cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.s@untirta.ac.id
Phone
+62254-376712
Journal Mail Official
teknika@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jendral Sudirman KM 03, Cilegon 42435
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 1693024X     EISSN : 26544113     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/tjst
Core Subject : Engineering,
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi merupakan jurnal peer-reviewed dalam Bahasa Indonesia di bidang keteknikan, diantaranya bidang teknik sipil, bidang teknik mesin, bidang teknik industri, bidang teknik kimia, bidang teknik metalurgi, dan bidang teknik elektro.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2012): Edisi November 2012" : 10 Documents clear
SINTESA GLISEROL KARBONAT BERBAHAN BAKU GLISEROL DAN SODIUM BIKARBONAT DENGAN KATALISATOR RESIN PENUKAR ION INDION 225 NA Nuryoto Nuryoto; Jayanudin Jayanudin; Hary Sulistyo; Wahyu Budi Setiawan
Jurnal Teknika Vol 8, No 2 (2012): Edisi November 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i2.6691

Abstract

Pembuatan biodiesel sebagai salah satu bauran energi menghasilkan produk samping berupa gliserol. Dengan mereaksikan antara gliserol dengan sodium karbonat menjadi gliserol karbonat dapat memberikan nilai tambah pada industri biodiesel. Penggunaan katalisator yang ekonomis dan ramah lingkungan mutlak diperlukan untuk mengurangi dampak polusi lingkungan. Untuk itu, penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui seberapa besar konversi gliserol yang dihasilkan dengan pengunaan katalisator resin penukar ion berupa indion 225 Na dalam proses reaksi antara gliserol dan sodium karbonat. Percobaan dilakukan dalam reaktor batch, kecepatan pengadukan 600 rpm, perbandingan pereaksi 3 gmol gliserol/gmol sodium bikarbonat, konsentrasi pelarut 3gmol,waktu reaksi 90 menit, suhu reaksi 60- 100oC, konsentrasi katalisator 1-9 % massa gliserol, dan dimeter partikel 0,0456-0,0912 cm . Pengambilan sampel dilakukan setiap 15 menit untuk dilakukan analisa gliserol sisa (Gb)dan gliserol awal (Go) sebelum katalisator dimasukan. Hasil percobaan menunjukan dengan semakin meningkatnya suhu reaksi dan semakin kecil ukuran katalisator konversi yang dihasilkan mengalami peningkatan, tetapi mengalami penurunan dengan meningkatnya konsentrasi katalisator. Kondisi terbaik diperoleh pada diameter katalisator 0,0645 cm, konsentrasi katalisator 1% massa gliserol, suhu 100oC, dan pada waktu reaksi 60 menit yaitu dengan perolehan konversi sebesar 30,28% atau 90,84% berbasis sodium bikarbonat.
PENGONTROLAN KUALITAS DENGAN MENGGUNAKAN DIAGRAM KONTROL DEMERIT Faula Arina
Jurnal Teknika Vol 8, No 2 (2012): Edisi November 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i2.6696

Abstract

Diagram kontrol Demerit merupakan pengembangan dari diagram kontrol u yang mendekati kenyataan dari kecacatan suatu produk dengan cara memberikan bobot pada tipe-tipe kecacatan yang terjadi. Pada penelitian ini akan dilakukan studi tentang diagram kontrol demerit dan aplikasinya pada data atribut proses injection molding line yang memproduksi leakproof plastic container yang telah dikelompokkan menjadi beberapa kriteria kecacatan dan mengukur kapabilitas proses. pengontrolan kualitas produksi dengan menggunakan diagram kontrol demerit belum terkendali. Setelah dilakukan penghilangan data pengamatan, didapat diagram kontrol demerit yang terkendali dan dilakukan pengukuran kapabilitas proses. Berdasarkan perhitungan didapatkan nilai kapabilitas proses kurang dari 1. Maka proses injection molding line yang memproduksi leakproof plastic container belum kapabel.
KARAKTERISTIK KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI PAKSA PADA PEMODELAN BIJI KAKAO DENGAN NAPHTHALENE MENGGUNAKAN ANALOGI PERPINDAHAN PANAS DAN MASSA Muhammad Irsyad
Jurnal Teknika Vol 8, No 2 (2012): Edisi November 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i2.6692

