cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2003)" : 14 Documents clear
Karsinoma Sel Squamosa - Sagiran
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v3i2.1703

Abstract

Squamous cell carcinoma is a non-melanotic skin cancer that commonly found beside basal cell carcinoma. The lesion is specific with the thickening of stratum corneum of the skin. The common predilection is in the face, it can follow the subsequent process of skin trauma. We reported the case of a 60- year old female with a squamous cell carcinoma in her lower lip. She has been suffering from this disease for 5 years, but there is no metastasis. It has been wide-excised, histo-pathologically showed that the margin of excision is tu¬mor-free.Karsinoma sel squamosa adalah salah satu bentuk keganasan kulit non-melanotik yang sering dijumpai, di samping karsinoma sel basal. Lesinya sangat khas dengan adanya penebalan lapisan tanduk. Predileksi yang sering adalah wajah, dapat mengikuti proses penyembuhan pasca trauma. Tulisan ini melaporkan sebuah kasus seorang perempuan 60 tahun dengan karsinoma sel squamosa pada bibir bawah. Penyakitnya sudah diderita 5 tahun, namun tidak didapatkan metastasis. Telah dilakukan eksisi luas, histopatologis menunjukkan tepi irisan bebas dari tumor.
Tinjauan Keluarga tentang Tempat Terakhir Perawatan pada Pasien di Saat Terakhir Kehidupan Puspitosari, Warih Andan
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v3i2.1706

Abstract

Lebih dari seabad yang lalu, perawatan di rumah dan rumah sakit meningkat menjadi tempat kematian, walaupun demikian belum ada penelitian secara nasional yang mengamati kecukupan atau kualitas perawatan pasien stadium terminal di institusi kesehatan dibandingkan dengan perawatan di rumah.
Prevalensi Trikhomoniasis pada Lekorhe dan Faktor-faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kondisi Keluarga Tri Wulandari Kesetyaningsih
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v3i2.1705

Abstract

Leukhorhea is defined as the increasing of vaginal secretion. This condi¬tion occurs by both of physiological and pathological reason. Pathologi¬cally leukhorhea is particularly due to Candida albicans and Trichomonas vaginalis infection. There are many factors influence both of physiological or pathological leukhorhea. The purpose of of this research is to know prevalence of leukhorhea caused by trichomoniasis andto find the risk factors related with family condition.. The sample was carried out by vaginal swab to 93 women with leukhorhea attended Puskesmas Wates, Kulon Progo, Yogyakarta. Laboratory examina¬tion was done by using direct method. The result shows that prevalence of trichomoniasis is 33,3%. The relation of risk factors with trichomoniasis prevalence has satistically been analized by chi-square method. It shows that prevalence of trichomoniasis influenced with age, sexual activity, the user of vaginal cleanser, pregnancy, using cer¬tain contraception and is not influenced with education grade, family hygiene and sanitation facility and chronic disease suffered.Keputihan adalah terjadinya peningkatan pengeluaran sekret vagina. Keputihan bapat bersifat fisiologis maupun patologis. Keputihan yang patologis disebut lekorhe, kebanyakan disebabkan oleh infeksi jamur Cancida albicans dan parasit Trichomo¬nas vaginalis. Banyak faktor yang berpengaruh pada terjadinya keputihan, baik yang fisiologis maupun yang patologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi trichomoniasis pada wanita penderita lekorhe dan faktor-faktor risiko jang berkaitan dengan kondisi keluarga. Sampel diambil dari sekret vagina dari 93 wanita yang mengeluh keputihan dari pasien pengunjung Puskesmas Watcs, Kulon Progo, kemudian dilakukan pemeriksaan mikroskopis secara langsung dengan larutan NaCl fisiologis untuk melihat adanya trofozoit Trichomonas vaginalis. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi trichomo-niasis pada lekorhe adalah 33,3 % dari sampel yang diperiksa. Hubungan faktor- faktor risiko yang diteliti dengan prevalensi trichomoniasis dianalisis dengan chi- square menunjukkan bahwa trichomoniasis dipengaruhi oleh faktor umur, aktivitas seksual, penggunaan pembersih vagina, kehamilan, penggunaan alat KB dan tidak terpengaruh oleh faktor tingkat pendidikan, fasilitas hygiene sanitasi keluarga dan penyakit kronis.
Herbal Medicine Pentingnya Mengenal dan Memahaminya Nurul Qomariyah
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v3i2.1702

Abstract

Krisis perekonomian yang berkepanjangan, membawa konsekuensi meningkatnya harga obat-obatan modem yang diproduksi oleh pabrik, memacu munculnya alternatif lain dalam pengobatan. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan menggali potensi obat tradisional yang telah digunakan secara turun temurun oleh nenek moyang kita. Usaha untuk mengeksplorasi seluruh potensi sumber daya alam yang ada dicerminkan dengan kuatnya komitmen pemerintah untuk mengembangkan obat tradisional dengan bahan baku yang sebagian besar berasal dari tanaman obat. Masyarakat Indonesia telah lama menggunakan obat-obatan tradisional baik untuk pencegahan maupun untuk pengobatan penyakit-penyakit tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa obat-obat tradisional diakui berkhasiat dan harganyapun masih terjangkau. Ironisnya dikalangan para dokter beberapa diantaranya masih ada yang menganggap bahwa produk tanaman obat hanya berefek sebagai plasebo saja, belum ada data ilmiah yang mendasari pemakaiannya. Melihat fenomena tersebut, maka Fakultas Kedokteran UMY berusaha mengenalkan tentang herbal medicine melalui mata kuliah plihan pengobatan komplementer yang berisi herbal medicine dan akupungktur dalam kurikulum pendidikan SI baik di sistem konvensional, dan juga di blok elektif dalam sistem PBL. Tujuannya untuk membuka wawasan dan memberi kesempatan kepada mahasiwa untuk mengenal dan memahami herbal medicine. Sehingga mahasiswa sebagai calon dokter mempunyai kemampuan menilai kemanfaatan dan keamanan herbal medicine secara objektif serta timbul sikap kritis terhadap permasalahan 3rang muncul dalam bidang herbal medicine.

Page 2 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2003 2003


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1: January 2021 Vol 21, No 1 (2021): January Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 20, No 1: January 2020 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18, No 1 (2018): January Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1: January 2017 Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 16 No 1: January 2016 Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue