cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013)" : 8 Documents clear
PERBANDINGAN PENDAPATAN PAJAK REKLAME 2009, 2010, 2011 Titus Tae Bahan; Sugeng Rusmiwari; Ignatius Adiwidjaja
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.474 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v2i1.62

Abstract

Abstrak: Dalam mengelola sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) mempunyai berbagi rencana strategi kebijakan dan program. Dalam menggali berbagai Pendapatan Asli Daerah disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah dengan berlandaskan pada Peraturan Daerah. Makin tinggi pendapatan asli daerah semakin menjamin terselenggaranya otonomi daerah yang luas, nyata, dinamis dan bertanggung jawab. Dengan demikian upaya untuk menggali dan mengelola sumber daya pendapatan asli daerah mempunyai peran yang sangat penting untuk menyelenggarakan pembangunan di daerah. Penelitian ini di lakukan di Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif, dengan cara mendeskripsikan dan mengungkapkan masalah dan keadaan apa adanya. Pengambilan informan mempergunakan teknik purposive sampling, sedangkan teknik pengumpulan data melalui interview, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tiga tahapan, yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukan bahwa selama kurun waktu 3 ( tiga) tahun pendapatan pajak reklame mengalami perbedaan dari tiap-tiap tahunnya, pajak reklame juga memberi masukan kepada kas daerah yang sangat besar, Faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam penanganan pendapatan pajak reklame, a. Kurangnya pembinaan terhadap seluruh perangkat Dinas.b. Rendahnya kesadaran masyarakat. Kata Kunci: Pendapatan Pajak Reklame, Pendapatan Asli Daerah Abstract: In managing thelocal revenue sources (PAD) government has strategic policy plans and programs.Incollecting for PAD it needs to adapt tolocal circum stances based onlocal regulations. The higher revenue,the more extensive implementation of regional autonomy which is real, dynamic, and responsible .Thus, efforts to explore and cultivatere sources PAD havea very important roleto organize development in the region. This research was conducted at the Department of Revenue of Malang City.This is aqualitative research met hod by descry bingan dexpressing problems and circumstances. The informant conducted by using purposive sampling technique, whilethe techniques of collecting data were by interviews, observation, and documentation. The data were analyzed through there phases, namely data reduction, data presentation, and conclusion. The results showed that during the 3 years period, Advertising Tax Income has differences for each years, Advertising Tax Income also provide da lot of revenue to thecash. The factor sob structing thead verti sement taxin come is less development or training to all officers and low public awareness. Keywords: Advertising Tax Income, Revenue
PERAN DAN FUNGSI DINAS SOSIAL DALAM PERLINDUNGAN DAN PEMBINAAN ANAK JALANAN Suhardi .; Agung Suprojo; Nanang Bagus
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.061 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v2i1.58

Abstract

Abstrak: Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis program kerja Dinas Sosial dalam pelaksanaan perlindungan dan pembinaan anak jalanan di Kota Batu dan untuk menganalisis faktor-faktor yang mengambat program kerja Dinas Sosial. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah pelaksanaan program perlindungan dan pembinaan anak jalanan yang dilakukan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Batu sudah menjalanankannya sesuai dengan hasil yang diinginkan/dicapai, dan faktor-faktor yang menghambat Dinas Sosial dan Tenaga Kerja dalam melakukan perlindungan dan pembinaan anak jalanan di Kota Batu. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Sosial dan Tanaga Kerja dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis kualitatif, yaitu dengan melakukan wawancara terhadap informan atau responden yang bisa memberikan informasi dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sistem perlindungan dan pembinaan anak jalanan terlaksana sesuai dengan tugas dan fungsinya. Walaupun sudah dilaksanakan, tetapi masih ada anak jalanan turun kejalan lagi. Oleh karena itu perlu diupayakan kerjasamanya dari pemerintah, baik dari pemerintah satu dengan yang lain dan kerjasama dengan masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat, serta aparatur lainya yang bersangkutan tentang perlindungan dan pembinaan anak jalanan. Kata Kunci : Dinas Sosial, Perlindungan dan Pembinaan Anak Jalanan. Abstract: The purpose of this research is to analyze the Social work program and guidance in the implementation of protection of street children in Kota Batu and to analyze the factors that mengambat work program in the Department of Social Welfare The problem in this study is whether the implementation of protection programs and coaching street children conducted by the Social and Labor Batu already menjalanankannya accordance with the desired results / achieved, and the factors that hinder the Social and Labor in protecting and fostering children streets of Stone Town. This research was conducted at the Department of Social and Employment tanaga and type of research is a qualitative kind, namely through interviews with informants or respondents who can provide information well. Based on these results it can be concluded that the system of protection and development of street children carried out in accordance with the duties and functions. Although it has been done, but there are still street children took to the streets again. Therefore, it needs to be sought cooperation from the government, either from the government to each other and co-operation with communities, NGOs, and other officials concerned about the protection and development of street children. Keywords: Social Services, Protection and Development of Street Children.
PERAN KOMUNIKASI ORGANISASI PADA PEMERINTAHAN DESA LANDUNGSARI DALAM MENUNJANG PELAYANAN ADMINISTRASI KEPADA MASYARAKAT Veronika Missa; Agung Suprojo; Ignatius Adiwidjaja
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.461 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v2i1.63

Abstract

Abstrak: Pentingnya komunikasidalam setiap pelaksanaan berbagai kegiatan atau kerja suatu organisasi, menjadikannya sebagai penentu dalam mengukur keefektifan dan efisiensi dari organisasi tersebut. Yang menunjukan apakah organisasi tersebut telah berhasil mencapai suatu target yang telah ditentukan dan disepakati terlebih dahulu, khususnya di sini pada pelaksanaan pelayanan administrasi kepada masyarakat.Namun sering terjadi suatu organisasi kurang mampu menunjukkan produktifitasnya, dalam artian masih lemahnya kinerja organisasi tersebut dalam pencapaian suatu target atau hasil yang telah disepakati terlebih dahulu. Sehingga kerja organisasi tersebut tidak efisien dan tidak efektif. Selain itu, kompleksnya suatu organisasi yang menunjukan bahwa semakin besar organisasi tersebut maka semakin kompleks permasalahan yang akan dihadapi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode analisis kualitatif. Penelitian deskriptif menurut Faizal (1990:90) adalah "Suatu penelitian yang sekedar melukiskan atau mendiskripsikan, (deskripsi) sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah dan unit yang diteliti, tanpa mempersoalkan hubungan antara variabel (jalin -menjalin antara variabel)". Sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat maupun situasi-situasi tertentu termasuk hubungan kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari fenomena. Kata Kunci: Komunikasi Organisasi, Pemerintahan Desa dan Pelayanan Administrasi Abstract: The importance of communication in any implementation of various activities or work an organization,making it as a determinat in measuring the effectiveness and efficiency of the organization.which shows whether the organization has managed to achieve a predetermined targets and agreed in advance,especially here on the implementation of administrative services to the community.But often there is a lack of organization is able to demonstrate productivity,in termsof the weak performance of the organization in the achievement of a goal or outcome that has been agreed in advance.So that the work of the organization is inefficient and ineffective.In addition,the complexity of an organization that show that the larger the organization,the more complex problem to be faced. In this study the researchers used a descriptive research with qualitative analysis methods.Descriptive study by Faizal ( 1990:90) is “ A study just illustrate or describe,a number of variables related to the problem and the unit under study,regardless of the relationship between variables.It can be concluded that descriptive research studying the problems in society andordinances in force in the community as well as specific situations including relations activities,attitudes,outlooks and the ongoing effects of the phenomenon. Keywords: Organizational Communication, Rural Governance and Administrative Services
ANALISIS PERBANDINGAN ACARA HIBURAN DI RADIO KDS 8, GITA FM, DAN RRI Ariance Kause; Son Suwasono; Akhirul Aminulloh
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.998 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v2i1.59

Abstract

Abstrak, Radio sebagai salah satu media komunikasi massa yang fungsi utamanya yaitu memberi informasi, menghibur, dan mendidik . Sebagai media yang hanya bersifat audio saja, radio juga memiliki karakteristik sebagai background dimana pendengar tidak membutuhkan konsentrasi secara visual, tetapi radio dapat di dengar sambil melakukan berbagai aktivitas. Metode penelitian yang dilakukan dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Sumber data utama adalah data primer dengan alat pengambilan data yaitu kousiuner atau angket, yang mengacu pada skala likert. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik sample random sampling atau teknik sederhana, analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian, radio yang paling sering didengar yaitu Gita FM sebesar 47 %. Acara hiburan yang paling senang dan sering didengar yaitu dangdutan sebesar 57% dan faktor-faktor yang membedakan radio di malang khususnya radio KDS 8 FM, Gita FM dan RRI adalah acara musik hiburan, penyiarnya serta waktu. Kata kunci: Acara hiburan, perbandingan radio. Abstract: Radio as a medium of mass communication promine function that is information giving, entertaint and educate. As one media are merely audio-only, radio also has the characteristics of a background where the listener does not require visual concentration, but the radio can be heard while doing various activities. In this study, used descriptive research quantitative survey methods, data collection measures trough kousiuner or questionnaires that refer to the Likert scale. Sampling techinique used is the sample random sampling techniques, data analysis using descriptive statistics, which includes the presentation of data, analysis and interpretation of data and drawing conclusions. Therefore, based on the problems and research objective noted above: (1) The radio is most often heard Gita FM radio by 47 %; (2) The most favored entertainment events and is often heard that dangdutan by 57 %; (3) The factors that differentiate particularly poor radio KDS 8 FM, FM Gita and RRI is musical entertainment, announcers and time. Keywords: Entertainment, Comparative Radio
IMPLEMENTASI ASAS PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN TUNJUNGSEKAR BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN 2009 Yulius Sumianto; Sugeng Rusmiwari; Dody Setyawan
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.826 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v2i1.64

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui implementasi asas pelayanan publik di Kelurahan Tunjungsekar 2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi asas pelayanan publik di Kelurahan Tunjungsekar dan 3) Untuk mengetahui kesesuaian asas pelayanan publik di Kelurahan Tunjungsekar dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009. Lokasi penelitian ini adalah di Kantor Kelurahan Tunjungsekar Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik Milles dan Hubermen. Implementasi asas pelayanan publik di Kelurahan Tunjungsekar dapat diketahui bahwa pelayanan yang diberikan kepada masyarakat selama ini merupakan pelayanan yang terbaik sehingga berbagai kepentingan masyarakat terkait dengan pelayanan aparatur Kelurahan dapat terpenuhi tanpa melakukan pembedaan atas pelayanan yang diberikan. Namun demikian apabila terdapat kesalahan maka hal tersebut manjadi hal yang perlu diperbaiki sehingga jaminan kepuasan pelayanan menjadi hal wajib yang harus dilakukan dan untuk meningkatkan jaminan pelayanan kepada masyarakat maka bentuk tindakan yang diberikan Kelurahan kepada aparat Kelurahan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yaitu mengikutsertakan aparatur untuk mengikuti DIKLAT yang diadakan oleh Pemerintah. Apabila ditinjau dari ketepan waktu atas pelayanan menunjukkan bahwa selama ini pihak Kelurahan telah memberikan jaminan atas ketepatan waktu pelayanan yang diberikan. Faktor yang mempengaruhi implementasi asas pelayanan publik di Kelurahan Tunjungsekar terbentuk karena adanya aparat Kelurahan yang tidak terlalu paham mengunakan Microsoft Office Word dan Microsoft Office Excel sehingga mereka sering kesulitan disaat melakukan pekerjaannya. Faktor penghambat pelayanan yaitu adanya persyarakatan yang kurang mamadai yang harus dipenuhi oleh masyarakat sehingga pelayanan yang diberikan tidak secara maksimal diberikan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 maka pelayanan yang diberikan oleh aparatur di Kelurahan Tunjungsekar telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh UU tersebut. Dimana pelayanan yang diberikan mampu memberikan jaminan kepuasan kepada masyarakat sehingga pelayanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tersebut. Kata Kunci: Implementasi Asas Pelayanan Publik dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009
MOTIVASI MENONTON TAYANGAN KOMEDI OPERA VAN JAVA PADA MAHASISWI AKBID WIRA HUSADA NUSANTARA MALANG ANGKATAN 2009 Inggrida Deda Ngode; Herru Prasetyo Widodo; Dody Setyawan
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.331 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v2i1.60

