cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kimia dan Kemasan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 32 No. 2 Oktober 2010" : 12 Documents clear
Pembuatan Formulasi Krim Anti Nyamuk dari Fraksi Minyak Sereh Sri Pudji Rahayu; Siti Naimah
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 32 No. 2 Oktober 2010
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.999 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v32i2.2730

Abstract

Minyak sereh dan fraksinya merupakan minyak atsiri yang mempunyai banyak kegunaan, diantaranya sebagai repellent atau pengusir nyamuk yang merupakan vektor berbagai penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD). Saat ini formula pengusir nyamuk menggunakan bahan kimia DEET (n,n-diethyl-m-toluamide) yang mempunyai efek samping terhadap kulit manusia, karena itu minyak sereh ini merupakan alternatif bahan aktif pengusir nyamuk yang perlu dikembangkan. Telah dilakukan penelitian pembuatan formulasi krim anti nyamuk dengan menggunakan fraksi minyak sereh dalam bentuk sediaan krim. Formulasi krim dibuat dengan variabel konsentrasi bahan aktif fraksi sereh dari 0,1%; 0,2%; 0,3%; 0,4%; 0,6% dan penambahan bahan pewangi serta penambahan NaOH dan KOH. Selanjutnya dilakukan analisis sifat fisiko kimia meliputi pH, kestabilan dan homogenitas krim serta pengujian efektifitas dari formulasi krim terhadap gigitan nyamuk dan uji iritasi terhadap kulit. Formula yang dihasilkan berwarna putih, mempunyai bau/wangi segar yang khas, rasa hangat pada kulit, pH normal sekitar 7, kestabilan baik dan homogen. Uji efektivitas terhadap populasi nyamuk Aedes aegypti di laboratorium menunjukkan bahwa Formulasi VI dengan konsentrasi bahan aktif 0,6% memberikan hasil yang terbaik dalam perlindungan terhadap gigitan nyamuk sampai lebih 6 jam, diikuti dengan Formulasi III (0,2% bahan aktif) dengan perlindungan sampai 5 jam, Formulasi IV (0,3% bahan aktif) dan formulasi V (0,4% bahan aktif) dengan perlindungan sampai 4 jam, dan Formulasi I (0,1% bahan aktif) yang memberikan perlindungan hanya sampai 3 jam. Akan tetapi secara ekonomi Formula III merupakan yang terbaik yaitu dengan konsentrasi bahan aktif 0,2 %berat atau 0,09% citronellal juga sudah dapat memberikan perlindungan terhadap gigitan nyamuk sampai 5 jam hingga 6 jam. Sedangkan Formulasi VII dengan penambahan bahan pelembab/pewangi jojoba dan Formulasi II dengan penambahan NaOH dan KOH untuk memperbaiki penampilan sediaan krim tidak memberikan hasil yang baik dalam perlindungan terhadap gigitan nyamuk. 
Pemisahan dan Pengambilan Kembali Gliserol dari Hasil Samping Pembuatan Biodiesel Berbahan Baku Kelapa Siti Naimah; Emmy Ratnawati
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 32 No. 2 Oktober 2010
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.35 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v32i2.2731

Abstract

Delapan sampel residu gliserol (RG1 hingga RG8) diambil dari sumber yang sama digunakan sebagai subyek perlakuan secara kimia dan fisika untuk memisahkan komposisi larutan gliserol, free fatty acid (FFA) dan garam. Komposisi residu gliserol mengandung larutan dengan komposisi rata-rata gliserol 62,25 %berat, FFA 20,38 %berat dan garam 66,13 %berat. Hasil pegambilan kembali gliserol yang telah dipisahkan menghasilkan rata-rata kadar gliserol 68,26 %berat, air 6,58 %berat, abu 4,67 %berat dan matter organic non glycerol (MONG) 20,49 %berat. Pengelompokan berdasarkan nilai pH memperlihatkan bahwa kadar gliserol kasar dan MONG pada pH 2 hingga 2,5 lebih besar dibandingkan pada pH 6 hingga 7. Untuk kadar abu dan air, ternyata pada pH 2 hingga 2,5 lebih kecil dibandingkan dengan pada pH 6 hingga 7. Perlakuan secara kimia dan fisika juga meningkatkan pengambilan kembali garam. 

Page 2 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2010 2010


Filter By Issues
All Issue Vol. 43 No. 2 Oktober 2021 Vol. 43 No. 1 April 2021 Vol. 42 No. 2 Oktober 2020 Vol. 42 No. 1 April 2020 Vol. 41 No. 2 Oktober 2019 Vol. 41 No. 1 April 2019 Vol. 40 No. 2 Oktober 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2004 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 2 AGUSTUS 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 1 APRIL 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 2 DESEMBER 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 1 JUNI 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 2 DESEMBER 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 1 JUNI 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 1 JUNI 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 3 DESEMBER 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 2 AGUSTUS 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 1 APRIL 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 3 DESEMBER 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 2 AGUSTUS 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 1 APRIL 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 3 DESEMBER 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 2 AGUSTUS 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 1 APRIL 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 3 DESEMBER 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 2 AGUSTUS 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 1 APRIL 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 4 DESEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 3 SEPTEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XV NO. 46 Maret 1991 BULLETIN PENELITIAN NO.45 TRIWULAN III 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.44 TRIWULAN II 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.43 TRIWULAN I 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.38 TRIWULAN IV 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.36 TRIWULAN II 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.35 TRIWULAN I 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.34 TRIWULAN IV 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.33 TRIWULAN III 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.26 TRIWULAN IV 1983/1984 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.15 & 16 JULI & OKTOBER 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.13 & 14 JANUARI & APRIL 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.11 & 12 JULI & OKTOBER 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.10 APRIL 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.9 JANUARI 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.8 OKTOBER 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.7 JULI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.5 JANUARI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.4 OKTOBER 1976 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.3 JULI 1976 More Issue