Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1 No 2 (2012): MUSTEK ANIM HA"
:
14 Documents
clear
KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN HUNIAN TRADISIONAL TORAJA (Studi kasus Tongkonan dengan material atap Seng)
Muchlis Alahudin
MUSTEK Vol 1 No 2 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kenyamanan termal pada hunian tradisional Toraja (Tongkonan). Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kuantitatif. Variabel standar kenyaman adalah temperatur dan kelembaban, penentuan kasus penelitian berdasarkan kriteriamaterial atap Tongkonan dan kondisi vegetasi di sekitar Tongkonan. Data pengukuran diperolehdengan menggunakan alat ukur antara lain: Thermo-Hygrometer dan Anemometer. Hasil perekamandan pengukuran dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan standar kenyamanan penelitianMom & Wiesebrom (1940). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara Tongkonan atapseng dengan lingkungan masih bagus dengan Tongkonan Atap seng dengan dengan lingkungankurang bagus yaitu Tongkonan atap seng dengan lingkungan bangus lebih rendah temperaturnya daripada Tongkonan atap seng dengan lingkungan kurang bagus, sedangkan untuk kelembaban baikTongkonan atap seng dengan lingkungan bagus cukup nyaman sedangkan Tongkonan atap sengdengan lingkungan kurang bagus kondisinya 80,7% atau kondisi kulit akan terasa lengket/kurangnyaman itu untuk didalam bangunan sementara diluar tongkonan untuk ke 2 tongkonan masih dibatasnyaman kecuali untuk tongkonan dengan lingkungan kurang bagus kelembaban mendekati batasnyaman atau nyaman optimal.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS KEBUTUHAN JURUSAN
Susanto Susanto
MUSTEK Vol 1 No 2 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan awal dan membuat rancangan sistem informasi akademik yang berbasis pada kebutuhan di tingkat jurusan, khususnya kebutuhan laporanyang akan digunakan oleh jurusan dan mahasiswa dalam melakukan pengisian KRS(Kartu RencanaStudi). Penelitian ini diawali dengan melakukan pengumpulan data awal yang berhubungan denganpelaporan jurusan dan kebutuhan mahasiswa dalam melakukan KRS. Dari hasil pengumpulan datakebutuhan yang diperoleh akan dibuat rancangan sistem informasi akademik. Teknik yang digunakandalam penelitian ini adalah teknik perancangan DFD(Data Flow Diagram). Teknik perancangan DFDakan menggambarkan keterkaitan pelaku yang terlibat langsung dengan sistem (external entity) danarah aliran data dari proses data masuk sampai ke proses penyimpanan ke database. Dalamperancangan juga digambarkan proses pembuatan laporan yang dihasilkan sistem. Hasil dari Perancangan Sistem Informasi Akademik Berbasis Kebutuhan Jurusan dapatdigunakan untuk pembuatan database dan program aplikasinya, sehingga sistem yang dihasilkan akanlebih terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan yang sudah didefenisikan sebelumnya.
PERENCANAAN COLD STORAGE PADA RUANG PALKA KAPAL IKAN ARUJAYA 30 GT
Daniel Parenden
MUSTEK Vol 1 No 2 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Refrigerasisebagai proses pendinginan atau produksi dan pemeliharaan tingkat suhu darisuatu bahan atau ruangan pada tingkat yang lebih rendah dari pada suhu lingkungan atau atmosfirsekitarnya dengan cara penyerapan atau pengambilan panas dari bahan atau ruangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan alternatif sistim pendingin udara pada kapalArujaya 30 GT, yang mengguna es batu sebagai pendingin, guna meningkatkan kapasitas muat padakapal tersebut. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa perencanaan Sistem Pendingin Udara diketahui bahwadengan sitem ini kapasitas muat pada ruang palka Kapal Arujaya menjadi lebih banyak dibandingkandengan menggunakan es batu sehingga pendapatan bertambah besar.
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT BERBASIS LAYANAN: DESAIN DAN IMPLEMENTASI PROTOTIPE SISTEM
Jarot Budiasto;
Fransiskus Xaverius Manggau
MUSTEK Vol 1 No 2 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Supply Chain Management (SCM) adalah sebuah konsep pengaturan aliran prosesperdagangan yang menghubungkan antara produsen, supplier, dan konsumen secara langsung.Dengan berevolusinya konsep perangkat lunak dan sistem informasi menuju era berbasis layanan,pengembangan SCM berbasis layanan menjadi sangat relevan. Studi kasus kebutuhan akan SCMberbasis layanan pada pengelola pusat perbelanjaan di Jakarta menjadi fokus pembahasan. Padamakalah ini dibahas sebuah model pengembangan sistem SCM berbasis layanan yangmenghubungkan tiga stakeholder yang berperan dalam proses perdagangan pada pusat perbelanjaanmodern.