Abstract

Abstraksi: Televisi sebagai media massa memiliki fungsi sebagai penyampaian informasi. Program televisi seperti news, entertainment, bahkan acara komedi mampu memberikan informasi yang sekiranya diperlukan oleh khalayak. Fungsi lain dari televisi adalah sebagai hiburan. Kehadiran program-program televisi yang menghibur sangat diperlukan untuk melepas stres dan kejenuhan sejenak setelah seharian beraktivitas. Penyajian tayangan hiburan dalam media televisi selalu menarik untuk ditonton terutama tayangan hiburan berupa kesenian tradisional yang dikemas dalam versi modern memiliki daya tarik tersendiri seperti Opera Van Java. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi mahasiswi AKBID Wira Husada Nusantara Malang angkatan 2009 menonton tayangan komedi Opera Van Java. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik sampel yang digunakan yaitu porposive sampling, langkah-langkah pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner, analisis data menggunakan statistik deskriptif yang meliputi penyajian data, analisis dan interpretasi data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan teori yang digunakan adalah teori Uses and Gratifications. Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh suatu kesimpulah bahwa motivasi mahasiswi AKBID Wira Husada Nusantara Malang angkatan 2009 menonton tayangan komedi Opera Van Java adalah untuk mencari hiburan . Hiburan yang disajikan dalam Opera Van Java dapat menghilangkan kejenuhan mereka setelah seharian melaksanakan proses perkuliahan yang sangat menguras energi. Kata Kunci: Motivasi, Opera Van Java Abstract: Television as mass media has a function as the delivery of information. Television programs such as news, entertainment, comedy shows and even be able to provide the information if requested by the audience. Another function of television as entertainment. The presence of television programs that entertain very necessary to relieve stress and boredom for a while after a day of activities. Presentation of the medium of television entertainment shows are always interesting to watch, especially the traditional art form of entertainment shows are packed in a modern version has its own charm as Opera Van Java. This study aims to determine student motivation AKBID Wira Husada Malang archipelago of 2009 watch comedy shows Opera Van Java. Type of research conducted in this research is descriptive research with quantitative sampling techniques used are porposive sampling, data collection measures through questionnaires, data analysis using descriptive statistics that include data presentation, analysis and interpretation of data and drawing conclusions. While the theory is the theory used Uses and Gratification. From the research conducted, obtained a kesimpulah that student motivation AKBID Wira Husada Malang archipelago of 2009 watch comedy shows Opera Van Java is to seek entertainment. Entertainment presented in Opera Van Java can eliminate their boredom after a day of carrying out the lecture is very draining. Keywords: Motivation, Opera Van Java
KESENJANGAN GENDER (PEREMPUAN) DALAM MENDAPATKAN PENDIDIKAN PADA MASYARAKAT PEDESAAN Veronika Incing; Willy Tri Hardiyanto; Sugeng Rusmiwari
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.151 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v2i1.65

Abstract

PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu proses transformasi pembangunan mendasar yang berperan penting dalam pergerakan pembangunan. Pendidikan juga sangat berpengaruh terhadap keadaan lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat itu sendiri yang dimana ditandai dengan adanya perubahan sikap, pola pikir, yang dilakukan oleh setiap masyarakat masyarakat tersebut dalam berkontribusi dibidang pembanguna. Namun pada kenyataannya, pendidikan di Indonesia sekarang ini masih menunjukkan kualitas yang rendah. Kenyataan yang justru terjadi dengan pendidikan di negara yang begitu luas ini adalah pendidikan tidak merata ke seluruh penjuru nusantara,dan diera pembangunan yang sedang gencar-gencarnya ini, kesenjangan pendidikan masih dirasakan oleh kaum gender di Desa Tugurejo Blitar Jawa Timur. Seperti mana yang penulis amati pada masyarakat atau penduduk Desa Tugurejo kebanyakan kaum wanitanya atau ibu-ibu disana hanya bisa menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah dasar saja (SD) bahkan banyak juga yang tidak merasakan pendidikan sama sekali dan tentunya hal ini berdampak terhadap tingkat kualitas dan kesejahteraan kaum gender di Desa Tugurejo Blitar Jawa Timur yang rendah, sehingga pekerjaan mereka rata-rata hanya sebatas peteni tradisional dan ibu rumah tangga saja. Karena rendahnya kualitas pendidikan di Desa ini menyebabkan sumber daya manusia yang rendah pula sehingga membuat Desa tersebut menjadi sulit untuk berkembang dan menjadikan Desa ini sebagai salah satu desa tertingal terutama dalam bidang pembangunannya.
REPRESENTASE VISI SURAT KABAR DALAM FOTO JURNALISTIK Kristianus Laba; Sugeng Rusmiwari; Carmia Diahloka
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.07 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v2i1.61

