cover
Contact Name
Ghufran Ibnu Yasa
Contact Email
ghufran.yasa@gmail.com
Phone
+6285277813297
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Syeikh Abdur Rauf street, Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Aceh, Indonesia
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Elkawnie
ISSN : 24608912     EISSN : 24608920     DOI : -
Elkawnie is a journal of Integration Science and Technology with Islam. It's covering research and technology in the field of study of Architecture, Biology, Chemistry, Environmental Engineering, ICT, Physical Engineering and other science and technology field. In particular, Elkawnie's journal discusses the development of research and technology in contributing to development as part of Muslim scientists in the academic sphere.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2025)" : 14 Documents clear
Molecular Identification of 16S RNA of Pathogenic Bacteria From The Wings of Flesh Flies (Sarcophaga sp.) Inspired by The Hadith of The Prophet SAW, Bukhari’s History About Flies Mashuri masri; Hajrah Hajrah; Asfiana Asfiana; Rusny Rusny; Syafrina sari Lubis
Elkawnie Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i2.14962

Abstract

Abstract: Meat flies (Sarcophaga sp.) are one of the vectors of infection. Meat flies often fly by using contact wings with legs so that the fly’s flying area is very wide. This study uses qualitative and exploratory methods aimed at knowing the types of bacteria that can be found on the wings of meat flies (Sarcophaga sp.) through molecular identification. Samples were taken from the body parts of the right and left wings of meat flies which were coded (B1) left wing of fly 1; (A2) right wing of fly 2; (B2) left wing of fly 2; (A3) right wing of fly 3; (B3) left wing of fly 3; (A4) right wing of fly 4; (B4) left wing of fly 4; (A5) right wing of fly 5; (B5) left wing of fly 5. Meat fly wings (Sarcophaga sp.) were inoculated on BHIB day NA medium, and molecular identification day was done using 16S RNA. Based on molecular data, pathogenic bacteria were found in sample A5: Bacillus cereus, B. anthracis, and B. tropicus; and in sample B5, Moellerella wisconsensis was found. This research can provide a biological explanation of the hadith of the Prophet Muhammad (peace be upon him) about flies, indicating the presence of pathogenic bacteria on the wings of flesh flies (Sarcophaga sp.). Abstrak: Lalat daging (Sarcophaga sp.) merupakan salah satu vektor berbagai penyakit infeksi. Lalat daging banyak bergerak dengan menggunakan sayap dibandingkan dengan kaki, sehingga area terbang lalat sangat luas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan eksploratif yang bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri yang terdapat pada sayap lalat daging (Sarcophaga sp.) melalui identifikasi molekuler. Sampel diambil dari bagian tubuh lalat daging sayap kanan dan kiri yang diberi kode (B1) sayap kiri lalat 1; (A2) sayap kanan lalat 2; (B2) sayap kiri lalat 2; (A3) sayap kanan lalat 3; (B3) sayap kiri lalat 3; (A4) sayap kanan lalat 4; (B4) sayap kiri lalat 4; (A5) sayap kanan lalat 5; (B5) sayap kiri lalat 5. Sayap lalat daging (Sarcophaga sp.) diinokulasi pada medium BHIB dan NA, dan identifikasi molekuler menggunakan 16S RNA.  Berdasarkan data molekuler ditemukan bakteri patogen pada sampel A5, yaitu Bacillus cereus, B. anthracis, dan B. Tropicus; pada sampel B5 ditemukan Moellerella wisconsensis. Hasil penelitian ini dapat membuktikan kebenaran hadits Rasululloh SAW tentang lalat dari perspektif biologis dengan membuktikan adanya bakteri patogen yang ditemukan pada sayap lalat daging (Sarcophaga sp.).
Identification of The Driving Factors Behind The Transformation of The Landscape in Sabang, Aceh, Indonesia, Based on Local Perception Faisal Azwar; Ashfa Achmad; Mahidin Mahidin; Mirza Irwansyah
Elkawnie Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i2.25043

Abstract

Abstract: Information on land use changes and land cover change studies to understand the dynamics of landscape change is very useful for planning sustainable landscape management. Changes to the landscape not only have an impact on people's welfare but also on the way people view and use the landscape. Land-based investments have implications for spatial development and influence landscape dynamics. Cities continue to experience growth, including cities on small islands. The city of Sabang, whose territory is small islands in Aceh Province, Indonesia, is experiencing an increase in local population, immigration, and government policy encouragement to improve the economy. It is worth paying attention to knowing the dynamics of landscape change and the driving factors based on local perceptions.  It is important to understand the patterns of land use and land cover changes from 2013 to 2021, as well as the driving factors based on local community perceptions that may influence future spatial planning and land utilization in Sabang City.  This study uses mixed methods consisting of analysis of land use and land cover change patterns based on remote sensing using ArcGIS and TerrSet software on Spot 6 and Spot 7 image data to provide information on the transition of land cover change. The results of the analysis of changes in land use and land cover from 2013 to 2021 and the driving factors based on local perceptions from elements of Sabang City society were carried out through questionnaires and semi-structured interviews covering 120 households. To assess the drivers of changes in the Land Use and Land Cover (LUCL) of the Sabang City area, which were analyzed using the Statistical Package for Social Sciences (SPSS) for Windows. The results of the analysis of changes in land use and land cover show that most of the land in Sabang is still covered by forest land in 2021, namely 50%. 175 ha, or 67%, of the growing built-up area is covered, while the infilling and outlying patterns are 44 ha and 42 ha, respectively. Respondents identified 17 driving factors, namely 10 proximate driving factors and 7 fundamental driving factors, as important drivers that contribute to changes in the landscape of Sabang City. The three closest drivers are Residential Areas, Forest Fires and Infrastructure Development. Meanwhile, land needs, changes in land prices and population growth are the three main drivers of LULC changes in Sabang City. Abstrak: Informasi perubahan penggunaan lahan dan studi perubahan tutupan lahan untuk memahami dinamika perubahan lanskap sangat berguna untuk perencanaan pengelolaan lanskap yang berkelanjutan. Perubahan pada lanskap tidak hanya berdampak pada kesejahteraan masyarakat namun juga cara masyarakat memandang dan memanfaatkan lanskap. Investasi berbasis lahan berimplikasi pada pembangunan ruang dan mempengaruhi dinamika lanskap. Kota-kota terus mengalami pertumbuhan, termasuk kota di pulau kecil. Kota Sabang yang wilayahnya merupakan pulau-pulau kecil di Provinsi Aceh, Indonesia mengalami peningkatan populasi masyarakat lokal, imigrasi serta dorongan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan perekonomian, patut menjadi perhatian untuk mengetahui dinamika perubahan lanskap serta faktor pendorongnya berdasarkan persepsi lokal. Bagaimana pola penggunaan lahan dan tutupan lahan yang terjadi dalam waktu tahun 2013-2021, dan bagaimana persepsi masyarakat lokal dalam melihat faktor pendorong perubahan penggunaan lahan dan tutupan lahan di Kota Sabang.  Studi ini menggunakan metode campuran yang terdiri dari analisis pola perubahan penggunaan lahan dan tutupan lahan berbasis penginderaan jauh menggunakan software ArcGIS dan TerrSet terhadap data Citra Spot 6 dan Spot 7 yang memberikan informasi transisi perubahan tutupan lahan.  Hasil analisis perubahan penggunaan lahan dan tutupan lahan 2013-2021, kemudian faktor pendorongnya berdasarkan persepsi lokal dari unsur masyarakat Kota Sabang dilakukan melalui kuesioner dan wawancara semi-terstruktur yang mencakup 120 rumah tangga. Untuk menilai pendorong perubahan penggunaan lahan dan tutupan lahan wilayah Kota Sabang yang dianalisis menggunakan Statistical Package for Social Sciences (SPSS) untuk Windows. Hasil analisis perubahan penggunaan lahan dan tutupan lahan menunjukkan sebagian besar lahan di Sabang masih ditutupi oleh lahan hutan pada tahun 2021 yaitu sebesar 50%, telah turun luasnya sekitar 7% dibanding tahun 2013. Lahan terbangun di Kota Sabang sebagian besar tumbuh dengan pola perluasan/ekspansi seluas 175 ha atau mencakup 67% dari luas area terbangun yang bertumbuh, sedangkan pola infilling dan outlying masing-masing seluas 44 ha dan 42 ha. Responden mengidentifikasi 17 faktor pendorong, yaitu 10 faktor pendorong terdekat dan 7 faktor pendorong mendasar sebagai pendorong penting yang berkontribusi terhadap perubahan lanskap Kota Sabang. Tiga besar pendorong terdekat adalah kawasan permukiman, kebakaran hutan dan pembangunan infrastruktur. Sedangkan Kebutuhan Lahan, Perubahan harga lahan dan Pertumbuhan penduduk merupakan tiga besar pendorong mendasar perubahan LULC di Kota Sabang
A Comprehensive Analysis of Metabolite Profile and Phytochemical Composition of Ulva lactuca Macroalgae From The Coast of Banda Aceh, Indonesia Said Ali Akbar; Muhammad Hasan; Sari Afriani; Cut Nuzlia; Ilham Zulfahmi
Elkawnie Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i2.25403

Abstract

Abstract: Marine macroalgae are known for their rich bioactive compounds, offering various pharmacological benefits. This research was conducted to analyze the phytochemical composition and metabolite profiles of Ulva lactuca, a marine macroalgae, along the coastal region of Banda Aceh, Indonesia. The research methodology encompassed three primary phases: assessment of antioxidant scavenging activity, determination of phytochemical composition, and in vivo metabolite profiling. The extract exhibited notable antioxidant activity, evidenced by its 47.22% inhibition rate. Spectral analysis via FTIR revealed prominent peaks at 1019 cm−1, 1654 cm−1, and 3352 cm−1, indicative of the presence of ethers, carbonyls, and hydroxyl groups, respectively. GC-MS analysis, coupled with a literature review, identified a total of 30 phytochemical compounds within Ulva lactuca, several of which possess significant bioactive properties with potential applications as antibacterial agents in both human and animal contexts. Consequently, Ulva lactuca demonstrates promising prospects as a source of antibacterial agents. The implications of this study suggest that Ulva lactuca could be developed as a natural alternative for antibacterial treatments, potentially reducing dependence on synthetic antibiotics in both healthcare and aquaculture industries. Abstrak: Makroalga dikenal karena kandungan senyawa bioaktifnya yang kaya, yang menawarkan berbagai manfaat farmakologis. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis komposisi fitokimia dan profil metabolit dari Ulva lactuca di sepanjang wilayah pesisir Banda Aceh, Indonesia. Metodologi penelitian mencakup tiga fase utama: penilaian aktivitas antioksidan, penentuan komposisi fitokimia, dan profil metabolit in vivo. Ekstrak menunjukkan aktivitas antioksidan yang signifikan, dibuktikan dengan tingkat inhibisi sebesar 47,22%. Analisis spektral menggunakan FTIR mengungkapkan puncak pada 1019 cm−1, 1654 cm−1, dan 3352 cm−1, yang menunjukkan adanya gugus eter, karbonil, dan hidroksi. Analisis GC-MS, yang dipadukan dengan tinjauan literatur, mengidentifikasi total 30 senyawa fitokimia dalam Ulva lactuca, beberapa di antaranya memiliki sifat bioaktif signifikan dengan potensi aplikasi sebagai agen antibakteri dalam konteks manusia dan hewan. Dengan demikian, Ulva lactuca menunjukkan prospek yang menjanjikan sebagai sumber agen antibakteri. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa Ulva lactuca dapat dikembangkan sebagai alternatif alami untuk pengobatan antibakteri, yang berpotensi mengurangi ketergantungan pada antibiotik sintetis dalam industri kesehatan dan akuakultur.  
Computational Study of Classical Fractals and Newton Basins of Attraction in The Complex Plane Siti Sahrani; Salmawaty Salmawaty; Said Munzir; Saiful Amri
Elkawnie Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i2.25438

