cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019)" : 25 Documents clear
UNSUR EROTISME DALAM VIDEO KLIP DESPACITO Maya Gustiani Putri; Amanah Rakhim Syahida
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.495 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i1.1552

Abstract

Abstract: In this globalization era, conversation about the element of eroticism is becoming increasingly interesting.  We can find this in various media, especially New Media (online). Youtube as one of the most popular new media sites, presenting audio visual format entertainment that can be accessed by various groups freely. Erotismepun-themed videos can be easily watched, like the video clip Despacito. Even this controversial video, has set a record as the first video to reach 5.015.265.242. This Research uses qualitative research methods with semiotic approaches. The purposes of this research is to know how any signs of erotic constructed in a video clip, and also to know what the meaning of erotic signs in the video clip of Despacito. The data analysis used is Roland Barthes's analysis technique, in which there are 2 levels of marking, namely the level of denotation and connotation. In this Research found various signs of eroticism, both in verbal and visual forms. In the verbal form, signs of eroticism are found in the lyrics of the reff section sung by Fonsi. While in the visual form, this eroticism is constructed through appearance, protruding body parts, movements, dances to expressions. Through this sign, a meaning is found, an effort to stimulate imagination and sexual desire from the audience and there is a lot of exploitation of the female body in an effort to increase that sexual desire. Keywords: Despacito, Erotic, Video Clip, Semiotic. Abstrak: Pada era globalisasi ini, perbincangan mengenai unsur erotisme menjadi kian menarik. Hal ini dapat kita jumpai di berbagai media, terutama media baru (online). Youtube sebagai salah satu satu situs terpopuler media baru, menyuguhkan hiburan berformat audio visual yang dapat diakses berbagai kalangan dengan bebas. Video bertemakan erotisme dapat dengan mudah ditonton, seperti contohnya video klip Despacito. Bahkan video yang kontroversial ini, telah mencetak rekor sebagai video pertama yang mencapai 5.015.265.242. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana tanda-tanda unsur erotisme dikonstruksi dalam sebuah video klip, dan untuk mengetahui makna dari tanda erotisme dalam video klip Despacito. Analisa data yang digunakan berupa teknik analisa Roland Barthes, yang mana terdapat 2 tingkat penandaan yaitu tingkat denotasi dan konotasi. Pada penelitian ini ditemukan berbagai tanda erotisme, baik dalam bentuk verbal maupun visual. Pada bentuk verbal, tanda erotisme terdapat pada lirik bagian reff yang dinyanyikan oleh Fonsi. Sedangkan pada bentuk visual, erotisme ini dikonstruksi melalui penampilan, penonjolan bagian tubuh, gerakan, tarian hingga ekspresi. Melalui tanda ini maka ditemukanlah makna berupa, usaha untuk merangsang imajinasi dan hasrat seksual dari khlalayaknya dan terjadi banyak eksploitasi tubuh perempuan dalam upaya meningkatkan hasrat seksual tersebut. Kata Kunci: Despacito, Erotis, Video Klip, Semiotika.
EFEKTIVITAS UNGGAHAN FOTO DI AKUN INSTAGRAM @INDOTRAVELLERS.CO TERHADAP MINAT BERLIBUR KOMUNITAS BACKPACKER MALANG Muhammad Ikbal; Mochammad Abdul Ghofur
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.115 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i1.1532

