cover
Contact Name
Damis Hardiantono
Contact Email
damiz@unmus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
damiz@unmus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. merauke,
P a p u a
INDONESIA
MUSTEK ANIM HA
Published by Universitas Musamus
ISSN : 20896697     EISSN : 23547707     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MUSTEK ANIM HA (p-ISSN :2089-6697, e-ISSN : 2354-7707) adalah pusat publikasi yang memuat tentang karya ilmiah bidang keteknikan dan rekayasa teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2014): MUSTEK ANIM HA" : 14 Documents clear
ANALISIS PERBANDINGAN NILAI TAHANAN PENTANAHAN MENGGUNAKAN ELEKTRODA BATANG (ROD) JENIS CROM TEMBAGA, ALLLUMINIUM, BESI, DENGAN MEDIA TANAH PASIR LUMPUR DAN TANAH LIAT Acep Ponadi
MUSTEK Vol 3 No 2 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pentanahan merupakan salah satu faktor penting dalam usaha pengamanan (perlindungan) sistem tenaga listrik saat terjadi gangguan yang disebabkan oleh arus  lebih dan tegangan lebih.  Arus gangguan ini menimbulkan gradient tegangan antara peralatan dengan peralatan, peralatan dengan tanah, serta pada permukaan tanah itu sendiri. Salah satu cara untuk memperkecil gradient tegangan permukaan tanah yaitu  dengan suatu elektroda pembumian yang ditanam kedalam tanah. Nilai tahanan tanah sangat dipengaruhi oleh nilai tahanan jenisnya, sehingga perlu dilakukan  pengukuran secara akurat dari karakteristik tanah.Mengetahui perbandingan  nilai  tahanan pentanahan jenis elektroda besi, crom tembaga, aluminium yang ditanam tegak lurus, metode empat titik, untuk pengukuran 3 jenis tanah yaitu tanah pasir, tanah liat, tanah lumpur menggunakan elektroda batang tunggal  (driven rod) mulai dari kedalaman 0,50 – 1,50 meter.Kondisi jenis tanah pasir nilai rata – rata tahanan jenis tanah pada kedalaman 1,50 m elektroda besi  sebesar 61,510 Ω-m dan tahanan pentanahan sebesar 39,124 Ω, elektroda crom tembaga nilai rata – rata tahanan jenis tanah sebesar 69.080 Ω-m, tahanan pentanahan sebesar     43.940 Ω serta aluminium nilai rata – rata tahanan jenis tanah sebesar 92.153 Ω-m, tahanan pentanahan sebesar 58.615 Ω. Untuk tanah liat nilai rata – rata tahanan jenis tanah pada kedalaman 1,50 m elektroda besi  sebesar 3,142 Ω-m dan tahanan pentanahan sebesar 1,998 Ω, elektroda crom tembaga nilai rata – rata tahanan jenis tanah sebesar 3.427 Ω-m, tahanan pentanahan sebesar 2.180 Ω serta aluminium nilai rata – rata tahanan jenis tanah sebesar 6.283 Ω-m, tahanan pentanahan sebesar 3.997 Ω. Untuk tanah lumpur nilai rata – rata tahanan jenis tanah pada kedalaman 1,50 m elektroda besi  sebesar 0,956 Ω-m dan tahanan pentanahan sebesar 0,608 Ω, elektroda crom tembaga nilai rata – rata tahanan jenis tanah sebesar 0.820 Ω-m, tahanan pentanahan sebesar 0.521 Ω serta aluminium nilai rata – rata tahanan jenis tanah sebesar 0.915 Ω-m, tahanan pentanahan sebesar 0.582 Ω, dan cenderung menurun ketika kedalaman ditambah.
ANALISA UNJUK KERJA MOTOR DIESEL BERBAHAN BAKAR BIODIESEL JARAK PAGAR DENGAN MENGGUNAKAN PEMANAS BAHAN BAKAR Daniel Parenden
MUSTEK Vol 3 No 2 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif untuk mesin diesel. Biodiesel diproduksi dari bahan domestik yang merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui.Biodiesel tidak mengandung petroleum, tapi dapat dicampur dengan petroleumdiesel pada beberapa level untuk membuat suatu campuran biodiesel, dan dapat digunakan dalam kompressi penyalaan mesin diesel dengan modifikasi yang tidak terlalu besar.Penelitian ini bertujuan Menganalisa unjuk kerja mesin diesel tipe DY 23-2D berbahan bakar biodiesel dengan penambahan pemanas bahan bakar.Hasil penelitian ini diperoleh bahwa hasil pembakaran yang sempurna dipengaruhi oleh kualitas bahan bakar dengan viskositas, nilai kalor, angka cetan dan titik nyala.Bahan bakar biodiesel dengan titik nyala yang tinggi memerlukan proses pemanasan untuk menaikan temperatur bahan bakar sehingga mendekati titik nyala bahan bakar biodiesel untuk mempermudah proses penyalaan bahan bakar dalam ruang bakar.
STUDI PEMANFAATAN CANGKANG DAN SERABUT KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKAR TERHADAP PROSES PEMBAKARAN PADA KETEL UAP PT. KORINDO GROUP MERAUKE Peter Sahupala; Daniel Parenden
MUSTEK Vol 3 No 2 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Medco merupakan suatu badan usaha yang bergerak mengelola hutan tanaman industri dan salah satu cabang perusahaan tersebut berada di Papua Selatan – Merauke. Perusahaan ini mengelola kayu untuk diolah menjadi bahan baku kertas dan keperluan lainnya. Aktivitas produksi kayu yang menghasilkan limbah dalam volume yang sangat besar, limbah-limbah tersebut ternyata masih memiliki nilai kalor yang cukup tinggi yang pemanfaatannya akan menghasilkan bahan bakar yang bisa di pakai, salah satunya sebagai bahan bakar ketel uap untuk pembangkit tenaga. Pada dasarnya semua limbah pada pabrik pengolahan kayu dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam kawasan pabrik tersebut yaitu sebagai bahan bakar ketel uap untuk memasok kebutuhan uap panas guna pembangkit listrik disamping itu juga untuk proses pengolahan kayu pada industri. Potongan-potongan kayu kecil atau dikenal dengan  nama Waste wood chips and barks (Sisa Kepingan dan kulit kayu) dipergunakan sebagai energi alternatif pengganti kepingan dan kulit kayu dan minyak bumi yang biasanya digunakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).Proses pembakaran Sisa Kepingan dan kulit kayu menghasilkan uap yang digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik, membutuhkan analisis pada nilai bahan bakar dan spesifikasi ketel uap, selanjutnya untuk menetukan proses pembakaran yang sempurna, dilakukan perhitungan kebutuhan jumlah udara pembakaran yang terdiri dari jumlah udara primer dan jumlah udara sekunder. Dart data bahan bakar dan setelah itu menganalisa proses pembakaran didalam ketel uap dengan menggunakan metode BTU.Dari hasil perhitungan proses pembakaran pada ketel uap (PLTU)  1 x 7 MW PT. Medco menunjukkan Carbon  (C) 34,47 %, Hydrogen (H2)  4,22 %, Sulfur (S) 0,06 %, Oksigen (O2) 30,75 %, Nitrogen (N2) 0,22 %, Water (H2O) 27,80 %,  Ash 2,48 % dan nilai kalor sebesar Hight Heating Value  (HHV) 9160,8 Btu/lb, Excess air  30% serta  komsumsi bahan bakar 16784 kg/jam. Laju aliran massa uap 35 ton atau 66150 lb/h dengan temperatur gas pembakaran yang diperoleh sebesar 1490oC dan temperatur adiabatik yang terbentuk didalam furnace yaitu sebesar 1075oC. kebutuhan udara primer adalah sebesar 43594,91 kg udara dan kebutuhan udara sekunder 18727,24 kg udara. energi kalor yang dimasukkan ke ketel uap dari hasil proses pembakaran 98,24 x 106 BTU/h  atau sebesar 28,77204 MW, kalor tersebut yang dimanfaatkan untuk proses perubahan fase fluida cairan didalam pipa air disepanjang dinding ketel hanya sebesar 83,038 x 106 BTU/h atau sebesar 24,31975425 MW. Jadi dapat disimpulkan bahwa terjadi kehilangan energi sebesar 15,2020 x 106 BTU/h atau 4,452286 MW.
