cover
Contact Name
Rachma Wikandari
Contact Email
rachma_wikandari@mail.ugm.ac.id
Phone
+6285712601130
Journal Mail Official
agritech@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
agriTECH
ISSN : 02160455     EISSN : 25273825     DOI : 10.22146/agritech
Core Subject : Agriculture,
Agritech with registered number ISSN 0216-0455 (print) and ISSN 2527-3825 (online) is a scientific journal that publishes the results of research in the field of food and agricultural product technology, agricultural and bio-system engineering, and agroindustrial technology. This journal is published by Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta in colaboration with Indonesian Association of Food Technologies (PATPI).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 34, No 2 (2014)" : 15 Documents clear
Analisa Kelayakan Finansial Pengembangan Usaha Produksi Komoditas Lokal: Mie Berbasis Jagung Parama Tirta Wulandari Wening Kusuma; Nur Kartika Indah Mayasti
agriTECH Vol 34, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.145 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9510

Abstract

Corn processing into noodles not only for increasing the value to this commodity but also could be a business opportunity. More over also develop the diversification non wheat and non rice product or food. Used corn as a raw material noodles is one of the efforts to reduce reliance on wheat flour, the mainly raw material for noodle. Therefore, the financial assessment of the development of the noodles based on corn is very strategic. The result showed that the financial feasibility are Net Present Value is positive amounted Rp 34.772.903, Internal Rate of Return of 59.19%, Payback Periode for 13 months, Net B/C ratio by 1.3, and Sensitivity analysis showed that the 5% decrease in revenue and 5% increase in operating expenses, effect on the viability of the project. From the above considerations investment criteria, indicates that the business of instant noodle based on corn is feasible to run.ABSTRAKPengolahan jagung menjadi mie dapat menjadi peluang usaha untuk meningkatkan nilai tambah jagung dan juga menjadikan diversifikasi olahan pangan non gandum dan non beras. Penggunaan jagung sebagai bahan baku mie merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu, bahan baku utama pembuatan mie pada umumnya. Oleh karena itu, kajian finansial terhadap pengembangan usaha produksi mie berbasis jagung menjadi sangat strategis. Dari perhitungan analisa finansial diperoleh hasil Net Present Value bernilai positif sebesar Rp 34.668.709, Internal Rate of Return sebesar 59,19 %, Payback Periode selama 13 bulan, rasio B/C sebesar 1,3 apabila asumsi yang direncanakan terpenuhi. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa penurunan pendapatan 5% dan kenaikan biaya operasional 5% berpengaruh terhadap kelayakan proyek. Dari pertimbangan kriteria investasi di atas menunjukkan bahwa kegiatan usaha produksi mie jagung instan layak untuk dijalankan selama proyek berjalan sesuai dengan asumsi dan parameter teknis yang ditentukan.
Model Simulasi Pengembangan Sistem Irigasi untuk Tanaman Jagung di Lahan Sawah dan Lahan Kering (Studi Kasus Pada Usahatani Jagung di Kabupaten Kediri) Agung Prabowo; Sigit Supadmo Arif; Lilik Sutiarso; Bambang Purwantana
agriTECH Vol 34, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.075 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9511