PERENCANAAN PENEMPATAN FACTS OPTIMAL MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA
Damis Hardiantono
MUSTEK Vol 1 No 2 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan: 1) menentukan bagian sistem tenaga yang membutuhkan penempatanperalatan FACTS (Flexible Alternating Current Transmission System) dengan menggunakanAlgoritma Genetika (AG) dan 2) menganalisis pengaruh pemasangan FACTS devices berdasarkanhasil aliran daya terhadap rugi-rugi daya dan profil tegangan sistem. Penempatan FACTS optimal dalam sistem tenaga dilakukan dengan metode optimasimenggunakan Algoritma Genetika. Paramater yang dioptimalkan yaitu meminimumkan rugi-rugidaya total sistem.Hasil analisis yang diperoleh yaitu : 1) lokasi optimal SVC ditempatkan pada bus 26 (GI Barawaja) dengan rating sebesar 20 MVAr dan TCSC ditempatkan pada saluran 26 (GI Soppeng – GI Sidrap)dengan rating sebesar -0,7Xline. 2) penempatan peralatan FACTS pada lokasi tersebut dapatmengoreksi tegangan yang collapse di bus 24 (GI Tello B 30 kV) sebesar 0,805 pu terkoreksi menjadi1,047 pu dan bus 26 (GI Barawaja) sebesar 0,690 pu terkoreksi menjadi 0,985 pu serta bus yangtegangannya kritis yaitu pada bus 29 (GI Bontoala) sebesar 0,945 pu terkoreksi menjadi 0,994 pu. 3)rugi-rugi daya total saluran sebelum penempatan FACTS optimal diperoleh sebesar 20,487 MW danberkurang menjadi sebesar 17,394 MW setelah penempatan FACTS optimal.
APLIKASI ELEMEN ARSITEKTUR TRADISIONAL TORAJA PADA BANGUNAN PEMERINTAHAN DI KOTA MAKALE
Anton Topan
MUSTEK Vol 1 No 2 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengetahui aplikasi elemen arsitektur tradisional Toraja padabangunan pemerintahan di Kota Makale Penelitian ini bersifat deskriptif melalui pendekatan eksploratif. pengumpulan data dilakukanmelalui observasi dan pengukuran, wawancara, dan kajian pustaka. Analisis data secara kuantitatif.Dilakukan terhadap 3 sampel bangunan Kantor pemerintahan yang dipilih dengan menggunakanteknik purposive sampling Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan aplikasi elemen arsitektur tradisional Torajayang diterapkan pada bangunan pemerintahan mengalami perubahan terutama pada: a) bentuk atap,dimensi horisontal, dimensi vertikal dan struktur kontuksi, b) ornamen dan ragam hias yang ada padaTongkonan tidak semua ada pada bangunan pemerintahan, c) material bangunan, dimana bagunantersebut pada umumnya menggunakan material pabrikasi. Perubahan tersebut di sebabkan olehbeberapa faktor yang berurutan yaitu: a) faktor kemajuan teknologi, b) kebutuhan ruang, c) fungsibangunan, e) sosial dan budaya, f) kebijakan pemerintah.
PENENTUAN RUTE PENGAMBILAN SAMPAH DI KOTA MERAUKE DENGAN KOMBINASI METODE EKSAK DAN METODE HEURISTIC
Endah Wulan Perwitasari
MUSTEK Vol 1 No 2 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan distribusi sampah mempunyai karakteristik diantaranya tidak ada penjadwalan ataupun pemilihan rute yang tepat untuk pengambilan sampah pada Tempat Pengumpulan Sampah(TPS). Permasalahan distribusi sampah melibatkan beberapa pertimbangan utama meliputi rutekendaraan, kendaraan sampai dengan minimasi ongkos distribusi. Permasalahan tersebut di modelkandengan Vehicle Routing Problem (VRP). VRP adalah masalah penentuan rute yang digunakan oleharmada untuk memberikan pelayanan kepada konsumen. Dimana VRP mempunyai tujuan untukminimasi waktu tempuh, jarak tempuh kendaraan dan minimasi ongkos distribusi. Terdapat duamacam metode untuk penyelesaian permasalahan VRP, yaitu metode eksak dan metode heuristic,dimana metode eksak lebih ditekankan pada hasil yang optimal, sedangkan pada metode heuristichasil yang dicapai mendekati optimal namun mempunyai waktu komputasi yang cepat. Hasil yangdiperoleh dalam penelitian ini adalah kombinasi antara metode eksak dan metode heuristic berhasildiimplementasikan dengan baik dan dapat membentuk rute yang memenuhi karakteristikpermasalahan distribusi sampah.
