cover
Contact Name
Hero Patrianto
Contact Email
jurnal.atavisme@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.atavisme@gmail.com
Editorial Address
Balai Bahasa Jawa Timur, Jalan Siwalanpanji, Buduran, Sidoarjo 61252, Indonesia
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA
ISSN : 1410900X     EISSN : 25035215     DOI : 10.24257
Core Subject : Education,
Atavisme adalah jurnal yang bertujuan mempublikasikan hasil- hasil penelitian sastra, baik sastra Indonesia, sastra daerah maupun sastra asing. Seluruh artikel yang terbit telah melewati proses penelaahan oleh mitra bestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Atavisme diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Terbit dua kali dalam satu tahun, pada bulan Juni dan Desember.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2 (2014): ATAVISME, Edisi Desember 2014" : 9 Documents clear
CERITA PENDEK ANAK DALAM MAJALAH BOBO TAHUN 1980‐AN SEBAGAI BACAAN PENDIDIKAN KARAKTER Saptawuryandari, Nurweni
ATAVISME Vol 17, No 2 (2014): ATAVISME, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.095 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v17i2.14.254-263

Abstract

This article aims to describe the national character values in children short stories in Bobo magazine. As a children magazine, Bobo always publishes children short stories in every issue. Data of this research is twenty-four children short stories in Bobo magazine published by Gramedia in 1983?s. The data was collected through librarian study. The method used is the descriptive-qualitative one which explains the writings based on the content. The result shows that children short stories in Bobo magazine contain national character values. Those values contain moral teaching. The short stories were written by adults. They describe lives, responsibility, religion, self-service, discipline, hard working and love of the environment. This article aims to describe the national character values in children short stories in Bobo magazine. As a children magazine, Bobo always publishes children short stories in every issue. Data of this research is twenty-four children short stories in Bobo magazine published by Gramedia in 1983?s. The data was collected through librarian study. The method used is the descriptive-­qualitative one which explains the writings based on the content. The result shows that children short stories in Bobo magazine contain national character values. Those values contain moral teaching. The short stories were written by adults. They describe lives, responsibility, religion, self-service, discipline, hard working and love of environment. Key Words: children story; adult; character values Abstrak: Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai karakter bangsa yang terdapat dalam cerita pendek anak-anak di majalah Bobo. Sebagai majalah anak-anak, Bobo dalam setiap terbitannya selalu memuat cerita pendek anak-anak yang mengandung unsur dulce et utile. Data penelitian ini adalah dua puluh empat cerita pendek anak-anak dalam majalah Bobo terbitan Gramedia tahun 1983. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang memaparkan tulisan berdasarkan isi karya sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita pendek anak-­anak yang ada di majalah Bobo mengandung nilai-nilai karakter bangsa yang berkaitan dengan pendidikan moral dan budi pekerti. Cerita yang ditulis orang dewasa itu menggambarkan masalah kehidupan dan mengandung nilai karakter jujur, tanggung jawab, religius, mandiri, disiplin, kerja keras, dan cinta lingkungan.
POTRET PEREMPUAN DALAM SASTRA INDONESIA TAHUN 1920­‐AN: SEBUAH PEMBACAAN KRITIK SASTRA FEMINIS Arimbi, Diah Ariani
ATAVISME Vol 17, No 2 (2014): ATAVISME, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.757 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v17i2.5.148-162