Abstract

Corn crop irrigation system in Kediri has not been able to support its productivity to meet the needs of the animal feed industry raw materials in East Java. To achieve the sustainability of corn crop irrigation system development is required planning through appropriate systems approach. The purpose of this research is to build a simulation model of corn crop irrigation system development in paddy field and dry land to increase production and incomes of farmers. The method used in this study is the method of system approach. System approach was used to formulate the simulation model of an irrigation system for corn crops. The time limit of simulation model was started in 2012 until 2035. The structure of the model was grouped into four sub models, namely: environment, technology, farming and management. In this simulation model was conducted in 4 scenarios: 1) control, 2) increasing the Cropping Intensity (CI) of corn 20% and the development of pump irrigation in dry land, 3) increasing CI of corn 20% and the development of pump irrigation in dry land and the paddy field, and 4) increasing CI of corn 20% and the development of pump irrigation in dry land and utilizing an existing irrigation network in the paddy field. Measuring tools for success in development of the irrigation system are the highest increase for maize production and farmer’s income. From this result it was concluded that scenario 4 was the best scenario to be implemented because it can increase the production was 114.33% and farmer income was 130.93% with an investment cost of Rp. 1141.27, -/kg of corn.ABSTRAKSistem irigasi tanaman jagung yang ada di Kabupaten Kediri belum mampu mendukung peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri pakan ternak di Jawa Timur. Untuk mencapai keberhasilan program pengembangan sistem irigasi tanaman jagung tersebut diperlukan perencanaan melalui metode pendekatan sistem yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah membangun model simulasi pengembangan sistem irigasi tanaman jagung di lahan sawah dan lahan kering untuk meningkatkan produksi dan pendapatan petani jagung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan sistem. Pendekatan sistem digunakan untuk merumuskan model simulasi pengembangan sistem irigasi untuk tanaman jagung. Batasan waktu model simulasi ini dimulai pada tahun 2012 sampai dengan 2035. Struktur model dikelompokkan menjadi empat submodel, yaitu: lingkungan, teknologi, usahatani dan pengelolaan. Pada model simulasi ini dilakukan 4 skenario, yaitu : 1) kontrol, 2) meningkatkan intensitas penanaman (IP) jagung 20% dan pengembangan irigasi pompa di lahan kering, 3) meningkatkan IP jagung 20% dan pengembangan irigasi pompa di lahan kering serta di lahan sawah, dan 4) meningkatkan IP jagung 20% dan pengembangan irigasi pompa di lahan kering dan memanfaatkan jaringan irigasi yang ada di lahan sawah. Sebagai tolok ukur keberhasilan pengembangan sistem irigasi tersebut adalah terjadi peningkatan yang tertinggi untuk produksi dan pendapatan petani jagung. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa skenario 4 merupakan yang terbaik untuk dilaksanakan karena mampu meningkatkan produksi 114,33% dan pendapatan petani 130,93% dengan biaya investasi Rp. 1.141,27,-/kg jagung.
Rancangbangun Aktuator Pengendali Iklim Mikro di dalam Greenhouse untuk Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica rapa var.parachinensis L.) Mareli Telaumbanua; Bambang Purwantana; Lilik Sutiarso
agriTECH Vol 34, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.778 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9512

Abstract

Cultivation of mustard (Brassica var rappa Parachinensis L.) in the field has many obstacles such as pests, wind, flood, temperature, soil moisture, and solar radiation which are able to  distrurb the plant growth. The impact is distrubing of plant growth thus affecting productivity. Cultivation in greenhouse is an appropriate alternative to controlling the constraints. Control system for microclimate greenhouse was designed using microcontroller ATMega8535. The system was developed using five sensors i.e.: air temperature and humidity, soil temperature, soil moisture, and solar radiation and three actuators, i.e.: fan actuator, water pump actuator, and artificial photosynthesis light actuator. The equipment of control was placed in the greenhouse and connected to computer for sending microclimate data for 32 days of observation. The result revealed that fan actuator has accuracy of 95,46% with speed controlling temperature of 58,70 minute. The efficiency of water pump actuator was 98,01%, with the speed to controls soil moisture of 31,83 minute. Photosynthetic light actuator showed the speed of response to the setting point of photosynthesis light <1 sec (± 10 ms). The experimental research showed that the high,  dimensions of leaves, weight, and the number of leaves of mustard plant in the greenhouse were better than plant outside the greenhouse.ABSTRAKBudidaya tanaman sawi (Brassica rapa var. parachinensis L.) di lahan terbuka memiliki banyak  kendala seperti serangan hama, angin, banjir, suhu lingkungan, kelengasan tanah hingga penyinaran yang tidak sesuai dengan syarat pertumbuhan tanaman. Dampaknya adalah terganggunya pertumbuhan tanaman sehingga mempengaruhi produktivitas. Budidaya tanaman di rumah tanaman (greenhouse) merupakan alternatif yang baik untuk mengontrol kendala tersebut. Sistem kontrol pengendalian iklim mikro untuk greenhouse telah dirancang dengan menggunakan mikrokontroler AVR ATMega8535. Sistem kontrol dikembangkan dengan menggunakan lima sensor yaitu sensor suhu dan kelembaban lingkungan, sensor suhu tanah, sensor kelengasan tanah, dan sensor intensitas sinar matahari.  Rancangan memiliki tiga aktuator yaitu aktuator kipas, aktuator pompa air, dan aktuator lampu fotosintesis. Rancangan diletakkan di dalam greenhouse yang terhubung dengan komputer untuk mengirim data iklim mikro selama 32 hari pengamatan. Melalui penelitian ini telah dihasilkan aktuator kipas yang memiliki nilai akurasi 95,46% dengan nilai kecepatan pengendalian untuk mengendalikan suhu 58,70 menit. Aktuator pompa air menunjukkan  nilai akurasi 98,01%, dengan kecepatan mengendalikan kelengasan tanah 31,83 menit. Aktuator lampu fotosintesis menunjukan nilai kecepatan respon terhadap nilai setting point untuk menyalakan lampu fotosintesis < 1 detik (± 10 mS). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tanaman yang berada di dalam greenhouse memiliki tinggi, dimensi daun, berat basah, dan jumlah daun yang lebih baik dibandingkan dengan di luar greenhouse.
Perhitungan Nilai Nisbah Hantaran Sedimen dengan Menggunakan kurva Sedimen dan Model Erosi Tanah Nining Wahyuningrum; Putu Sudira; Haryono Supriyo; Sambas Sabarnurdin
agriTECH Vol 34, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.823 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9513

Abstract

Prolonged soil erosion and sedimentation have negative effect on land quality showing by decreasing land productivity, in addition, sedimentation process may cause decreasing function of hydrologic infrastructures. In watershed scale it is important to monitor both important processes. The relationship between the amount of onsite erosion and sedimentation at the watershed outlet is formulated in the Sediment Delivery Ratio (SDR). SDR is the ratio between the erosion that occurs in the entire basin with the amount of sediment in the outlet of a watershed. This study aimed to calculate SDR value of two watersheds which have different topographic condition and land cover types composition. The study was conducted in two sub-watersheds namely Tapan and Ngunut I. Erosion calculation used USLE formulae while prediction of water discharge and sediment discharge utilized rating curve and sediment rating curve. The study shows that (1) SDR of Tapan is higher than SDR of Ngunut I, it indicates that there are others source of sediment beside sheet erosion which is transported to the outlet of watershed, (2) The value of SDR   fluctuate according to fluctuations in monthly rainfall and runoff, (3) SDR is less sensitive to land cover types rather than of topographic factor (slope, drainage density an watershed area).ABSTRAKProses erosi dan sedimentasi yang berkepanjangan dapat memberi pengaruh negatif terhadap kualitas lahan, selain itu proses sedimentasi juga dapat mengakibatkan menurunnya fungsi bangunan hindrologis. Dalam skala Daerah Aliran Sungai (DAS) kedua proses ini penting untuk dimonitor. Hubungan antara besarnya erosi ditempat dan sedimentasi pada luaran DAS dirumuskan dalam bentuk nisbah hantaran sedimen (Sediment Delivery Ratio, SDR). SDR merupakan rasio antara erosi yang terjadi pada seluruh DAS dengan jumlah sedimen pada daerah outlet. Studi ini bertujuan menghitung besarnya nilai SDR pada dua DAS dengan kondisi topografi dan jenis penutupan lahan yang berbeda. Penelitian dilakukan di dua sub DAS Ngunut I dan Tapan. Perhitungan erosi dilakukan dengan metode USLE sedangkan perhitungan sedimen dengan menggunakan rating curve dan sediment rating curve. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Diperoleh nilai SDR Sub DAS Tapan lebih tinggi (2,37) daripada nilai SDR Sub DAS Ngunut I (0,047). Hal ini mengindikasikan adanya sumber materi sedimen lain selain dari erosi lembar yang terbawa ke luaran DAS, (2) Nilai SDR berfluktuasi sesuai dengan fluktuasi bulanan hujan dan limpasan, (3) Jenis penutupan lahan kurang berpengaruh terhadap SDR dibandingkan dengan topografi (kemiringan lahan, kerapatan aliran dan luas DAS).
Uji Unjuk Kerja Sistem Pengering Dehumidifier untuk Pengeringan Jahe Sri Utami Handayani; Rahmat Rahmat; Seno Darmanto
agriTECH Vol 34, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.313 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9514

