cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya)
ISSN : 1858036X     EISSN : 24604682     DOI : -
Core Subject : Science,
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Abbreviation: J.Fis. dan Apl.) hanya menerbitkan artikel penelitian asli serta mengulas artikel tentang topik seputar bidang fisika (fisika teori, material, optik, instrumentasi, geofisika) dan aplikasinya. Naskah yang dikirimkan ke JFA belum pernah diterbitkan ditempat lain serta tidak dalam proses pertimbangan untuk diterbitkan ditempat lain, dalam bahasa apapun. Studi teoritis, eksperimental, dan praktis sama-sama didorong, seperti juga artikel interdisipliner dan yang timbul dari penelitian dan kolaborasi industri.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 3 (2014)" : 7 Documents clear
Analisis Distribusi Intensitas RGB Citra Digital untuk Klasifikasi Kualitas Biji Jagung menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan M. Arief Bustomi; Ahmad Zaki Dzulfikar
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 3 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.67 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v10i3.791

Abstract

Telah dilakukan penelitian dan pembuatan program komputer berbasis jaringan syaraf tiruan backpropagation yang bertujuan untuk mengklasifikasikan kualitas biji jagung berdasarkan pada pola distribusi intensitas RGB citra digital biji jagung tersebut. Dalam penelitian ini, kualitas biji jagung terklasifikasi dalam 4 kelompok, yaitu biji busuk, biji berjamur, biji normal, dan biji rusak. Jumlah sampel yang digunakan adalah 120 sampeluntuk pelatihan dan 80 sampel untuk pengujian. Urutan tahapan penelitian adalah sebagai berikut: filterisasi citra digital dengan median filter, ekualisasi dengan histogram adaptif, ekstraksi indeks warna RGB untuk ketiga intensitas warna RGB, dan penghitungan mean dan standard deviasi untuk masing-masing indeks warna RGB tersebut. Selanjutnya dari pola mean dan standard deviasi ketiga indeks warna RGB dapat digunakan untuk mengenali kualitas biji jagung menggunakan metode jaringan syaraf tiruan backpropagation. Dalam penelitianini, jaringan syaraf menggunakan fungsi aktivasi log-sigmoid dan dapat mengenali pola secara optimal bila digunakan 1500 iterasi, 500 neuron, 4 hidden layer, 4 output layer, dan laju pembelajaran 0,01. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa jaringan syaraf tiruan yang telah dibuat ternyata mempunyai tingkat akurasi rata-rata sebesar 100% pada proses pelatihan dan sebesar 73,75% pada proses pengujian.
The Effect of Roasting Temperature at 400C and Sulphuric Acid Concentration on TiO2 Extraction Process from Zircon Sand Ilmenite Eryuni Setyani; Tito Prastyo Rahman; Dwi Wahyu Nugroho; Sunardi Rahman; Fitria Irawan; Radyum Ikono; Nurul Taufiqu Rochman; Wipsar Sunu Brams Dwandaru
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 3 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.985 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v10i3.787

Abstract

In this research, roasting temperature at 400C and sulphuric acid concentration variations was conducted to obtain titanium dioxide from zircon sand. The research was done through extraction metallurgy method which involved physical, chemical, and mechanical treatments. Zircon was magnetically separated, mixed with NaOH, and roasted with temperature of 400C. Characterization with XRD of the sample before and aftermagnetic separation was conducted. Peaks obtained from NaFeO2, NaTiO2, Na0.75Fe0.75Ti0.25O2, and TiO2 compounds were observed. In this study, the leaching process lasted in two stages. For the first leaching samples of combustion products are leached using distilled water to remove water-soluble impurities. For the second stage, the deposition obtained from stage one is leached using 8, 10, and 12 M concentrated sulphuric acid at high temperature to dissolve iron. XRD was used to characterize TiO2. The result showed that the sample at temperature of 400C and concentrated sulphuric acid of 12Mis whiter in colour compared to other samples. Furthermore, at temperature 400C and concentrated sulphuric acid of 12 M, the titanium dioxide produced is 32.3% and 11.5% for rutile and anatase, respectively.
Ketergantungan Mobilitas pada Temperatur Pengukuran Lapisan Porphyrin Alam Elly Fatmawati; Utari Utari; Budi Purnama; Kamsul Abraha
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 3 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.212 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v10i3.792

Abstract

Efek temperatur terhadap mobilitas lapisan porphyrin alam diproduksi dengan metode deposisi spin coating di atas substrat Cu didiskusikan. Analisis pembawa muatan dilakukan dengan menggunakan metode pengukuran I-V dari temperatur T = 20C hingga T = 23C. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa efek agitasi thermal meningkatkan arus terukur. Mobilitas meningkat secara linier dengan kenaikan temperatur pengukuran. Akhirnya, respon kenaikan nilai mobilitas terhadap temperatur pada sampel dengan N = 14 lebih cepat dibandingkan N = 8.
Mobile Bagging System sebagai Solusi Pengemasan Hasil Pertanian Bachtera Indarto; Didiek Basuki Rahmat; Hasto Sunarno; Andika Yulianto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 3 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.494 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v10i3.788

