cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 12, No 3 (2012)" : 5 Documents clear
Perbedaan Tingkat Endurance antara Pria Bertipe Kepribadian A dan Pria Bertipe Kepribadian B Bastian, Lutfia Putri; Mahanggoro, Tri Pitara
Jurnal Mutiara Medika Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endurance atau daya tahan menyatakan keadaan yang menekankan pada kapasitas kerja secara terus menerus. Diartikan sama dengan kebugaran jasmani yaitu kemampuan seseorang menyelesaikan tugas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Daya tahan kardiorespirasi merupakan faktor utama dalam kebugaran jasmani. Pengukuran daya tahan kardiorespirasi untuk kapasitas aerobik dapat dilakukan dengan cara mengukur konsumsi oksigen maksimal (VO2max) . Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan tingkat endurance antara pria bertipe kepribadian A dan pria bertipe kepribadian B. Penelitian menggunakan metode Astrand 6 minutes cycle test pada nilai VO2max dengan subyek sebanyak 60 pria yang terdiri dari 30 pria bertipe kepribadian A dan 30 pria bertipe kepribadian B. Data dianalisis menggunakan independent sample t test. Hasil penelitian didapatkan rerata nilai VO2max pada kelompok pria bertipe kepribadian A sebesar 31,8393 ± 2,14534 ml/ kg/ menit dan rerata nilai VO2max pada kelompok pria bertipe kepribadian B sebesar 36,3470 ± 3,15498 ml/ kg/ menit. Didapatkan perbedaan yang bermakna antara pria bertipe kepribadian A dan pria bertipe kepribadian B (p=0,000). Disimpulkan terdapat perbedaan tingkat endurance antara pria bertipe kepribadian A dan pria bertipe kepribadian B. Pria bertipe kepribadian A memiliki tingkat endurance yang lebih rendah dibandingkan pria bertipe kepribadian B. Endurance  is a condition that is showed continuous work capacity. Interpreted same as physical fitness is the ability of someone to complete everyday tasks without experiencing significant fatigue. Cardiorespiratory endurance is a main factor in physical fitness. Measurement of cardiorespiratory endurance for aerobic capacity can be done by measuring the maximal oxygen uptake (VO2max). The research aims to see if there are differences of endurance level between personality type A male and personality type B male. Research using the Astrand 6 minutes cycle test on the value of VO2max by as many as 60 male subjects consist of 30 male with personality type A and 30 male with personality type B. Data were analyzed using independent sample t test. Results showed the mean value of VO2max in the group personality type A male is 31.8393 ± 2.14534 ml/ kg/ min and the mean value of VO2max in the group personality type B is 36.3470 ± 3.15498 ml/ kg /min. Found significant differences between personality type A male and personality type B male (p = 0.000). The conclusion there are different levels of endurance between personality type A male and personality type B male. Male with personality type A have lower levels of endurance than male with personality type B.
Hubungan Umur Deteksi Ketulian dengan Tingkat Intelegensi Siswa di SLB-B Karnnamanohara Yogyakarta Adhiapto, Luhur Budi; Widuri, Asti
Jurnal Mutiara Medika Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi ketulian pada anak khususnya sebelum usia 3 tahun yang kemudian dilakukan intervensi dini akan menghasilkan perkembangan anak yang sangat memuaskan. Akan tetapi, deteksi dini ketulian di Indonesia masih dilaksanakan secara pasif. Hal ini menyebabkan keterlambatan deteksi dan intervensi yang diberikan pada anak, sedangkan dampak ketulian pada anak khususnya ketulian prelingual sangat besar dan dapat berpengaruh pada masa depan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan deteksi dini ketulian terhadap tingkat intelegensi siswa di SLB-B Karnnamanohara. Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah 35 siswa SLB-B Karnnamanohara terbagi dua kelompok yaitu kelompok deteksi dini (<3 tahun) dan terlambat (>3 tahun) dengan total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner untuk pengelompokkan status umur deteksi ketulian dan tes intelegensi CPM (Coloured Progressive Matrices) untuk menilai tingkat intelegensi siswa yang dikelompokkan menjadi tingkat intelegensi dibawah rata-rata (<25%), rata-rata (75% > x >25%) dan diatas rata-rata (>75%). Data dianalisis menggunakan Crosstab dilanjutkan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi hubungan antara umur deteksi ketulian dengan tingkat intelegensi adalah p=0,321 (p>0,05). Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara umur deteksi ketulian dengan tingkat intelegensi siswa di SLB-B Karnnamanohara Yogyakarta. Early detection of deafness in hearing loss children especially before 3 years old and then followed by early intervention will produced a satisfactory child’s growth. In other hand, early detection of deafness children in Indonesia still were done passively. This situation can make late detection and late intervention that given to the children, however deafness impact to the children, especially for prelingual deafness is very huge, and can influence with the child’s future. This research is purposed to know the relation between early detection of deafness with degree of intelligence in Karnnamanohara Hearing Impaired School of Yogyakarta. Design of the research is observational and the data taken by croossectional. Research’s subject were all of the Karnnamanohara Hearing Impaired School of Yogyakarta’s student, the amount were 35 students that devided into two groups, early detection group (<3 years old) and late detection group (>3  years old). The data taken by questionaire to classified the status of age of deafness’s detection and CPM  (Coloured Progressive Matrice) intelligency test to assess the degree of intelligence that finally divided into under average (<25%), average (75%>x>25%), and above average (>75%). Collected data was analysed with Crosstab continued with Spearmann Test. The result showed the significancy value for the relation between the age of deafness’s detection with the degree of intelligency
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Status Pekerjaan terhadap Pemilihan Kosmetik Pencerah Kulit pada Wanita Sari, Rr. Nadya Anditia; Estri, Siti Aminah Tri Susilo
Jurnal Mutiara Medika Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis kosmetika yang banyak dipakai saat ini ialah kosmetika jenis pencerah kulit atau lightening cream. Pemilihan pemakaian kosmetik pencerah kulit membutuhkan pemikiran yang kritis sebelum menggunakannya karena efek sampingnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan status pekerjaan terhadap pemilihan produk pencerah kulit pada wanita. Penelitian merupakan penelitian non-eksperimental dengan pendekatan cross sectional di Desa Tamantirto, Dusun I Geblakan RW 01 RT 04 Tegalwangi Bantul. Sampel penelitian ini adalah wanita berusia 22-55 tahun yang sudah menikah yang ada atau menetap pada dusun tersebut sebanyak 32 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan negatif lemah (r= -0,056) yang tidak signifikan dengan nilai p = 0,761 (p>0,05) antara tingkat pendidikan dengan perilaku pemilihan produk pencerah kulit pada wanita, sedangkan uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif kuat (r = 0,460) yang signifikan dengan nilai p=0,008 (p<0,05) antara status pekerjaan dengan perilaku pemilihan produk pencerah kulit pada wanita. Disimpulkan bahwa tingkat pendidikan seseorang tidak menentukan perilaku pemilihan produk pencerah kulit pada seseorang seutuhnya. Status pekerjaan seseorang menentukan perilaku pemiilihan produk pencerah kulit di mana wanita yang bekerja lebih banyak menggunakan produk pencerah kulit daripada wanita yang tidak bekerja. Types of cosmetics that is widely used today is kind of lightening cosmetics or skin lightening cream. The selection of skin lightening cosmetics usage requires critical thinking before using it because of its side effects. This study aims to determine the relationship between educational levels and occupational status of skin lightening product selection in women. This study is a non-experimental, cross sectional approach undertaken in the village of Tamantirto, Hamlet I Geblakan RW 01 RT 04, Bantul, Yogyakarta. Samples were taken from women aged 22-55 years who are married or who have settled in the hamlet of 32 people who meet the criteria for inclusion and exclusion. Spearman correlation test analyze showed that there was poor negative correlation (r= -0,056) which wasn’t significant with p value=0,761 (p>0,05) between educational level and enlightenment skin cosmetic electoral behavior in women. While Spearman correlation test analyze showed that there was strong positive correlation (r= 0,460) which was significant with p value=0,008 (p<0,05) between employment statues and enlightenment skin cosmetic electoral behavior in women. It was concluded that educational level of someone doesn’t determine enlightenment skin cosmetic electoral behavior in someone completely. Employment statues of someone determines enlightenment skin cosmetic electoral behavior where employed women uses skin lightening cosmetic more than unemployed women.
