudin Jayanudin; Endrian Harzuli; Devi Nuraini M
Jurnal Teknika Vol 8, No 1 (2012): Edisi Juni 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i1.6687

Abstract

Krisis energi dunia yang terjadi pada dekade terakhir ini mendorong pengembangan energi alternatif dengan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan (rewenable resources). Bentuk energi alternatif yang mulai dikembangkan adalah biofuel yang mempunyai tingkat kelayakan teknologi cukup tinggi dimana dapat berupa bioethanol untuk menggantikan bensin, biodiesel menggantikan solar atau minyak bakar. Indonesia merupakan Negara agraris yang kaya akan bahan baku biodiesel dan bioethanol sebagai energi terbarukan. Tujuan penelitian ini adalah mencari kondisi operasi optimum dalam pembuatan biodiesel dari minyak nyamplung dengan menggunakan katalis asam-basa. Dalam proses pembuatan biodiesel dari Minyak nyamplung melewati tahapan proses, yaitu proses esterifikasi dan transesterifikasi. Variasi katalis yang di gunakan sebanyak 1.5%, 2% dan 2.5% dengan lama waktu reaksi 30 menit, 60 menit, dan 75 menit, temperature reaksi 60C. Kondisi maksimum penelitian ini berdasarkan kualitas biodiesel yang memenuhi standar SNI adalah menggunakan katalis NaOH 2,5% waktu reaksi 75 menit dengan Cetane number 53.32 ,bilangan asam 0.72mg NaOH/g sampel ,viskositas 5.78 cSt ,densitas 0.88g/ml, dan rendemen 66.5% .
PURIFIKASI POLY-Β HYDROXY BUTYRATE DARI GLUKOSA DALAM CUPRIAVIDUS NECATOR Dhena Ria Barleany; Wiratni Wiratni; Maryati Maryati; Nisrina Utami
Jurnal Teknika Vol 8, No 1 (2012): Edisi Juni 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i1.6682

Abstract

Poly β-hydroxybutyrate (PHB) merupakan polimer yang paling umum dijumpai dari kelas Polyhydroxyalkanoate (PHA) dan merupakan jenis plastik dengan sifat 100% biodegradable. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengaruh kondisi lysis dan ekstraksi dalam menghasilkan yield PHB di dalam Cupriavidus necator dengan substrat glukosa. Cupriavidus necator ditumbuhkan dalam medium Ramsay dan sumber karbon berupa glukosa menggunakan fermentor sistem batch. Hasil fermentasi dicuci dengan NaCl 0.625%, kemudian dilakukan sentrifugasi sehingga diperoleh pelet sel dan beningan (supernatant). Proses purifikasi dilakukan melalui dua tahap, yaitu lisis dan ekstraksi. Tahap lysis dilakukan menggunakan hidrogen peroksida (H2O2) dengan konsentrasi 5% dan 10% dan variasi temperatur 40 °C dan 80 °C. Ekstraksi PHB menggunakan kloroform (CHCl3) dengan temperatur operasi 30 °C dan 50 °C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield PHB (grPHB/gr sel kering) tidak dipengaruhi secara signifikan oleh masing-masing variabel konsentrasi H2O2, temperatur lisis dan temperatur ekstraksi, tetapi dipengaruhi secara signifikan oleh interaksi ketiga variabel tersebut. Metode ANOVA dengan two-factor factorial design menunjukkan bahwa interaksi antara ketiga variabel didapat nilai Fo(9.482) yang lebih besar dari nilai F 0,05,1,8 (5.32). Yield PHB terbesar diperoleh pada konsentrasi H25%, temperatur lisis 40 °C dan temperatur ekstraksi 50 °C.
PEMODELAN PERILAKU KOROSI BAJA PADUAN (Fe-Cr-Ni) MENGGUNAKAN METODA DINAMIKA MOLEKULAR Yanyan Dwiyanti
Jurnal Teknika Vol 8, No 1 (2012): Edisi Juni 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i1.6688

Abstract

Korosi adalah proses degradasi logam akibat interaksi dengan lingkungan secara elektrokimia. Korosi fisik pada umumnya disebabkan adanya destruksi pada material. Serangan korosi terhadap struktur-struktur tersebut dapat menimbulkan kerugian yang besar baik dari segi teknis maupun ekonomis. Dalam penelitian ini, dilakukan simulasi untuk mengetahui sifat korosif pasir silika (SiO2) terhadap baja paduan besi, krom dan nikel (56%Fe-13%Cr-31%Ni) dengan menggunakkan program komputer DL_POLY. Potensial interaksi diasumsikan memenuhi model potensial Lennard-Jones. Parameter-parameter Lennard-Jones diperoleh dengan fitting data dari literatur. Algoritma Verlet digunakan untuk persamaan gerak dalam simulasi. Sel simulasi yang dipakai berupa struktur BCC (Body Centre Cubic) untuk sistem baja paduan dan Triclinic untuk sistem pasir silika yang masingmasing diisi oleh 432 atom dan 324 atom. Kecepatan awal atom-atom dibuat dengan generator random dan temperaturnya dikontrol menggunakan metoda Nose-Hoover thermostat. Temperatur yang digunakan dalam pengukuran adalah 300K, 450K, 600K, dan 750K. Dalam simulasi ini menunjukkan bahwa interaksi Si lebih kuat dibandingkan oksigen terhadap baja paduan, sehingga Si dapat merusak permukaan baja paduan sebelum terjadinya oksidasi oleh oksigen. Koefisien difusi mengalami peningkatan dalam setiap kenaikkan temperatur. Koefisien difusi Si untuk temperatur 300K, 450K, 600k, dan 750K adalah 9.29628E-10 , 1.40897E-10 , 1.61842E-09 , dan 5.90994E-09.
PEMANFAATAN LIMBAH DAPUR LISTRIK FINES PELLET UNTUK PEMBUATAN BESI SPONS Erlina Yustanti
Jurnal Teknika Vol 8, No 1 (2012): Edisi Juni 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i1.6683

