cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 3.1 (2017)" : 45 Documents clear
Pengaruh Paparan Bising pada Proses Penggilingan terhadap Terjadinya Gangguan Pendengaran pada Pekerja Pertambangan Emas Skala Kecil di Kecamatan Sekotong. John, Ristania Ellya; Kadriyan, Hamsu; Ekawanti, Ardiana
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Paparan bising pada pertambangan emas skala kecil terutama pada proses penggilingan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan Gangguan Pendengaran Akibat Bising (GPAB). Data dan penelitian mengenai hal ini di Indonesia masih sangat kurang sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh paparan suara bising terjadinya gangguan pendengaran pada pekerja penggilingan emas skala kecil. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan potong lintang yang dilakukan pada pekerja pertambangan skala kecil berusia 18-60 tahun di Sekotong. Penelitian ini diikuti oleh 90 responden. Pada subjek penelitian dilakukan wawancara untuk pengisian data dan pemeriksaan fungsi pendengaran dengan garpu tala pada frekuensi 512 dan 2048 Hz. Analisis data menggunakan uji chi square dan uji korelasi lambda. Hasil: Berdasarkan hasil pemeriksaan garpu tala pada frekuensi 512 Hz ditemukan 24 pasien (26,7%) mengalami tuli telinga kiri dan 25 pasien (27,8%) mengalami tuli telinga kanan, sedangkan pada hasil pemeriksaan garpu tala pada frekuensi 2048 Hz ditemukan 53 orang (58,9%) mengalami tuli bilateral. Berdasarkan hasil uji chi square dan korelasi lambda diperoleh hasil bahwa pada frekuensi 512 Hz durasi kerja dan masa kerja berpengaruh signifikan terhadap terjadinya gangguan pendengaran pada pekerja tambang (p = 0,00), namun korelasinya sangat lemah (r = 0,00). Pada frekuensi 2048 Hz, durasi kerja berpengaruh signifikan (p = 0,00) terhadap terjadinya gangguan pendengaran pada pekerja tambang dengan korelasi yang kuat (r = 0,703), tetapi masa kerja tidak berpengaruh signifikan (p = 0,094). Kesimpulan: Paparan bising pada proses penggilingan berpengaruh terhadap terjadinya gangguan pendengaran pada pekerja pertambangan emas skala kecil di Kecamatan Sekotong.
Hubungan Antara Kadar Kolesterol High-Density Lipoprotein (HDL) Serum dan Framingham Stroke Rish Score pada Penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram. Nurhayati, Rohmatul Hajiriah; Harahap, Herpan Syafii; Rizki, Mohammad
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan penyebab kecacatan dan kematian utama di dunia. Stroke iskemik merupakan subtipe stroke yang paling sering diderita. Pencegahan stroke iskemik dilakukan dengan menilai probabilitas terjadinya stroke iskemik seseorang dengan menggunakan Framingham stroke risk score. Faktor risiko lain untuk stroke iskemik yang perlu diperhatikan adalah penurunan kadar kolesterol HDL serum. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kadar kolesterol HDL serum dan Framingham stroke risk score pada penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Subjek pada penelitian terdiri dari 55 orang. Data karakteristik subjek yang ditunjukkan meliputi kadar kolesterol HDL serum dan berbagai faktor risiko dalam Framingham Stroke Risk Score disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Penelitian ini diikuti 55 subjek dengan rerata usia 66,54 ± 7,816 tahun. Subjek dengan kadar kolesterol HDL serum rendah didapatkan sebesar 56,36% dengan proporsi tertinggi terdapat pada perempuan. Rerata tekanan darah sistolik subjek penelitian adalah 143,47 ± 25,54 mmHg. Proporsi subjek dengan penyakit diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, hipertrofi ventrikel kiri, dan fibrilasi atrium tergolong rendah, sehingga rerata probabilitas risiko stroke iskemik yang didapatkan rendah yaitu 10,415%. Berdasarkan analisis Pearson didapatkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara kadar kolesterol HDL serum dan Framingham stroke risk score (p>0,05). Kesimpulan: Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kadar kolesterol HDL serum tidak berkorelasi dengan Framingham stroke risk score.
