cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Tesa Arsitektur
ISSN : 14106094     EISSN : 24606367     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1: Juni 2021" : 5 Documents clear
Penguraian Tanda (Decoding) Pada Rumah Limas Dengan Pendekatan Semiotika Grace Agnes Helena Sibarani; Agus Suharjono Ekomadyo
Tesa Arsitektur Vol 19, No 1: Juni 2021
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v19i1.3123

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan keanekaragaman warisan budaya yang berpadu dengan keunikan khas masing-masing masyarakat lokalnya. Salah satu contoh warisan budaya Indonesia adalah rumah limas. Sebagai rumah tradisional suatu daerah, rumah limas menjadi salah satu saksi dari beragam adat istiadat dan tradisi yang berkembang di provinsi Sumatera Selatan, tepatnya di Kota Palembang. Arsitektur rumah limas sarat akan perwujudan identitas asimilasi budaya yang kental, di mana setiap bagiannya memiliki pesan-pesan khusus yang ingin disampaikan oleh pembuatnya. Penelitian ini akan membahas secara khusus bagaimana pesan-pesan tersebut diurai menggunakan metode kualitatif semiotika. Semiotika merupakan ilmu yang mengkaji tentang relasi antara komponen-komponen tanda, serta relasi komponen-komponen tersebut dengan masyarakat pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan-pesan yang terkandung di dalam arsitektur rumah limas dapat dihubungkan melalui dua rujukan utama, yaitu respon terhadap alam dan respon terhadap unsur campuran budaya.
Kebutuhan Elemen Desain Jalan Yang Inklusif Di Kampung Pelangi Semarang Berdasarkan Aspek Kenyamanan Muchammad Fuad Chakam; Novia Sari Ristianti
Tesa Arsitektur Vol 19, No 1: Juni 2021
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v19i1.2449

Abstract

Kampung Wonosari yang sekarang disebut dengan Kampung Pelangi yang merupakan salah satu kampung kota di Kota Semarang menjadi salah satu destinasi wisata baru setelah ditetapkan oleh pemerintah melalui program GERBANG HEBAT pada tahun 2017. Kampung dengan karakteristik lingkungan yang berkontur semakin menegaskan bahwa jalan lingkungan menjadi ruang publik paling vital di Kampung Pelangi yang tentu harus inklusif bagi semua penggunanya. Namun pada pelaksanaan penyediaan jalan yang inklusif sesuai konsep ini di Kampung Pelangi dinilai masih belum memenuhi prinsip-prinsip Street for Life, terutama dari aspek kenyamanan. Hal tersebutlah yang kemudian menjadi dasar penelitian dan menimbulkan pertanyaan penelitian “Apa saja kebutuhan elemen desain dalam penciptaan jalan lingkungan yang inklusif di Kampung Pelangi Semarang dari Aspek Kenyamanan”. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kebutuhan elemen desain jalan yang inklusif di Kampung Pelangi Semarang.Pada prosesnya, mix method yaitu memadukan data kuantitatif dan kualitatif digunakan dalam penelitian ini sehingga memperoleh hasil yang lebih baik dan sesuai. Berdasarkan analisis yang dilakukan, Kebutuhan tersebut meliputi penyediaan jalan yang bersih dan jalan tidak licin ketika dilalui sehingga jalan nyaman untuk dilalui oleh semua pengguna jalan.
Sistem Open Building Dalam Bangunan Hunian Aldhi Nugraha Anantama; Ikaputra Ikaputra
Tesa Arsitektur Vol 19, No 1: Juni 2021
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v19i1.2498

Abstract

Konsep sistem Open Building yang diutarakan oleh Habraken pada tahun 1961, menggagas mengenai pemisahan struktur (support) dengan interior non-struktural (infill), sehingga antara satu dan lainnya tidak saling bergantung jika ada perubahan dalam bangunan. Penelitian ini berfokus membahas dasar-dasar dari teori Open Building dan bagaimana hubungannya dengan arsitektur yang berkelanjutan. Selain itu, untuk mengetahui kelebihan juga kekurangan dari sistem tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi literatur yang menggunakan data sekunder dari berbagai tulisan serta artikel yang membahas serta mendukung pembahasan mengenai Open Building. Dari hasil akhir yang didapatkan, beberapa pernyataan atau penelitian sebelumnya memang mendukung Open Building sebagai suatu sistem yang mendukung arsitektur yang berkelanjutan dengan kemampuan beradaptasinya, namun tetap diperlukan dukungan dari instansi pemerintah yang terkait, dan juga pengenalan lebih lanjut kepada masyarakat umum.
Studi Tipomorfologi Rumah Melayu: Inkrementalitas Pada Ruang Dan Konstruksi Yulianto Purwono Prihatmaji; Imanuddin Imanuddin
Tesa Arsitektur Vol 19, No 1: Juni 2021
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v19i1.3187

Abstract

Tujuan dari studi ini untuk menggali persamaan dan perubahan-perubahan bentuk dan langgam selama proses membangun Rumah Melayu secara ruang dan konstruksi. Rumah Melayu dibangun secara mandiri oleh masyarakat dengan segenap kemampuan dan estetika didalamnya, sehingga bangunan rumah dapat mengekspresikan gaya hidup dari penghuninya. Rumah Melayu tersebar di sekitar selat Malaka yang meliputi Rumah Melayu Malaysia, Riau, dan Kepulauan Riau. Terdapat 9 tipe Rumah Melayu yang diikat oleh persamaan menggunakan sistem inkremental (tipologi), yang memungkinkan Rumah Melayu untuk dibangun secara bertahap baik secara ruang maupun konstruksi (morfologi). Diharapkan dari hasil tipologi dan morfologi Rumah Melayu dapat menjadi dasar inovasi pengembangan Rumah Melayu di masa kini dan mendatang. Tipologi Rumah Melayu dapat dilihat dari persamaan acuan mendirikan rumah, yaitu titik, bidang, dan garis. Acuan-acuan ini memperlihatkan morfologi dari keberagaman penciptaan ruang dan konstruksi yang terlihat dari perbedaan layout, fungsi ruang dan orientasi Rumah Melayu. Morfologi pada Rumah Melayu juga diperlihatkan melalui inkrementasi sistem konstruksi antara rumah inti dan ruang penunjang.
Arsitektur Biophilic Untuk Mendukung Pengembangan Desain Hunian Di Era Kegiatan Work From Home (Pandemic Covid 19) Christian Moniaga
Tesa Arsitektur Vol 19, No 1: Juni 2021
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v19i1.3404

Abstract

Pandemi Covid-19 mengharuskan manusia untuk dalam kurun waktu tertentu menghindari interaksi langsung antar manusia. Untuk menjaga produktivitas kerja, maka banyak langkah yang dilakukan termasuk kegiatan bekerja dari rumah (work from home). Perubahan pola aktivitas ini mempengaruhi cara pandang manusia untuk menciptakan kantor kecil di rumah mereka. Usaha untuk menciptakan ruang kantor tersebut bukanlah tanpa sebab. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jobstreet.com ternyata proses berpindahnya aktivitas bekerja dari kantor ke dalam hunian tidak bisa begitu saja berpindah. Banyak aspek yang melatarbelakangi kegiatan bekerja tidak bisa berjalan baik di dalam rumah. Beranjak dari permasalahan tersebut, maka timbulah sebuah pertanyaan tentang bagaimana merancang sebuah ruangan kerja yang terpisah dari aktivitas rumah yang mampu memberikan pengalaman bekerja dengan kualitas yang baik, sehingga kegiatan work from home dapat berjalan sebagaimana mestinya. Penelitian ini mengambil obyek pada sebuah hunian yang terletak di perumahan Cluster Naraya BSB City Semarang. Dimana perumahan ini memliki mayoritas penghuni berusia produktif yang disinyalir terdampak dengan kebijakan bekerja dari rumah. Arsitektur Biofilia menjadi teori utama dalam melihat sejauh mana perancangan pengembangan ruang kerja dapat memberikan dampak kualitas bekerja dari rumah yang baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5