KARAKTERISTIK BETON NON STRUKTUR DARI BAHAN LOKAL DI DISTRIK MUTING MERAUKE PERBATASAN REPUBLIK INDONESIA – PAPUA NEUGINI Daud Andang Pasalli
MUSTEK Vol 3 No 2 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan pembangunan untuk masyarakat di Kabupaten Merauke khususnya pembangunan perumahan masyarakat dan fasilitas umum yang berada di  daerah perbatasan perlu dukungan teknologi dibidang bahan bangunan guna memberikan pedoman dan masukan teknik khususnya syarat mutu dan kualitas terhadap bahan dan material yang akan digunakan dalam pembangunan perumahan dan fasilitas umum yang menggunakan beton non struktur. Agregat Lokal di Distrik Muting Kabupaten Merauke perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Neugini yang merupakan bahan lokal perlu pengujian untuk membuktikan secara teknis apakah memiliki sifat agregat yang baik untuk membuat beton non struktur, meliputi sifat-sifat fisika agregat antara lain berat jenis, berat satuan, gradasi, kandungan lumpur, kandungan zat organik, kekuatan/kekerasan agregat kasar, kuat tekan beton dan modulus elastisitas beton.Dalam penelitian ini digunakan Agregat Lokal di Distrik Muting-Merauke, semen Portland type I merk Semen Gresik dan air dari Loratorium Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Universitas Musamus. Untuk perancangan adukan beton ditetapkan nilai faktor air semen 0,45, 0,50 dan 0,55 serta nilai slump 10 1.Gradasi pasir  dapat digolongkan ke dalam daerah III (agak halus), modulus halus butirnya berkisar 1,4-2,3. Untuk butir maximum 4,8 mm dan 2,4 mm modulus halus butirnya berturut-turut 1,96 dan  1,4. Berat satuan pasir  butir maksimum 4,8 mm dan 2,4 mm berturut-turut sebesar 1,58 dan 1,56 gr/cm3. Berat jenis pasir  antara 2,6 - 2,8 dan daya serap airnya antara 3,1 % - 4,7 %. Kadar lumpur rata-rata pasir sebesar 2,6 % dan kandungan zat organiknya rendah. Gradasi kerikil memenuhi syarat kerikil dengan besar butiran maksimum 40 mm. Modulus halus butirnya sebesar 7,3. Berat satuan kerikil sebesar 1,54. Kerikil berat  jenisnya 2,4-2,5 dan daya serap air jenuh kering muka 5,4 %. Kekerasan kerikil dengan menggunakan Bejana Rudellof, sebesar  23,6 %. Ketahanan aus kerikil dengan menggunakan alat uji derak Los Angeles sebesar 46,9%. Kuat tekan silinder  beton-A, beton-B dan beton-C berturut-turut sekitar 23,3 MPa - 29,7 MPa dengan berat semen/m3 377,6 kg - 467,9 kg ,  19,4 MPa - 25,1 MPa dengan berat semen/m3  396,9 kg - 468,5 kg dan  21,9 MPa - 35,0 MPa dengan berat semen/m3 388,9 kg - 555,1 kg. Secara umum pasir dan kerikil dari bahan lokal di Distrik Muting Merauke memiliki sifat agregat yang dapat digolongkan  memenuhi sifat agregat standar , walaupun beberapa sifat agregatnya cenderung di bawah standar. Beton non struktur dari bahan lokal di Distrik Muting Merauke memiliki sifat-sifat yang baik sehingga dapat memenuhi sifat beton standar,  namun kebutuhan semen/m3 beton cenderung lebih banyak jika dibandingkan dengan beton normal.
STUDI PRAKIRAAN BEBAN HARIAN SISTEM KELISTRIKAN PT. PLN (PERSERO) CABANG MERAUKE Paulus Mangera
MUSTEK Vol 3 No 2 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan profil pertumbuhan beban harian sistem PLN (Persero) Cabang Meruke dan memperkirakan beban harian Sistem Cabang Merauke yang akan datang berdasarkan data historis sebelumnya. Penelitian ini merupakan salah satu alternatif dalam membuat strategis perencanaan beban ke depan khususnya dalam memprediksi beban harian.Penelitian ini dilaksanakan dengan mengumpulkan data beban harian di PT. PLN (Persero) Cabang Merauke dan data suhu / temperatur di Kantor BMG. Kedua data ini merupakan data historis yang di kelompokkan berdasarkan jam dan hari.Setelah itu digabungkan dalam satu file dengan urutan (1) jam, (2) hari, (3) suhu, dan (4) beban. Data-data ini kemudian dijadikan sebagai data input untuk simulasi dalam Toolbox Fuzzy Logic. Simulasi ini menggunakan Matlab R14 versi 7.0.1. Proses simulasi dilakukan  dengan cara menjalankan toolbox Fuzzy Logic untuk memprakirakan beban harian yang akan datang dengan memperhitungkan profil pertumbuhan beban  kemudaian dilakukan analisis kesalahan antara data aktual dengan hasil prakiraan yang diperoleh. Hal ini terlihat pada hasil MAPE dan Standar Deviasi.Hasil simulasi memperlihatkan bahwa metode Fuzzy logic mampu memprakirakan beban harian yang akan datang dengan akurat, hal ini dibuktikan dengan hasil prosentase kesalahan rata-rata (MAPE) sebesar 5.41%. Nilai ini dibawah dari batas toleransi 10% dengan tingkat standar deviasi sebesar 23.72. 
PENGARUH TERMAL DALAM RUANGAN PERPUSTAKAAN TERHADAP KONDISI BUKU DAN KENYAMANAN PEMBACA (STUDI KASUS PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUSAMUS MERAUKE) Muchlis Alahudin
MUSTEK Vol 3 No 2 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor suhu, kelembaban, intensitas cahaya dan kebisingan terhadap kondisi koleksi buku dan kenyamanan pengunjung perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kuantitatif. Variabel standar kenyaman termal adalah temperatur, kelembaban, intensitas cahaya dan kebisingan, variabel  yang diamati dalam penelitian ini adalah: 1). Bangunan (Luasan bangunan, luas bukaan, orientasi dan perabot), 2). Kondisi termal (Suhu, kelembaban, kecepatan udara, cahaya dan kebisingan), dan 3). Koleksi bacaan (buku dan CD) dan kondisi lingkungan sekitar  perpustakaan. Sementara alat ukur yang dipakai dalam penelitian adalah: 1). Thermo Hygrometer, (2). Environtment Meter, (3). Anemometer, dan 4). Meteran. Hasil perekaman dan pengukuran dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan standar kenyamanan penelitian Talarosha (2005). Perwujudan dari desain arsitektur untuk bangunan perpustakaan perlu memperhatikan beberapa hal antara lain kondisi suhu, kelembaban, cahaya dan kebisingan, disamping itu peletakan penyimpanan koleksi perpustakaan, sirkulasi pengunjung sangat perlu diperhatikan. Ini dikarekana suhu, kelembaban, cahaya sangat mempengaruhi kondisi koleksi perpustakaan (buku, majalah, koran, CD dan koleksi lainnnya), dengan 3 (tiga) faktor termal diatas ditambah dengan faktor kebisingan akan mempengaruhi kenyaman pengujung perpustakaan. Dengan mengetahui kondisi termal (suhu, kelembaban, cahaya dan kebisingan) dapat menjadi acuan nantinya dalam pembangunan/pengembangan perpustakaan. Kondisi suhu di perpustakaan Universitas Musamus (UNMUS) Merauke berkisar antara 29.28 – 32.93oC (didalam bangunan), 29.31 – 35.00oC (diluar bangunan), 29.61 – 31.62oC (di dalam lemari rak buku), kelembaban 62.44 – 79.33% (didalam bangunan), 61.61 – 75.83% (diluar bangunan), kecepatan angin 0.26 – 0.51m/s (didalam bangunan), 0.63 – 2,55 m/s (diluar bangunan), kebisingan 51.72 – 70.82 dB (didalam bangunan), 52.26 – 74.79 dB (diluar bangunan), Intensitas cahaya 52 – 208.20 lux (di dalam bangunan dengan ketinggian meja baca/+ 75 cm). Disimpulkan kondisi termal di dalam perpustakaan Universitas Musamus jauh dari dari kata Nyaman baik bagi koleksi perpustakaan maupun pengguna perpustakaan.