Abstract

Abstract: Instagram is used as a promotional media for photos or videos aimed at providing information. Photos uploaded on Instagram are able to tell the condition of tourist attractions, provide a list of selected tours and provide tourist information according to the facts so as to foster interest in vacationing on followers who have a hobby of vacationing especially in Malang Backpacker community. The purpose of this study is to determine the effectiveness of Instagram @ Indotravellers.co accounts for the interest in vacationing Malang Backpacker Community. The study was conducted using qualitative methods. The informants in this study were 5 people consisting of community leaders, public relations officers and active members who suggested interesting tourist information to visit the Malang Backpacker Community. Data collection techniques are carried out by interview. Data analysis method used is descriptive method. The effectiveness of Instagram @ Indotravellers.co accounts is known from the many follwer numbers, uploading good quality photos and matching tourist themes taken when the weather supports. The results of uploading photos of the latest, natural and complete tourist objects can foster interest in vacation followers. Keywords: Photo Upload Effectiveness, @ Indotravellers.co and Vacation Interests Abstrak: Instagram digunakan sebagai media promosi hasil foto atau video yang bertujuan memberi informasi. Foto yang diunggah di Instagram mampu menceritakan kondisi objek wisata, memberikan daftar wisata pilihan dan memberikan informasi wisata sesuai fakta sehingga menumbuhkan minat berlibur pada follower yang memiliki hobi berlibur terutama pada komunitas Backpacker Malang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas akun Instagram @Indotravellers.co terhadap minat berlibur Komunitas Backpacker Malang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang terdiri dari ketua komunitas, pengurus bagian humas dan anggota yang aktif menyarankan informasi wisata menarik untuk dikunjungi Komunitas Backpacker Malang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Metode analisa data yang di gunakan yaitu metode deskriptif. Efektivitas akun Instagram @Indotravellers.co diketahui dari jumlah follwer banyak, mengunggah foto yang berkualitas baik dan sesuai tema wisata yang diambil saat cuaca mendukung. Hasil unggahan foto objek wisata yang terbaru, natural dan lengkap mampu menumbuhkan minat berlibur follower. Kata kunci: Efektivitas Unggahan Foto, @Indotravellers.co dan Minat Berlibur
KUALITAS PENYEDIAAN PELAYANAN SOSIAL DASAR (PSD) MELALUI DANA DESA (STUDI DI DESA PANDANREJO KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU) Angelia Reziana
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.62 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i1.1596

Abstract

Abstract: The Law Number 6 of concerning Villages, Villages are given the authority to regulate and manage ttheir authority based on the Villages needs and priorities. Priorities are budgedted through village funds referring to Government Regulation Number 60 of 2014 concerning Village Funds sourced from the State Budget and Expenditures. Budgeting aimed to improving the welfare of the village comunity living standarts. In the budgeting allocation of Village Funds considers the level of comunity welfare. Thus, basic social service (PSD) that use village funds of PAUD development, are parallel and  inseparable from the entire National Education System in accordance with Permendikbud Number 137 of 2014 concerning the National Standarts for Early Childhood Education. This research is exploratory research. The data collection was does through observation, interviews, and documentation. The determonation of informants used a snowball technique. The validity data was measurement by triangulation technique and analysed using Miles and Huberman analysis models, including data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results is one of the basic social servise in the from of PAUD development was established in line with the village funds in 2015. The constructions of PAUD was in the from buildings, learning equipment and children-friendly vehicles. Disbursement of village funds was passed by submitting a program/activity proposal to the District, then submitted to the Empowerment Sectionn, then to PKD who would recommend and the funds would be transferred to the village account. Keywords: Quality, Provision. Service, Village Fund Abstrak: Ditetapkannya UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, Desa diberikan kewenangan untuk mengatur dan mengurus kewenangannya sesuai prioritas Desa. Prioritas desa dianggarkan melalui dana desa mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Penganggaran tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa serta penanggulangan taraf hidup. Dalam penganggarannya pengalokasian Dana Desa banyak mempertimbangan tingkat kesajahteraan masyarakat. Demikian pelayanan sosial dasar (PSD) menggunakan dana desa berupa pembangunan PAUD, yang kini telah sejajar dan tak terpisahkan dari seluruh  Sistem Pendidikan nasional berdasarkan Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan penentuan informan teknik snowball. Pengukuran validitas keabsahan data dengan mengukur kepercayaan dan kepastian atas objek penelitian menggunakan teknik triangulasi. Data dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasilnya menunjukan bahwa pelayanan sosial dasar berupa pembangunan PAUD yang berdiri seiring masuknya dana desa tahun 2015. Pembangunan PAUD berupa gedung, perlengkapan belajar, hingga wahana bermain. Pencairan dana desa  dilalui dengan mengajuan program/kegiatan yang diprint out di masukan ke Kecamatan, selanjutnya kebidang Pemberdayaan, lanjut ke PKD yang akan merekomendasikan dan dana akan ditransfer ke rekening desa. Kata kunci: Kualitas, Penyediaan, Pelayanan, Dana Desa
UPAYA PEMERINTAH MEMOBILISASI PARTISIPASI PEMBANGUNAN MELALUI PENDEKATAN ORGANISASI (Studi di Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu) Agustinus Kehi Mau; Emei Dwinanarhati
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.292 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i1.1538