Abstract

Sastra Indonesia modern dapat dikatakan lahir sekitar tahun 1920?an dengan publikasi karya sastra Indonesia modern oleh Balai Pustaka. Di antara karya yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1920?an, terdapat karya yang paling populer seperti Sitti Nurbaya (1922), Azab dan Sengsara (1927), dan   Salah    Asuhan  (1928) yang mewakili suara produksi sastra tahun 1920-an. Makalah ini bertujuan untuk melihat potret perempuan dalam tiga karya yang ditulis oleh penulis laki?laki dengan menggunakan pendekatan kritik sastra feminis. Melalui teknik pembacaan yang mendalam (close reading  technique), penelitian ini menggunakan kritik sastra feminis untuk menelaah potret perempuan dalam tiga karya tersebut. Temuan dalam tulisan ini menunjukkan bahwa di satu sisi perempuan masih terbelenggu oleh patriarkat, tetapi di sisi lain perempuan bukanlah korban  patriarkat  yang  pasif:  perempuan  tetap berupaya  untuk  keluar dari  belenggu ini dan memutus rantai penindasan patriarkat melalui kebebasan dan otonomi personal.Sastra Indonesia modern dapat dikatakan lahir sekitar tahun 1920?an dengan publikasi karya sastra Indonesia modern oleh Balai Pustaka. Di antara karya yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1920?an, terdapat karya yang paling populer seperti Sitti Nurbaya (1922), Azab  dan Sengsara (1927), dan Salah Asuhan (1928) yang mewakili suara produksi sastra tahun 1920-an. Makalah ini bertujuan untuk melihat potret perempuan dalam tiga karya yang ditulis oleh penulis laki?laki dengan menggunakan pendekatan kritik sastra feminis. Melalui teknik pembacaan yang mendalam (close reading    technique), penelitian ini menggunakan kritik sastra feminis untuk menelaah potret perempuan dalam tiga karya tersebut. Temuan dalam tulisan ini menunjukkan bahwa di satu sisi perempuan masih terbelenggu oleh patriarkat, tetapi di sisi lain perempuan bukanlah korban  patriarkat  yang  pasif:  perempuan  tetap  berupaya  untuk  keluar dari  belenggu ini dan memutus rantai penindasan patriarkat melalui kebebasan dan otonomi personal.
PEMIKIRAN KRITIS IBNU CHAZM AL-ANDALUSY TENTANG KONSEP CINTA DALAM TEKS THAUQUL-CHAMāMAH FIL-ILFAH WAL-ULLāF Farhah, Eva; Muslifah, Siti; Ahmadi, Rizqa
ATAVISME Vol 17, No 2 (2014): ATAVISME, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.511 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v17i2.10.206-216

Abstract

The research adopts the genetic structuralism theory with its emphasis on literary text (intrinsic analysis), socio-cultural background (historic social reality observation), and the writer. The method is the dialectic method, mutual relations between structures of a literary work (the intrinsic features of ?Thauqul-Cham?mah fil-Ilfah wal-Ull?f?), historic materialism (socio-cultural background of Andalusia at the time the work was written), and the writer of ?Thauqul-Cham?mah fil-Ilfah wal-Ull?f?. The conclusion of the research is that according to Ibnu Chazm Al-Andalusia, the concept of love (Al-chubbun-nazhary) must be based on syari?ah. In another word, the theory of love, the cause of love, expressing love, maintaining love, meeting and ?leaving? the one, must be based on syari?ah. Key Words: genetic structuralism; Thauqul-Cham?mah fil-Ilfah wal-Ull?f; dialectic method;, vision (intellectual thought); concept of love Abstrak: Penelitian ini memanfaatkan teori strukturalisme genetik untuk mengungkapkan unsur intrinsik (struktur teks) berdasarkan yang terdapat dalam teks, latar belakang sosial (sosial kultural), dan penulisnya. Metode yang digunakan adalah metode dialektik yang bekerja dengan bermula dari teks dan berakhir kepada teks ?Thauqul-Cham?mah fil­?Ilfah wal-Ull?f?. Hasil analisis penelitian terkait konsep cinta (Al-chubbun-­nazhary) yang berupa pemikiran kritis Ibnu Chazm Al-­Andalusy adalah konsep cinta yang sesuai syariat. Dengan kata lain, konsep cinta, penyebab orang jatuh cinta, perilaku atau ekspresi orang yang jatuh cinta, menjaga kesucian cinta, pertemuan dan perpisahan, kesemuanya berdasarkan syariat.
ESTETIKA PADA NOVEL GENI JORA KARYA ABIDAH EL KHALIEQY Sugiarti, Sugiarti
ATAVISME Vol 17, No 2 (2014): ATAVISME, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.598 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v17i2.6.134-147