RANCANGAN PEMETAAN POTENSI KETERSEDIAAN ENERGI TERBARUKAN DAN PERMINTAAN ENERGI PER SEKTOR PEMAKAI PADA WILAYAH KABUPATEN MERAUKE MENGGUNAKAN LEAP Frederik H. Sumbung; Yohanes Letsoin; Philipus Betaubun
MUSTEK Vol 3 No 2 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat luas wilayah di Kabupaten Merauke  yang sangat luas dan kebutuhan akan permintaan energi yang semakin meningkat, sehingga diharapkan adanya ketersediaan energi yang memadai pada masing-masing sektor pemakai, dan mampu meningkatkan rasio elektrifikasi di seluruh wilayah Kabupaten Merauke. Agar adanya referensi yang merekomendasikan pemenuhan ketersediaan energi sesuai dengan kebutuhan pelanggan persektor pada saat sekarang maupun dimasa yang akan datang. Untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan sebagai salah satu referensi yang ilmiah, maka perlu dilakukan kajian ilmiah untuk menentukan perancangan kebutuhan dan ketersediaan sumber energi listrik di Kabupaten Merauke dalam kurun waktu sesuai proyeksi yang diinginkan.Analisa prakiraan kebutuhan beban dilakukan melalui perhitungan intensitas energi listrik, laju pertumbuhan penduduk dengan data minimal 5 tahun yang lalu dan penentuan potensi ketersediaan energi dilakukan melalui pengukuran khususnya pada sumber energi matahari dan sumber energi angin. Untuk melihat besarnya kebutuhan permintaan energi listrik dimasa yang akan datang digunakan peralatan bantu aplikasi program LEAP dan untuk menentukan besarnya potensi ketersediaan energi terbarukan menggunakan perhitungan besarnya daya yang dibangkitkan untuk menentukan apakah sumber energi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai peluang potensi energi yang dapat dimanfaatkan secara maksimal..Berdasarkan metode yang digunakan dalam melakukan perancangan terhadap potensi ketersediaan daya pada sumber energi  matahari melalui perhitungan potensi tertinggi pada Panel PV 50 Wp sebesar 468 watt-jam perhari dan daya pada sumber energi angin maksimal 5,17 m/s menghasilkan potensi energi angin 1280 watt-hari/bulan. pada bulan desember 2013. Sedangkan besarnya permintaan   kebutuhan energi listrik di Kabupaten Merauke  persektor  pemakai sampai dengan tahun 2028 pada sektor rumah tangga 60.500 MVA; 86%, sektor bisnis 7.530 MVA; 11%, sektor publik 1.860 MVA; 3%, sektor sosial 170 MVA; 0.24%, sektor industri 30 MVA; 0.04%, dan sector multiguna 20 MVA; 0.03%, dengan permintaan tertinggi masih di dominasi pada sector rumah tangga.
ANALISA UNJUK KERJA MOTOR DIESEL BERBAHAN BAKAR BIODIESEL JARAK PAGAR DENGAN MENGGUNAKAN PEMANAS BAHAN BAKAR Parenden, Daniel
MUSTEK ANIM HA Vol 3 No 2 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif untuk mesin diesel. Biodiesel diproduksi dari bahan domestik yang merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui.Biodiesel tidak mengandung petroleum, tapi dapat dicampur dengan petroleumdiesel pada beberapa level untuk membuat suatu campuran biodiesel, dan dapat digunakan dalam kompressi penyalaan mesin diesel dengan modifikasi yang tidak terlalu besar.Penelitian ini bertujuan Menganalisa unjuk kerja mesin diesel tipe DY 23-2D berbahan bakar biodiesel dengan penambahan pemanas bahan bakar.Hasil penelitian ini diperoleh bahwa hasil pembakaran yang sempurna dipengaruhi oleh kualitas bahan bakar dengan viskositas, nilai kalor, angka cetan dan titik nyala.Bahan bakar biodiesel dengan titik nyala yang tinggi memerlukan proses pemanasan untuk menaikan temperatur bahan bakar sehingga mendekati titik nyala bahan bakar biodiesel untuk mempermudah proses penyalaan bahan bakar dalam ruang bakar.