Abstract

Abstract: Actauting participation is an effort to involve the community in the implementation of development carried out by the government. If the participation treats society as the subject of development, the mobilization tends to treat humans as the objects of development. To determine the informants it used a purposive sampling so that the research informants were the Village Head of Pendem, BPD of Pendem, Head of Hamlet, Chair of RW and RT. The data was obtained through interview, observation, and documentation. The results of the research found that the efforts of government apparatus in mobilizing community participation by carrying out informal approaches, identification, community forums, and strengthening/ mentoring.Keywords: Government, mobilization, development  Abstrak: Mobilisasi partisipasi merupakan salah satu upaya mengikut sertakan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Apabila partisipasi memperlakukan masyarakat sebagai subyek dari pembangunan maka mobilisasi cenderung memperlakukan manusia sebagai obyek dari pembangunan.Teknik menentukan informan yaitu purposive sampling sehingga yang menjadi informan penelitian yaitu Kepala Desa Pendem, BPD Desa Pendem, Kepala Dusun, Ketua RW dan Ketua RT. Data diperoleh melalui pendekatan wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil temuan penelitian yaitu adanya upaya aparatur pemerintah dalam mobilisasi partisipasi masyarakat dengan melakukan pendekatan informal, identifikasi, forum masyarakat, dan penguatan / pendampingan. Kata Kunci: Pemerintah, mobilisasi, pembangunan
STRATEGI BRANDING PACITAN PARADISE OF JAVA DALAM MEMBANGUN SEKTOR PARIWISATA DI KABUPATEN PACITAN Septian Poerdiarti; Herru Prasetya Widodo
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.489 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i1.1527

Abstract

Abstract: Pacitan Regency is a border area located on the Southwestern tip of East Java Province, with most of it in the form of hills, mountains and steep ravines. Located in the border region, making Pacitan Regency rich in natural wealth. One of the attractions of Pacitan Regency is the variety of tourism owned. Pacitan Regency with a variety of tourist destinations, is now starting to build and strengthen its image with a branding strategy that is managed by one of the local government agencies, namely the Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga or commonly abbreviated as Disparpora. The purpose of this study is to know and learn branding strategies and constraints to building the tourism sector in Pacitan Regency. This study uses qualitative methods, with the type of data that is owned namely primary data and secondary data. Data collected through interviews and documentation, which is then tested for validity using triangulation techniques to examine the same data, but with a different technique, and using analytical techniques that include data reduction, data display, and conclusion. The results of this study found the use of Pacitan Paradise of Java as a brand identity, supported by various promotional activities. In addition to promotion, various supporting potentials such as the potential of the society and the physical conditions of tourist destinations are also built to strengthen branding. Constraints on branding strategies that is carried out lies in problems such as the budget, awareness of the internal and external parties involved, the awareness of the internal and external parties involved, and the location of the Pacitan Regency which is still difficult to access. Keywords: Branding Strategy, Tourism, Pacitan Regency Abstrak: Kabupaten Pacitan merupakan daerah perbatasan yang terletak diujung Barat Daya dari Provinsi Jawa Timur, dengan sebagian besar berupa bukit, gunung dan jurang terjal. Terletak diwilayah perbatasan, menjadikan Kabupaten Pacitan berlimpah kekayaan alam. Salah satu daya tarik dari Kabupaten Pacitan adalah beragam pariwisata yang dimiliki. Kabupaten Pacitan dengan beragam destinasi wisata, kini mulai membangun dan mengukuhkan image dengan strategi branding yang dikelola oleh salah satu instansi pemerintah daerah yaitu Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga atau yang biasa disingkat Disparpora. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mempelajari strategi branding serta hambatan-hambatan untuk membangun sektor pariwisata di Kabupaten Pacitan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan jenis data yang dimiliki yaitu data primer dan data sekunder. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, yang kemudian diuji keabsahaannya menggunakan triangulasi teknik dengan mengecek data yang sama, namun dengan teknik yang berbeda, serta penggunaan teknik analisa yang meliputi reduksi data, tampilan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan penggunaan Pacitan Paradise of Java sebagai identitas brand, yang didukung dengan berbagai kegiatan promosi. Selain promosi, berbagai potensi pendukung seperti potensi masyarakat dan kondisi fisik dari destinasi wisata turut dibangun untuk menguatkan branding. Hambatan pada strategi branding yang dilakukan terletak pada masalah seperti anggaran, kesadaran pihak intenal dan eksternal yang terlibat, serta lokasi Kabupaten Pacitan yang masih sulit untuk diakses. Kata Kunci: Strategi Branding, Pariwisata, Kabupaten Pacitan
PERAN GAYA KOMUNIKASI PIMPINAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI (KANTOR KELURAHAN KLAMPIS NGASEM SURABAYA) Maria Elisabeth Gholi
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.776 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i1.1557

