cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TASAMUH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020)" : 5 Documents clear
FORMULASI MAQASID SYARIAH DAN RELEVANSINYA TERHADAP PROBLEMATIKA FIQIH MUAMALAH KONTEMPORER DI INDONESIA (STUDI PEMIKIRAN ABDULLAH BIN BAYYAH) Lutfi Ahsanudin
TASAMUH Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The focus in this study is related to contemporary muamalah fiqih from Abdullah Bin Bayyah's Thought and making Maqasid Syariah as his ijtihad reasoning. This study uses a qualitative descriptive approach and the type of research used is library research. The data collection technique is by way of documentation by collecting qualitative data by viewing or analyzing documents/books that aim to find research results. Analysis of the data used is inductive analysis. In this study, it was found that there is a need for a maqasid sharia formulation as the main reference in determining sharia economic law/fiqih muamalah, especially contemporary problems. Abdullah bin Bayyah formulated five Maqasid Sharia Fiqih Muamalat, namely; ar Rawaj (turnover of assets), al wudhuh (transparency), al hifdz (maintenance of property), at Tsabat (Wholeness) and al Adl (fairness in transactions). These five aspects are in accordance with and relevant to the fatwa or guidelines related to contemporary transactions of Islamic banking or Islamic financial institutions issued by the National Sharia Council of the Indonesian Ulema Council (DSN-MUI). It is also necessary to regulate laws and regulations from the government that absorb the DSN MUI fatwa so that it has a binding nature (mulzim) to all elements of society. Because the fatwa is non-binding (ghoiru mulzim) so that the existence of the fatwa can be accounted for in the eyes of Indonesian law and legislation. Keywords: Maqasid Syariah, Contemporary Muamalah Fiqih ABSTRAK Fokus dalam penelitian ini berkaitan dengan fiqih muamalah kontemporer dari Pemikiran Abdullah Bin Bayyah dan menjadikan Maqasid Syariah sebagai nalar ijtihadnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan/library research. Adapun teknik pengumpulan data adalah dengan jalan dokumentasi dengan cara pengumpulan data kualitatif dengan melihat atau menganalisis dokumen-dokumen/buku-buku yang bertujuan untuk menemukan hasil penelitian. Analisa data yang dipakai adalah analisis induktif. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa perlu adanya formulasi m aqasid syariah sebagai referensi utama dalam menetapkan hukum ekonomi syariah/fiqih muamalah khususnya problematika kontemporer. Abdullah bin Bayyah merumuskan lima Maqasid Syariah Fiqih Muamalat yaitu; ar Rawaj (perputaran harta), al wudhuh (transparansi), al hifdz (pemeliharaan harta), at Tsabat (Keutuhan) dan al Adl (keadilan dalam transaksi). Kelima aspek ini sesuai dan relevan dengan fatwa atau pedoman terkait transaksi kontemporer perbankan syariah atau lembaga keuangan syariah yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasioanal Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Diperlukan juga regulasi peraturan perundang-undangan dari pemerintah yang meresap fatwa DSN MUI tersebut agar mempunyai sifat mengikat (mulzim) kepada seluruh elemen masyarakat. Karena fatwa bersifat tidak mengikat (ghoiru mulzim) agar keberadaan fatwa tersebut dapat dipertanggung jawabkan di mata hukum dan perundangundangan Indonesia. Kata Kunci: Maqasid Syariah, Fiqih Muamalah Kontemporer 
KOLABORASI GURU BIMBINGAN KONSELING DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANGANI SISWA BERMASALAH DI MTs HIDAYATUL UMMAH MALAHAYU KABUPATEN BREBES Entin Agustinawati
TASAMUH Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis research is a qualitative research using interviews, observation and documentation. The data analysis used in this research is descriptive qualitative. This study aims to describe collaboration, supporting and inhibiting factors and the impact of collaboration between Counseling Guidance teachers and Islamic Religious Education teachers in dealing with problematic students. The results showed that the collaboration between Counseling Guidance teachers and Islamic Religious Education teachers was carried out in terms of collaboration in carrying out joint recording of problematic students, taking handling steps, coordinating and cooperating in carrying out tasks, and creating joint activities for students. The supporting factors for the collaboration of Counseling Guidance Teachers and Islamic Education Teachers in dealing with problematic students at MTs Hidayatul Ummah Malahayu, Banjarharjo District, Brebes Regency are the formation of cooperation and coordination in assignments, clear madrasa programs, the cooperative role of parents and the community. The inhibiting factors are students who are bound to the community, parents who are less cooperative and respond making it difficult for the madrasa to communicate and open up student problems and solutions that will be applied by the madrasa. The impact of the collaboration between Guidance Counseling Teachers and Islamic Religious Education Teachers is better administration, more focused handling, encourage the active role of teachers and students in implementing madrasa programs, foster parent and community trust in madrasas, instill and restore students' confidence in socializing and socializing at home and at school or madrasah and open communication between students and parents. The negative impact is giving a bad impression to the madrasa from the parents of problematic students. Keywords: Collaboration, Counseling Guidance Teachers, Islamic Religious Education Teachers, Students with ProblemsABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara, observasi serta dokumentasi. Ada pun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kolaborasi, faktor pendukung dan penghambat dan dampak kolaborasi adanya kolaborasi antara guru Bimbingan Konseling dan guru Pendidikan Agama Islam dalam menangani siswa bermasalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara guru Bimbingan Konseling dan Guru Pendidikan Agama Islam dilakukan dalam hal kolaborasi dalam melakukan pencatatan bersama mengenai siswa bermasalah, melakukan langkah-langkah penanganan, melakukan koodinasi dan kerjasama dalam melaksanakan tugas, dan menciptakan kegiatan bersama untuk siswa. Faktor pendukung kolaborasi Guru Bimbingan Konseling dan Guru Pendidikan Agama Islam dalam menangani siswa bermasalah di MTs Hidayatul Ummah Malahayu Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes adalah terbentuk kerjasama dan koordinasi dalam tugas, program madrasah yang jelas, peran orang tua dan masyarakat yang kooperatif. Faktor penghambat adalah siswa yang terikat kepada komunitas, orang tua yang kurang kooperatif dan merespon menyulitkan madrasah untuk berkomunikasi dan membuka permasalaan siswa dan penyelesaian yang akan diterapkan oleh madrasah. Dampak kolaborasi Guru Bimbingan Konseling dan Guru Pendidikan Agama Islam yaitu administrasi lebih baik, penanganan lebih terarah, mendorong peran aktif guru dan siswa dalam melaksanakan program madrasah, menumbuhkan kepercayaan orang tua dan masyarakat kepada madrasah, menanamkan dan mengembalikan rasa percaya diri siswa dalam bergaul dan bersosialisasi di rumah dan di sekolah atau madrasah dan membuka komunikasi siswa dan orang tua. Dampak negatif yaitu memberikan kesan tidak baik bagi madrasah dari orang tua siswa bermasalah. Kata Kunci : Kolaborasi, Guru Bimbingan Konseling, Guru Pendidikan Agama Islam, Siswa Bermasalah
IMPLIKASI PEMBELAJARAN ASWAJA MELALUI METODE CERITA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI MTS ASSALAFIYAH SITANGGAL LARANGAN BREBES Jazilah Nailatun Nikmah
TASAMUH Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTCharacter is something that results from the formation process. Character does not just exist in students. To imitate the character and personality of religious figures such as the prophets, friends, wali songo, ulama or kyai, a teacher needs a certain method in instilling the character and personality of these figures to students. One of the methods applied in the learning process is the story method. The research problem is the process of activities and the concept of character building for students in Aswaja/NU's learning with the story method in class VII MTs Assalafiyah Sitanggal Brebes and the implications of the story method in character building students in Aswaja learning class VII MTs Assalafiyah Sidatel Larangan District, Brebes Regency. This research is qualitativedescriptive. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The findings show that through the story method students can more easily understand the story and also imitate the good things contained in a story, especially the story conveyed contains messages, advice and information that can be well captured by students. The story method is an effective means of conveying Aswaja/keNUan values, influencing the way children think and behave, because they like to listen or read stories, automatically the messages of kindness that are inserted will be listened to happily. As an implication, MTs Assalafiyah Sidatel students who are full of activities can take advantage of the scheduled time, this is the result of one of the Aswaja/NU learning that has been taught and also the value of harmony which is reflected in the behavior of students who tend to respect each other, do not like to fight and respect the teacher. Keywords: Character Building, Story Method, Aswaja Learning. ABSTRAKKarakter merupakan sesuatu yang dihasilkan dari proses pembentukan. Karakter tidak hadir begitu saja dalam diri siswa. Untuk meneladani karakter dan kepribadian tokohtokoh agama seperti para rosul, sahabat, wali songo, ulama atau para kyai, maka seorang guru memerlukan metode tertentu dalam menanamkan karakter dan kepribadian tokoh-tokoh tersebut kepada siswa. Adapun metode yang diterapkan dalam proses pembelajaran salah satunya adalah metode cerita. Permasalahan Penelitian adalah proses kegiatan dan konsep pembentukan karakter siswa dalam pembelajaran Aswaja/ke-NUan dengan metode cerita di kelas VII MTs Assalafiyah Sitanggal Brebes dan Implikasi metode cerita dalam pembentukan karakter siswa pada pembelajaran Aswaja kelas VII MTs Assalafiyah Sitanggal Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. Penelitian ini merupakan kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa melalui metode cerita siswa dapat lebih mudah memahami cerita dan juga meneladani hal baik yang terkandung dalam sebuah cerita apalagi cerita yang disampaikan mengandung pesan, nasehat dan informasi yang bisa ditangkap dengan baik oleh peserta didik. Metode cerita menjadi sarana efektif untuk menyampaikan nilai-nilai Aswaja/keNUan, mempengaruhi cara berfikir dan berperilaku anak-anak, karena mereka senang mendengarkan atau dibacakan cerita maka secara otomatis pesan-pesan kebaikan yang diselipkan akan didengarkan dengan senang hati. Sebagai implikasinya Siswa MTs Assalafiyah Sitanggal yang penuh dengan kegiatan dapat memanfaatkan waktu yang sudah terjadwal, hal tersebut merupakan hasil dari salah satu pembelajaran Aswaja/keNU-an yang telah diajarkan dan juga Nilai kerukunan yang tercermin dari perilaku siswa yang cenderung saling menghargai sesama teman, tidak suka bertengkar dan menghormati guru. Kata Kunci: Pembentukan Karakter, Metode Cerita, Pembelajaran Aswaja.
ANALISIS PENDAPAT YUSUF QARDHAWI DAN ALI JUM’AH TENTANG HUKUM BUNGA BANK Jati Riwi Maliastuti; Tedi Kholiluddin
TASAMUH Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The opinions of scholars regarding bank interest are quite diverse, which are forbidden and permissible. Based on these conditions, two types of banking emerged, conventional and sharia. This study is to analyze the opinions of Yusuf Qardhawi and Ali Jum'ah about bank interest. This type of research is qualitative with a literature study approach. The aim is to compare the opinions of Yusuf Qardhawi and Ali Jum'ah about the law of bank interest. The conclusion of this research is that Yusuf Qardhawi firmly states that bank interest is the same as usury which is haram punished at any time. Ali Jum'ah was careful not to generalize that bank interest was the same as usury. In some cases, transactions in non-Muslim countries are permitted and riba (interest) from the transaction process is punished lawfully. The implication of the opinion of the two figures is that those who follow Yusuf Qardhawi's opinion will refuse to deal with or make transactions with conventional banks because bank interest includes usury. Followers of this opinion can choose Islamic banks as an option for transactions. Meanwhile, those who follow Ali Jum'ah's opinion have alternatives to transacting in conventional banks or Islamic banks. Especially with the condition of the Indonesian state which is not a formally Islamic state. Islamic values become the spirit for the formulation of policy regulations. Keywords: Bank Interest, Riba, Bank Interest Law ABSTRAK Pendapat ulama tentang bunga bank cukup beragam, yang mengharamkan dan membolehkan. Berdasarkan kondisi tersebut, muncul dua jenis perbankan, konvensional dan syariah. Penelitian ini untuk menganalisis pendapat Yusuf Qardhawi dan Ali Jum’ah tentang bunga bank. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Tujuan untuk membandingkan pendapat Yusuf Qardhawi dan Ali Jum’ah tentang hukum bunga bank. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, Yusuf Qardhawi dengan tegas menyatakan bahwa bunga bank sama dengan riba yang sampai kapan pun akan dihukumi haram. Ali Jum’ah dengan hati-hati tidak menggeneralisasi bahwa bunga bank sama dengan riba. Dalam beberapa kasus, transaksi di negara non muslim dibolehkan dan riba (bunga) dari proses transaksi itu dihukumi halal. Implikasi dari pendapat kedua tokoh adalah bagi yang mengikuti pendapat Yusuf Qardhawi, akan menolak berhubungan atau bertransaksi dengan bank konvensional karena bunga bank termasuk riba. Pengikut pendapat ini bisa memilih bank syariah sebagai pilihan untuk bertransaksi. Sementara yang mengikuti pendapat Ali Jum’ah memiliki alternatif untuk bertransaksi di bank konvensional atau bank syariah. Terlebih dengan kondisi negara Indonesia yang bukan negara Islam secara formal. Nilai-nilai Islam menjadi spirit bagi penyusunan regulasi kebijakan. Kata Kunci: Bunga Bank, Riba, Hukum Bunga Bank
STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN AL-SYATIBI DAN JASEER AUDAH MENGENAI MAQĀŞID AL-SYARI’AH DAN KONTRIBUSINYA DALAM PERKEMBANGAN FIQIH MUAMALAH DI INDONESIA Muhammad Rifqi Ridho
TASAMUH Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research as a purpose to provide an understanding of the substance of maqāşid al-sharia, to the general public, especially Muslims, as well as to provide an understanding that muamalah fiqh or sharia economic law which is one of the objects of Islamic law study cannot be separated from maqāşid al-syariah in its legal establishment. The focus of this research is the theory of maqāşid al-shariah al-Syatibi and Jaseer Audah as a methodology to spark increasingly complex contemporary problems. The theory of both was tested and applied to muamalah cases in Indonesia, especially the DSN-MUI fatwa in ijtihad issuing a fatwa that gave birth to fiqh that was alive, not rigid, in favor of human benefit, but could not be separated from the corridor of revelation. This research is a qualitativedescriptive study, the data sources in this study are primary and secondary in the form of document studies required in the research problem. The data analysis techniques used were data reduction, data verification, and drawing conclusions with a normative approach by making uşūl fiqih as the main tool. The results showed that (1) Maqāşid al-syari'ah has an important value in the formulation of Islamic law. (2) The concept of maqāşid al-syari'ah according to al-Syatibi and Jaseer Audah is the concept and instrument of contemporary ijtihad. (3) The thoughts of al-Syatibi and Jaseer have a lot of similarity and have different sides as well in which both synergize and complement each other. (4) Each of al-Syatibi and Jaseer Audah contributed theoretically and practically related to maqāsid alsyari'ah. (4) the contribution of ijtihad maqāşidi was widely applied by scholars in formulating Islamic law, including in Indonesia through the the Indonesian Ulama Council (DSN-MUI). Key words: Maqāşid al-Syari’ah, al-Syatibi and Jaseer Audah, Fiqh Muamalat.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terhaddap subtansi maqāşid al-syariah, kepada khalayak umum khususnya umat Islam, juga memberikan pemahaman bahwa fiqih muamalah atau hukum eknomi syariah yang merupakan salah satu objek kajian hukum Islam tidak dapat terlepas dari maqāşid al-syariah dalam penetapan hukumnya. Fokus penelitian ini adalah teori maqāşid al-syariah al-Syatibi dan Jaseer Audah sebagai metodologi untuk mencetuskan problematika kontemporer yang semakin kompleks. Teori keduanya diujikan dan diaplikasikan pada kasus-kasus muamalah yang ada di Indonesia, khususnya fatwa DSN-MUI dalam ijtihad mengeluarkan fatwa yang melahirkan fikih yang hidup, tidak kaku, berpihak pada kemaslahatan manusia, namun tidak terlepas dari koridor wahyu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif, sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder berupa studi dokumen yang diperlukan dalam permasalahan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan dengan pendekatan normatif dengan menajdikan uşūl fiqih sebagai pisau bedah utamanya. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Maqāsid al-syari’ah memiliki nilai yang penting dalam perumusan hukum Islam. (2) Konsep maqāsid alsyari’ah menurut al-Syatibi dan Jaseer Audah menajdi sebuh konsep dan perangkat ijtihad kekinian. (3) Peimikiran al-Syatibi dan Jaseer banyak memiliki persamaan dan memiliki sisi perbedaan yang mana keduanya saling bersinergi dan melengkapi. (4) Masing-masing dintara al-Syatibi dan Jaseer Audah memberikan kontribusi secara teoritis dan praktis terkait maqāsid al-syari’ah.(4) kontribusi ijtihad maqāşidi banyak diterapkan oleh ulama dalam merumuskan hukum Islam, termasuk di Indonesia leewat DSN-MUI. Kata Kunci: Maqāşid al- Syari’ah, al-Syatibi dan Jaseer Audah, Fiqih Muamalah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5