cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2015)" : 7 Documents clear
TATA GUNA LAHAN DI SEKITAR KAWASAN BANDAR UDARA SAM RATULANGI MANADO Tampi, Daniel M
SPASIAL Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penduduk yang membutuhkan  lahan semakin meningkat setiap tahun, khususnya lahan di perkotaan, yang menarik perhatian banyak orang, bagi mereka yang tinggal di perkotaan (penduduk asli)  maupun di pedesaan (pendatang). Kebutuhan akan lahan ini, seiring dengan meningkatnya tingkat mobilitas dan pemusatan wilayah dengan melihat jarak ke pusat-pusat perdagangan dan jasa, salah satunya adalah pusat layanan jasa angkutan penerbangan Bandara Sam  Ratulangi Manado.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif, interaktif dan mapping/overlay, dengan tujuan penelitian yaitu 1).Mengidentifikasi tata guna lahan di sekitar kawasan Bandara Sam Ratulangi, 2).Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perubahan tata guna lahan di sekitar Bandara Sam Ratulangi.hasil identifikasi dan analisis tata guna lahan, penulis menemukan bahwa tata guna lahan di sekitar bandara berupa Kawasan Bandara, Permukiman, Perkebunan, Perdagangan dan serta adanya kolam dengan fungsi kolam ikan. Sedangkan hasil analisis faktor yang memengaruhi perubahan tata guna lahan adalah adanya faktor internal dan eksternal yang memengaruhi sekitar kawasan bandara Sam Ratulangi
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN WILAYAH KOTA TIDORE Febrianty, Sri Devi
SPASIAL Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tidore Kepulauan sebagai daerah otonom baru  yang dimekarkan dari Kabupaten Halmahera Tengah berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2003 tentang pemekaran wilayah yang diresmikan pada tanggal 31 Mei 2003. Secara fisik perkembangan Kota Tidore cenderung mengikuti pola jaringan jalan yaitu secara memanjang/linier di sekitaran kawasan pesisir. Perkembangan Kota Tidore dari tahun ke tahun berjalan lambat, Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan wilayah Kota Tidore (2) Menganalisis perkembangan wilayah Kota Tidore.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pemetaan. Data primer diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuisioner.  Hasil penelitian diperoleh bahwa faktor yang mempengaruhi perkembangan wilayah Kecamatan Tidore yakni keadaan geografis, topografi, sejarah dan kebudayaan, infrastruktur dan perkembangan Kecamatan Tidore dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang lambat yaitu dimulai dari tahun 2004-2014. Pada tahun 2004-2007 kawasan perkebunan yang lebih mendominasi dan permukiman. Pada tahun 2007-2010 kawasan permukiman dan kawasan lainnya mengalami perkembangan sehingga luas perkebunan mulai berkurang. Sedangkan memasuki tahun 2011-2014 perkembangan yang terjadi tidak terlalu signifikan dan masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu perkebunan yang lebih mendominasi di kecamatan Tidore.
IDENTIFIKASI KEMIRINGAN LERENG Di KAWASAN PERMUKIMAN KOTA MANADO BERBASIS SIG Syafri, Sriwahyuni Hi
SPASIAL Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado memiliki karakteristik lahan perkotaan yang datar sampai dengan sangat curam. Dari yang layak ditempati sampai dengan tidak layak. Permukiman menempati areal paling luas pada lahan yang ada. Akibat perkembangan dan pertumbuhan kota, lahan miring mulai digunakan sebagai tempat bermukim. Hal ini tentunya memiliki konsekuensi pada tata ruang kota dan keselamatan pemukim. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk : 1.Mengetahui kondisi eksisting kemiringan lereng dan penggunaannya di kawasan permukiman Kota Manado 2.Untuk mengidentifikasi dan menganalisis serta mengklasifikasikan kemiringan lereng di Kawasan Permukiman Kota Manado. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi serta wawancara dan untuk metode analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis spasial yang terdiri dari dua tahap yaitu, tumpang susun (overlay) data spasial dan editing data atribut  menggunakan Sistem Informasi Geografis dengan ArcGis 10.1. Hasil akhir dari penelitian ini secara keseluruhan lahan di wilayah penelitian didominasi oleh kemiringan lereng 0-8 % dan untuk  penggunaan lahan permukiman sebagian besar terdapat di  kemiringan lereng tersebut. Dari hasil analisis penggunaan lahan permukiman pada daerah berlereng di wilayah penelitian, maka dapat diketahui beberapa permukiman yang ada di kemiringan lereng 15-40 % diantarnya permukiman di Kecamatan Malalayang dan Kecamatan Paal Dua. Kedua kecamatan tersebut merupakan kecamatan dengan jumlah rumah terbanyak di kemiringan lereng 15-40 % dibandingkan dengan kecamatan lainnya di wilayah penelitian.
TONDANO SEBAGAI KOTA KOLASE Katuuk, Grace
SPASIAL Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari tahun ke tahun metamorfosis kota Tondano lebih khusus di kawasan pusat kotanya kelihatan sangat lambat dan  terkesan stagnasi secara visual, kultural dan struktural. Berdasarkan data dokumentasi foto yang ada,  nyata bahwa kawasan pusat kota Tondano sebagai kawasan penting kota dari tahun 1970-an sampai sekarang perubahannya hampir tidak berimbang dengan perubahan perkembangan zaman. Metode Collage City yang diprakarsai oleh Colin Rowe (dan Fred Koetter), oleh penulis dirasakan cocok untuk dieksperimenkan atau diimplementasikan pada kawasan pusat kota Tondano. Metode kolase ini,  membahas kota dalam bentuk fragmen-fragmen kota,dengan mengumpulkan fragmen-fragmen kawasan sekitar pusat kota Tondano pada masa lalu dan masa sekarang.