Abstract

Abstract: Fractal sets such as the Sierpinski Gasket, the Julia set, the Mandelbrot, and the Newton basin attraction provide rich examples of self-similar structures arising from simple iterative rules. In this work, we present a computational study of these fractals with emphasis on parameter sensitivity and basin dynamics. Using C++, we generated classical fractals (Sierpinski, Julia, and Mandelbrot) and verified their self-similar properties through coordinate transformations. For the Newton basin attraction of the polynomial, implemented in MATLAB, we analyzed the effect of the exponent, complex constant, and iteration depth on convergence regions. The results show that the number of basin attractions corresponds to the polynomial degree, with clear rotational symmetries, while the parameter controls the orientation and distribution of convergence regions. Furthermore, the boundary of the Newton basin attraction was observed to align with Julia sets, highlighting the intrinsic connection between these two fractal structures. This study demonstrates how computational visualization provides analytical insight into the structure and parameter dependence of fractal systems, establishing a systematic framework for parameter-based fractal analysis that bridges classical visualization with numerical dynamics. Abstrak: Himpunan fraktal seperti segitiga Sierpinski, Julia, Mandelbrot, dan Newton basin atraksi merupakan representasi khas dari struktur self-similarity yang terbentuk melalui aturan iteratif sederhana. Penelitian ini menyajikan kajian komputasional terhadap fraktal-fraktal tersebut dengan fokus pada sensitivitas parameter serta dinamika basin atraksi. Algoritma fraktal klasik diimplementasikan menggunakan C++ untuk menghasilkan pola Sierpinski, Julia, dan Mandelbrot sekaligus memverifikasi sifat swasimilaritasnya melalui transformasi koordinat. Sementara itu, Newton basin atraksi dari polinomial dianalisis menggunakan MATLAB untuk mengkaji pengaruh eksponen, konstanta kompleks, dan kedalaman iterasi terhadap daerah konvergensi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa jumlah basin atraksi sebanding dengan derajat polinomial dan menampilkan simetri rotasional yang khas, sedangkan parameter mempengaruhi orientasi serta distribusi wilayah konvergensi. Selain itu, batas Newton basin atraksi ditemukan berimpit dengan himpunan Julia, menegaskan keterkaitan mendasar antara kedua struktur fraktal tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa visualisasi komputasional mampu memberikan pemahaman analitis terhadap struktur dan pengaruh parameter pada sistem fraktal. Selain itu, penelitian ini juga membangun kerangka kerja sistematis untuk analisis fraktal berbasis parameter, yang menghubungkan visualisasi klasik dengan dinamika numerik.
Synthesis and Anti-Bacterial Activity Test of Chalcone Analogue Compounds From 1-Acetylnaphthalene With Furfural Desti Ayu Maryanti; Dori Fitria; Riski Dwimalida Putri
Elkawnie Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i2.25536

Abstract

Abstract: The development of antibacterials has become crucial due to the emergence of antibiotic-resistant bacteria. One such antibacterial is a chalcone analogue compound, known to possess various biological activities useful in medicine. This study aims to synthesize a compound of chalcone analogues and test for anti-bacterial activity. Chalcone analogue compounds from 1-acetylnaphthalene with furfural in this study have been successfully synthesized using a cross aldol condensation reaction with the stirrer method. The structure obtained is a chalcone analogue compound with a synthesis yield of 97%, and the target structure was confirmed by FTIR and NMR instruments. In this study, chalcone analogue compounds have anti-bacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria with the agar diffusion testing method. Results of the antibacterial test in this study showed a moderate analogue category for S. aureus bacteria and weak for E. coli bacteria. This is evidenced by the concentration of 40 mg/mL having an inhibition zone for S. aureus bacteria of 9.5 mm and E. coli bacteria of 0.5 mm. Chalcone compounds can be intermediate compounds that can be resynthesized with other compounds and have various biological activities. So, this study can be used as a reference for literacy to develop the theory of synthesis of chalcone analogue compounds as new drug candidates. Abstrak: Pengembangan antibakteri menjadi penting seiring dengan adanya bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Salah satu antibakteri tersebut adalah senyawa analog kalkon yang dikenal memiliki berbagai aktivitas biologis yang berguna dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis senyawa analog kalkon dan menguji aktivitas antibakterinya. Senyawa analog kalkon dari 1-asetilnaftalena dengan furfural dalam penelitian ini telah berhasil disintesis menggunakan reaksi kondensasi aldol silang dengan metode pengadukan. Struktur yang diperoleh adalah senyawa analog kalkon dengan rendemen sebesar 97% dan struktur target dikonfirmasi oleh instrumen FTIR dan NMR. Dalam penelitian ini, senyawa analog kalkon memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia Coli dan Staphylococcus Aureus dengan metode pengujian difusi agar. Hasil uji antibakteri dalam penelitian ini menunjukkan kategori sedang untuk bakteri S. aureus dan lemah untuk bakteri E. coli. Hal ini dibuktikan dengan konsentrasi 40 mg/mL yang memiliki zona inhibisi untuk bakteri S. aureus sebesar 9,5 mm dan bakteri E. coli sebesar 0,5 mm. Senyawa kalkon dapat menjadi senyawa perantara yang dapat disintesis ulang dengan senyawa lain dan memiliki berbagai aktivitas biologis. Oleh karena itu, penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk pengembangan teori sintesis senyawa analog kalkon sebagai kandidat obat baru.
Suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth) and Senggani (Melastoma malabathricum L.) Leaves as Natural Antioxidant Food Additive Nunung Kurniasih; Yusuf Rohmatulloh; Citra Dewi Pratiwi; Putri Imarotul Muttaqi; Mohamad Nurul Azmi B Mohamad Taib
Elkawnie Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i2.26503

