JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya)
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Abbreviation: J.Fis. dan Apl.) hanya menerbitkan artikel penelitian asli serta mengulas artikel tentang topik seputar bidang fisika (fisika teori, material, optik, instrumentasi, geofisika) dan aplikasinya. Naskah yang dikirimkan ke JFA belum pernah diterbitkan ditempat lain serta tidak dalam proses pertimbangan untuk diterbitkan ditempat lain, dalam bahasa apapun. Studi teoritis, eksperimental, dan praktis sama-sama didorong, seperti juga artikel interdisipliner dan yang timbul dari penelitian dan kolaborasi industri.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 10, No 2 (2014)"
:
10 Documents
clear
Optimasi Parameter Sintesis Nanopartikel TiO2 untuk Dye Sensitized Solar Cell
Amalia Puji Winarni;
Kusumandari Kusumandari;
Ari Handono Ramelan
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.931 KB)
|
DOI: 10.12962/j24604682.v10i2.812
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi struktur nano partikel TiO2 sebagai upaya meningkatkan performa Dye Sensitized Solar Cell (DSSC). Sintesis TiO2 menggunakan metode sol-gel dengan variasi waktu proses aging 6 dan 7 hari serta temperatur kalsinasi 550C dan 650C. Dari pengujian XRD diperoleh bahwa sampel TiO2 550C- 7hari memiliki ukuran butir terkecil yaitu 10,30 nm dengan fase anatase. Sedangkan sampel TiO2 650C- 6 hari memiliki ukuran butir terbesar yaitu 15,69 nm dengan struktur bi-fase anatase-rutile. Dari pengujian dengan I-V meter Keithley diperoleh hasil efisiensi terbesar pada sampel TiO2 650C- 7 harisebesar 0,09% dan terkecil pada sampel TiO2 550C- 6 hari sebesar 0,012%.
Siklus dan Model Perkiraan Kejadian Gempabumi di Daerah Bengkulu
Sabar Ardiansyah
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (365.206 KB)
|
DOI: 10.12962/j24604682.v10i2.796
Sebelum terjadi gempabumi utama, biasanya akan didahului oleh suatu pola atau siklus kegempaan. Siklus ini meliputi periode normal, periode anomali yang ditandai dengan peningkatan aktivitas, periode precursory gap yang ditandai dengan penurunan aktivitas seismik, dan periode terjadinya gempabumi utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat siklus kegempaan serta model (persamaan) perkiraan terjadinya gempabumi di wilayah Bengkulu untuk kegunaan mengestimasi besarnya magnitudo gempabumi yang akan terjadi berdasarkan model yang dibuat. Data yang digunakan adalah katalog data kegempaan M > 4,5 di daerah Bengkulu pada rentang tahun 1971-2013 yang diambil melalui website USGS. Metode yang digunakan untuk perhitungan model perkiraan magnitudo gempabumi menggunakan metode Predictive Regressions dengan perhitungan regresi linier berbobot. Berdasarkan hasil analisis, model yang sudah dibuat menunjukkan bahwa diperkirakan saat ini daerah Bengkulu memilki potensi gempabumi dengan kekuatan M > 7,5 dengan siklus kegempaan daerah Bengkulu memasuki periode precursory gap yang ditandai dengan penurunan aktivitaskegempaan.
Fenomena Magneto-impedansi untuk Frekuensi Rendah pada Multilayer [Ni80Fe20/Cu]N Hasil Elektro-deposisi
Muhammad Amiruddin;
Budi Purnama
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (293.607 KB)
|
DOI: 10.12962/j24604682.v10i2.813
Karakterisasi magneto-impedansi telah dilakukan pada kawat Cu dengan pelapisan multilayer [NiFe/Cu]N hasil elektro-deposisi. Elektro-deposisi dilakukan pada temperatur ruangan dengan menggunakan Pt sebagai elektrode. Magneto-impedansi dimodifikasi dengan variasi frekuensi dan jumlah perulangan lapisan tipis N. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa nisbah MI akan semakin meningkat seiring dengan kenaikan frekuensi danperulangan lapisan tipis N. Nisbah MI terbesar sebesar 1,31 diperoleh untuk N = 3 pada frekuensi 100 kHz. Perubahan nisbah pada rentang frekuensi rendah ini mengindikasikan bahwa mekanisme MI disumbang oleh perbedaan laju perubahan komponen impedansi imajiner yang lebih cepat dibandingkan komponen riil.
Pengaruh Resonator Terhadap Bunyi Slenthem Berdasarkan Sound Envelope
Agung Ardiansyah;
Lila Yuwana;
Suyatno Suyatno;
Didiek Basuki Rahmat;
Susilo Indrawati;
Gontjang Prajitno
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (326.55 KB)
|
DOI: 10.12962/j24604682.v10i2.797
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh resonator terhadap bunyi slenthem berdasarkan sound envelope. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gamelan slenthem berdasarkan frekuensi nada 3 dan sound envelope nada tersebut. Dilakukan pengukuran pada nada 3 yang berpengaruh pada tiap-tiap resonator slenthem itu sendiri berdasarkan frekuensi yang muncul pada tiap variasi resonator. Kemudian pengukuran terhadap sound envelope, yang didapatkan dengan variasi resonator yaitu dengan satu resonator dengan waktu tercepat yaitu pada resonator ke-2 sebesar 5,8 sekon, sedangkan waktu terlama pada resonator ke-2 sebesar 10,6 sekon. Tanpa satu resonator dengan waktu tercepat yaitu tanpa resonator ke-4 sebesar 23,3 sekon, sedangkan waktu terlama yaitu tanpa resonator ke-3 sebesar 30,4 sekon.
Karakterisasi Morfologi Permukaan Lapisan Tipis Porphyrin Alam Hasil Deposisi Spin Coating dengan Atomic Force Mircroscopy
Fonita, Elvira Freditia;
Fatmawati, Elly;
Sulistiyana, Defi;
Utari, Utari;
Purnama, Budi
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.89 KB)
|
DOI: 10.12962/j24604682.v10i2.814
Sintesis dan fabrikasi lapisan tipis berbasis nanopartikel porphyrin alam dilaporkan pada makalah ini. Larutan porphyrin alam disintesis melalui proses permurnian dengan teknik kolom kromatografi kemudian ditumbuhkan menjadi lapisan di atas substrat Cu dengan metode spin coating. Hasil pengamatan dengan atomic force microscopy menegaskan bahwa lapisan tipis tersusun dari struktur islands dengan dimensi nano meterorde. Dimensi lateral lapisan tipis dengan N = 3 menunjukkan struktur island sebesar 800 nm yang lebih kecil dibandingkan sampel N = 5 yaitu 1200 nm. Pengamatan lebih detail untuk skala scan lebih kecil menegaskan bahwa dimensi islands yang besar merupakan himpunan islands kecil-kecil membentuk suatu ikatan tertentu. Akhirnya, jika satu unit islands merupakan sebuah molekul, maka island-island tersebut berinteraksi membentuk suatu supra-molekuler.
Analisis Citra Simulator Unit Radiologi RSUD dr. Moewardi Surakarta
Zening Damaringtyas;
Mohtar Yunianto;
Harjana Harjana
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (395.249 KB)
|
DOI: 10.12962/j24604682.v10i2.810
Telah dilaksanakan penelitian tentang analisis citra simulator unit radiologi RSUD dr. Moewardi Surakarta. Citra yang dihasilkan simulator sebagai verifikasi lapangan dalam radioterapi. Citra tersebut akan ditajamkan sehingga batasan luas lapangan semakin jelas. Citra diolah dengan metode deteksi tepi yang telah diprogram melalui perangkat lunak Matlab. Tampilan program berupa GUI (Graphic User Interface) sehingga mudahdigunakan. Selain metode deteksi tepi, program juga melakukan perhitungan aksis lapangan penyinaran. Perhitungan aksis lapangan penyinaran berdasarkan informasi yang diperoleh pada citra meliputi faktor magnifikasi dan axis penyinaran. Hasil dari penelitian ini adalah suatu program yang dapat mendeteksi tepi citra secara tepat dan sesuai gambar asli dan dapat menghitung besarnya aksis lapangan penyinaran secara teliti.
Mesin Panas Kuantum Partikel Relativistik pada Sumur Potensial 2 Dimensi
Heru Sukamto;
Agus Purwanto;
Bintoro Anang Subagyo
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (185.083 KB)
|
DOI: 10.12962/j24604682.v10i2.815
Pada paper ini, dibahas mesin panas kuantum dengan medium partikel relativistik pada sumur potensial 2 dimensi. Dipilih model mirip mesin Carnot dengan ekspansi isoenergetik dan isoentropik pada kedua dimensi sumur potensial. Diambil parameter ekspansi yang berbeda pada kedua dimensi. Dari perhitungan secaraanalitik, diperoleh nilai efisiensi mesin panas dalam pendekatan non-relativistik bergantung pada ukuran awal sumur potensial. Namun jika parameter ekspansi diambil sama, maka nilai efisiensi sama dengan kasus 1 dimensi.
Pengaruh pH Larutan Antosianin Strawberry dalam Prototipe Dye Sensitized Solar Cell (DSSC)
Mochamad Choirul Misbachudin;
Ferdy S. Rondonuwu;
Adita Sutresno
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (360.529 KB)
|
DOI: 10.12962/j24604682.v10i2.794
Telah difabrikasi prototipe Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) dengan memanfaatkan ekstrak antosianin strawberry sebagai fotosensitizer. DSSC ini terdiri dari sepasang substrat kaca berlapis ITO sebagai elektroda dan counter elektroda. Pada elektroda dideposisikan lapisan nanokristal TiO2 berpori sebagai fotoanoda dan disensitisasi dye antosianin, sedangkan counter elektroda dideposisikan lapisan karbon. Kedua elektroda disusun dengan struktur sandwich dengan dipisahkan oleh elektrolit redoks (I−/I−3 ). Sel surya direndam dalam dye antosianin dengan pH yang berbeda, yaitu pH 3,0; pH 2,5; dan pH 2,0. Hasil pengujian sel surya menunjukkan bahwa sel surya yang direndam dengan pH 2,0 memiliki keluaran yang paling tinggi, dimana arus rangkaian pendek (Isc) yang didapatkan sebesar 45 μA dan tegangan rangkaian buka (Voc) sebesar 321 mV, serta besar rapat arus (Jsc) adalah 20 μA/cm2. Sedangkan efisiensi konversi energinya sebesar 2,560 × 10−3%.
Penumbuhan Silikon Nanowire dengan Nanokatalis Perak menggunakan Metode HWC-In Plasma-VHF-PECVD melalui Optimasi Tekanan
Diky Anggoro;
Toto Winata
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (770.704 KB)
|
DOI: 10.12962/j24604682.v10i2.811
Penelitian mengenai penumbuhan silikon nanowire (SiNW) telah dilakukan dengan mengunakan metode Plasma Enhanced Chemical Vapour Deposition (PECVD). Katalis yang digunakan yaitu logam perak (Ag). Penggunaan nano katalis perak dalam penelitian ini dibatasi seberat 0,025 gram. Nanokatalis perak tersebut dideposisi pada substrat gelas dengan cara evaporasi dalam keadaan vakum untuk membentuk lapisan tipisAg pada substrat. Hasil penumbuhan nanokatalis dilakukan karakterisasi SEM dan EDX dengan hasil logam perak yang di-annealing selama satu jam menghasilkan pulau-pulau Ag berukuran dominan 70-80 nm. Ag yang di-annealing selama satu jam kemudian digunakan untuk penumbuhan silikon nanowire. Sebagai gas carier digunakan gas silant SiH4 dengan precursor silikon dengan kecepatan alir 70 sccm dan daya rf 8 watt. Variasi optimasi dilakukan pada parameter tekanan 100, 200, 300 dan 400 mTorr. SEM dan EDX dilakukan untukmengkarakterisasi silikon nanowire. Dari hasil SEMdan EDX, tekanan deposisi 100 mTorr dapat menghasilkan silikon nanowire dengan rasio penumbuhan yang tinggi. Diameter silikon nanowire diperoleh 70-120 nm dan panjang silikon nanowire 200-5000 nm.
Identifikasi pH Larutan Antosianin Kol Merah (Brassica Oleracea Var.) terhadap Kinerja Prototipe Dye Sensitized Solar Cell (DSSC)
Ferri Rusady Saputra;
Suryasatriya Trihandaru;
Adita Sutresno
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.472 KB)
|
DOI: 10.12962/j24604682.v10i2.795
Kol merah adalah salah satu bahan organik yang mengandung antosiani. Antosianin ini dapat dimanfaatkan sebagai dye dalam pembuatan prototipe Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) sebagai donor elektron. Pada artikel ini dilaporkan bahwa sel surya direndam dalam larutan ekstrak kol merah (Brassica Oleracea Var.) dengan variasi pH larutan yang berbeda-beda yaitu pada pH 1,5; 2,5; dan 3,5. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sel surya dengan perendaman larutan antosianin kol merah pH 3,5 memiliki hasil keluaran paling baik yaitu pada rangkaian terbuka diperoleh arus pendek (Isc) sebesar 56 μA, pada tegangan terbuka (Voc) diperoleh sebesar 250 mV dan besar rapat arus sebesar 24,89 μA/cm2 pada luasan 15 mm × 15 mm. Nilai efisiensi konversi selsurya mencapai 2,55 ×10−3%.