Abstract

Abstract: The communication style that used by a leader is adjusted to the situation and conditions in the institution or organization, so it can be used to motivate employees in terms of improving performance. The theory in this study uses classical theory. The research method used is a qualitative method with data types that were primary and secondary which includes interview, observation, and documentation techniques. The results of the research findings that the communication that occurred at the office of the KlampisNgasem District at Surabaya was family and structured communication. In delivering messages to employees, the leaders communicate in formal and informal ways that depend on the situation and conditions. In delivering indirect message, the leader uses the media as an intermediary. Factors that influence the performance of employees at the KlampisNgasem Sub-District office are ability factors and motivational factors. The measurement of employee performance in the form of attendance, output, and outgram. An affective leaders surely has effective communication skills, so it can stimulate the participation of employees. That can be concluded that the communication style used by the leader were equalitarian and structural communication style. Keywords: Communication Style, Employee Performance          Abstrak: Gaya komunikasi yang digunakan pimpinan disesuaikan dengan situasi dan kondisi pada instansi atau organisasi, sehingga hal tersebut dapat digunakan untuk memotivasi pegawai dalam hal peningkatan kinerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gaya komunikasi pimpinan dalam meningkatkan kinerja pegawai. Kajian teori dalam penelitian ini menggunakan teori klasik. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan jenis data primer dan sekunder yang mencakup teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil temuan penelitian bahwa komunikasi yang terjadi di kantor Kelurahan Klampis Ngasem Surabaya merupakan komunikasi yang bersifat kekeluargaan dan terstruktur. Dalam menyampaikan pesan kepada pegawai, pimpinan berkomunikasi dengan  formal dan informal, tergantung dari situasi dan kondisi. Dalam penyampaian pesan secara tidak langsung pimpinan menggunakan media sebagai perantara. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai pada kantor Kelurahan Klampis Ngasem berupa faktor kemampuan dan juga faktor motivasi. Adapun pengukuran dari kinerja pegawai berupa kehadiran, output, dan outgram. Pimpinan yang efektif memiliki kemampuan komunikasi yang efektif, sehingga mampu merangsang partisipasi peagawai.Dengan demikian bahwa gaya komunikasi yang digunakan pimpinan merupakan gaya komunikasi equalitarian style dan strukturing style. Kata Kunci: Gaya Komunikasi, Kinerja Pegawai
IMPLEMENTASI KERJASAMA ANTAR DESA DI BIDANG PEANFAATAN SUMBER MATA AIR BERSIH (Studi Kasus Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu) Albertus Deru; Ignatius Adiwidjaja
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.122 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i1.1533

Abstract

Abstract: The use of clean water sources by the village of Punten is one of supporting the development and utilization of natural resources for the benefit of the survival of the community both for agriculture and for other living needs. However, in the process, there are parties who were pro and contra to this village cooperation. This study used a qualitative research with two data sources namely primary and secondary data. The sample technique used was a purposive sampling and data analysis consist of data reduction, presentation and conclusion withdrawal. While the data validity technique used triangulation. The results showed that the village policy of Punten to improve village cooperation under the law went well. It was proved by the level of active participation of the village or village communities to work together in collaborating to use spring water sources. The supporting factor of this village collaboration is that Batu City Government is the party that pro / supports the integrated management of water resources and the need for clean water which is the main need for both agriculture and drinking water. Whereas the inhibiting factor is the absence of an MOU from the Batu City Government and also the PERDES (Village Government) which became the legal guide of this village cooperation. In addition, there is also rejections from the residents around the source of spring water who feel that the processing of these spring  reduce the water debit, as well as the piping for drainage that passed through their settlements and fields disturbed them.Keywords: Implementation,Coopertaion, Water Sources Abstrak: Pemanfaatan sumber mata air bersih oleh desa punten merupakan salah satu penunjang pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam untuk kepentingan keberlangsungan hidup masyarakat baik untuk pertanian maupun untuk kebutuhan hidup lainnya. Pemanfaatan sumber mata air bersih ini dilakukan melalui proses kerjasama. Namun dalam prosesnya,  ada pihak-pihak yang pro dan kontra terhadap kerjasama  desa ini. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian kualitatif, sumber dataada dua yaitu data primer dan data sekunder, teknik sampel yang digunakan peneliti yaitu purposive sampling,teknik analisa data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, dan teknik keabsahan data mengunakan teknik trianggulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebijakan desa punten dalam rangka meningkatkan kerjasama desa berdasarkan undang-undang berjalan dengan baik. Hal ini terbukti dengan tingkat partisipasi aktif masyarakat desa ataupun desa yang di ajak bekerjasama dalam bekerjasama memanfaatkan sumber mata air. Faktor pendukung kerjasama desa ini yaitu Pemerintah Kota Batu merupakan pihak-pihak yang pro/mendukung pengelolaan secara terintegrasi terhadap Sumber Air dan Kebutuhan akan air bersih yang merupakan kebutuhan utama baik untuk pertanian dan air minum. Sedangkan faktor penghambatnya adalah Tidak adanya MOU dari Pemerintah Kota Batu dan juga PERDES yang menjadi payung hukum kerjasama desa ini. Selain itu pula muncul penolakan dari warga sekitar sumber mata air yang merasa pengolahan sumber mata air ini mengurangi debet air,serta penambahan pipa-pipa saluran air yang melewati pemukiman dan sawah-sawah warga sehingga warga merasa terganggu. Kata Kunci : Implementasi, Kerjasama, Sumber Mata Air
POLA KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN DI GAJAYANA TV Salvador Faria Sequeira Goncalves
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.758 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i1.1597

Abstract

Abstract: The approach used in reviewing the problem using qualitative descriptive methods. The informant retrieval technique uses purposive sampling technique. Informants in this study include: Managing Director, Station Manager, Head of Program and Production, Technical Staff, Staff News, and Staff Presenter. Data obtained through interviews and documentation. The results of this study are 1) The pattern of organizational communication based on chain communication patterns can increase employee motivation through building individual communication with mutual trust and openness. The application of chain communication patterns is based on the message delivery system applied by structured Gajayana TV. 2) Inhibiting factors include: misinterpretation of messages from recipients, lack of similarity of perceptions in terms of message interpretation. These errors are generally due to the length of work. The solution used is to build two-way communication so that the new ones join are not wrong in interpreting the meaning of the message. Keywords: Communication patterns, Motivation, and Gajayana TV Abstrak: Pendekatan yang digunakan dalam mengkaji permasalahan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini antara lain: Direktur Utama, Manajer Stasiun, Kabag Program dan Produksi, Staff Teknik, Staff News, dan Staff Presenter. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penilitian ini yaitu 1) Pola komunikasi organisasi berdasarkan pola komunikasi rantai dapat meningkatkan motivasi karyawan melalui cara membangun komunikasi individu dengan saling percaya dan terbuka. Penerapan pola komuniasi rantai didasarkan pada sistem penyampaian pesan yang diterapkan oleh Gajayana TV yang terstruktur. 2) Faktor-faktor penghambat antara lain: salah interpretasi pesan dari penerima, tidak adanya kesamaan persepsi dalam hal interpretasi pesan. Kesalahan-kesalahan ini umumnya dikarenakan lamanya bekerja. Solusi yang digunakan yaitu membangun komunikasi dua arah sehingga yang baru bergabung tidak salah dalam menginterpretasikan makna dari pesan. Kata kunci: Pola komunikasi, Motivasi, dan Gajayana TV 
STRATEGI PENANGANAN LALU LINTAS SEBAGAI PENUNJANG KUNJUNGAN WISATA KE KOTA BATU Elisabet Oktaviana Kaat; Roro Merry Chornelia Wulandary
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.216 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i1.1539