Abstract

Dalam proses pengeringan laju perpindahan kalor tergantung pada nilai koefisien perpindahan kalor konveksi pada permukaan benda. Bentuk-bentuk khusus pada biji-bijian belum terwakili oleh nilai koefisien perpindahan panas konveksi untuk bentuk standar, seperti kubus, bola dan silinder. Penggunaan metode analogi perpindahan panas dan massa dengan menggunakan naphthalene merupakan salah satu cara yang akurat dalam penentuan koefisien perpindahan panas konveksi. Penentuan koefisien perpindahan panas pada biji kakao sangat cocok dengan pemodelan biji kakao dengan naphthalene. Pengujian dilakukan pada wind tunnel, dimana benda uji memiliki panjang mayor 22 mm, minor 13 mm, menggunakan alas berlubang, tanpa lubang serta variasi posisi peletakan benda (lurus dan zig zag ) pada kecepatan aliran udara 0, 2, 4, dan 6 m/s. Penggunaan lubang pada plat alas benda uji mampu meningkatkan koefisien perpindahan panas konveksi dengan persamaan bilangan Nusseltnya adalah Nu = 4,297 Re 0,625 untuk posisi sejajar dan Nu = 1,809 Re 0.736 untuk posisi zig-zag.
APLIKASI FUZZY-SERVQUAL DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PERPUSTAKAAN (Studi Kasus : Perpustakaan FT.Untirta) Nurul Ummi; Putiri Buana Katili
Jurnal Teknika Vol 8, No 2 (2012): Edisi November 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i2.6697

Abstract

Koleksi pustaka yang lengkap, fasilitas yang memadai dan kualitas pelayanan yang baik dari pihak perpustakaan akan mempermudah mahasiswa dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan berkaitan dengan perkuliahan. Kualitas pelayanan yang diberikan oleh manajemen perpustakaan FT. UNTIRTA saat ini dirasakan mahasiswa masih kurang memuaskan. Untuk itu, penelitian ini bertujuan merancang model perbaikan layanan perpustakaan FT.Untirta berdasarkan prioritas perbaikan yang diperoleh dari aplikasi FuzzySerqual dan Importance Performance Analysisi (IPA). Metode Servqual digunakan untuk mengukur kualitas jasa layanan perpustakaan dengan menggunakan lima dimensi. Sedangkan untuk menginterpretasikan ketidakpastian preferensi digunakanlah metode Fuzzy. Dengan menggambungkan dimensi Servqual dan Fuzzy (Servqual-Fuzzy) didapatkan gap keseluruhan sebesar -1,971 yang berarti pelayanan yang diberikan perpustakaan belum dapat memenuhi harapan dari mahasiswa. Dari hasil penggabungan metode Servqual-Fuzzy diperoleh nilai tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan yang kemudian dijadikan sebagai titik koordinat dalam pembuatan grafik IPA. Berdasarkan grafik IPA, faktor-faktor yang menjadi prioritas perbaikan adalah pada kuadran IV. Rancangan model perbaikan berdasarkan faktor-faktor prioritas perbaikan yaitu: perbaikan tata letak perpustakaan yang ergonomis, pembuatan display perpustakaan yang jelas dan menarik, penggunaan warna interior dan eksterior yang nyaman, penyediaan katalog koleksi perpustakaan, pembuatan program pelestarian bahan pustaka, menjalin kerjasama dengan perpustakaan lain, penambahan jumlah petugas perpustakaan, penerapan sistem informasi dan database, pemberian kode identifikasi lemari buku, dan penyediaan unit komputer yang dapat digunakan oleh pengunjung.
PENGGUNAAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM KAJIAN STRATEGI TRANSPORTATION DEMAND 124 MANAGEMENT (TDM) (Studi Kasus Kota Bandung) Fakhruriza Pradana
Jurnal Teknika Vol 8, No 2 (2012): Edisi November 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i2.6693

Abstract

Masalah kemacetan muncul seiring dengan peningkatan jumlah penduduk di kota Bandung. Permasalahan transportasi ini terjadi karena tidak adanya keseimbangan antara prasarana transportasi (supply side) dengan pergerakan masyarakat (demand side). Oleh sebab itu, kebijakan pengembangan sistem prasarana transportasi perkotaan di Indonesia yang menggunakan pendekatan konvensional yaitu predict and provide harus ditinggalkan dan diganti dengan pendekatan baru yaitu predict and prevent. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan pengelolaan pada sisi demand yang dikenal dengan istilah Transportation Demand Management (TDM). Metode yang digunakan untuk memilih strategi TDM pada kota Bandung adalah Analytic Hierarchy Process (AHP). Struktur hirarki dirancang 3 tingkat, tingkat pertama adalah tujuan, tingkat kedua berisi kriteria yang akan dievaluasi, dan tingkat ketiga adalah alternatif strategi TDM yang akan dipilih untuk kota Bandung. Data diperoleh berdasarkan pengisian kuesioner terhadap 28 responden (pemerintah dan akademisi) yang dianggap memahami dan dapat mengambil kebijakan transportasi di kota Bandung. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan program microsoft excel dengan hasil urutan adalah sebagai berikut: Bus Rapid Transit (0,424), Nonmotorized Improvements (0,368) dan Alternatives Work Schedules (0,208). Ketiga program sangat tepat untuk diterapkan di Kota Bandung karena program tersebut sesuai dengan karakteristik Kota Bandung. Namun untuk lebih meningkatkan efektifitas dalam mengurangi tingkat kemacetan dan mendukung transportasi berkelanjutan, akan lebih baik jika ketiga program diimplementasikan secara bersamaan dan terintegrasi. Karena untuk menyelesaikan persoalan transportasi tidak ada satu solusi tunggal.
KARAKTERISTIK SEDIMENTASI PATI UBI JALAR Teguh Kurniawan; Handry Shantos; Frans Romario Panjaitan
Jurnal Teknika Vol 8, No 2 (2012): Edisi November 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i2.6698