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap dan mendeskripsikan estetika dalam novel Geni Jora karya Abidah El Khalieqy dengan pendekatan estetika. Estetika berperan penting bagi pengarang dalam proses kreatif penciptaan karya sastra. Sumber data penelitian ini adalah novel Geni Jora karya Abidah El Khalieqy yang diterbitkan penerbit Qanita  Bandung tahun 2009. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan bahasa sebagai energi untuk mengungkapkan peristiwa dalam novel Geni Jora karya Abidah El Khalieqy tampak melalui   pilihan   kata  (diksi) yang mampu mewakili suasana tertentu sehingga menjadikan peristiwa tersebut menyatu dan memberikan pemaknaan  estetik yang cukup kuat. Adapun bentuk estetika posmodern yang digunakan dalam novel Geni Jora karya Abidah El Khalieqy berupa  estetika  pertentangan   karena di dalamnya mengungkapkan bagaimana sesungguhnya persoalan-persoalan perempuan dikonstruksi secara sosial, dibentuk  dan disimplikasi   dalam cerita dengan mematahkan  sebagian oposisi biner yang selama ini   terjadi dalam masyararakat. Estetika posmodern yang diungkapkan melalui tokoh utama membuat novel ini memiliki kekuatan tersendiri untuk menyampaikan sisi lain kehidupan perempuan.Penelitian ini bertujuan mengungkap dan mendeskripsikan estetika dalam   novel Geni Jora karya Abidah El Khalieqy dengan pendekatan estetika. Estetika berperan penting bagi pengarang dalam proses kreatif penciptaan karya sastra. Sumber data penelitian ini adalah novel Geni Jora karya Abidah El Khalieqy yang diterbitkan penerbit Qanita  Bandung tahun 2009. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan bahasa sebagai energi untuk mengungkapkan peristiwa dalam novel Geni Jora karya Abidah El Khalieqy tampak melalui pilihan kata (diksi) yang mampu mewakili suasana tertentu sehingga menjadikan peristiwa tersebut menyatu dan memberikan pemaknaan estetik yang cukup kuat. Adapun bentuk estetika posmodern yang digunakan dalam novel Geni Jora karya Abidah El Khalieqy berupa estetika pertentangan karena di dalamnya mengungkapkan bagaimana sesungguhnya persoalan-persoalan perempuan dikonstruksi secara sosial, dibentuk  dan disimplikasi dalam cerita dengan mematahkan sebagian oposisi biner yang selama ini terjadi dalam masyararakat. Estetika posmodern yang diungkapkan melalui tokoh utama membuat novel ini memiliki kekuatan tersendiri untuk menyampaikan sisi lain kehidupan perempuan.
LUDRUK WETANAN: STRATEGI ADAPTASI MENGHADAPI KOMPETISI INDUSTRI PASAR HIBURAN Taufiq, Akhmad; Sukatman, Sukatman
ATAVISME Vol 17, No 2 (2014): ATAVISME, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v17i2.12.232-239

Abstract

This research aims to describe the adaptation strategy of the ludruk wetanan in facing the competition of entertainment market. With descriptive­?qualitative method, the research examines, exposes, and describes the phenomenon of ludruk wetanan in facing the competition of entertainment market industry. The result of this research shows that there are some adaptation strategies applied by the group of ludruk wetanan in facing the competition in entertainment market industry, such as multimedia adaptation strategy, being more adaptive in customer service, entering other entertainment shows (such as dangdut, campursari, and loving art). By those strategies, hopefully, ludruk wetanan is able to survive in the middle of intense competition of entertainment market industry in this era. Key Words: ludruk wetanan; adoption strategy; entertainment market industry Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi adaptasi ludruk wetanan dalam menghadapi kompetisi pasar hiburan. Dengan metode deskriptif-kualititaf, penelitian menggali, mengungkap, dan mendeskripsikan fenomena ludruk wetanan dalam menghadapi kompetisi industri pasar huburan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan beberapa strategi adaptasi yang dilakukan ludruk wetanan dalam menghadapi industri pasar hiburan itu, antara lain strategi memasuki pasar multimedia, adaptif dengan permintaan pelanggan (penanggap), memasukkan seni hiburan lain misalnya dangdut, campursari, dan adegan roman-romanan. Dengan strategi seperti itu, diharapkan ludruk wetanan dapat bertahan di tengah derasnya kompetisi industri pasar hiburan saat ini.
PENOLAKAN TERHADAP TRADISI BARAT DALAM RADEN ADJENG MOERIA KARYA NJOO CHEONG SENG Susanto, Dwi
ATAVISME Vol 17, No 2 (2014): ATAVISME, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v17i2.8.178-190

Abstract

Karya Njoo Cheong Seng, Raden Adjeng Moeria (1934) memberikan pandangan terhadap penolakan tradisi Barat. Raden Adjeng  Moeria diasumsikan  sebagai bentuk tanggapan Njoo Cheong Seng terhadap situasi sosial dari kelompok sosial tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi  pandangan dunia dan kelompok sosial yang diwakili oleh Njoo Cheong Seng dan (2) mengeksplorasi hasil tanggapan Njoo Cheong Seng terhadap situasi sosial yang berkembang pada era itu. Pendekatan penelitian ini adalah sosiologi sastra. Hasil yang dicapai adalah bahwa (1) Njoo Cheong Seng mewakili kelompok sosial diaspora peranakan Tionghoa dan mendasarkan pandangan dunianya pada nilai dan tradisi leluhur (2) Raden Adjeng Moeria merupakan salah satu wujud perlawanan kultural terhadap persoalan modernisasi dan liberalisme di kalangan masyarakat itu. Perlawanan kultural itu merupakan satu cara dalam mempertahankan identitas yang didasarkan atas nilai dan tradisi kebudayaannya agar tidak terjebak pada identitas yang ditawarkan dunia Barat. Karya Njoo Cheong Seng, Raden Adjeng Moeria (1934) memberikan pandangan terhadap penolakan tradisi Barat. Raden Adjeng  Moeria  diasumsikan  sebagai  bentuk  tanggapan Njoo Cheong Seng terhadap situasi sosial dari kelompok sosial tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk (1)  mengidentifikasi  pandangan dunia dan kelompok sosial yang diwakili oleh Njoo Cheong Seng dan (2) mengeksplorasi hasil tanggapan Njoo Cheong Seng terhadap situasi sosial yang berkembang pada era itu. Pendekatan penelitian ini adalah sosiologi sastra. Hasil yang dicapai adalah bahwa  (1) Njoo Cheong Seng mewakili kelompok  sosial diaspora  peranakan Tionghoa  dan mendasarkan pandangan dunianya pada nilai dan tradisi leluhur (2) Raden Adjeng Moeria merupakan salah satu wujud  perlawanan kultural terhadap persoalan modernisasi dan liberalisme di kalangan masyarakat itu. Perlawanan kultural itu merupakan satu cara dalam mempertahankan identitas yang didasarkan atas nilai dan tradisi kebudayaannya agar tidak terjebak pada identitas yang ditawarkan dunia Barat.
STRUKTUR NARATIF CERITA RAKYAT SUMBAWA BARAT Alaini, Nining Nur
ATAVISME Vol 17, No 2 (2014): ATAVISME, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v17i2.13.240-253

Abstract

Oral literature will always change according to the dynamic of their community. Some oral literary works in Indonesia are extinct already due to not yet documented. Oral literature is, actually, a cultural treasure of Indonesia able to show the rich variety of cultures and values and the incredible creativity of their community. Change and the loss of a variety of oral literature mean the extinction or change of property contained in them. One form of Indonesian oral literature still enjoyed today is folklores of West Sumbawa. Therefore, this study aims to document the oral literature of West Sumbawa in the form of folklores. Furthermore, the folklores collected will be analyzed by using Vladimir Propp?s theory of narrative structure. The result shows that the folklores of West Sumbawa have fourteen actor functions. The fourteen functions can be distributed into five environmental actions. Oral literatures will always change according to the dynamic of their community. Some oral literary works in Indonesia are extinct already due to not yet documented. Oral literature is, actually, a cultural treasure of Indonesia able to show the rich variety of cultures and values and the incredible creativity of their community. Change and the loss of a variety of oral literature mean the extinction or change of property contained in them. One form of Indonesian oral literature still enjoyed today is folklores of West Sumbawa. Therefore, this study aims to document the oral literature of West Sumbawa in the form of folklores. Furthermore, the folklores collected will be analyzed by using Vladimir Propp?s theory of narrative structure. The result shows that the folklores of West Sumbawa have fourteen actor functions. The fourteen functions can be distributed into five environmental actions. Key Words: oral literature; folklore; narrative structure Abstrak: Kehidupan sastra lisan akan selalu berubah sesuai dengan dinamika komunitas pemiliknya. Ada beberapa sastra lisan di Indonesia, yang telah hilang karena belum didokumentasikan, sedangkan sastra lisan adalah kekayaan budaya Indonesia yang kaya akan khazanah kearifan lokal dan merupakan kreativitas yang luar biasa dari komunitas pemiliknya. Perubahan dan hilangnya sastra lisan berarti punahnya kearifan lokal dan khazanah budaya yang terkandung di dalamnya. Salah satu bentuk sastra lisan Nusantara yang masih hidup hingga saat ini adalah cerita rakyat Sumbawa Barat. Cerita rakyat yang berhasil didokumentasikan dikaji struktur naratifnya berdasarkan pada struktur naratif yang dikemukakan oleh Vladimir Propp. Penelitian ini akan mendokumentasikan sastra lisandari Sumbawa Barat yang berwujud cerita rakyat. Dari hasil kajian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa cerita rakyat Sumbawa Barat memiliki empat belas fungsi pelaku. Keempat belas fungsi pelaku tersebut dapat didistribusikan ke dalam lima lingkungan tindakan
PERSPEKTIF GENDER DALAM NOVEL KAPAK KARYA DEWI LINGGARSARI Fitria, Fitria
ATAVISME Vol 17, No 2 (2014): ATAVISME, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v17i2.7.164-176