ANALISIS KONDISI PERMUKIMAN KAWASAN INDUSTRI PERIKANAN LAUT KELURAHAN AERTEMBAGA SATU KOTA BITUNG Kristiani, Marietha Kidung
SPASIAL Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman merupakan kebutuhan dasar manusia untuk tinggal dan ditunjang dengan kelengkapan prasarana,sarana dan utilitas yang memadai. Pesatnya pertumbuhan penduduk dan  ekonomi di daerah perkotaan seperti kegiatan industri perikanan memicu penduduk berpindah ke daerah perkotaan ataupun pinggiran kota atau urbanisasi untuk berukim.Kelurahan Aertembaga Satu ditetapkan sebagai rencana lokasi daerah pelayanan sub pusat lingkungan 1 dalam kegiatan industri perikanan dan hal ini tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan yang sesuai dari peraturan yang ditetapkan sehingga memberikan dampak pada kualitas permukiman.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui kondisi permukiman di kawasan industri sesuai dengan pedoman standar Direktorat Jendral Pekerjaan Umum (PU).Analisis kajian dilakukan secara kualitatif dengan jenis analisis deskriptif dan analisis spasial. Metode analisis deskriptif kualitatif digunakan pada data untuk menggambarkan kondisi permukiman di Kelurahan Aertembaga Satu berdasarkan variabel dan data yang telah diolah sesuai dengan  PERMEN PU No. 41/PRT/M/2007 tentang Kriteria Teknis Kawasan Budidaya (hal 45-58) dan Pedoman Standar Pelayanan Minimal Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi permukiman di kawasan industri perikanan laut terbagi atas permukiman terencana (PPS Bitung) memiliki pola permukiman menyebar dengan lahan yang tidak sesuai dengan standar PU dan permukiman tidak terencana dengan pola grid dengan kondisi ekonomi dan sosial rendah,kondisi hunian yang tidak layak akibat pendapatan yang minim, akses jalan yang rusak, kurang maksimalnya pelayanan PDAM untuk memenuhi kebutuhan air penduduk ,tersumbatnya saluran drainase akibat vegetasi, minimnya ruang terbuka hijau akibat pembangunan dan perencanaan kegiatan industri serta ketersediaan fasilitas persampahan yang masih dan belum memenuhi standar yang ditetapkan kurang seperti tong sampah anoganik dan organik di setiap lingkungan.
KAJIAN PENGEMBANGAN WISATA PANTAI DI PULAU SULABESI KABUPATEN KEPULAUAN SULA PROVINSI MALUKU UTARA Warang, Tri R
SPASIAL Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Sulabesi memiliki lima lokasi wisata pantai yang potensial untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan wiasata yaitu Pantai Wai Ipa, Pantai Manaf, Pantai Fatkauyon, Pantai Wai Goiyofa, dan Pantai Fukuweu. Kawasan Wisata Pantai di Pulau Sulabesi memiliki karakterisik yang khas dilihat dari keindahan  dan atraksi alamnya. Namun belum didukung dengan  sarana dan prasarana pendukungnya termasuk fasilitas wisata yang representatif bagi para wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Karakteristik Wisata Pantai dan mengkaji Strategi pengembangan Wisata Pantai di Pulau Sulabesi ditinjau dari konsep Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas dan Aktivitas Adapun penelitian dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan metode deskripsi analisis. Hasil penelitian di lima lokasi wisata pantai yang berada di Pulau Sulabesi menunjukkan bahwa terdapatnya persamaan karakteristik berupa alam yang khas berupa pantai yang menghadap kearah laut lepas dan  pohon penedu. Disisi lain terdapat perbedaan karakteristik alam berupa taman laut, pantai pasir hitam, pasir putih halus, berkerikil, pasir yang bercampur kerikil, menghadap laut lepas, dan pantai yang berhadapan dengan pulau-pulau kecil. Strategi pengembangn wisata pantai yang dapat dilakukan adalah perlu pelestraian alam dan budaya untuk mendukung atraksi wisata, perbaikan jalan-jalan yang telah rusak, perlu mengadakan dan memperbaiki fasilitas seperti tempat parkir, MCK, rumah makan, hotel, pos keamanan/jasa pemandu, dan trasportasi wisata.
KAJIAN KOTA MANADO SEBAGAI KOTA LAYAK HUNI BERDASARKAN KRITERIA (IAP) IKATAN AHLI PERENCANAAN Darise, Djunaidi I
SPASIAL Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah kota yang baik haruslah memberikan kenyamanan bagi penduduk yang tinggal didalamnya. Konsep kota nyaman untuk ditinggali ini dikenal dengan Livable City. Kota Manado merupakan salah satu kota yang pernah diteliti oleh Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) pada tahun 2009 dan hasilnya Kota Manado berada pada urutan kedua kota ternyaman di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi Kota Manado saat ini, sebagai kota layak huni (Livable City) berdasarkan kriteria Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) serta menganalisis kriteria yang berpengaruh pada penetuan kondisi kenyamanan Kota Manado saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif  dengan analisis deskriptif statistik. Maka diperoleh hasil yang menunjukan bahwa kondisi Kota Manado sekarang mengalami penurunan tingkat kenyamanan kota, hal ini diketahui bahwa bertambahnya kriteria tidak nyaman dari 8 kriteria di tahun 2009 menjadi 14 kriteria saat ini. Kriteria yang berpengaruh pada penentuan kondisi kenyamanan kota adalah kualitas penataan kota, karena terjadi penurunan jumlah ruang terbuka hijau di perkotaan; penurunan kualitas lingkungan yang berdampak pada kondisi dan kebersihan lingkungan kota; meningkatnya intensitas kemacetan lalu lintas di kawasan perkotaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7