Abstract

Abstract: Today, tourism has become one of the industries which develop rapidly and prominent.  Even Indonesia has switched the system from agricultural to tourism industrialization . It encourages many regions to develop their tourism sector. Tourism development in a region is inseparable from the availability of facilities and infrastructure in the tourism object. The availability of facilities, infrastructure, and handling the traffic are important in providing tourist needs in enjoying available entertainment tours and attraction . The purpose of this study was to find out how the traffic handling strategy in supporting Batu’s tourist visits, as well as what factors supporting and hindering the traffic handling strategies. This research used a qualitative with the data collection techniques using interview, observation, and documentation. The results of the study showed that a reliable and integrated handling of traffic is important in developing an adequate transportation facilities and infrastructure. The Department of Transportation runs several routine activity programs every year. This is a strategy that is carried out in handling traffic in general. The inhibiting factor in handling traffic is the constraint of funds while the supporting factors are adequate human resources (HR), the geographical location and complementary road equipment, conducting socialization to realize a safe, comfortable and smooth traffic. Keywords: Strategy, Traffic, Tourism Abstrak:Pada saat ini pariwisata telah  menjadi salah satu industri yang perkembangannya sangat pesat dan sangat menonjol dan bahkan di Indonesia sudah beralih sistem dari agraris menjadi sistem industrialisasi pariwisata di Indonesia yang demikian pesatnya membuat daerah banyak terpacu untuk mengadakan pembangunan di sektor pariwisata. Pengembangan pariwisata suatu daerah tidak terlepas dari ketersediaan sarana dan prasarana di obyek wisata tersebut. Ketersediaan sarana, prasarana dan penanganan lalu lintas dalam menyediakan kebutuhan-kebutuhan wisatawan dalam menikmati wisata hiburan yang tersedia maupun wisata atraksi yang di tampilkan dalam memberikan kepuasan bagi wisatawan. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi penanganan lalu lintas sebagai penunjang kunjungan wisata ke kota batu serta faktor-faktor apa yang mendukung dan menghambat strategi penanganan lalu lintas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penanganan lalu lintas yang handal dan terintegrasi adalah pengembangan sarana serta prasarana perhubungan yang memadai, strategi penanganan pelayanan lalu lintas yang aman dan nyaman. Dishub menjalankan beberapa program kegiatana rutinitas setiap tahun. Ini merupakan strategi yang dilakukan dalam penanganan lalu lintas pada umumnya. Faktor penghambat dalam penanganan lalu lintas ialah kendala dari dana, sedangkan faktor pendukung adalah Sumber Daya Manusia (SDM) sudah memadai letak geografisnya sudah memadai, serta melengkapi sarana perlengkapan jalan, mengadakan sosialisasi untuk mewujudkan lalu lintas yang aman, nyaman dan lancar. Kata Kunci: Strategi, Lalu Lintas, Wisata
ANALISIS SIKAP NARSISME DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM PADA SISWA SMK PGRI 3 MALANG Saijuri Saijuri; Fathul Qorib
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.957 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i1.1528

Abstract

Abstract: Social media exists and changes the communication paradigm of the society, where communication can occur anywhere and anytime without being present face to face. As a social media, Instagram is a communication medium in the form of an application to share photos, that allows its users to take some photos, to apply filters, so that they can be seen by the followers. This research applied qualitative research method. In determining the informant, this research used stratified sampling technique. By some considerations, the informants are the SMK PGRI 3 Malang students, have a smartphone, an Instagram account and are active using it. The informants are popular teenagers who have more followers than their followings and at least having one hundred followers. From the finding of this research, it is known that the narcissism attitudes in Instagram are frequently showing some photos of themselves, either alone, selfies, or with friends, displaying good images to the public in order to get good impressions on the hearts of others, feeling envy on any photos uploaded by others, and be proud of how many followers and likes they get.  Keywords: Social Media, narcissism, Instagram Abstrak: Media sosial hadir dan merubah paradigma berkomunikasi masyarakat, di mana komunikasi bisa terjadi di mana saja dan kapan saja tanpa harus bertatap muka secara langsung. Media sosial Instagram adalah media komunikasi berupa aplikasi untuk berbagi foto, yang memungkinkan penggunanya dapat mengambil foto, menerapkan filter digital, sehingga dapat dilihat oleh para pengikut dari pengunggah foto tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam penentuan informan, penelitian ini menggunakan teknik stratified sampling. Atas beberapa pertimbangan, informan merupakan siswa SMK PGRI 3 Kota Malang, memiliki ponsel pintar, dan akun Instagram serta aktif menggunakannya. Informan merupakan remaja populer dengan (followers) lebih banyak daripada yang (followings), dan memiliki seratus pengikut. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa bentuk sikap narsisme yang terjadi di Instagram ialah seringnya menampilkan foto diri, baik sendiri, swafoto, maupun bersama teman, menampilkan citra yang baik kepada khalayak untuk mendapat kesan baik di hati orang lain, merasa iri terhadap apa yang diunggah oleh orang lain, dan merasa bangga dengan banyaknya jumlah pengikut dan penyuka foto unggahan. Kata Kunci: Media sosial, narsisme, Instagram

Page 2 of 3 | Total Record : 25