Abstract

Tulisan ini mengkaji perspektif gender yang terdapat dalam novel Kapak (2005) karya Dewi Linggarsari dengan menggunakan kritik sastra feminis. Perspektif gender yang ditemukan adalah adanya ketidakadilan dan kesetaraaan gender yang dialami tokoh wanita Mika, Yemnen, dan dokter Astrid. Ketidakadilan gender terlihat saat wanita dianggap sebagai makhluk yang lemah, yang menyebabkan terjadinya subordinasi dan kekerasan.Sementara itu,kesetaraan gender terlihat dari adanya persamaan hak bagi kaum wanita dengan adanya aturan adat yang melindungi wanita dan pendidikan bagi wanita. Wanita bukanlah makhluk lemah yang hanya dijadikan  korban kekerasan laki-laki, melainkan makhluk yang kuat dan pemberani serta mampu membantu memperbaiki nasib kaum wanita yang menjadi korban kekerasan suaminya. Tulisan ini mengkaji perspektif gender yang terdapat dalam novel Kapak (2005) karyaDewi Linggarsari dengan menggunakan kritik sastra feminis. Perspektif gender yang ditemukan adalah adanya ketidakadilan dan kesetaraaan gender yang dialami tokoh wanita Mika, Yemnen, dan dokter Astrid. Ketidakadilan gender terlihat saat wanita dianggap sebagai makhluk yang lemah, yang menyebabkan terjadinya subordinasi dan kekerasan.Sementara itu,kesetaraan gender terlihat dari adanya persamaan hak bagi kaum wanita dengan adanya aturan adat yang melindungi wanita dan pendidikan bagi wanita. Wanita bukanlah makhluk lemah yang hanya dijadikan  korban kekerasan laki-laki, melainkan makhluk yang kuat dan pemberani serta mampu membantu memperbaiki nasib kaum wanita yang menjadi korban kekerasan suaminya.
LINGKAR STRUKTUR NOVEL TARIAN SETAN Anwar, M. Shoim
ATAVISME Vol 17, No 2 (2014): ATAVISME, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v17i2.9.192-204

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan muatan politis dan ideologis dalam judul, tema dan alur, tokoh, serta amanat novel Tarian Setan karya Sadam Hussein dengan teori hermeneutik. Sumber data penelitian ini adalah novel berjudul Tarian Setan (terjemahan dari novel Akhreej Minha Ya Mal?un karya Sadam Hussein) yang diterbitkan oleh penerbit Jalasutra tahun 2006. Penelitian menghasilkan temuan bahwa judul novel karya Saddam Hussein, Tarian Setan, dari perspektif hermeneutik, mengarah pada perilaku tokoh antagonis yang harus dilawan dan dijauhi. Kekuasaan manusia tidak abadi. Kekuasan yang diperoleh dengan cara culas akhirnya akan menyengsarakan, baik bagi penguasa maupun pihak-­pihak yang dikuasai. Dari sisi kekuasaan dan ideologinya, para tokoh akan berada dalam dua lingkaran, yaitu lingkaran positif dan lingkaran negatif sebagai pengemban amanat teks. Ketika ambisi politik dan kekuasaan tidak lagi meme gang etika, di mana pun dan kapan pun, akan menghancurkan sendi?sendi kehidupan dalam masyarakat.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan muatan politis dan ideologis dalam judul, tema dan alur, tokoh, serta amanat novel Tarian Setan karya Sadam Hussein dengan teori hermeneutik. Sumber data penelitian ini adalah novel berjudul Tarian Setan (terjemahan dari novel Akhreej Minha Ya Mal?un karya Sadam Hussein) yang diterbitkan oleh penerbit Jalasutra tahun 2006. Penelitian menghasilkan temuan bahwa judul novel karya Saddam Hussein, Tarian Setan, dari perspektif hermeneutik, mengarah pada perilaku tokoh antagonis yang harus dilawan dan dijauhi. Kekuasaan manusia tidak abadi. Kekuasan yang diperoleh dengan cara culas akhirnya akan menyengsarakan, baik bagi penguasa maupun pihak-pihak yang dikuasai. Dari sisi kekuasaan dan ideologinya, para tokoh akan berada dalam dua lingkaran, yaitu lingkaran positif dan lingkaran negatif sebagai pengemban amanat teks. Ketika ambisi politik dan kekuasaan tidak lagi meme gang etika, di mana pun dan kapan pun, akan menghancurkan sendi?sendi kehidupan dalam masyarakat

Page 1 of 1 | Total Record : 9