Abstract

Limbah industri fines pellet yang dimiliki oleh PT. X sekitar 75.000 ton pertahun, dengan kandungan Fe sekitar 65-69%. Oleh karenanya maka perlu dilakukan penelitian guna memanfaatkan limbah industri ini untuk dijadikan bahan baku pembuatan besi spons. Parameter yang berpengaruh terhadap kinetika reaksi diantaranya adalah ukuran butir dan temperatur reduksi. Variasi ukuran butir fines pellet yang digunakan antara 130,97 sampai dengan 3700 μm yang dicampur dengan batubara lignit sebagai reduktor dengan komposisi 50:50 wt% Proses reduksi dilakukan dengan tube furnace pada temperatur 900C dan 1000oC dengan waktu tahan selama 90 menit. Hasil penelitian menunjukkan pada ukuran butir 130,97 μm dan temperatur 1000oC memiliki nilai persen metalisasi 89,23% dan persen reduksi 93,08%. Sedangkan energi aktivasi terendah dicapai pada ukuran butir 130,97 μm dengan nilai energi aktivasi sebesar 13,70 kkal/mol. Nilai persen metalisasi dan persen reduksi meningkat seiring dengan kenaikan temperatur reduksi dan berbanding terbalik terhadap ukuran butir fines pellet. Pada ukuran terkecil 130,97 μm memiliki nilai persen metalisasi dan persen reduksi maksimal dikarenakan dengan ukuran butir paling kecil memiliki luas permukaan kontak saat reduksi dengan reduktor gas CO memiliki peluang terbesar sehingga proses reduksi berjalan optimal.
PEMANFAATAN STEEL SLAG UNTUK BAHAN BAKU PEMBUATAN PAVING BLOCK Zulmahdi Darwis; Wili Bakhtiar
Jurnal Teknika Vol 8, No 1 (2012): Edisi Juni 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i1.6689

Abstract

Meningkatnya kegiatan pembangunan dan banyaknya penggunaan paving block sebagai bahan bangunan, perlu dilakukan upaya untuk mendapatkan bahan pengganti yang dapat digunakan sebagai agregat dalam pembuatan paving block. Salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan adalah limbah industri peleburan baja yaitu steel slag. Steel slag merupakan limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya dimanfaatkan sebagian kecil saja, agar pemanfaatanya menjadi optimal perlu adanya penelitian tentang pemanfaatan steel slag khususnya sebagai bahan baku pada paving block. Penelitian ini menggunakan steel slag sebagai bahan baku paving block dengan perbandingan 1:4 dengan air 0,5 dan 0,6 dari berat semen, dengan komposisi steel slag sebagai pengganti pasir, abu batu, screening dan pengganti semua agregat. Jumlah masing-masing benda uji pada umur 7, 14, 21 dan 28 hari sebanyak 3 buah. Jadi jumlah benda uji adalah 120 buah paving block untuk pengujian kuat tekan dan 10 buah paving block untuk pengujian penyerapan air. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan steel slag sebagai bahan baku dapat meningkatkan kuat tekan paving block. Perbandingan 1:4 dengan air 0,5 dari berat semen didapat kuat tekan paving block tertinggi pada komposisi A5 sebesar 30,83 MPa, dan masuk dalam mutu B (SNI 03-0691-1996), sedangkan pada perbandingan 1:4 dengan air 0,6 dari berat semen didapat kuat tekan paving block tertinggi pada komposisi A5 sebesar 29 MPa, dan masuk dalam mutu B (SNI 03-0691-1996). Sedangkan hasil penyerapan air menunjukan bahwa penggunaan steel slag menghasilkan paving block lebih baik dengan mutu B (SNI 03-0691-1996).
KINETIKA REAKSI ALKOHOLISIS MINYAK JAGUNG PADA TEMPERATUR TINGGI Heri Heriyanto
Jurnal Teknika Vol 8, No 1 (2012): Edisi Juni 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i1.6685

Abstract

Kinetika reaksi alkoholisis dari minyak jagung sudah dipelajari pada suhu tinggi (230 – 260oC). Proses alkoholisis dijalankan secara batch dalam labu leher tiga, yang dilengkapi dengan pengaduk merkuri, jaket pemanas, thermometer dan saluran pengambil sampel. Tahap alkoholisis diawali dengan mereaksikan minyak jagung dan gliserol dengan perbandingan molar 1:2 pada suhu 250oC. Suhu dan kecapatan pengadukan dipertahankan tetap. Setelah suhu 250oC tercapai sampel diambil untuk waktu 0 menit, selanjutnya sampel diambil pada selang waktu 30 menit selama 3 jam untuk dianalisis kadar gliserol bebasnya dengan metode iodometri (FBI-AO2-03). Peubah-ubah yang dipelajari meliputi variasi suhu dari 230oC -260o C pada perbandingan ekivalen OH/COOH 1:1. Berdasarkan hasil penelitian diambil kesimpulan bahwa minyak jagung dan gliserol dapat dialkoholisis tanpa menggunakan katalis pada kisaran suhu 230oC-260oC. Pengaruh suhu terhadap konstanta kecepatan reaksi dinyatakan dengan persamaan Arrhenius adalah sebagai berikut : adalah kecepatan pembentukan monogliserida, dan T adalah suhu absolut reaksi (K).

Page 1 of 1 | Total Record : 8