Hubungan antara Tingkat Pendidikan dengan Kejadian Penurunan Daya Ingat pada Lansia Khasanah, Novia; Ardiansyah, Muhammad
Jurnal Mutiara Medika Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi terjadinya demensia pada lansia di Indonesia semakin meningkat. Demensia dapat terjadi karena berbagai faktor. Tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor yang memiliki hubungan dengan kejadian demensia pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan kejadian demensia pada lansia. Penelitian ini dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Wredha Yogyakarta unit Abiyoso dan Budiluhur. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Sampel yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling berjumlah 32 orang lansia usia 70-80 tahun, dengan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu, dengan menggunakan data dari kuesioner, serta instrument MMSE (Mini Mental State Examination) untuk mengetahui derajat demensia pada respoden tersebut. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Spearman dan hasil perhitungan didapatkan hasil korelasi negatif kuat (r=-0,686), dengan nilai p 0,01 (p<0,05), maka ada hubungan yang signifikan. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan kejadian demensia pada lansia. The prevalence of dementia in Indonesia is increasing. Dementia is caused by many factors. Level of education is one of the dementia related factors in elderly. The aim of the research is to identify the correlation between level of education and dementia in elderly. The location of research at Panti Sosial Tresna Wredha Abiyoso and Budiluhur unit. This research is analytic observational which is using cross sectional study. Sampel is taken with purposive technique sampling, 32 elderly 70 – 80 years old, with inclution and exclution  criteria. This research is using data from questioner, and also MMSE (Mini Mental State Examination) to asses their dementia degree. The data analysed with Spearman correlation. The result of correlation is r=-0,686, and p value = 0,01 which is p value < 0,05, it means that the correlation is significant. Based on the result obove show there is significant correlation between level of education with dementia.
Perbedaan Kadar Trigliserid pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Terkontrol dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Tidak Terkontrol Fauziah, Yulia Niswatul; Suryanto, -
Jurnal Mutiara Medika Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab utama kematian pada diabetes melitus (DM) tipe 2 ialah penyakit jantung koroner (PJK) kurang lebih 80%. Angka kematian akibat PJK pada penderita DM tipe 2 dapat meningkat dua sampai empat kali lebih banyak dibandingkan dengan yang non-diabetes karena lesi aterosklerosis, pada penderita DM tipe 2 proses perkembangannya lebih cepat. Dengan adanya peningkatan kadar trigliserid (TG) dan Low Density Lipoprotein ( LDL) diketahui sebagai faktor risiko terjadinya aterosklerosis. Pemeriksaan HbA1c dapat digunakan sebagai pengendali untuk mengetahui risiko pencegahan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan kadar trigliserid pada penderita DM tipe 2 terkontrol dan tidak terkontrol. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel penelitian adalah pasien DM tipe 2 terkontrol (HbA1c <7%) dan DM tipe 2 tidak terkontrol (HbA1c >7%). Jumlah masing-masing sampel adalah 31 pasien. Analisis data menggunakan independent t-test. Hasil penelitian didapatkan rata-rata nilai trigliserid pada DM tipe 2 terkontrol 150,84+86 ,91 dan rata nilai trigliserid pada DM tipe 2 tidak terkontrol 153,55+64 ,193. Analisis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna kadar trigliserid pada penderita DM tipe 2 terkontrol dan DM tipe 2 tidak terkontrol secara statistik (p>0,05). Disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kadar trigliserid pada penderita DM terkontrol dan DM tidak terkontrol. The most cause of mortality in type 2 diabetes mellitus (DM) is coronary heart disease (CHD) about 80%. Mortality rate caused by CHD in patients type 2 DM could increase two until four times more than non-diabetes cause atherosclerosis lesion, the development process faster in patients with type 2 DM. The increasing of tryglicerida (TG) and Low Density Lipoprotein (LDL) level know as atherosclerosis risk factor. HbA1c examination could use as controlling to know the prevention risk of complication. The purpose of this research is to know the difference  of trigliserid level in patients with controlled and uncontrolled type 2 DM. The research design is analytic observational with cross sectional approach, the sampel are controlled type 2 DM (HbA1c <7%) and uncontrolled type 2 DM (HbA1c >7%). The number of each sampels are 31 patients. Data analyzed using  independent t-test. The result shows value of trigliserid in controlled type 2 DM is 150,84+86 ,91 and means value of trigliserid in uncontrolled type 2 DM is 153,55+64,19. The result shows there is no significant difference level of trigliserid between patients with controlled and uncontrolled type 2 DM statisticly (p>0,05). It was concluded that there is no difference level of trigliserid between patients with controlled and uncontrolled type 2 DM.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1 (2021): January Vol 21, No 1: January 2021 Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 20, No 1: January 2020 Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 18, No 1: January 2018 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 16 No 1: January 2016 Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue