cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 3 (2018)" : 5 Documents clear
KOMPARASI HARGA LAHAN BERDASARKAN FUNGSI KAWASAN DI KOTA MANADO Pangkey, Oksilina; Tilaar, Sonny; Supardjo, Suryadi
SPASIAL Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado merupakan jantung Provinsi Sulawesi Utara, dimana nilai lahan yang menjanjikan di Kota Manado menjadikan kota tersebut berkembang. Salah satu faktor Kota Manado memiliki nilai lahan yang bervariasi yaitu tergantung pada penggunaan dan peruntukkan lahan atau fungsi kawasannya. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengidentifikasi harga lahan di Kota Manado serta mengkomparasikan harga lahan berdasarkan fungsi kawasan di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis statistik komparatif yang meliputi 3 (tiga) analisis yaitu analisis uji t, analisis korelasi koefisien kontingensi dan analisis uji lanjut Tukey HSD. Dari hasil analisis uji t dapat dilihat antara pasangan dua nilai rata-rata harga lahan yang memiliki perbedaan adalah 80% dan yang tidak memiliki perbedaan adalah 20%. Dari hasil analisis korelasi didapati bahwa harga lahan memiliki hubungan yang kuat dengan fungsi kawasan. Analisis akhir yang dilakukan adalah analisis uji lanjut Tukey HSD menghasilkan nilai beda besar nilai rata-rata dan simpulan beda yaitu 77% signifikan dan 33% tidak signifikan. Keseluruhan analisis menyimpulkan bahwa harga lahan di Kota Manado memiliki variasi tergantung pada fungsi kawasannya. Dari beberapa kawasan yang diteliti, disimpulkan bahwa rata-rata harga lahan transaksional tertinggi adalah kawasan perdagangan umum, dan rata-rata harga lahan transaksional terendah adalah kawasan perkebunan. Kata Kunci: Harga Lahan, Fungsi Kawasan, Komparatif
ANALISIS PEMILIHAN LOKASI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) BERBASIS GEOGRAPHY INFORMATION SYSTEM (GIS) DI KOTA TOMOHON Pattiasina, Melinda Kimberley; Tondobala, Linda; Lakat, Ricky
SPASIAL Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak menjadi kota otonomi, dinamika pembangunan di kota Tomohon mengalami peningkatan yang signifikan. Seiring perkembangan suatu daerah atau kota yang semakin meningkat baik dari segi penduduk, prasarana sarana, pelayanan publik, serta aspek lainnya, akan disertai juga dengan timbulnya dampak salah satunya permasalahan sampah. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan tahapan akhir pemrosesan sampah oleh sebab itu TPA harus dipersiapkan dengan baik termasuk dalam Pemilihan lokasi TPA yang sesuai standar yang berlaku agar sampah dapat terkelola dengan baik dan meminimalisir pencemaran. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui tahapan pemilihan lokasi TPA berdasarkan standar yang berlaku dengan mengunakan Geography Information System (GIS); 2) menganalisis faktor-faktor penentu dalam pemilihan lokasi TPA berdasarkan karakteristik wilayah; 3) menemukan alternatif lokasi TPA di kota Tomohon. Berdasarkan hasil studi didapati, pertama, tahapan pemilihan lokasi TPA berdasarkan SNI 03-3241-1994 terdapat 3 tahapan yaitu a) Tahap Regional untuk menentukan beberapa alternatif zona layak dan zona tidak layak, b) Tahap Penyisih untuk melakukan skoring atau penilaian lanjutan terhadap alternatif lokasi yang diperoleh pada tahap pertama, dan c) Tahap Penetapan lokasi TPA. Tiga tahapan tersebut dianalisis menggunakan GIS dimana data-data spasial diolah dengan metode Buffering, dan Overlay (dengan pendekatan kuantitatif Binary); Kedua, faktor-faktor penentu dalam pemilihan lokasi TPA berdasarkan karakteristik wilayah yaitu penggunaan lahan, kawasan strategis, jarak terhadap permukiman; Ketiga alternatif  lokasi TPA yaitu di Kelurahan Tara-Tara 1 Kecamatan Tomohon Barat dengan luas wilayah 12 Ha. Lokasi TPA terpilih berdekatan dengan TPA eksisting Tomohon saat ini, sehingga pemerintah dapat melakukan pengembangan lokasi TPA.Kata Kunci : TPA, Pemilihan Lokasi, GIS
EVALUASI KETERSEDIAAN PRASARANA DAN SARANA DASAR PADA FASILITAS PASAR DI KOTAMOBAGU Manoppo, Dwitanya Puspita; Timboeleng, James; Supardjo, Suryadi