Abstract

Operasi sedimentasi merupakan salah satu tahapan kunci dari keseluruhan proses produksi pati ubi jalar. Kajian untuk mempelajari karakteristik sedimentasi telah dilakukan dengan variabel utama berupa konsentrasi pati ubi jalar. Konsentrasi pati ubi jalar yang diamati dalam penelitian ini berada dalam interval 1% - 21% b/v dengan rentang 2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga rejim berbeda yang berhasil diidentifikasi dalam peristiwa sedimentasi berdasarkan rentang konsentrasi suspensi, yaitu rejim konsentrasi rendah yang berada pada konsentrasi di bawah 17% b/v, rejim konsentrasi transisi yang terletak dalam rentang konsentrasi 17% - 21% b/v, dan konsentrasi tinggi yang berada pada konsentrasi di atas 21% b/v. Pada penelitian ini juga dihasilkan persamaan empiris y = k1/t) yang menerangkan hubungan antara ketebalan endapan dan waktu untuk pola pengendapan konsentrasi rendah. Parameter k1, k2, dan k3–k2exp(-k3yang diperoleh bergantung pada konsentrasi suspensi. Persamaan empiris yang dirumuskan memberikan kesesuaian yang cukup baik terhadap data-data percobaan (r2> 0,98).
PEMBUATAN MEMBRAN KITOSAN BERIKATAN SILANG Heri Heriyanto; Hera Intansari; Afni Anggietisna
Jurnal Teknika Vol 8, No 2 (2012): Edisi November 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i2.6694

Abstract

Kitosan merupakan produk turunan dari polimer kitin, yang sudah mengalami proses deasetilasi. Kitosan dapat dimanfaatkan pada pembuatan biomedis dan absorpsi asam. Gugus amino pada kitosan dapat membentuk ikatan ion dengan beberapa ion logam. Kitosan dalam bentuk membran dapat memperbesar kapasitas adsorpsi. Tujuan penelitian adalah membuat membran kitosan berikatan silang dan mencari pengaruh dari pelarut yang digunakan terhadap kualitas dan kinerja membran yang dihasilkan.Tahapan penelitian yang dilakukan adalah alat dan bahan yang diperlukan disiapkan, ditimbang kitosan dengan berat 5 gram. Pengadukan dilakukan dengan stirer magnetik dan secara bersamaan kitosan dimasukan ke dalam larutan asam sitrat dan asam asetat, proses pengadukan selama 60 menit. Membran dicetak, dikeringkan pada suhu ruang. Tahap akhir dari penelitian adalah membran yang sudah kering dicuci dengan NaOH dan dilanjutkan pada tahap analisa dengan FT-IR dan Spectrofometer, kemudian diaplikasikan pada adsoprsi kandungan Fe. Hasil dari penelitian adalah membran kitosan berikatan silang dapat terbentuk dengan pelarut asam sulfat (H2SO4) sebagai pembentuk ikatan silang. Pelarut campuran antaraasam sulfat dan asam sitrat dapat meningkatkan kinerja penjerapan membran terhadap kandungan Fe dalam larutan Fe203sintetis dengan kadar awal 20 ppm. Penjerapan menggunakan membran kitosan berikatan silang dengan pelarut campuran pada suhu 60C dapat mencapai sekitar 95,45% .
EKSTRAKSI KULIT KAYU MANIS MENJADI OLEORESIN MENGGUNAKAN PELARUT ETANOL Jayanudin Jayanudin; Reta Pujinia; Ofi Shofiah
Jurnal Teknika Vol 8, No 2 (2012): Edisi November 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i2.6699

Abstract

Oleoresin kayu manis adalah hasil ekstraksi menggunakan pelarut etanol yang berwarna merah kecoklatan, kental, dan beraroma tajam khas kayu manis. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kondisi operasi ekstraksi berdasarkan berat rendemen maksimum dan mengetahui komponen-komponen kimia dalam oleoresin kulit kayu manis menggunakan analisa GCMS QP.2010S SHIMADZU. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah ekstraksi 20 gram kulit kayu manis kering yang sudah dihaluskan dengan ukuran -20+30 mesh, -40+50 mesh dan -80+90 mesh menggunakan pelarut etanol. Perbandingan berat partikel kulit kayu manis dan etanol sebesar 1 : 4, 1 : 5, 1 : 6, suhu ekstraksi adalah 40oC, 50oC, 60oC dengan kecepatan pengadukan sebesar 700 rpm selama 6 jam. Tahap kedua adalah proses pemurnian dengan distilasi pada suhu 78C selama 6 jam. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, rendemen terbesar adalah 36% pada perbandingan berat kayu manis dan pelarut 1:5, suhu ekstraksi sebesar 60C dan ukuran partikel sebesar -50+60 mesh. Komponen kimia yang terdeteksi adalah 26 senyawa dan komponen kimia terbesar adalah 9,12-octadecadienoic sebesar 41,297%, hexadecanoic acid 15,311% dan octadecadien sebesar 14,9401%.
UJI KARAKTERISTIK BIODIESEL DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG DENGAN PROSES ESTERIFIKASI-TRANSESTERIFIKASI DENGAN KATALIS KOH Rudi Hartono; Jayanudin Jayanudin; Diki Suhendar; Adi Winata
Jurnal Teknika Vol 8, No 2 (2012): Edisi November 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i2.6690

Abstract

Sumber energi minyak dan gas bumi tidak dapat diperbaharui kembali, persediaanya semakin menipis dan pengembangan produksinya terbatas, sebelum krisis minyak bumi terjadi, hendaknya harus ada bahan bakar alternatif yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan, salah satunya adalah minyak nyamplung. Kendala penggunaan minyak nyamplung yaitu bilangan asam dan viskositas yang cukup tinggi. Bilangan asam minyak nyamplung yang tinggi harus diturunkan agar biodiesel yang dihasilkan memenuhi standar mutu SNI maupun ASTM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan perbandingan rasio molar metanol dengan minyak dan jumlah katalis KOH terbaik untuk memperoleh biodiesel yang berkualitas (bilangan asam, kadar FFA, viskositas, densitas serta kadar air). Penelitian ini dilakukan dengan mengkombinasikan proses produksi biodiesel yaitu metode esterifikasi-transesterifikasi. Kondisi operasi dan variabel yang digunakan adalah pada suhu reaksi 60°C dengan katalis KOH 1%, 1,5% dan 3% serta perbandingan rasio mol minyak terhadap metanol yaitu 1:4 dan 1:5 selama 60 menit pada tahap transesterifikasi. Perlakuan terbaik yang memenuhi standar SNI adalah pada rasio molar methanol 5:1 katalis KOH 1,5% dengan bilangan asam 1.48 mg KOH/g sampel, viskositas 3,26 cSt, densitas yaitu 0,8365 gr/ml, kadar air 0.046% dan rendemen 62% (v/v).
PENGARUH PERLAKUAN SPHEROIDIZED ANNEAL 810 C DAN QUENCH TEMPER 600 O C, 690 O C TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO BAJA PERKAKAS TUANG UNTUK APLIKASI OTOMOTIF Abdul Aziz
Jurnal Teknika Vol 8, No 2 (2012): Edisi November 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i2.6695

Abstract

Pada penelitian ini, material baja perkakas diatur komposisi paduannya dengan menambahkan unsur paduan Si yang berbeda yaitu 0,8%wt, 2,0%wt, dan 3,0%wt Si pada setiap material baja perkakas, dengan unsur paduan lainnya ditambahkan dengan perbandinganan tetap.Setiap material baja perkakas tidak diberikan unsur vanadium, hal ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sifat mekanis tanpa ditambahkan unsur paduan Vanadium. Kemudian baja perkakas tersebut dilakukan perlakuan spheroid anneal dan quench temper dengan penggunaan temperatur temper yaitu 600oC, 69oC dan temperatur spheroid anneal 810oC. Dari penambahan unsur paduan dan perlakuan panas tersebut dapat diketahui pengaruhnya terhadap sifat mekanis, yaitu sifat mekanik, serta struktur mikro material baja perkakas.Hasil dari penelitian menunjukan bahwa nilai kekuatan tarik sampel C>D>E>B>A. Hal ini sebanding dengan morfologi fasa martensit dan karbida seperti yang terekam dari hasil pengamatan struktur mikro, dimana semakin kasar fasa martensit dan karbida maka nilai kekuatan tariknya ternyata lebih rendah apabila dibandingkan dengan fasa martensit dan karbida dengan morfologi yang lebih halus.

Page 1 of 1 | Total Record : 10