Abstract

Abstract: Food additives are components that affect the nature and/or shape of food. One of them is antioxidants added to food products that contain oil to prevent oxidation that causes damage to food ingredients characterized by a rancid aroma. Suruhan (Peperomia pellucida (L. Kunth)) and Senggani (Melastoma malabathricum L.) leaves are used as natural antioxidants to prevent such damage. This study aims to determine the class of compounds in both plant extracts, their antioxidant activity, and the effect of adding these extracts to bulk cooking oil. The extraction of Suruhan and Senggani leaves is carried out using maceration with ethanol. In phytochemical tests, both Senggani and Suruhan leaf extracts showed positive results in containing flavonoids, tannins, phenolics, and saponins. An antioxidant activity test using the DPPH method (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) measured absorption at a maximum wavelength of 518 nm and compared it with antioxidant synthesis TBHQ (tert-butyl hydroquinone). The results showed that Suruhan and Senggani leaves had moderate antioxidant activity with IC50 values of 131.5575 and 119.0362 ppm, respectively. The two extracts with the highest inhibitory value of 38.3657% were then applied to bulk cooking oil, which was heated at 60°C and 180°C and compared to the addition of TBHQ to bulk cooking oil. The results showed that the natural antioxidants of Suruhan and Senggani leaf extracts could inhibit damage to bulk cooking oil during the heating process by reducing the peroxide number and free fatty acid levels in bulk cooking oil. Abstrak: Bahan tambahan pangan merupakan komponen yang ditambahkan untuk mempengaruhi sifat dan atau bentuk suatu bahan pangan. Salah satunya adalah antioksidan yang ditambahkan pada produk pangan yang mengandung minyak dengan tujuan mencegah oksidasi penyebab rusaknya bahan pangan yang ditandai dengan aroma tengik. Daun suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth) dan senggani (Melastoma malabathricum L.) digunakan sebagai antioksidan alami dalam mencegah kerusakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam kedua ekstrak tanaman, aktivitas antioksidan, dan pengaruh penambahan ekstrak tersebut pada minyak goreng curah. Ekstraksi daun suruhan dan senggani dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol. Pada uji fitokimia, baik ekstrak daun senggani maupun suruhan menunjukkan hasil positif mengandung flavonoid, tanin, fenolik, dan saponin. Dan hanya daun suruhan yang mengandung steroid. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil) diukur serapan pada panjang gelombang maksimum 518 nm dan dibandingkan dengan antioksidan sintesis TBHQ (tert-butyl hydroquinon). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun suruhan dan senggani memiliki aktivitas antioksidan yang sedang dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 131,5575 dan 119,0362 ppm. Kedua ekstrak dengan nilai inhibisi tertinggi yaitu 38,3657% selanjutnya diaplikasikan pada minyak goreng curah yang dilakukan pemanasan pada suhu 60°C dan 180°C serta dibandingkan dengan adanya penambahan TBHQ pada minyak goreng curah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antioksidan alami ekstrak daun suruhan dan senggani dapat menghambat kerusakan pada minyak goreng curah selama proses pemanasan berlangsung dengan menurunkan bilangan peroksida dan kadar asam lemak bebas pada minyak goreng curah.
Analysis of Visitors’ Perceptions on Circulation Comfort and Accessibility at Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Safriza Putra; Safwan Safwan; Cut Nursaniah
Elkawnie Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i2.28118

