cover
Contact Name
INTEKNA
Contact Email
intekna@poliban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
intekna@poliban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 2 (2014)" : 27 Documents clear
PERENCANAAN STRATEGIS DALAM PERSPEKTIF ORGANISASI Rusniati -; Ahsanul Haq
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan strategis merupakan perencanaan untuk mencapai tujuan organisasi denganmenggunakan sumber daya yang ada. Perencanaan strategis sangat penting dalamorganisasi karena perencanaan strategis ini berlaku bagi organisasi secara keseluruhan.Perencanaan strategis dirancang sebagai perencanaan organisasi dalam jangka panjangdan dijadikan pedoman untuk menjabarkan perencanaan-perencanan lainnya sebagaiperencanaan jangka pendek. Organisasi yang memiliki perencanaan strategis berartimemiliki dasar yang kuat dalam menjalankan semua aktivitasnya sehingga berguna untukmemastikan agar semua anggota organisasi bekerja ke arah tujuan yang sama.Perencanaan strategis sangat bermanfaat untuk mencapai tujuan organisasi.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI JURUSAN ELEKTRO BERBASIS MICROSOFT VISUAL BASIC DAN MYSQL Sarifudin -
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan teknologi komputer di media elektronik sangat besar manfaatnyaterutama dalam kegiatan pengolahan data atau perolehan informasi lebih efektif danefisien. Sistem manual sudah lama berjalan dalam pelaksanaan pekerjaan kesaharian diperkantoran. Dengan data yang sangat banyak dan tidak terarsif dengan baik membuatbanyak data informasi sangat susah di temukan atau memerlukan waktu lama. Denganmenggunakan sistem informasi berbasis komputer akan memberikan info data yg jauhlebih baik.
RANCANG BANGUN PERBAIKAN FAKTOR DAYA Setia Graha
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan beban-beban reaktif dalam suatu sistem tenaga listrik akan mengakibatkanmenurunnya faktor daya (cos ?). Faktor daya yang buruk mengakibatkan konsumsi dayareaktif yang sangat besar. Pada industri, penggunaan daya reaktif ini akan dikenakanbiaya jika faktor dayanya dibawah 0,85 sesuai standar yang telah ditetapkan PT. PLN(persero).Untuk mengurangi bahkan menghilangkan biaya pemakaian kVAR tersebut dapatdilakukan melalui perbaikan faktor daya dengan pemasangan kapasitor denganmengkompensasi beban-beban induktif. Kapasitor ini akan berfungsi sebagai sumberdaya reaktif sehingga beban tidak lagi menyerap daya reaktif dari PLN.Dalam tugas akhir ini, dilakukan perhitungan kebutuhan daya reaktif yang dibutuhkanpada instalasi kelistrikan pada beban motor ac induksi 3 fase dan lampu TL denganmenggunakan metode kVAR, dan perhitungan kapasitas kapasitor bank yangdibutuhkan.Pemasangan kapasitor untuk mengkompensasi beban-beban induktif pada instalasikelistrikan mengakibatkan faktor daya (Cos ) akan meningkat menjadi unity sesuaidengan aturan yang ditetapkan oleh PLN. Sehingga tidak membayar biaya pemakaiankVAR.