Abstract

Dewasa ini foto jurnalistik sebagai salah satu unsur penting dalam kegiatan jurnalistik modern, telah berkembang sangat pesat, apalagi sejak ditemukannya kamera digital yang menawarkan beraneka macam kemudahan. Fotografi jurnalistik semakin besar peranannya menjadi penyampai informasi kepada khalayak secara cepat dan akurat. Pada dasarnya semua foto yang dimuat di media massa diistilahkan sebagai foto jurnalistik, termasuk foto-foto peristiwa yang tampil di media online seperti internet. Artinya semua produk foto yang mempunyai nilai berita bisa disebut sebagai foto jurnalistik. Dalam konteks ini, fotografi jurnalistik tidak berdiri sendiri sebagai sebuah gambar, melainkan acapkali menjadi suatu kesatuan dengan berita. Keduanya saling mempengaruhi dan dipengaruhi, sehingga media massa cetak akan terasa hambar jika salah satunya tidak ada. Media massa cetak hanya akan menjadi lembaran-lembaran mati yang membosankan jika hadir tanpa foto atau gambar (Wijaya, 2011:21). Foto jurnalistik juga dapat dikatakan sebagai metode berkomunikasi melalui fotografi sehingga foto jurnalistik menjadi sebuah berita ataupun informasi yang dibutuhkan masyarakat baik lokal, regional, nasional maupun pada tingkat internasional. Foto jurnalistik merupakan hasil jerih payah seorang fotografer jurnalistik (kerap juga disebut pewarta foto, foto jurnalis atau wartawan foto) yang dianggap dapat mengekspresikan sudut pandang sang fotografer namun pesan komunikasinya memiliki arti yang jauh lebih luas dari pada hanya sekedar arti dari sudut pandang sang fotografer. Foto jurnalistik merupakan salah satu produk jurnalistik yang dihasilkan oleh wartawan selain tulisan yang berbau berita (straight news atau hard news, berita bertafsir, berita kedalaman (depth reports) maupun non berita (artikel, feature, tajuk rencana, pojok, karikatur dan surat pembaca). Sebagai produk dalam pemberitaan, tentunya foto jurnalistik memiliki peran penting dalam media cetak maupun cyber media (internet). Penggunaan foto jurnalistik dalam surat kabar dan majalah mulai berkembang pada tahun 1930 an. Perkembangannya sangat cepat sehingga pada gilirannya teknologi foto dapat mendorong perkembangan media jurnalistik. Foto jurnalistik kemudian tumbuh menjadi suatu konsep dalam sistem komunikasi yang disebut dengan komunikasi foto (Photographic Communication). Bahkan komunikasi foto kini telah menempati kunci model dalam proses komunikasi massa. Sebagai suatu lambang yang berdimensi visual, foto dan gambar mendeskripsikan sesuatu pesan yang tidak secara eksplisit tertuang dalam komunikasi kata, baik lisan maupun tulisan (Muhtadi, 1999:101). Foto jurnalistik itu sendiri secara harfiah merupakan karya visual dari jurnalisme yang memilki nilai berita atau pesan yang layak untuk diketahui khalayak banyak dan disebarluaskan melalui media massa. Pertimbangan dari kelayakan sebuah foto jurnalistik meliputi unsur visi, informatif, kehangatan, faktual, relevan, misi termasuk juga di dalamnya mengenai angle atau sudut pengambilan gambar. Selain itu, salah satu prasyarat mutlak dari nilai sebuah foto jurnalistik adalah orisinalitas dan bukan hasil rekayasa termasuk rekayasa koputer grafis. Namun begitu, untuk kepentingan cover sebuah majalah atau media internet, pemakaian komputer grafis terhadap foto bisa ditolelir dan menjadi pertimbangan tersendiri dengan tujuan estetika untuk menarik pembaca.

Page 1 of 1 | Total Record : 8