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penerapan sensor massa sebagai sarana untuk pengemasan hasil pertanian. Penelitian dilakukan dengan membuat rangka mekanik dari alat pengemasan dengan weighing indikator sebagai kontroller dari sensor massa. Sensor massa yang digunakan adalah load cell tipe batang dengan kapasitas maksimum 20 kg. Dari data diperoleh jumlah pengemasan tiap bahan uji berbeda-beda. Beras dengan kemasan2 kg mampu mengemas sebanyak 17 kemasan/menit, kedelai dan jagung masing-masing menghasilkan 10 kemasan /menit dan 8 kemasan/menit. Untuk kemasan 3 kg, beras mampu mengemas 13 kemasan/menit, kedelai 8 kemasan/menit dan jagung 6 kemasan/menit.
Crystal Structure and Magnetic Properties of Zn doped Barium M-Hexaferrite Nuraini, Umi; Amalia, Lita; Rosyidah, Kurniawati C.; Zainuri, Mochamad
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 3 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.583 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v10i3.793

Abstract

Synthesis of Zn doped Barium M-Hexaferrite (BaFe12−xZnxO19) has been performed by coprecipitation method. The purified iron sand from Tulungagung is used as a precursor of Fe3O4. Synthesis of Zn doped Barium M-Hexaferrite with variations of x = 0.3, 0.5, and 0.7 has been calcined at temperatures of 1000Cfor 5 hours. Ion Zn2+ (with 0 x 0.7 wt %) does not change the crystal structure of Barium M-Hexaferrite (BaM), but give a slight displacement of the peak position of the diffraction pattern. SEMfigures showed that Zn doped Barium M-Hexaferrite have a hexagonal structure, similar to BaM structure. Doping of Zn has changed the magnetic properties of Barium M-Hexaferrit (BaM), from hard magnetic become soft magnetic. Barium M-Hexaferrit (BaM) has a value of Coercivity Field (Hc) and Remanence Magnetization (Mr) is 0.03734 T and 8.334 emu/g. At variation x = 0.3, the Remanence Magnetization (Mr) reaches the highest value. At this point, a value of Coercivity Field (Hc) and Remanence Magnetization (Mr) is 0.0506 T and 14.782 emu/gram respectively.
Penentuan Kelayakan Fungsi untuk Pemodelan Pemanasan Minyak Mentah menggunakan Energi Gelombang Mikro Yustiana Yustiana; Melania Suweni Muntini; Yono Hadi Pramono
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 3 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.714 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v10i3.789

Abstract

Tingginya kebutuhan supply energi menuntut terus dikembangkannya teknologi pengolahan minyak bumi. Salah satu proses penting di dalam pengolahan minyak bumi adalah proses pemanasan, yang secara konvensional dapat mereduksi hasil produksi minyak bumi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat pemodelan pemanasan minyak mentah menggunakan energi gelombang mikro di dalam suatu pipa sumur minyak. Teknik pemanasan ini selain bertujuan untuk menurunkan viskositas dan mengurangi jumlah partikel residu, juga untuk meminimalkan biaya produksi. Data sekunder yang diperoleh kemudian dimodelkan dan dianalisa menggunakanparameter NSD (Normalisasi Square Deviation) untuk menentukan kelayakan fungsi. Hasil yang diperoleh bahwa leyakan fungsi untuk pemodelan menunjukkan bahwa temperatur minyak dari permukaan pipa sampai dengan kedalaman sumur menurun secara eksponensial. Temperatur minyak dari pusat silinder sampai ke tepi pipa menurun secara sinusoidal. Untuk sumber gelombang mikro dengan daya 500 W dan waktu 10 s dihasilkan temperatur maksimum 385C.
Interpretasi Salt Water-Fresh Water Zone menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner-Schlumberger di Desa Majasto dan Ponowaren, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo Adha Nur Hidayat; Darsono Darsono; Darmanto Darmanto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 3 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.418 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v10i3.790

Abstract

Penelitian mengenai interpretasi salt water-fresh water zone menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner-Schlumberger telah dilakukan di Desa Majasto dan Desa Ponowaren, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Daerah tersebut terdapat salt water yang mencemari sumur warga. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat Resistivitymeter OYO model 2119C McOHM-EL. Langkah awal dilakukan survei pendahuluan dengan mencari daya hantar listrik (DHL) dan kedalaman sumur warga yang dijadikan sampel, hasil dari data itu lalu diolah dengan software Surfer 11 sehingga diperoleh mapping data Salt Water-Fresh Water. Tahap selanjutnya mencari data resistivitas semu, data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan softwere Res2Dinv untuk penampang 2 dimensi dan software Rockwork hasil interpretasi 3 dimensi secara keseluruhan. Batas antara Salt Water-Fresh Water diprediksi pada lintasan ketiga dengan bentang 1500 meter dan kedalaman 38,8 meter.

Page 1 of 1 | Total Record : 7