SPASIAL Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar tradisional merupakan salah satu fasilitas yang mendorong sektor perdagangan dan jasa di Kota Kotamobagu sebagai kota yang memiliki tujuan untuk menjadi Kota Mode Jasa.  Ketersediaan prasarana dan sarana dasar yang baik menjadi hal yang penting untuk peningkatan kualitas dan keberlangsungan dari pasar-pasar tradisional ini. Terdapat empat pasar tradisional yang ada di Kotamobagu yaitu Pasar Serasi, Pasar 23 Maret, Pasar Genggulang, dan Pasar Poyowa. Dalam penelitian ini akan dilakukan evaluasi terhadap ketersediaan serta kebutuhan terhadap prasarana dan sarana dasar pada fasilitas-fasilitas pasar tradisional yang ada di Kota Kotamobagu. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif yang menjelaskan kondisi dan keadaan sebenarnya dari masing-masing pasar untuk kemudian dievaluasi dengan SNI Pasar Rakyat sebagai standar kesesuaian. Dari hasil evaluasi didapatkan bahwa Pasar Serasi sebagai pasar tipe II memiliki tingkat kesesuain terendah, kemudian Pasar 23 Maret sebagai pasar tipe III, serta Pasar Genggulang dan Pasar Poyowa sebagai pasar tipe IV dengan tingkat kesesuaian tertinggi terhadap ketentuan yang telah diatur dalam SNI Pasar Rakyat. Adapun kebutuhan prasarana dan sarana dasar pada fasilitas-fasilitas pasar tradisional tersebut terbagi atas kebutuhan untuk pengadaan, penetapan peraturan, peningkatan kualitas, penertiban, dan memfungsikan yang sudah tersedia. Kata Kunci: Evaluasi, Ketersediaan, Prasarana dan Sarana Dasar, Pasar
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU Rumayar, Gerika; Rogi, Octavianus H.A; Rengkung, Michael M
SPASIAL Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi bentang alam di Kecamatan Mantikulore memiliki beragam aspek biofisik antara lain kelerengan, jenis tanah, dan ketersediaan air. Keragaman aspek tersebutlah yang menjadi alasan perlunya analisis kesesuaian lahan, untuk segmen lahan yang diperuntukkan sebagai area permukiman menurut RTRW Kota Palu 2010-2030, guna mewujudkan ruang ekologis yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis kesesuaian arahan RTRW Kota Palu 2010-2030 terhadap peruntukkan perumahan/pemukiman di Kecamatan Mantikulore, berdasarkan kriteria-kriteria kesesuaian lahan. Adapun metode analisis yang digunakan ialah metode Superimpose dan Skoring, serta menggunakan penentuan klasifikasi kesesuaian lahan menurut FAO 1976 kategori Sub-Kelas.Diperoleh bahwa kesesuaian lahan arahan peruntukkan pemukiman berdasarkan rencana pola ruang di Kecamatan Mantikulore, berkategori Sesuai sebesar 83.41%. Walau demikian ada beberapa lokasi yang berkategori Sesuai Bersyarat, untuk dilakukan treatment khusus sesuai dengan permasalahan lokasinya dan untuk lokasi yang berkategori Tidak Sesuai dapat dialih fungsikan sebagai ruang terbuka, hutan maupun kebun.Kata Kunci : Kesesuaian Lahan, Kawasan Permukiman, Kota Palu
PENGARUH URBAN COMPACTNESS TERHADAP TINGKAT KETERSEDIAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA BITUNG Lingkan, Vindiaris Putri; Syafrini, Reny; Lakat, Ricky
SPASIAL Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena ekspansi lahan terbuka menjadi lahan terbangun ditandai dengan banyaknya anak-anak yang kehilangan ruang bermain sehingga memilih untuk menggunakan bahu jalan sebagai alternatifnya. Trend pembangunan kota yang lebih mengarah pada kegiatan komersial menjadi penyebabnya ruang terbuka hijau berkurang. Solusi dari fenomena ini adalah pembangunan yang kompak atau compact city. Konsep kota kompak mengatakan bahwa kenaikan kepadatan harus berjalan lurus dengan ketersediaan ruang terbuka hijau. Pusat pelayanan kegiatan Kota Bitung berada di tengah kota, menjadikan wilayah berkembang dan mempengaruhi wilayah lainnya sebagai subpusat pelayanan kota. Target dari konsep kota kompak itu sendiri adalah kesejahteraaan sosial yang berarti kualitas hidup penduduk semakin membaik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji urban compactness terhadap tingkat ketersediaan ruang terbuka hijau. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui factor urban compactness yang memiliki hubungan pada ketersediaan ruang terbuka hijau dan besar pengaruh yang ditimbulkan oleh urban compactness terhadap tingkat ketersediaan ruang terbuka hijau di Kota Bitung. Pada penelitian digunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif untuk menggambarkan kondisi kekompakkan dan ruang terbuka hijau di Kota Bitung. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk melakukan perhitungan dengan analisis korelasi yang selanjutnya akan dilakukan analisis lanjutan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian dapat memperlihatkan bahwa faktor urban compactness yang ada di Kota Bitung masih belum memenuhi standar kekompakkan di wilayahnya. Pengaruh urban compactness terhadap tingkat ketersediaan ruang terbuka hijau menunjukkan bahwa kepadatan penduduk memiliki dampak yang signifikan terhadap ketersediaan ruang terbuka hijau di Kota Bitung.Kata Kunci : Kota Kompak, Urban Compactness, Ruang Terbuka Hijau

Page 1 of 1 | Total Record : 5