Hubungan Tingkat Kepatuhan Orang Tua dlam Pemberian Tablet Zink selama 10 Hari pada Pasien Diare Usia 1-5 Tahun dengan Kekambuhan Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Narmada. Amaliya, Najmina; Nurbaiti, Lina; Josafat, Anom
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Diare merupakan masalah kesehatan terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Hasil Riset Kesehatan tahun 2007 menunjukkan bahwa Nusa Tenggara Barat termasuk dalam lima provinsi dengan angka prevalensi diare tertinggi. Pemberian terapi cairan pengganti oral dapat menurunkan angka kematian akibat dehidrasi pada saat diare akan tetapi tidak dapat memperpendek durasi dari diare. World Health Organization (WHO) dan UNICEF kemudian memberikan tambahan terapi zink selama 10-14 hari pada anak dengan diare akut untuk memperpendek durasi diare serta mencegah terjadinya kekambuhan diare dua sampai dengan tiga bulan paska diare terakhir. Tujuan: Mengetahui hubungan kepatuhan pemberian tablet zink selama 10 hari oleh orang tua pasien diare usia 1-5 tahun terhadap kekambuhan diare di wilayah kerja Puskesmas Narmada. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analisis korelatif dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode konsekutif dengan jumlah sampel yang diteliti sebanyak 44. Analisis data menggunakan uji statistik metode chi square. Hasil: Hasil uji statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan pada tingkat kepatuhan pemberian tablet zink dengan kekambuhan diare. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan dari tingkat pengetahuan orang tua tentang diare dengan kepatuhan dalam pemberian zink. Tidak terdapat hubungan dari tingkat kepatuhan orang tua dalam pemberian zink dengan kekambuhan diare pada anak usia 1-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Narmada.
Hubungan antara Rasio Lingkar Pinggang-Panggul dengan Risiko Penyakit Kardiovaskular menggunakan Persentase Framingham Risk Score pada Populasi di Pulau Lombok Alifiya, Silmina; Indrayana, Yana; Josafat, Anom
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kardiovaskular sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di berbagai negara baik di negara maju maupun di negara berkembang. WHO pada tahun 2014 menyebutkan penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian terbanyak dari penyakit tidak menular yaitu sekitar 37%. Salah satu penyebab terjadinya penyakit kardiovaskular adalah obesitas abdominal. Obesitas abdominal dapat diukur dengan mengetahui rasio lingkar pinggang-panggul. Kejadian penyakit kardiovaskular dapat diprediksi menggunakan Framingham Risk Score. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara rasio ligkar pinggang-panggul dengan risiko penyakit kardiovaskular menggunakan persentase Framingham Risk Score. Metode: Penelitian ini meggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Lombok Epicentrum Mall pada bulan Oktober 2015. Sebanyak 69 subjek berusia 50-74 tahun yang memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan pada penelitian ini. Tingkat risiko penyakit kardiovaskular diestimasi berdasarkan Framingham Risk Score yang meliputi usia, jenis kelamin, merokok, tekanan darah sistolik, diabetes mellitus, kolesterol HDL, dan kolesterol total. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94,2% subjek memiliki rasio lingkar pinggang-panggul yang tidak normal. Dalam kaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang dihitung dengan persentase Framingham Risk Score, 62,3% berisiko rendah, 23,2% berisiko intermiediate, dan 14,5% berisiko tinggi. Berdasarkan uji korelasi Spearman diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,390 dan signifikasni (p) sebesar 0,001. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara rasio lingkar pinggang-panggul dengan risiko penyakit kardiovaskular menggunakan persentase Framingham Risk Score pada populasi di Pulau Lombok.