KARAKTERISTIK BETON NON STRUKTUR DARI BAHAN LOKAL DI DISTRIK MUTING MERAUKE PERBATASAN REPUBLIK INDONESIA – PAPUA NEUGINI Pasalli, Daud Andang
MUSTEK ANIM HA Vol 3 No 2 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan pembangunan untuk masyarakat di Kabupaten Merauke khususnya pembangunan perumahan masyarakat dan fasilitas umum yang berada di  daerah perbatasan perlu dukungan teknologi dibidang bahan bangunan guna memberikan pedoman dan masukan teknik khususnya syarat mutu dan kualitas terhadap bahan dan material yang akan digunakan dalam pembangunan perumahan dan fasilitas umum yang menggunakan beton non struktur. Agregat Lokal di Distrik Muting Kabupaten Merauke perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Neugini yang merupakan bahan lokal perlu pengujian untuk membuktikan secara teknis apakah memiliki sifat agregat yang baik untuk membuat beton non struktur, meliputi sifat-sifat fisika agregat antara lain berat jenis, berat satuan, gradasi, kandungan lumpur, kandungan zat organik, kekuatan/kekerasan agregat kasar, kuat tekan beton dan modulus elastisitas beton.Dalam penelitian ini digunakan Agregat Lokal di Distrik Muting-Merauke, semen Portland type I merk Semen Gresik dan air dari Loratorium Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Universitas Musamus. Untuk perancangan adukan beton ditetapkan nilai faktor air semen 0,45, 0,50 dan 0,55 serta nilai slump 10 1.Gradasi pasir  dapat digolongkan ke dalam daerah III (agak halus), modulus halus butirnya berkisar 1,4-2,3. Untuk butir maximum 4,8 mm dan 2,4 mm modulus halus butirnya berturut-turut 1,96 dan  1,4. Berat satuan pasir  butir maksimum 4,8 mm dan 2,4 mm berturut-turut sebesar 1,58 dan 1,56 gr/cm3. Berat jenis pasir  antara 2,6 - 2,8 dan daya serap airnya antara 3,1 % - 4,7 %. Kadar lumpur rata-rata pasir sebesar 2,6 % dan kandungan zat organiknya rendah. Gradasi kerikil memenuhi syarat kerikil dengan besar butiran maksimum 40 mm. Modulus halus butirnya sebesar 7,3. Berat satuan kerikil sebesar 1,54. Kerikil berat  jenisnya 2,4-2,5 dan daya serap air jenuh kering muka 5,4 %. Kekerasan kerikil dengan menggunakan Bejana Rudellof, sebesar  23,6 %. Ketahanan aus kerikil dengan menggunakan alat uji derak Los Angeles sebesar 46,9%. Kuat tekan silinder  beton-A, beton-B dan beton-C berturut-turut sekitar 23,3 MPa - 29,7 MPa dengan berat semen/m3 377,6 kg - 467,9 kg ,  19,4 MPa - 25,1 MPa dengan berat semen/m3  396,9 kg - 468,5 kg dan  21,9 MPa - 35,0 MPa dengan berat semen/m3 388,9 kg - 555,1 kg. Secara umum pasir dan kerikil dari bahan lokal di Distrik Muting Merauke memiliki sifat agregat yang dapat digolongkan  memenuhi sifat agregat standar , walaupun beberapa sifat agregatnya cenderung di bawah standar. Beton non struktur dari bahan lokal di Distrik Muting Merauke memiliki sifat-sifat yang baik sehingga dapat memenuhi sifat beton standar,  namun kebutuhan semen/m3 beton cenderung lebih banyak jika dibandingkan dengan beton normal.
STUDI PRAKIRAAN BEBAN HARIAN SISTEM KELISTRIKAN PT. PLN (PERSERO) CABANG MERAUKE Mangera, Paulus
MUSTEK ANIM HA Vol 3 No 2 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan profil pertumbuhan beban harian sistem PLN (Persero) Cabang Meruke dan memperkirakan beban harian Sistem Cabang Merauke yang akan datang berdasarkan data historis sebelumnya. Penelitian ini merupakan salah satu alternatif dalam membuat strategis perencanaan beban ke depan khususnya dalam memprediksi beban harian.Penelitian ini dilaksanakan dengan mengumpulkan data beban harian di PT. PLN (Persero) Cabang Merauke dan data suhu / temperatur di Kantor BMG. Kedua data ini merupakan data historis yang di kelompokkan berdasarkan jam dan hari.Setelah itu digabungkan dalam satu file dengan urutan (1) jam, (2) hari, (3) suhu, dan (4) beban. Data-data ini kemudian dijadikan sebagai data input untuk simulasi dalam Toolbox Fuzzy Logic. Simulasi ini menggunakan Matlab R14 versi 7.0.1. Proses simulasi dilakukan  dengan cara menjalankan toolbox Fuzzy Logic untuk memprakirakan beban harian yang akan datang dengan memperhitungkan profil pertumbuhan beban  kemudaian dilakukan analisis kesalahan antara data aktual dengan hasil prakiraan yang diperoleh. Hal ini terlihat pada hasil MAPE dan Standar Deviasi.Hasil simulasi memperlihatkan bahwa metode Fuzzy logic mampu memprakirakan beban harian yang akan datang dengan akurat, hal ini dibuktikan dengan hasil prosentase kesalahan rata-rata (MAPE) sebesar 5.41%. Nilai ini dibawah dari batas toleransi 10% dengan tingkat standar deviasi sebesar 23.72. 

Page 1 of 2 | Total Record : 14