PENERAPAN ANALISIS SWOT DALAM MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN DAIHATSU LUXIO DI MALANG (Studi Kasus Pada PT. Astra International Tbk. – Daihatsu Malang) Syamsudin Noor
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MPV (Multy Purpose Vehicle) Car dibagi ke dalam 3 segmen yaitu MPV low, mid, dan high.Pembagian segmen ini berdasarkan harga dari masing-masing mobil. Dari 3 segmen iniakan dikeluarkan 3 jenis mobil dan dimasukkan ke dalam segmen tersendiri yangdinamakan segmen Wagon Low. Pada penelitian ini yang akan menjadi fokus utamaadalah Daihatsu Luxio dan kompetitor utamanya adalah Suzuki APV. Strategi pemasaranyang dilakukan oleh PT. Astra yang meliputi travel, kendaraan hotel, pameran, dantelemarketing dalam memasarkan produk Daihatsu Luxio dinilai cukup baik namun marketshare dari Daihatsu Luxio masih kalah dibandingkan dengan Suzuki APV. Oleh karena ituditambah dengan peluang pasar yang besar maka diperlukan suatu strategi pemasaranDaihatsu Luxio yang dapat meningkatkan pangsa pasar Daihatsu Luxio denganmemaksimalkan kekuatan dan peluang yang dimiliki oleh Daihatsu Luxio sertameminimalkan kelemahan dan ancaman yang dimiliki. Dengan kriteria tersebut makaanalisis SWOT adalah metode yang tepat.Analisis SWOT merupakan metode penelitian yang mengidentifikasi berbagai faktor secarasistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Data penelitian diperoleh dari dataprimer dan data sekunder dari pihak pemasaran PT. Astra International Daihatsu Tbk. –Daihatsu Malang dan data internal perusahaan sedangkan pengolahan data menggunakanmetode analisa kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan memberikan 30 butirpertanyaan yang dianggap mewakili variabel strength (kekuatan), weakness (kelemahan),opportunity (peluang) dan threats (ancaman). Untuk memperoleh gambaran posisi produkdi pasaran dapat kita lihat di matrik internal eksternal.Sedangkan strategi pemasaran untukDaihatsu Luxio dapat dilihat pada matrik SWOT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi produk berada pada koordinat 3,582 dan3,551. Koordinat tersebut terletak pada kuadran I yang mendukung strategi pertumbuhandengan konsentrasi melalui integrasi vertikal. Dari matrik SWOT dapat kita lihat strategistrategiyang dapat diterapkan untuk meningkatkan pemasaran dan volume penjualanDaihatsu Luxio yaitu meningkatkan hubungan kerjasama dengan pihak bank dan leasing,menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan serta sumber daya perusahaan.Diharapkan dengan strategi yang diterapkan tersebut pangsa pasar Daihatsu Luxiomeningkat dan volume penjualan dapat meningkat. Disarankan pada PT Astra InternationalTbk. – Daihatsu Malang sebaiknya meninjau kembali faktor-faktor yang menjadi kelemahandari Daihatsu Luxio, maka kedepannya diharapkakelemahan-kelemahan tersebut dapatberkurang sehingga kepuasan pelanggan dapat meningkat dan tentunya volume penjualandapat meningkat. Untuk mempertahankan posisi Daihatsu Luxio, PT Astra InternationalTbk. – Daihatsu Malang hendaknya terus meningkatkan kualitas di segala bidang yangmemperngaruhi Daihatsu Luxio dari segi internal maupun eksternal.
PENYEDIA DAYA CADANGAN MENGGUNAKAN INVERTER Zainal Abidin
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini di buat rancang pengganti cadangan sumber PLN menggunakanInverter. Apabila sumber PLN padam inverter dengan otomatis mengganti sumber dengansumber Aki. Lamanya ketahanan aki tergantung berapa besar beban yang di pakai danbesaran arus pada aki. Apabila sumber PLN kembali masuk atau menyala denganotomatis inverter mengganti sumber menjadi sumber PLN. Dan seketika itu juga invertermengisi aki agar tetap berfungsi apabila terjadi pemadaman listrik dari PLN.
SIMULASI PENGONTROLAN PINTU GARASI OTOMATIS Sunu Hasta Wibowo
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Garasi adalah suatu tempat atau ruangan untuk menyimpan mobil dan perlengkapanlainnya, agar terhindar dari pencurian dan untuk melindungi mobil dari cuaca terikmatahari ataupun air hujan yang dapat merusak/memperpendek usia kendaraan.Dalam pembuatan atau perancangan kontrol pembukaan pintu garasi otomatisdibutuhkan komponen seperti motor induksi, zelio smartrelay, sensor gerak, limit switch,relay, MCB (miniature cicuit breaker), push button, selector switch, dan lampu indicator.Pengoperasian garasi dapat dilakukan dengan dua cara, pengoperasian pertama dapatdilakukan dengan otomatis tanpa harus turun dari kendaraan dan yang kedua dapat jugadilakukan dengan menekan push button yang tersedia dipanel untuk membuka danmenutup pintu tersebut.Dalam merancang dan merakit sistem kerja pintu garasi otomatis dapat dibagi menjaditiga tahap yaitu perancangan software atau perangkat lunak, perancangan hardware atauperangkat kerasnya, dan perakitan komponen.