STUDI PENDAHULUAN: UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUESIONER TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK TERHADAP DEMAM BERDARAH PADA GURU SEKOLAH DASAR DI KOTA MATARAM Wijaya, Christabella Natalia; Sari, Dian Puspita; Suryani, Dewi
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyebab kematian utama pada anak di Asia Tenggara. Upaya pencegahan DBD dapat dilakukan di sekolah baik olehguru atau siswa. Pengetahuan yang baik akan mempengaruhi sikap dan praktik yang menunjang upaya pencegahan DBD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkankuesioner dan melakukan uji validitas dan reliabilitas penilaian pengetahuan, sikap, dan praktik guru terkait DBD. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain potong lintang yang melibatkan 114 guru Sekolah Dasar di Kota Mataram. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri atas 5 bagian yaitu identitas responden, sumber informasi, pengetahuan, sikap, dan praktik tentang DBD. Hasil: Pada uji validitas kuesioner pengetahuan didapatkan 17 item valid, 5 item tidak valid, dan 3 item memiliki variansi nol. Bagian sikap didapatkan 7 item valid, 6 item tidak valid,dan 4 item memiliki variansi nol. Bagian praktik didapatkan 13 item valid, 1 item tidak valid, dan 3 item memiliki variansi nol. Uji reliabilitas didapatkan nilai Cronbach’s alpha bagianpengetahuan 0,815, bagian sikap 0,547, dan bagian praktik 0,744. Kesimpulan: Sebagian besar kuesioner ini sudah valid dan reliabel. Kuesioner yang dikembangkan dalam penelitian ini sudah cukup baik, terutama pada bagian pengetahuan; akan tetapi untuk dapat diimplementasikan dalam pengukuran di masyarakat, kuesioner ini masih memerlukan perbaikan terutama pada bagian sikap dan praktik.
PERBANDINGAN EFIKASI EKSTRAK RAMUAN OBAT TRADISIONAL KHAS NTB DENGAN GLIBENKLAMID DALAM MENURUNKAN GULA DARAH MENCIT BALB/C YANG DIINDUKSI ALOKSAN Mayaswari, Luh Nyoman; Nurhidayati, Nurhidayati; Rizki, Mohammad
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan aktivitas insulin. Ramuan obat tradisional khas NTB yang terbuat dari daun salam (Syzygium polyanthum), daun sambiloto (Andrographis paniculata), daun pegagan (Centella asiatica), dan akar alang alang (Imperata cylindrica) memiliki potensi untuk menurunkan kadar glukosa darah melalui pengaruh yang ditimbulkan oleh komponen-komponen kimiawi dalam masing-masing tanaman. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan pretest and posttest control group. Subjek penelitian adalah 24 ekor mencit BALB/c yang terbagi dalam 4 kelompok dan seluruhnya diinduksi dengan aloksan. Kelompok satu (P1) dan kelompok dua (P2) merupakan kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak ramuan obat tradisional khas NTB dalam dosis setara dengan 40 g bahan segar dan 80 g bahan segar. Kelompok tiga (K+) merupakan kelompok kontrol positif yang diberi glibenklamid sedangkan kelompok empat (K-) merupakan control negatif yang hanya diberi aquades. Semua kelompok mendapat perlakuan selama 14 hari dan pengambilan sampel dilakukan pada hari ke 15. Analisis data dilakukan dengan uji statistik parametrik One-Way Anova. Hasil: Uji One-Way Anova menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara ekstrak ramuan obat tradisional khas NTB dibandingkan dengan glibenklamid terhadappenurunan kadar glukosa darah setelah perlakuan (p=0,861). Kesimpulan: Pemberian ekstrak ramuan obat tradisional khas NTB setara dengan dosis 40 g dan 80 g bahan basah tidak memiliki perbedaan yang bermakna dibandingkan dengan glibenklamid terhadap kadar glukosa darah mencit BALB/c yang diinduksi aloksan.
Hubungan antara Mencuci Tangan dengan Tingkat Kejadian Infeksi Kecacingan pada Murid Sekolah Dasar Negeri 27 Mataram, Kecamatan Mataram, Kabupaten Kota Mataram M.P, A.A.A. Lie Lhianna; Setyorini, Rika Hastuti; Prihatina, Lale Maulin
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Infeksi kecacingan terdistribusi secara luas di daerah pedesaan dan perkotaan, seperti cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura) dan cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus). Di seluruh dunia diperkirakan lebih dari dua miliyar orang mengalami infeksi kecacingan, dimana secara global terjadi pada anak sekolah dasar dengan usia rata-rata 5 sampai 15 tahun. Prevalensi infeksi cacing Soil Transmitted Helminths di Provinsi Nusa Tenggara Barat masih relatif tinggi dengan faktor risiko yang mempengaruhi adalah kondisi personal hygiene terkait kebiasaan mencuci tangan yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mencuci tangan dengan tingkat kejadian infeksi kecacingan pada murid Sekolah Dasar Negeri 27 Mataram, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan instrumen kuesioner dan melakukan pemeriksaan feses secara langsung di laboratorium. Teknik analisis statistik yang digunakan adalah Uji Fisher dengan taraf signifikansi p <0,05. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 86 sampel dari murid Sekolah Dasar Negeri 27 Mataram. Pada hasil pemeriksaan feses didapatkan 7 murid positif terinfeksi cacing dan 79 murid tidak terinfeksi. Pada Uji Fisher didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara variabel kebiasaan mencuci tangan sebelum makan (p=0,457), setelah buang air besar (p=1,000), setelah bermain diluar rumah (p=0,063), setelah memegang tanah atau sampah (p=1,000), setelah memegang binatang (p=0,437) dengan angka kejadian infeksi kecacingan. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara mencuci tangan dengan tingkat kejadian infeksi kecacingan pada murid Sekolah Dasar Negeri 27 Mataram, Kecamatan Mataram, Kabupaten Kota Mataram.
Hubungan Kebiasaan Pemberian MP-ASI (Bubur Saring) terhadap Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Narmada Kabupaten Lombok Barat Inayah, Inayah; Nurbaiti, Lina; Harahap, Ida Lestari
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Makanan pendamping ASI adalah makanan atau minuman yang diberikan pada usia 6-24 bulan untuk mencukupi kebutuhan gizi bayi. Rendahnya pemberian makanan tambahan yang tepat sesuai umur bayi menjadi salah satu pemicu rendahnya status gizi bayi dan balita. Kekurangan gizi merupakan faktor utama yang menyebabkan kematian pada bayi dan balita. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebiasaan (jenis, frekuensi, porsi, tekstur, ketepatan waktu) pemberian MP-ASI (Bubur Saring) terhadap status gizi bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Narmada Kabupaten Lombok Barat. Metode: Jenis penelitian ini bersifat analitik korelasi yang menggambarkan hubungan kebiasaan pemberian MP ASI dengan status gizi bayi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 51 responden. Hasil: Profil status gizi subjek penelitian menunjukkan bahwa 49 bayi (96,1 %) memiliki gizi baik menurut BB/U, 47 bayi (92,2 %) memiliki gizi normal menurut PB/U, dan 49 bayi (96,1 %) memiliki gizi gizi normal menurut BB/PB. Hasil uji spearman pada variabel frekuensi, dan porsi pemberian MP-ASI diperoleh nilai signifikasi >0,05, dan hasil uji chi-square pada variabel ketepatan waktu, jenis dan tekstur pemberian MP-ASI diperoleh nilai p ≥0,05, sehingga tidak didapatkan adanya hubungan antara kebiasaan (jenis, frekuensi, porsi, tekstur, ketepatan waktu) pemberian MP-ASI terhadap status gizi pada bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Narmada Kabupaten Lombok Barat. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan pemberian MP-ASI (Bubur Saring) terhadap status gizi bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Narmada Kabupaten Lombok Barat.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN TRAMADOL 37,5mg + PARACETAMOL 325mg per oral DIBANDINGKAN KETOPROFEN 100mg supp UNTUK MENGURANGI NYERI SELAMA 24 JAM PADA PASIEN PASCA OPERASI BEDAH DI RS. BHAYANGKARA MENGGUNAKAN VAS Skor Hardiansyah, Nanang Bagus; Kresnoadi, Erwin; Nandana, Pandu Ishaq