Abstract

Abstract: Studies on spatial comfort and circulation effectiveness in mosque complexes, particularly those integrating universal design principles and national accessibility standards, remain limited in Indonesia. This study aims to assess visitors’ perceptions of spatial comfort and circulation effectiveness in the Baiturrahman Grand Mosque, Banda Aceh, in relation to Permen PUPR No.14/Prt/M/2017. A qualitative descriptive approach was applied, combining field observations, semi-structured interviews with 40 visitors, and spatial layout analysis. Findings reveal that 74% of visitors considered the overall circulation effective, while 26% perceived it as less comfortable or uncomfortable. Key shortcomings include narrow ramps in less strategic locations, escalators that are frequently non-operational, long walking distances to the women’s ablution area, the absence of guiding blocks for visually impaired users, and slippery marble floors during rain. Practical recommendations include widening and relocating ramps, ensuring escalator functionality, installing guiding blocks, applying anti-slip coatings, reducing travel distances for vulnerable groups, and improving signage with larger fonts, higher contrast, and the addition of the Acehnese language. These findings offer empirically grounded recommendations to enhance inclusivity and accessibility in large-scale religious complexes, serving as a reference for architects, facility managers, and policymakers. Abstrak: Kajian mengenai kenyamanan spasial dan efektivitas sirkulasi pada kompleks masjid, khususnya yang mengintegrasikan prinsip desain universal dan standar aksesibilitas nasional, masih terbatas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menilai persepsi pengunjung terhadap kenyamanan spasial dan efektivitas sirkulasi di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, dalam kaitannya dengan Permen PUPR No.14/Prt/M/2017. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan mengombinasikan observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur terhadap 40 pengunjung, dan analisis tata ruang masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74% pengunjung menganggap sirkulasi secara keseluruhan efektif, sementara 26% menilai kurang nyaman atau tidak nyaman. Kekurangan utama meliputi ramp yang sempit dan berada di lokasi kurang strategis, eskalator yang sering tidak berfungsi, jarak berjalan yang jauh menuju area wudu perempuan, tidak tersedianya guiding block bagi pengguna tunanetra, serta lantai marmer yang licin saat hujan. Rekomendasi praktis mencakup pelebaran dan relokasi ramp, memastikan eskalator berfungsi, pemasangan guiding block, penerapan lapisan anti-selip, pengurangan jarak tempuh bagi kelompok rentan, serta peningkatan kualitas papan petunjuk dengan huruf lebih besar, kontras lebih tinggi, dan penambahan bahasa Aceh. Hasil penelitian ini menyajikan rekomendasi yang dirumuskan berdasarkan bukti empiris untuk meningkatkan inklusivitas dan aksesibilitas kompleks ibadah berskala besar, serta dapat menjadi acuan bagi arsitek, pengelola fasilitas, dan pembuat kebijakan.
Antioxidant and Anti-tyrosinase Activities of Nanocream of Resam Leaves (Dicranopteris lineraris) and Jeruk Kunci Fruits Waste (Citrus x microcarpa) Extract Occa Roanisca; Rian Hidayat; Nova Azka Tafdila
Elkawnie Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i2.29453

Abstract

Abstract: Premature aging especially among women has become a serious problem that impacts self-confidence. This is caused by exposure to excess ultraviolet radiation, which induces the formation of reactive oxygen species and increases the activity of tyrosinase enzymes in the melanogenesis process. This study examined the antioxidant and anti-tyrosinase capabilities of nanocream formulated with Dicranopteris linearis (resam) leaf and Citrus x microcarpa (jeruk kunci) fruit extracts sourced from Bangka Belitung. A stepwise microwave-assisted extraction process was conducted using three solvents n-hexane, ethyl acetate, and ethanol, with ethanol proving most effective at extracting bioactive compounds (64.97% yield from resam leaves and 21.12% from jeruk kunci). Phytochemical screening showed that ethanol extracts contained the highest levels of active compounds: resam extracts had 179.78 mg GAE/g total phenolics and 90.33 mg QE/g total flavonoids, while jeruk kunci extracts contained 135.65 mg GAE/g phenolics and 72.64 mg QE/g flavonoids. Physical characterization confirmed the nanocream met quality standards specified in Indonesian National Standard SNI 16-4954-1998. Biological testing revealed strong antioxidant properties, with the nanocream achieving IC₅₀ values between 7.34 and 16.36 μg/mL, markedly better than single extracts alone (IC₅₀ 29.58–72.33 μg/mL). The formulation also showed considerable tyrosinase inhibitory activity at IC₅₀ 100.16 μg/mL. The results indicate the potential of resam leaves and jeruk kunci fruits extract nanocream as an innovative natural ingredient-based anti-aging cosmetic preparation. Abstrak: Penuaan dini terutama di kalangan wanita telah menjadi masalah serius yang berdampak pada kepercayaan diri. Hal ini disebabkan oleh paparan radiasi ultraviolet berlebih yang menginduksi pembentukan reactive oxygen species dan meningkatkan aktivitas enzim tirosinase dalam proses melanogenesis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sediaan nanokrim anti-aging dari ekstrak daun resam (Dicranopteris linearis) dan buah jeruk kunci (Citrus x microcarpa) asal Bangka Belitung. Ekstraksi bertingkat dengan metode Microwave Assisted Extraction menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol menunjukkan rendemen tertinggi pada ekstrak etanol (64,97% daun Resam; 21,12% Jeruk Kunci). Ekstrak etanol kedua sampel mengandung senyawa fenolik dan flavonoid tertinggi dengan kadar fenolik total 179,78 mg GAE/g (daun resam) dan 135,65 mg GAE/g (limbah buah jeruk kunci) serta kadar flavonoid total 90,33 mg EK/g (daun resam) dan 72,64 mg QE/g (limbah buah jeruk kunci). Formulasi nanokrim menunjukkan karakteristik fisik memenuhi standar SNI 164954-1998. Sediaan nanokrim menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat (IC50 7,34-16,36 μg/mL) dengan peningkatan signifikan dibandingkan ekstrak tunggal (IC50 29,58-72,33 μg/mL) serta aktivitas anti-tirosinase kategori kuat (IC50 100,16 μg/mL) melalui penghambatan enzim tirosinase. Hasil penelitian mengindikasikan potensi nanokrim ekstrak daun resam dan limbah buah jeruk kunci sebagai inovasi sediaan kosmetik anti-aging berbasis bahan alam.
Evaluation of PET Waste-Modified Asphalt Performance Under Environmental Stress: A Multi-Scale Analysis of Rheological and Durability Properties Firmansyah Rachman; Cut Nawalul Azka; Tamalkhani Syammaun; Khairul Hamdi; T.M. Dandi
Elkawnie Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i2.29836

