cover
Contact Name
Sheema Haseena Armina
Contact Email
sheemahaseenaarmina@unida.gontor.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iej@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
Department of Islamic Economics Jl. Raya Siman, Demangan - Siman - Ponorogo - Jawa Timur, 63471 Telp/HP. +62 812 35797925 Email: iej@unida.gontor.ac.id URL: https://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/JEI
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Islamic Ecomonics Journal
ISSN : 24601896     EISSN : 25415573     DOI : -
Islamic Economics Journal (IEJ) is a national peer-reviewed and open access journal that publishes research papers encompasses all aspects of contemporary Islamic economics issues. This journal emphasizes specifications in the discourse of Islamic Public Economics, Islamic Monetery Economics, Islamic Business Economics, Islamic International Economics and Islamic Development Economics. This journal openly accepts the contributions of experts from related disciplines. All published articles do not necessarily represent the views of journals, or other institutions that have links to journal publications. This journal is intended to communicate the original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes any contributions from scholars of the related issues.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012)" : 8 Documents clear
Reserve Requirements in Islamic Banking System: A Critical Survey Satria Hibatal zizy
Islamic Economics Journal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.533 KB) | DOI: 10.21111/iej.v1i1.160

Abstract

The discourse of westernization and liberalization had been spread to Muslim ummah nowadays. To decrease the impact of both problems, Muslim scholars seek for a solution called Islamization of knowledge. This effort took place in every sphere in human life, including economics, and specifially in banking sector. One concern in Islamization’s effort on banking sector is reserve requirements policy, which the muslim economists have different opinions on it, between imposing fractional reserve requirements or 100% reserve requirements. In case of reserve requirements, muslim economists are divided into two major groups. The fist, which represented by Umer Chapra, Nejatullah Siddiqi, MonzerKahf, Afzalurrahman and Mohamed Ariff, they saw that fractional reserve requirements is a right way for Islamic banking system. The reserve used for ensure bank’s ability to fulfil it obligation to the depositors. In addition, it could be used by Islamic central bank as a tool of monetary policy to control money supply. The second, represented by Mabid Ali AlJarhi, Mohsin S. Khan, Abbas Mirakhor and Mahmoud Abu Saud recommend the use of 100% reserve requirements. According to them, fractional reserve system could suffer such an inherent instability. Over expansion of credit is often occurring this system that imply to unstable infltion. Their assumption is 100% reserve requirements will bring to more stable economy.
Teori Uncertainty (ketidakpastian) dalam Keuangan Islam Setiawan bin Lahuri
Islamic Economics Journal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.225 KB) | DOI: 10.21111/iej.v1i1.156

Abstract

Ekonomi Islam merupakan suatu sistem ekonomi yang bertujuan untuk mewujudkan tingkat pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan mewujudkan falah. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, system keuangan Islam diharapkan dapat memotori pergerakan ekonomi umat sehingga falah dapat dicapai. Dalam kaitannya dengan system keuangan Islam, unsur ketidakpastian menjadi sebuah hal yang terkadang oleh beberapa pihak dianggap sebagai penyebab kerugian dari pihak penyedia dana. Dalam tulisan ini, penulis bermaksud membahas teori ketidakpastian dalam keuangan Islam dengan membahas berbagai aspek dalam keuangan Islam, seperti investasi, hukum dan aplikasi, untuk kemudian menarik sebuah simpul untuk mendeskripsikan teori ketidakpastian dalam keuangan Islam. Sistem keuangan Islam, yang mana banyak mengedepankan akadakad kerjasama, akan banyak mengalami kondisi ketidakpastian, ditambah dengan dihapusnya bunga dalam sistem keuangan Islam, semakin mempertegas hal tersebut. Hal itu semua dilakukan untuk menyeimbangkan antara sektor fiansial dan sektor riil, sehingga tujuan falah dapat tercapai.
Wazīfatu Az-zakāh Fī An-nahdhah At-ta’līmiyah Fī Indūnīsiyā Wa Barūnāy Dāru As-salām Ahmad Fannani
Islamic Economics Journal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.585 KB) | DOI: 10.21111/iej.v1i1.161

Abstract

Generasi muda merupakan aset bangsa yang sangat penting, karena mereka akan menjadi penerus tongkat estafet dari para pendahulunya. Untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa diperlukan pendidikan yang layak dan berkualitas. Namun, bagi orang yang kurang mampu adalah tidak mudah untuk dapat mengakses pendidikan yang layak dan berkualitas. Oleh karena itu, diperlukan sebuah solusi berupa program pendidikan yang dapat membantu mereka dalam mengakses pendidikan yang layak dan berkualitas. Salah satu program pendidikan tersebut adalah pengembangan pendidikan melalui program zakat. Dengan adanya dana dari zakat, kegiatan pendidikan dapat berlangsung lebih baik dan efiien.Program zakat sebagai salah satu sarana pengembangan kegiatan pengajaran telah dilaksanakan di beberapa negara, termasuk Indonesia dan Brunei Darussalam. Dalam tulisan ini, penulis bermaksud untuk menemukan peran dan tugas zakat dalam pengembangan kegiatan pengajaran di Indonesia dan Brunei Darussalam. Di sini penulis menggunakan metode deskriptif analisis untuk mengungkap apa dan bagaimana tugas dan peran zakat dalam pengembangan kegiatan pengajaran serta membandingkan antara tugas dan peran zakat di Indonesia dan Brunei Darussalam. Selain itu, tulisan ini juga mengemukakan bahwa pada dasarnya kegiatan zakat dan kaitannya dengan pengembangan kegiatan pengajaran di kedua negara tidaklah jauh berbeda, hanya ada beberapa poin yang membedakan keduanya. Pada akhirnya, diharapkan tulisan ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pengetahuan Islam khususnya yang berkenaan dengan zakat dan pengembangan kegiatan pendidikan.
Analisis Pengaruh Karakteristik Mauqūf ‘alaihi Terhadap Kelancaran Pelunasan Al-qardhu Al-hasan (Studi Kasus Program Protab di BWUT-MUI Provinsi DIY) Mufti afif
Islamic Economics Journal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.579 KB) | DOI: 10.21111/iej.v1i1.157

Abstract

Berita Resmi Statistik No. 45/07/Th. XV, 2 Juli 2012 menyebutkan; tinggi rendahnya tingkat kemiskinan yang terjadi di Indonesia salah satunya tergantung pada pendapatan yang diterima oleh masyarakat, pengeluaran terhadap pendidikan serta kebijakan pemerintah dalam menurunkan tingkat pengangguran. Adapun upaya pemerintah dalam meningkatkan pendapatan kaum miskin tersebut diberlakukan sebuah program pinjaman modal dan dana bantuan sosial.Badan Wakaf Uang Tunai (BWU-T) MUI DIY sebagai lembaga sosial kemasyarakatan, mencoba mendukung program pemerintah Indonesia dengan memberikan bantuan modal pada kaum miskin dengan membebaskan biaya-biaya yang memberatkan seperti jaminan dan agunan. Program BWU-T yang dinamakan PROTAB (Pinjaman Produktif Tanpa Agunan dan Biaya) itu tidak sekedar memberikan pinjaman dana saja, tapi juga memperhatikan mauquf alaihi (nasabahnya) berupa pendampingan dalam berwira usaha serta membina pengembangan usaha sebagai upaya pengawasan.Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang mempengaruhi kelancaran mauquf alaihi dalam melunasi angsuran pinjaman di BWU-T. Adapun variabel-variabel yang diduga mempengaruhi kelancaran pembayaran pinjaman adalah karakteristik mauquf alaihi yang di dasarkan pada 3C (character, capasity dan condition), dan pengolahan data dilakukan dengan metode analisis regresi logistik.
Capitalism, Globalization & Islamic Economic System Muhammad Zeeshan Farrukh
Islamic Economics Journal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.364 KB) | DOI: 10.21111/iej.v1i1.158

Abstract

This paper explains the principles of Islamic economic system by differentiating conven-tional and Islamic economic systems. It is proved that there is an absolute clash between the secular and Islamic concept of economics as the one is self-centric while the other is based upon the welfare of the society respectively. The main reason of this attitude is the concept of akhirah (life after death) in Islamic economics but no such concept in western or secular concept, because the secular economic concept separates the religious thought from the worldly life. It is a pity fact that the present globalized world has been captured in the evil of self-centric economic system i.e. Capitalism.The main objective of Islam is to establish and maintain a welfare state which can be achieved by equitable distribution of wealth therefore Islam gives secondary importance to but the secular concept gives primary importance and wealth accumulation is the main objective of this concept.In this paper, the point of view has been explained with references from the Qura’anic verses and Ahadith. It has been explained that Islamic Economic System is not the name of implementation of just few Islamic Economic principles and modes in a society but it has linkage with the whole religion otherwise the fruits of this system could not be obtained.As far as prevalent Islamic Financial system is concerned, it is a good step towards the implementation of Islamic economic system but there is a requirement of seriousness in this context so that there is an obligation upon every Muslim to play a part to implement Islamic economic system.
Memodelkan Permintaan Uang Individu Muslim Khoirul Umam
Islamic Economics Journal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.447 KB) | DOI: 10.21111/iej.v1i1.154