ANALISIS PERBANDINGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN DAN REGRESI LINEAR BERGANDA PADA PRAKIRAAN CUACA Nurmahaludin Nurmahaludin
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan masyarakat terhadap informasi prakiraan cuaca suatu daerah menjadi penting bagi kehidupan sehari-hari. Salah satu metode untuk aplikasi prakiraan cuaca adalah dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan. Pada penelitian ini algoritma Backpropagation dan Particle Swarm Optimization (PSO) akan digunakan sebagai algoritma pelatihan jaringan syaraf tiruan pada aplikasi prakiraan temperatur udaraharian. Metode Regresi Linear Berganda diujikan untuk kemudian dibandingkan dengan Backpropagation dan PSO.Arsitektur jaringan syaraf tiruan menggunakan dua buah input, lima neuron pada lapisan tersembunyi, dan satu output. Karena merupakan aplikasi peramalan time series, maka input yang digunakan adalah temperatur udara T(h) dan kelembaban udara H(h) pada hari sebelumnya. Sedangkan output jaringan adalah temperatur udara yang akan diramalkan hari berikutnya T(h+1).Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada prakiraan temperatur udara minimum, penggunaan algoritma pelatihan PSO pada jaringan syaraf tiruan memberikan tingkat kesalahan paling minimum dengan rata-rata kesalahan prakiraan sebesar 2.597%. Sedangkan pada prakiraan temperatur udara maksimum, metode regresi linear berganda memberikan hasil yang lebih baik dengan rata-rata kesalahan sebesar 4.911%

Page 3 of 3 | Total Record : 27


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 25 No 2 (2025): Jurnal INTEKNA, Volume 25, No. 2, Nov 2025 Vol 25 No 1 (2025): Jurnal INTEKNA, Volume 25, No. 1, Mei 2025 Vol 24 No 2 (2024): Jurnal INTEKNA, Volume 24, No. 2, Nov 2024 Vol 24 No 1 (2024): Jurnal INTEKNA, Volume 24, No. 1, Mei 2024 Vol 23 No 2 (2023): Jurnal INTEKNA, Volume 23, No. 2, Nov 2023 Vol 23 No 1 (2023): Jurnal INTEKNA, Volume 23, No. 1, Mei 2023 Vol 22 No 02 (2022): Jurnal INTEKNA, Volume 22, No. 2, Nov 2022: 76 - 162 Vol 22 No 01 (2022): Jurnal INTEKNA, Volume 22, No. 1, Mei 2022: 01 - 75 Vol 21 No 2 (2021): Jurnal INTEKNA, Volume 21, No. 2, Nov 2021: 54 - 111 Vol 21 No 1 (2021): Jurnal INTEKNA, Volume 21, No. 1, Mei 2021: 1 - 53 Vol 20 No 2 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 2, Nov 2020: 53 - 110 Vol 20 No 01 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 1, Mei 2020: 01-52 Vol 19 No 1 (2019): Vol 19 No 1 (2019): Jurnal INTEKNA, Volume 19, No. 1, Mei 2019: 1-68 Vol 19 No 2 (2019): Jurnal INTEKNA, Volume 19, No. 2, Nov 2019: 69-133 Vol 18 No 2 (2018): Vol 18 No 2 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 2, Nov 2018: 67-131 Vol 18 No 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 1, Mei 2018: 1-66 Vol 17 No 2 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 2, November 2017: 79-147 Vol 17 No 1 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 1, Mei 2017: 1 - 78 Vol 16 No 2 (2016) Vol 16 No 1 (2016) Vol 15 No 2 (2015) Vol 15 No 1 (2015) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14 No 2 (2014) Vol 14 No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 13 No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13 No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13 No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12 No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12 No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11 No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11 No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10 No 2 (2010) Vol 9 No 2 (2009): Jurnal Intekna, Volume IX, Nomer 2, Nopember 2009 Vol 8, No 1 (2008) Vol 8 No 1 (2008) More Issue