Abstract

Indonesian ginger market share has decreased in recent years due to competition with ginger products from other countries because of its quality still does not meet the standards. To meet the quality standards, post-harvesting processing technology should be improved. Some literature suggest that the active content of ginger will remain high after drying when the drying is performed at low or room temperature. So it will be more effective when done with a dehumidifier mechanism. This study aimed to test the performance of the dehumidifier drying equipment which includes distribution of temperature and humidity, drying capacity and capability. Dryer with a dehumidifier using a modified split AC by adding heater and a drying box. While the products studied are ginger. The results showed that the equipment is capable of producing inlet air temperature of 60°C and RH up to 0% as well as lowering the water content from 36% up to 0.1% in 7 hours.ABSTRAKPangsa pasar jahe Indonesia mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir karena kalah bersaing dengan produk jahe dari negara lain akibat dari kualitasnya yang masih belum memenuhi standar.  Untuk memenuhi standar mutu, teknologi pengolahan pasca panen harus lebih dikembangkan. Beberapa studi literatur menunjukkan bahwa kandungan zat aktif jahe akan tetap tinggi apabila pengeringan dilakukan pada temperatur rendah sehingga akan lebih efektif bila dilakukan dengan mekanisme dehumidifier.Penelitian ini bertujuan untuk menguji unjuk kerja peralatan pengering dehumidifier yang meliputi distribusi suhu dan kelembaban udara, kapasitas dan kemampuan pengeringan. Peralatan pengering dengan dehumidifier menggunakan AC split yang dimodifikasi dengan menambahkan heater dan ruang pengeringan. Sedangkan produk yang diteliti adalah jahe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peralatan mampu menghasilkan udara dengan temperatur udara masuk ruang pengering 60 oC dan RH hingga 0% serta  menurunkan kadar air dari 36% hingga menjadi 0,1% dalam waktu 7 jam.

Page 2 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 45, No 3 (2025) Vol 45, No 2 (2025) Vol 45, No 1 (2025) Vol 44, No 4 (2024) Vol 44, No 3 (2024) Vol 44, No 2 (2024) Vol 44, No 1 (2024) Vol 43, No 4 (2023) Vol 43, No 3 (2023) Vol 43, No 2 (2023) Vol 43, No 1 (2023) Vol 42, No 4 (2022) Vol 42, No 3 (2022) Vol 42, No 2 (2022) Vol 42, No 1 (2022) Vol 41, No 4 (2021) Vol 41, No 3 (2021) Vol 41, No 2 (2021) Vol 41, No 1 (2021) Vol 40, No 4 (2020) Vol 40, No 3 (2020) Vol 40, No 2 (2020) Vol 40, No 1 (2020) Vol 39, No 4 (2019) Vol 39, No 3 (2019) Vol 39, No 2 (2019) Vol 39, No 1 (2019) Vol 38, No 4 (2018) Vol 38, No 3 (2018) Vol 38, No 2 (2018) Vol 38, No 1 (2018) Vol 37, No 4 (2017) Vol 37, No 3 (2017) Vol 37, No 2 (2017) Vol 37, No 1 (2017) Vol 36, No 4 (2016) Vol 36, No 3 (2016) Vol 36, No 2 (2016) Vol 36, No 1 (2016) Vol 35, No 4 (2015) Vol 35, No 3 (2015) Vol 35, No 2 (2015) Vol 35, No 1 (2015) Vol 34, No 4 (2014) Vol 34, No 3 (2014) Vol 34, No 2 (2014) Vol 34, No 1 (2014) Vol 33, No 4 (2013) Vol 33, No 3 (2013) Vol 33, No 2 (2013) Vol 33, No 1 (2013) Vol 32, No 4 (2012) Vol 32, No 3 (2012) Vol 32, No 2 (2012) Vol 32, No 1 (2012) Vol 31, No 4 (2011) Vol 31, No 3 (2011) Vol 31, No 2 (2011) Vol 31, No 1 (2011) Vol 30, No 4 (2010) Vol 30, No 3 (2010) Vol 30, No 2 (2010) Vol 30, No 1 (2010) Vol 29, No 4 (2009) Vol 29, No 3 (2009) Vol 29, No 2 (2009) Vol 29, No 1 (2009) Vol 28, No 4 (2008) Vol 28, No 3 (2008) Vol 28, No 2 (2008) Vol 28, No 1 (2008) Vol 27, No 4 (2007) Vol 27, No 3 (2007) Vol 27, No 2 (2007) Vol 27, No 1 (2007) Vol 26, No 4 (2006) Vol 26, No 3 (2006) Vol 26, No 2 (2006) Vol 26, No 1 (2006) Vol 25, No 4 (2005) Vol 25, No 3 (2005) Vol 25, No 2 (2005) Vol 25, No 1 (2005) Vol 24, No 4 (2004) Vol 24, No 3 (2004) Vol 24, No 2 (2004) Vol 24, No 1 (2004) Vol 23, No 4 (2003) Vol 23, No 3 (2003) Vol 23, No 2 (2003) Vol 23, No 1 (2003) Vol 22, No 4 (2002) Vol 22, No 3 (2002) Vol 22, No 2 (2002) Vol 22, No 1 (2002) Vol 21, No 4 (2001) Vol 21, No 3 (2001) Vol 21, No 2 (2001) Vol 21, No 1 (2001) Vol 20, No 4 (2000) Vol 20, No 3 (2000) Vol 20, No 2 (2000) Vol 20, No 1 (2000) Vol 19, No 4 (1999) Vol 19, No 3 (1999) Vol 19, No 2 (1999) Vol 19, No 1 (1999) Vol 18, No 4 (1998) Vol 18, No 3 (1998) Vol 18, No 2 (1998) Vol 18, No 1 (1998) Vol 17, No 4 (1997) Vol 17, No 3 (1997) Vol 17, No 2 (1997) Vol 17, No 1 (1997) Vol 16, No 4 (1996) Vol 16, No 3 (1996) Vol 16, No 2 (1996) Vol 16, No 1 (1996) Vol 15, No 4 (1995) Vol 14, No 3 (1994) Vol 14, No 2 (1994) Vol 14, No 1 (1994) Vol 13, No 4 (1993) Vol 13, No 3 (1993) Vol 13, No 2 (1993) Vol 13, No 1 (1993) Vol 12, No 4 (1992) Vol 12, No 3 (1992) Vol 12, No 2 (1992) Vol 12, No 1 (1992) Vol 11, No 4 (1991) Vol 11, No 3 (1991) Vol 11, No 2 (1991) Vol 11, No 1 (1991) Vol 10, No 4 (1990) Vol 10, No 3 (1990) Vol 10, No 2 (1990) Vol 10, No 1 (1990) Vol 9, No 4 (1989) Vol 9, No 3 (1989) Vol 9, No 2 (1989) Vol 9, No 1 (1989) Vol 8, No 4 (1988) Vol 8, No 3 (1988) Vol 8, No 2 (1988) Vol 8, No 1 (1988) Vol 7, No 2 (1987) Vol 7, No 1 (1987) Vol 6, No 1 & 2 (1986) Vol 5, No 1 & 2 (1985) Vol 4, No 2,3, & 4 (1984) Vol 4, No 1 (1984) Vol 3, No 3 (1982) Vol 3, No 1 (1982) Vol 2, No 4 (1981) Vol 2, No 3 (1981) Vol 2, No 2 (1981) Vol 2, No 1 (1981) Vol 1, No 3 (1980) Vol 1, No 2 (1980) Vol 1, No 1 (1980) More Issue