cover
Contact Name
INTEKNA
Contact Email
intekna@poliban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
intekna@poliban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 15 Documents
Search results for , issue " Vol 12, No 1 (2012)" : 15 Documents clear
ANALISIS EKONOMI PENGGUNAAN JASA OUTSOURCING UNTUK PENGADAAN ALAT TRANSPORTASI PT XYZ BANJARMASIN ., Hermansyah; Suprianto, Teguh
INTEKNA Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

About problem which faced by firm all this time is how to maintenance  and looking after all vehicle in good condition. Operational car maintenance all this time did by mechanical corporate and also by car workshop. In height cost maintenance and acquisition tool which issued by PT. XYZ for operational corporate, cause to need it firm to take into account alternative any other for transportation tool procurement by the way of outsourc-ing . In this research outsourcing  procurement service is seen of PT XYZS angle. This rese-arch did by economic analysis to do feasibility study in does outsourcing than by un-dertaking alone management. Economic analysis that is done is by use of analysis NPV (Net Present Value) and IRR (Internal of Returns Rate). After knows that by use of ser-vice outsourcing more advantages therefore analysis further is do election to service pro-vider judgment outsourcing. Judgment election  transportation tool by use of method AHP (Analytical Hierarchy Process). Base alternative observational result investment buys alone operational vehicle get NPVS point as big as Rp.840.440.945 and Internal Rate Of Return as big as 51 %. Meanwhile by use of service outsourcing  one that is chosen by use of method AHP that gets service outsourcing  the most corresponds to criteria firm, and is chosen on service outsourcing 2 get NPVS points as big as Rp 1.386.000.000 ,- and Internal Rate Of Return as big as 77% , therefore analysis judgment in observational so in accordance with corporate decision making. service outsourcing  more advantages to be appealed is brought off own.
PEMANFAATAN LUMPUR MARMER, LIMBAH STYROFOAM DAN ABU LAYANG BATUBARA UNTUK PEMBUATAN BATA BETON BERLUBANG Mizwar, Andy; Agustini, Erika; Samudra, Gilang; Auliannoor, M.
INTEKNA Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah padat berupa lumpur marmer, limbah styrofoam dan abu layang batubara telah menjadi masalah lingkungan, khususnya di Kalimantan Selatan. Salah satu alternatif pe-nanganan limbah tersebut adalah dengan cara memanfatkannya menjadi bata beton ber-lubang. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan lumpur marmer, limbah styrofoam dan abu layang batubara sebagai bahan pembuatan bata beton berlubang yang murah dan ra-mah lingkungan. Dalam penelitian ini lumpur marmer dan styrofoam digunakan sebagai agregat halus pendamping pasir sedangkan abu layang batubara digunakan sebagai ba-han perekat pendamping semen.Data penelitian diambil dengan melakukan eksperimen uji kuat tekan di laboratorium ter-hadap 12 sampel bata beton berlubang dengan komposisi campuran antara semen (sn), abu layang batubara (ab), lumpur marmer (mr), styrofoam (st) dan pasir (ps) yang ber-beda. Juga dilakukan uji karakteristik bahan untuk mengetahui kandungan logam berat (Cu, Cd, Cr dan Zn) dalam sampel bata beton berlubang, serta analisa harga produksi masing-masing sampel untuk mengetahui nilai ekonomi bata yang dihasilkan. Seluruh hasil uji dan analisa dibandingkan dengan standar PU dan pasaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bata beton berlubang yang dihasilkan memiliki berat yang lebih ringan dari standar PU dan pasaran, biaya produksi lebih murah dari standar PU dan pasaran, dan bata beton berlubang dengan komposisi 3 sn:1 ab:10 mr:2 st:3 ps memiliki kuat tekan lebih besar daripada standar pasaran dan memenuhi baku mutu lingkungan.
TRANSFORMASI AKUNTANSI INDONESIA MELALUI KONVERGENSI IFRS ., Sirajudin; Farida, Lea Emilia
INTEKNA Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam SMO (Statement of Member Obligations) part 2, (yang merupakan sebuah ren-cana yang berisi program pengadopsian dan jadwal implementasi IFRS yang wajib dibuat oleh setiap anggota IFAC) pemerintah Indonesia melalui IAI telah memutuskan konvergensi atau pengadopsian secara penuh IFRS (International Financial Reporting Standard) di tahun 2012. Konvergensi tersebut tentunya akan membawa dampak bahwa seluruh standar atau aturan praktek profesi akuntansi (termasuk auditing) yang harus tunduk dengan prinsip, norma dan nilai pengukuran fair value (FV) yang ada dalam IFRS. Dengan mengadopsi IFRS tersebut maka pengguna laporan keuangan di berbagai be-lahan dunia dapat dengan mudah membandingkan informasi keuangan entitas antar ne-gara. Terhitung sejak 1 Januari 2012, pelaporan keuangan di Indonesia akan merujuk pada IFRS. Makalah ini berusaha menjelaskan bahwa proses transformasi akuntansi In-donesia (konsep Historical Cost menjadi Fair Value) melalui konvergensi IFRS sudah ter-jadi sebelum proses legalnya.
PENGGUNAAN ASBUTON EKSTRAKSI SEBAGAI BAHAN CAMPURAN LATASTON HOT ROLLED SHEET – WEARING COARSE Gunawan, Hadi
INTEKNA Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal Buton (Asbuton) ditengarai merupakan deposit aspal terbesar di dunia, sehingga Asbuton berpotensi untuk dikembangkan agar dapat menggantikan penggunaan aspal minyak. Kelemahan asbuton adalah rendahnya kandungan bitumen, serta rendahnya pe-netrasi bitumen asbuton. Agar dapat menggantikan penggunaan aspal minyak, bitumen perlu diekstraksi terlebih dahulu dari mineralnya dengan berbagai metode. Oleh sebab itu, demi mengetahui cara yang efektif dalam memisahkan bitumen asbuton dari mine-ralnya sekaligus mengetahui mutu bitumen asbuton ter-ekstraksi sebagai campuran as-pal beton hot mix. Penggunaan Asbuton Ektraski sebagai bahan campuran Lataston harus memenuhi per-syaratan dari Lataston HRS - WC seperti Penyerapan Aspal, Rongga Dalam Campuran (VIM), Rongga Dalam Agregat (VMA), Rongga Terisi Aspal, Rongga Dalam Agregat (VMA), Stabilitas Marshall, Rongga Terisi Aspal, Kelelehan dan Marshall Qoutient.Bahan Agregat untuk penelitian berasal dari Km.8 Muara Teweh, Provinsi Kalimantan Tengah dan bahan Aspal yang digunakan adalah Aspal Buton Ter-ektraksi. Dengan me-nggunakan bahan tersebut maka dapat diperoleh Proporsi Campuran antara lain Batu pecah ¾" adalah 17%, Batu pecah ½" adalah 22%, Pasir adalah 27%, Abu batu adsalah 32%, Filler adalah 2,0% dan Aditif adalah 0,3%. Hasil Kinerja Sifat – sifat Campuran Lataston HRS – WC untuk Nilai Stabilitas adalah 955,7 kg, Nilai Density 2.310, Nilai Rongga Udara adalah 5,6 %, Nilai Kelelahan adalah 3,22 mm, Nilai Koefisien Marshall adalah 2,90 Kn/mm, Nilai Rongga Dalam Agregat (VMA) adalah 20,18 %, Nilai Rongga Terisi Aspal (VFB) adalah 72,15 %, Nilai Rongga Dalam Camp, Kepadatan Membal adalah 4,17 %, Nilai Penyerapan 0,21%, Nilai Sta-bilitas sisa perendaman 24 jam suhu 60° adalah 95,1 %, dan Nilai Kadar Aspal 6,7 %. Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan bahan agregat dari Km.8 Muara Teweh Provinsi Kalimantan Tengah dan Bahan Aspal Buton (Asbuton) Ter-ekstraksi semua kri-teria kinerja sifat – sifat campuran Lataston HRS – WC memenuhi spesifikasi teknis dan Aspal Asbuton Ekstrasi dapat digunakan untuk bahan aspal dalam campuran Lataston HRS – WC.
PENANGANAN LIMBAH CAIR KILANG PENGOLAHAN KAYU DENGAN SISTEM RECYCLING Soedarmanto, Heri
INTEKNA Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai penanganan limbah cair pada industri kayu lapis se-cara kimiawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kadar cemaran pada limbah cair industri kayu lapis secara kimiawi. Dengan percobaan Jar Test dapat ditentukan dosis koagulan yang paling optimum yaitu tawas dengan kadar 22.5 ppm dan PAC 27.5 ppm. Pengujian air limbah dilakukan ter-hadap parameter BOD, COD, NH3, Phenol, dan TSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain proses pengolahan limbah cair berlangsung cukup efektif. Keefektifan dari desain proses ini dapat dilihat dari  penurunan nilai BOD5 dari 1.620 mg/L menjadi 26,50 mg/L (98%),  COD  dari 3184,8 mg/L menjadi 52,73 mg/L (98%), TSS dari  645 mg/L menjadi 5,26 mg/L (99%), phenol dari 36,09 mg/L menjadi 0,12 mg/L (99%), dan amoniak dari 1.290 mg/L menjadi 3,44 mg/L (99%).

Page 2 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 25 No 2 (2025): Jurnal INTEKNA, Volume 25, No. 2, Nov 2025 Vol 25 No 1 (2025): Jurnal INTEKNA, Volume 25, No. 1, Mei 2025 Vol 24 No 2 (2024): Jurnal INTEKNA, Volume 24, No. 2, Nov 2024 Vol 24 No 1 (2024): Jurnal INTEKNA, Volume 24, No. 1, Mei 2024 Vol 23 No 2 (2023): Jurnal INTEKNA, Volume 23, No. 2, Nov 2023 Vol 23 No 1 (2023): Jurnal INTEKNA, Volume 23, No. 1, Mei 2023 Vol 22 No 02 (2022): Jurnal INTEKNA, Volume 22, No. 2, Nov 2022: 76 - 162 Vol 22 No 01 (2022): Jurnal INTEKNA, Volume 22, No. 1, Mei 2022: 01 - 75 Vol 21 No 2 (2021): Jurnal INTEKNA, Volume 21, No. 2, Nov 2021: 54 - 111 Vol 21 No 1 (2021): Jurnal INTEKNA, Volume 21, No. 1, Mei 2021: 1 - 53 Vol 20 No 2 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 2, Nov 2020: 53 - 110 Vol 20 No 01 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 1, Mei 2020: 01-52 Vol 19 No 1 (2019): Vol 19 No 1 (2019): Jurnal INTEKNA, Volume 19, No. 1, Mei 2019: 1-68 Vol 19 No 2 (2019): Jurnal INTEKNA, Volume 19, No. 2, Nov 2019: 69-133 Vol 18 No 2 (2018): Vol 18 No 2 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 2, Nov 2018: 67-131 Vol 18 No 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 1, Mei 2018: 1-66 Vol 17 No 2 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 2, November 2017: 79-147 Vol 17 No 1 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 1, Mei 2017: 1 - 78 Vol 16 No 2 (2016) Vol 16 No 1 (2016) Vol 15 No 2 (2015) Vol 15 No 1 (2015) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14 No 2 (2014) Vol 14 No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 13 No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13 No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13 No 1 (2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12 No 2 (2012) Vol 12 No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11 No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11 No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10 No 2 (2010) Vol 9 No 2 (2009): Jurnal Intekna, Volume IX, Nomer 2, Nopember 2009 Vol 8, No 1 (2008) Vol 8 No 1 (2008) More Issue