Abstract

Abstract: Diesel fuel spills can significantly accelerate asphalt binder softening and mixture deterioration, leading to reduced pavement durability. This study applies a multi-scale evaluation framework to quantify the effectiveness of polyethylene terephthalate (PET) waste in mitigating diesel-induced degradation of asphalt by comparing conventional asphalt (0% PET, control) with PET-modified binders and mixtures containing 6% and 8% PET. The primary objective is to determine whether PET modification can enhance asphalt resistance to diesel contamination by examining the relationship between molecular-level stability, rheological response, and mixture-level performance, using standardized procedures in accordance with the Indonesian Bina Marga 2018 specification and relevant SNI and ASTM standards. The results indicate that diesel exposure causes severe degradation in the control binder, with non-recoverable creep compliance (Jnr) increasing by up to 62% after six hours, reflecting a substantial loss of resistance to permanent deformation. In contrast, PET-modified binders show markedly improved stability, with the 8% PET binder limiting the Jnr increase to approximately 51% under the same exposure, indicating the highest resistance to diesel-induced rheological deterioration. This improvement is consistently reflected at the mixture scale, where the control asphalt mixture experiences a 47% reduction in Marshall stability, while the mixture containing 8% PET shows only an 11% reduction after diesel conditioning. Overall, the findings demonstrate that PET waste—particularly at an 8% dosage—significantly enhances asphalt resistance to diesel-related chemical and mechanical damage. This study provides clear mechanistic and performance-based evidence that PET upcycling is an effective and sustainable strategy for producing more fuel-resistant asphalt pavements. Abstrak: Tumpahan bahan bakar diesel dapat secara signifikan mempercepat pelunakan aspal dan degradasi campuran aspal, sehingga menurunkan daya tahan perkerasan jalan. Penelitian ini menerapkan kerangka evaluasi multi-skala untuk mengkuantifikasi efektivitas limbah polyethylene terephthalate (PET) dalam mengurangi degradasi aspal akibat paparan diesel dengan membandingkan aspal konvensional tanpa PET (0% sebagai kontrol) dan aspal termodifikasi PET dengan kadar 6% dan 8%. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menilai kemampuan modifikasi PET dalam meningkatkan ketahanan aspal terhadap kontaminasi diesel melalui keterkaitan antara stabilitas molekuler, respons reologi, dan kinerja mekanis campuran, dengan menggunakan prosedur pengujian yang mengacu pada spesifikasi Bina Marga 2018 serta standar SNI dan ASTM yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan diesel menyebabkan degradasi yang signifikan pada pengikat kontrol, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai kepatuhan rangkak tidak pulih (Jnr) hingga 62% setelah 6 jam, menandakan penurunan ketahanan terhadap deformasi permanen. Sebaliknya, pengikat aspal termodifikasi PET menunjukkan stabilitas yang jauh lebih baik, di mana pengikat dengan 8% PET membatasi peningkatan Jnr hingga sekitar 51% pada kondisi paparan yang sama, sehingga memberikan ketahanan reologi tertinggi terhadap diesel. Peningkatan kinerja ini tercermin secara konsisten pada skala campuran, di mana campuran aspal konvensional mengalami penurunan stabilitas Marshall sebesar 47%, sementara campuran dengan 8% PET hanya mengalami penurunan sebesar 11% setelah pengkondisian diesel. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini membuktikan bahwa pemanfaatan limbah PET—terutama pada kadar 8%—secara signifikan meningkatkan ketahanan aspal terhadap kerusakan kimia dan mekanis akibat paparan diesel. Temuan ini memberikan bukti mekanistik dan berbasis kinerja bahwa daur ulang PET merupakan strategi berkelanjutan yang efektif untuk menghasilkan perkerasan jalan yang lebih tahan terhadap kontaminasi bahan bakar.
The Impact of Coagulant Type and Dosage on Turbidity and pH Levels in Raw Water Treatment: A Comparative Study Using The Jar Test Method and Full-Scale Water Treatment Plant Budi Wijaya; Sudarno Sudarno; Ganjar Samudro; Rachmad Ardhianto
Elkawnie Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i2.30001

Abstract

Abstract: The Gajah Mungkur Multipurpose Dam in Wonogiri functions as a source of raw surface water for the surrounding area. This water often contains suspended particles and colloidal substances due to natural processes such as soil erosion, plant decomposition, and microbial activity. This study evaluated three coagulants: Hincolac, PAC 280 Ac, and PAC 250 Ac, at dosages of 60, 70, 80, 90, and 100 ppm. The results of the jar test were compared with those of the full-scale water treatment plant operational test. The findings revealed that the Hincolac coagulant demonstrated superior performance, achieving an efficiency level of 98.60%, which exceeded that of the PAC 250 A and 280 AC coagulants. Hincolac coagulant reached optimal effectiveness at a concentration of 80 ppm, whereas PAC 280 AC and 250 coagulants achieved their highest efficiency at 100 ppm, resulting in turbidity reductions of 98.1% and 97.92%, respectively. Statistical analysis showed that all coagulant types significantly affected turbidity, pH, and floc size (p < 0.001). In a comprehensive application, a dosage of Hincolac 67 ± 7.7 ppm was comparable to the tube test method and effectively achieved a 99% reduction in turbidity in the water-treatment output. Elevated alkalinity and Al₂O₃ concentrations significantly influence the effectiveness of coagulant-based water treatment. Abstrak: Bendungan Serbaguna Gajah Mungkur di Wonogiri berfungsi sebagai sumber air baku berbasis air permukaan. Air permukaan sering kali mengandung partikel tersuspensi dan bahan koloid yang dihasilkan dari kejadian alami, seperti erosi tanah, pembusukan tanaman, dan aktivitas mikroba. Studi ini melibatkan tiga jenis koagulan, yaitu Hincolac, PAC 280 Ac, dan PAC 250 Ac, dan menggunakan metode dosis variabel, 60, 70, 80, 90, dan 100 (ppm). Hasil uji jar  test dibandingkan dengan hasil uji operasional wtp kapasitas penuh. Hasil studi menunjukkan bahwa koagulan Hincolac menunjukkan kinerja yang lebih baik, mencapai tingkat efisiensi yang tinggi sebesar 98,60% lebih baik dari pada koagulan jenis PAC 250 A dan 280 AC. Koagulan Hincolac mencapai efisiensi tertinggi pada konsentrasi 80 ppm, dibandingkan dengan koagulan PAC 280 AC dan 250 yang dicapai pada konsentrasi 100 ppm, menghasilkan pengurangan kekeruhan 98,1% dan 97,92%. Analisis statistik menunjukkan bahwa semua jenis koagulan memiliki dampak yang signifikan terhadap kekeruhan, pH, dan ukuran flok, dengan nilai p <0,001. Dalam aplikasi skala penuh, dosis Hincolac 67 ± 7,7 ppm sebanding dengan metode uji tabung, dan berhasil mencapai pengurangan kekeruhan 99% pada output pengolahan air. Tingkat kebasaan dan konsentrasi Al2O3 yang tinggi memiliki dampak yang signifikan terhadap hasil akhir pengolahan air berbasis koagulan.

Page 1 of 2 | Total Record : 14