Abstract

Makalah ini berusaha memodelkan permintaan uang individu Muslim dengan menderivasi faktor-faktor yang mempengaruhi individu Muslim dalam memegang uang. Faktor-faktor ini kemudian digabungkan dengan norma-norma Islam terkait harta dan uang yang mana akan mempengaruhi faktor-faktor tersebut. Ada empat faktor utama yang diderivasi pada paper ini, pertama adalah pendapatan. Faktor ini dihasilkan dari fungsi uang sebagai media pertukaran dan penyimpanan nilai. Faktor kedua adalah tingkat suku keuntungan aset selain uang yang mana merupakan konsekuensi dari fungsi uang sebagai alat penyimpanan nilai. Faktor selanjutnya adalah inflsi yang menjadi faktor dominan tatkala uang berfungsi sebagai alat penyimpanan nilai dan sebagai standar dari pembayaran yang ditunda. Terakhir adalah Zakat, yang menjadi faktor penting akibat fungsi uang sebagai alat penyimpanan nilai. Adapun norma-norma Islam dalam mengatur prilaku individu Muslim terhadap harta dan uang, dikelompokkan menjadi tiga. Pertama, adalah norma-norma Islam terkait cara mendapatkan harta, kedua terkait dengan batasan penggunaan harta, dan terakhir terkait dengan pendistribusian harta kepada individu lain. Norma-norma Islam ini akhirnya akan menjadikan faktor-faktor permintaan uang individu Muslim menjadi lebih moderat, produktif, dan stabil.
The Ethics of Advertising in Islamic Economics Muhammad Taufiq Affandi
Islamic Economics Journal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.098 KB) | DOI: 10.21111/iej.v1i1.159

Abstract

Advertising is the huge weapon of manufacturers located in frontier to campaign their product. Capitalist has been—for a very long time—spending a great amount of money in advertising. They believe that advertising can not be separated from their economic activities. Capitalists, therefore, use all means to make attractive advertisement. They raced to produce a unique and interested advertisement. Soon, advertising has lost its real function to give information of product to consumer. Further, there are so many advertising activities which break the norms. They show part of body that should not be visible. Some other use rude words and jokes. Others are provocation to use dangerous items. Frequently, some advertising insult other product, or other race. Those are all harmful for people, especially for Muslim.
Konsumen Rasional dalam Perspektif Islam Suyoto Arief
Islamic Economics Journal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.503 KB) | DOI: 10.21111/iej.v1i1.155

Abstract

Islam adalah agama yang mengatur kehidupan ummatnya secara sempurna,bukan saja pada persoalan yang berkaitan dengan aqidah, akhlak dan ibadah, namun juga persoalan mu’amalah. Salah satu aspek mu’amalah manusia adalah berkaitan dengan konsumsi. Konsumsi seorang muslim memliki pola dan pendekatan yang berbeda dengan seorang non muslim. Dari sini, penulis ingin menguak mengenai konsumen rasional dalam perspektif Islam dengan menyingkap teori-teori konsumsi dan mengaitkannya dengan nilai-nilai Islam. Dari situ, dapat dipahami bahwa pola rasionalisasi konsumsinya pun berbeda dengan pola yang dimiliki oleh ekonomi konvensional. Konsumen rasional dalam ekonomi Islam tidak mengenal istilah israf dan tabdzir. Selain itu, orientasi ibadah lillah juga turut mempengaruhi tindak tanduk konsumen muslim. Melalui tulisan ini, penulis berharap dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai konsumsen rasional dan pada akhirnya dapat memberikan sumbangsih pengetahuan bagi umat Islam secara umum bagaimana menjadi seorang konsumen muslim yang rasional.

Page 1 of 1 | Total Record : 8