cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Komunikator
ISSN : 19796765     EISSN : 25499246     DOI : 10.18196/jkm
Jurnal Komunikator terbit dua kali setahun pada bulan Mei dan November. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan pemikiran konseptual di bidang komunikasi. Penerbit menerima sumbangan tulisan yang belum pernah diterbitkan di media lain. Tulisan dapat langsung di input ke dalam sistem e-journal komunikator pada laman ini dengan cara registrasi terlebih dahulu. Naskah yang masuk akan disunting untuk keseragaman format, istilah dan tata cara lainnya.Jurnal Komunikator diterbitkan oleh Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 1 (2016)" : 4 Documents clear
STRATEGI KOMUNIKASI BAHAYA KANKER SERVIKS DI PUSKESMAS NGAMPILAN TAHUN 2015 pratiwi, maulita listian
Jurnal Komunikator Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks atau leher rahim merupakan kanker nomor dua yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia, dan juga merupakan kanker kedua yang paling sering menyebabkan kematian. Di Indonesia, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan 20 perempuan meninggal dunia setiap harinya karena penyakit tersebut atau setiap 72 menit satu wanita meninggal karena kanker ini. Tingginya angka ini biasanya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya kanker serviks. Pada 2009 di Daerah Istimewa Yogyakarta, kasus kanker serviks sebanyak 111 dan kanker payudara 191 kasus. Sedangkan pada 2014, untuk periode Januari hingga April, sudah ada 29 kasus payudara dan lima kasus kanker serviks yang baru. Penderita kanker terbanyak berasal dari kalangan usia 25 hingga 64 tahun. Namun, kanker juga ditemukan di usia remaja 15 hingga 24 tahun. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis strategi komunikasi bahaya kanker serviks di Puskesmas Ngampilan Yogyakarta Tahun 2015.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan subyek penelitian Wanita usia subur, Bidan puskesmas, Bagian sistem informasi dan pelayanan puskesmas, serta Penyuluh lapangan. Data didapatkan dari hasil wawancara, divalidasi dengan triangulasi data dan dianalisis dengan reduksi data, pemyajian data dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian yaitu bentuk komunikasi yang digunakan adalah komunikasi antar pribadi dan kolompok sebagai upaya sosialisasi bahaya kanker serviks dan upaya pencegahannya serta menggunakan strategi komunikasi berbasis kader dalam mensosialiasisasikan bahaya kanker serviks. Berdasar hasil penelitian ini saran yang kami berikan agar puskesmas ngampilan membuat strategi komunikasi yang lebih terstruktur dan dikelola dengan baik demi sebuah informasi yang bermanfaat untuk masyarakat. Bagian promosi kesehatan Puskesmas Ngampilan sebaiknya membuat poster atau leaflet tentang bahaya kanker serviks dan pencegahannya. Mengadakan evaluasi setelah dilakukan penyuluhan untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat.
Narrative Analysis of Maluku Conflict in The Film “Cahaya dari Timur: Beta Maluku” Triyono, Agus; Tri L, Nunik Fajar; Satiti, Nur Latifa Umi
Jurnal Komunikator Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UN (United Nation) notes that 75% of major conflicts in the world are caused by cultural diversity. As multicultural country, Indonesia has high potential for cultural conflict. One of the biggest conflicts that ever occurred in Indonesia is Maluku conflict. This conflict had been retold in the film “Cahaya dari Timur: Beta Maluku”. The research question is “How is the Maluku conflict narrated in the film Cahaya dari Timur: beta Maluku?”. To answer the question, the researcher chooses the narrative analysis from Tzvetan Todorov.  He argues that narrative is not flat. It consists of certain levels (equilibrium, disruption, recognizing the disruption, an attempt to the damage, and equilibrium). By dividing film narrative into five levels, this research finds the different condition in equilibrium level. Oftentimes, equilibrium is started by balance condition, but this film is started by conflict. Besides that, Maluku conflict is positioned as the background story. 
Akses Informasi Pertanian Melaui Media Komunikasi Pada Kelompok Tani di Kabupaten Sambas dan Kota Singkawang harmoko, harmoko erik darmansyah
Jurnal Komunikator Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Access to agricultural information to farmers vegetable and rice farmers could be affected by the availability of communications media and internal factors and external factors farmers. With the method of the survey, respondents came from two clusters namely vegetable growers and rice farmers. Each cluster number of respondents 55 people , bringing the total respondents 110 farmers. The results showed that the factors that influence farmers to access agricultural information is a cosmopolitan level . While agricultural information needed vegetable farmers is marketing , the rice farmers the information needed is the technology of production. It shows there is a difference between access to agricultural information between farmers vegetable and rice farmers
Konstruksi Pemberitaan Mediasi Karaton Kasunanan Surakarta (Analisis Framing Pemberitaan di Harian Media Online Solopos.com Periode Tahun 2014) Afridhita, rizka
Jurnal Komunikator Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran media massa pada masa sekarang memiliki peranan yang sangat penting bagi penyebaran informasi kepada masyarakat. Apa yang dibaca, dilihat, dan didengar melalui suatu media, merupakan hal yang sudah diubah sesuai dengan format media itu sendiri. Pemberitaan yang ada di media massa merupakan hasil dari pengkondisian pesan yang telah ditentukan. Maka dari itu, organisasi sebagai subjek dari berita media, perlu mencermati bagaimana kontruksi berita media. Dalam kondisi konflik, organisasi mendapatkan perhatian lebih dari media, dan perlu memanfaatkan media untuk mengkomunikasikan pesan kepada masyakat.  Upaya resolusi konflik, dengan demikian menjadi kabar yang ditunggu tidak saja oleh organisasi dan masyarakat, tetapi juga dari media.Penelitian ini fokus pada pemberitaan mengenai mediasi konflik Karaton Kasunanan Surakarta. Mediasi terjadi karena adanya penolakan hasil keputusan rekonsiliasi pada tahun 2012. Mediasi yang dilakukan ternyata tidak berhasil menyelesaikan konflik. Hal tersebut menunjukkan bahwa mediasi dalam konflik, membutuhkan beberapa elemen agar mediasi mampu mencapai tujuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis framing oleh Robert N. Entman. Analisis framing dipilih karena penelitian ini berkaitan dengan penyaringan informasi terhadap media. Temuan menunjukkan bahwa adanya penolakan Roy Suryo sebagai mediator konflik Karaton Kasunanan Surakarta, terjadi pelemahan budaya karaton pada pelaksanaan mediasi, dan timbulnya rasa ketidakpercayaan terhadap mediasi yang difasilitasi pemerintah.Kata Kunci : Media Massa, Framing, Konflik, mediasi

Page 1 of 1 | Total Record : 4