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Nyeri pasca bedah disebabkan oleh adanya rangsangan mekanik luka yang menyebabkan tubuh mengeluarkan mediator – mediator kimia nyeri dan bervariasi mulai dari nyeri ringan sampai nyeri berat namun menurun sejalan dengan proses penyembuhan. Tramadol+paracetamol dan Ketoprofen merupakan obat yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri pasca operasi bedah. Kombinasi Tramadol + paracetamol menghambat sintesis prostaglandin dalam sistem saraf pusat dan nyeri blok impuls pada sistem saraf perifer dan ketoprofen berkerja dengan penghambatan jalur siklooksigenase dari metabolisme asam arakidonat. Tujuan: Penelitian ini membandingkan efektifitas tramadol 37,5mg + paracetamol 325 mg peroral dan ketoprofen 100mg supp dalam mengurangi nyeri pasca operasi bedah umum. Metode: Metode Penelitian ini observasi klinik karena sampel penelitian diobservasi sampai waktu tertentu untuk melihat efek yang timbul pada sampel penelitian. Total 48 pasien, yang terbagi dalam 2 kelompok. Kelompok Tramadol 24 pasien dan Kelompok Ketoprofen 24 pasien. Data Disajikan dalam bentuk nilai rerata ± simpang baku, kemudian diuji dengan menggunakan uji Mann Whitney dan Independent t-Test dengan (α = 0,05). Hasil: Penurunan derajat nyeri pada pasien pasca operasi bedah umum yang diberi tramadol 37,5mg + paracetamol 325 mg peroral lebih efektif dibanding dengan ketoprofen 100mg supp, p=0,000 (p,0,05). Kesimpulan: terdapat perbedaan bermakna antara kelompok tramadol + paracetamol dan kelompok ketoprofen dalam menurunkan derajat nyeri, p=0,000 (p,0,05).
Hubungan Antara Infeksi Kecacingan Dengan Status Gizi Pada Murid Sekolah Dasar Negeri 27 Mataram Miratunisa, Neneng; Asmara, I Gede yasa; Prihatina, Lale Maulin
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Infeksi kecacingan merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah kesehatan dan kurang mendapat perhatian (neclected disease). Penyakit kecacingan yang termasuk ke dalam neclected disease salah satunya adalah jenis penyakit dari kelompok Soil Transmitted Helminths (STH) yaitu cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura), dan cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus). Di Indonesia, tingkat infeksi STH masih tinggi, termasuk di Lombok. Anak prasekolah dan usia sekolah adalah kelompok risiko tinggi terhadap infeksi STH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara infeksi kecacingan dengan status gizi pada murid SD Negeri 27 Mataram. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan di SD Negeri 27 Mataram. Terdapat 86 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Data kecacingan diperoleh dengan pemeriksaan langsung di laboratorium dan data status gizi di peroleh dari pengukuran antropometri. Teknik analisis statistik yang digunakan adalah uji Fisher dengan taraf signifikansi p<0.05. Hasil : Dari 86 sampel yang dilakukan pemeriksaan feses, didapatkan sebanyak 7 murid positif terinfeksi cacing dan 79 murid tidak terinfeksi. Status gizi dari 7 murid yang positif terinfeksi cacing adalah normal, sedangkan status gizi dari 79 murid yang tidak terinfeksi adalah 8 murid kurus, 53 murid normal, 9 murid gemuk dan 9 murid obesitas. Oleh karena itu, tidak ada hubungan yang bermakna antara infeksi kecacingan dengan status gizi pada murid sekolah dasar (p=1.000). Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) dengan status gizi pada murid SD Negeri 27 Mataram.