PERENCANAAN COLD STORAGE PADA RUANG PALKA KAPAL IKAN ARUJAYA 30 GT
Parenden, Daniel
MUSTEK ANIM HA Vol 1 No 2 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Refrigerasisebagai proses pendinginan atau produksi dan pemeliharaan tingkat suhu darisuatu bahan atau ruangan pada tingkat yang lebih rendah dari pada suhu lingkungan atau atmosfirsekitarnya dengan cara penyerapan atau pengambilan panas dari bahan atau ruangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan alternatif sistim pendingin udara pada kapalArujaya 30 GT, yang mengguna es batu sebagai pendingin, guna meningkatkan kapasitas muat padakapal tersebut. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa perencanaan Sistem Pendingin Udara diketahui bahwadengan sitem ini kapasitas muat pada ruang palka Kapal Arujaya menjadi lebih banyak dibandingkandengan menggunakan es batu sehingga pendapatan bertambah besar.
APLIKASI ELEMEN ARSITEKTUR TRADISIONAL TORAJA PADA BANGUNAN PEMERINTAHAN DI KOTA MAKALE
Topan, Anton
MUSTEK ANIM HA Vol 1 No 2 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengetahui aplikasi elemen arsitektur tradisional Toraja padabangunan pemerintahan di Kota Makale  Penelitian ini bersifat deskriptif melalui pendekatan eksploratif. pengumpulan data dilakukanmelalui observasi dan pengukuran, wawancara, dan kajian pustaka. Analisis data secara kuantitatif.Dilakukan terhadap 3 sampel bangunan Kantor pemerintahan yang dipilih dengan menggunakanteknik purposive sampling Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan aplikasi elemen arsitektur tradisional Torajayang diterapkan pada bangunan pemerintahan mengalami perubahan terutama pada: a) bentuk atap,dimensi horisontal, dimensi vertikal dan struktur kontuksi, b) ornamen dan ragam hias yang ada padaTongkonan tidak semua ada pada bangunan pemerintahan, c) material bangunan, dimana bagunantersebut pada umumnya menggunakan material pabrikasi. Perubahan tersebut di sebabkan olehbeberapa faktor yang berurutan yaitu: a) faktor kemajuan teknologi, b) kebutuhan ruang, c) fungsibangunan, e) sosial dan budaya, f) kebijakan pemerintah.
KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN HUNIAN TRADISIONAL TORAJA (Studi kasus Tongkonan dengan material atap Seng)
Alahudin, Muchlis
MUSTEK ANIM HA Vol 1 No 2 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kenyamanan termal pada hunian tradisional Toraja (Tongkonan). Â Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kuantitatif. Variabel standar kenyaman adalah temperatur dan kelembaban, penentuan kasus penelitian berdasarkan kriteriamaterial atap Tongkonan dan kondisi vegetasi di sekitar Tongkonan. Data pengukuran diperolehdengan menggunakan alat ukur antara lain: Thermo-Hygrometer dan Anemometer. Hasil perekamandan pengukuran dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan standar kenyamanan penelitianMom & Wiesebrom (1940). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara Tongkonan atapseng dengan lingkungan masih bagus dengan Tongkonan Atap seng dengan dengan lingkungankurang bagus yaitu Tongkonan atap seng dengan lingkungan bangus lebih rendah temperaturnya daripada Tongkonan atap seng dengan lingkungan kurang bagus, sedangkan untuk kelembaban baikTongkonan atap seng dengan lingkungan bagus cukup nyaman sedangkan Tongkonan atap sengdengan lingkungan kurang bagus kondisinya 80,7% atau kondisi kulit akan terasa lengket/kurangnyaman itu untuk didalam bangunan sementara diluar tongkonan untuk ke 2 tongkonan masih dibatasnyaman kecuali untuk tongkonan dengan lingkungan kurang bagus kelembaban mendekati batasnyaman atau nyaman optimal.