cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
BETA GAMMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2014): Februari 2014" : 5 Documents clear
RADIOGRAFI PADA LAS MANHOLE BEJANA TEKAN Djoli Soembogo
BETA GAMMA Vol 5, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.545 KB)

Abstract

Manhole bejana tekan adalah lobang yang digunakan oleh pekerja untuk masuk dan keluar dari bejana tekan. Manhole dan bejana tekan disambungkan oleh las. Telah dilakukan radiografi pada sambungan las Manhole dengan ketebalan 83 mm, menggunakan sumber radiasi Co-60 beraktivitas 26,0 Ci dan film AGFA D7 sebagai perekam gambar. Berdasarkan perhitungan menggunakan kurva paparan untuk film AGFA D7, didapat waktu paparan (exposure) untuk las Manhole adalah 23 menit dengan jarak sumber ke film 25 inci, metode Single Wall Single Image. Dari hasil pengujian film radiografi diperoleh densitas dalam rentang 2,5 – 4, sensitivitas film = 1.538% -1.923%, dan kualitas las pada sambungan las Manhole dapat diterima, sesuai dengan standar yang diacu.
TEKNIK SAMPLING GAS PANAS BUMI DI SUMBER MATA AIR PANAS Neneng Laksminingpuri
BETA GAMMA Vol 5, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.521 KB)

Abstract

Telah dilakukan sampling gas panas bumi di sumber mata air panas menggunakan alat corong stainless steel yang telah dimodifikasi berdasarkan metode Giggenbach. Modifikasi corong dilakukan agar dapat melakukan sampling pada lokasi mata air panas yang mempunyai diameter yang cukup lebar, sehingga gelembung gas yang keluar dari dasar mata air dapat ditampung pada botol sampel. Selanjutnya gas dianalisis dengan menggunakan dua metode, untuk gas dapat larut (condensable gas) seperti CO2 dan H2S dianalisis dengan metode titrasi, sedangkan gas tidak larut (non condensable gas) seperti He, H2, N2, O2, Ar dan CH4 dianalisis dengan metode kromatografi gas. Hasil menunjukkan bahwa teknik sampling menggunakan corong stainless steel menghasilkan gas yang dapat diukur dengan baik.Kata kunci : panas bumi, corong stainless steel, titrasi, kromatografi gas
KARAKTERISTIK FISIKA-KIMIA IKAN BANDENG PRESTO DAN ASAP IRADIASI Asti Nilatany; Deudeu Lasmawati; Adjat Sudrajat; Indra Mustika Indra; Nurhayati Nurhayati
BETA GAMMA Vol 5, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.688 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai sifat fisika-kimia ikan bandeng presto dan asap setelah penyimpanan 8 bulan pasca iradiasi. Sampel ikan bandeng presto dan asap dipilih dan diiradiasi pada dosis 7,5 kGy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisika-kimia meliputi aktivitas air, kadar air, Total Volatile Base Nitrogen (TVBN), kadar asam amino dan deteksi radikal bebas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa iradiasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap beberapa karakteristika fisika-kimia yang diuji yaitu aktivitas air dan kadar air yang hanya berbeda angka desimal tetapi berpengaruh nyata terhadap nilai TVBN pada bandeng presto yaitu masing-masing 2,26 % (0 kGy) 2,01% ( 7,5 kGy) dan untuk bandeng asap: 3,02 %(0 kGy); 1,76 % (7,5 kGy). Iradiasi mempengaruhi kadar asam amino pada kedua jenis ikan bandeng antara sampel yang tidak diiradiasi dengan sampel yang diiradiasi sedangkan radikal bebas jumlahnya akan turun dengan meningkatnya lama waktu penyimpanan.Kata kunci : Iradiasi, bandeng presto, bandeng asap, sifat fisika-kimia
PENGELOLAAN DAN KARAKTERISASI LIMBAH B3 DI PAIR BERDASARKAN POTENSI BAHAYA Niken Hayudanti Anggarini; Megi Stefanus; Prihatiningsih Prihatiningsih
BETA GAMMA Vol 5, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.102 KB)

Abstract

Telah dilakukan pengelompokan dan penyimpanan limbah B3 berdasarkan sifat fisik, kimia dan berdasarkan potensi bahaya untuk tujuan keamanan dan keselamatan di Gudang Penyimpanan Sementara Limbah B3 pada tahun 2014. Dari hasil pendataan limbah B3 yang paling dominan adalah limbah cair organik mencapai 61 % kemudian diikuti limbah cair anorganik 33 % sedangkan sisanya sebesar 6 % merupakan limbah padat organik dan limbah padat anorganik. Jika dilihat dari potensi bahayanya, limbah cair yang mudah terbakar mempunyai persentase volume paling besar yaitu 47 % dan diikuti limbah cair korosif sebesar 26 %, sedangkan limbah cair yang belum teridentifikasi jumlahnya cukup besar, yaitu 9 %. Dengan melihat dari potensi bahaya tertinggi, Gudang Penyimpanan Limbah B3 di Bidang KKL diharuskan memiliki sirkulasi udara yang baik dan rak penyimpanan limbah yang terhindar dari panas matahari langsung.Kata kunci : limbah B3, karakteristik limbah B3
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT JABATAN FUNGSIONAL PENELITI DENGAN PENGGUNAAN BAHAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI BAHAN RUJUKAN Noer’Aida Noer’Aida
BETA GAMMA Vol 5, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.206 KB)

Abstract

Tujuan dari kajian ini untuk mengetahui hubungan antara jenjang jabatan fungsional peneliti dengan penggunaan bahan perpustakaan (literatur) yang digunakan sebagai bahan rujukan. Analisis data dilakukan terhadap jenis, usia dan bahasa literatur. Bahan yang digunakan adalah artikel yang diterbitkan pada jurnal dan prosiding terbitan Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN). Jumlah sampel sebagai data primer adalah daftar pustaka pada artikel yang ditulis oleh peneliti PTKRN dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 sebanyak 87 artikel dan 810 judul rujukan / sitiran. Data peneliti diperoleh melalui Sitem Informasi Kepegawaian BATAN. Hasil uji statistik dengan Chi Kuadrat diperoleh terdapat hubungan yang nyata antara jenjang peneliti dengan jenis bahan literatur yang ditunjukkan oleh nilai X2 hitung lebih besar dari nilai X2 tabel [21,026] yaitu 42,12 > 21,026 dengan derajat kontingensi C = 0,222. Hubungan yang nyata antara jenjang peneliti dengan usia literatur yang digunakan sebagai bahan rujukan dengan Nilai X2 hitung lebih besar dari nilai X2 tabel [21,026] 23,382 > 21,026 dengan derajat kontingensi C = 0.167. Hubungan antara jenjang peneliti dengan bahasa bahan literatur adalah tidak nyata yang ditunjukkan oleh nilai X2 hitung lebih kecil dari nilai X2 tabel [7,81472] yaitu 3,328 < 7,81472 dengan derajat kontingensi C = 0.063.Kata kunci: jenjang peneliti, bahan perpustakaan, chi kuadrat, usia literatur, analisis sitasi

Page 1 of 1 | Total Record : 5