cover
Contact Name
Muhammad Hafizd
Contact Email
muhammadhafizd@mercubuana.ac.id
Phone
+6285782804092
Journal Mail Official
jte@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650 Tlp./Fax: +62215871335
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Elektro
ISSN : 20869479     EISSN : 26218534     DOI : https://dx.doi.org/10.22441/jte
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknologi Elektro adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Teknik Elektro, Universitas Mercu Buana. Jurnal Teknologi Elektro diterbitkan 3 kali setahun, pada bulan Januari, Mei dan September. Setiap artikel diproses melalui proses review yang teliti. Artikel yang diterima bertemakan seluruh bidang Elektro, berupa hasil penelitian, studi pustaka atau perancangan alat terbaru, dengan fokus kepada aplikasi industri, teknologi hijau dan energi terbarukan.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2020)" : 16 Documents clear
Sistem Hitung dan Klasifikasi Objek dengan Metode Convolutional Neural Network M Hamsy Romario; Eko Ihsanto; Trie Maya Kadarina
Jurnal Teknologi Elektro Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2020.v11i2.007

Abstract

Sistem klasifikasi objek ini di rancang untuk melakukan klasifikasi dan perhitungan jumlah objek terdeteksi pada suatu gambar. menggunakan metode Convolutional Neural Network yang telah dilatih, Metode CNN merupakan salah satu metode deep learning yang mampu melakukan proses pembelajaran mandiri untuk pengenalan objek, ekstraksi objek dan klasifikasi serta dapat diterapkan pada citra resolusi tinggi yang memiliki model distribusi nonparametrik. Kemudian gambar yang telah diterima dijalankan menggunakan Bahasa pemrograman python pada laptop operasional menggunakan platform open source spyder3. Input system ini adalah citra 2 dimensi dengan skala minimal 400 x 400 pixel dan skala maksimal 1600 x 1600 pixel. Setelah program dijalankan maka outputnya adalah sebuah citra yang dengan keterangan jumlah wajah terdeteksi dan keterangan framing terhadap pola wajah pada gambar output. Penelitian menggunakan tiga kelompok gambar percobaan, gambar kelompok pertama berisikan gambar dengan objek manusia, kelompok gambar kedua berisikan objek manusia  asli yang di campur dengan karikatur, kelopok gambar ketiga berisi gambar kartun berperawakan manusia. Pada percobaan kelompok pertama hasil deteksi mencapai 80%, Dan kelopok kedua di dapat hasil deteksi mencapai 75%. Dan pada percobaan gambar kelompok ketiga system tidak mendeteksi adanya pola wajah manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode CNN berpotensi untuk pendekatan pengenalan objek secara otomatis dalam membedakan jenis pola wajah manusia sebagai bahan pertimbangan interpreter dalam menentukan objek pada citra.Kata kunci: Convolutional neural network, Python, Spyder 3
Sistem Hitung dan Klasifikasi Objek dengan Metode Convolutional Neural Network Romario, M Hamsy; Ihsanto, Eko
Jurnal Teknologi Elektro Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2020.v11i2.007

Abstract

Sistem klasifikasi objek ini di rancang untuk melakukan klasifikasi dan perhitungan jumlah objek terdeteksi pada suatu gambar. menggunakan metode Convolutional Neural Network yang telah dilatih, Metode CNN merupakan salah satu metode deep learning yang mampu melakukan proses pembelajaran mandiri untuk pengenalan objek, ekstraksi objek dan klasifikasi serta dapat diterapkan pada citra resolusi tinggi yang memiliki model distribusi nonparametrik. Kemudian gambar yang telah diterima dijalankan menggunakan Bahasa pemrograman python pada laptop operasional menggunakan platform open source spyder3. Input system ini adalah citra 2 dimensi dengan skala minimal 400 x 400 pixel dan skala maksimal 1600 x 1600 pixel. Setelah program dijalankan maka outputnya adalah sebuah citra yang dengan keterangan jumlah wajah terdeteksi dan keterangan framing terhadap pola wajah pada gambar output. Penelitian menggunakan tiga kelompok gambar percobaan, gambar kelompok pertama berisikan gambar dengan objek manusia, kelompok gambar kedua berisikan objek manusia  asli yang di campur dengan karikatur, kelopok gambar ketiga berisi gambar kartun berperawakan manusia. Pada percobaan kelompok pertama hasil deteksi mencapai 80%, Dan kelopok kedua di dapat hasil deteksi mencapai 75%. Dan pada percobaan gambar kelompok ketiga system tidak mendeteksi adanya pola wajah manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode CNN berpotensi untuk pendekatan pengenalan objek secara otomatis dalam membedakan jenis pola wajah manusia sebagai bahan pertimbangan interpreter dalam menentukan objek pada citra.Kata kunci: Convolutional neural network, Python, Spyder 3
Rancang Bangun Alat Pemutar Rotor Engine / Apu (Auxilary Power Unit) Pada Pesawat Berbasis Mikrokontroller Menggunakan Android Yogi Ade Saputra; Muhammad Hafizd Ibnu Hajar; Yuliza Yuliza
Jurnal Teknologi Elektro Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2020.v11i2.003

Abstract

 Abstrak— Borescope ialah salah satu metode dalam inspeksi bagian dalam dari pesawat yang biasanya dilakukan oleh 1 orang inspector dan 1 orang asisten sebagai membantu untuk memutar rotor engine pada pesawat. Untuk mengatasi akan keterbatasan jumlah asisten yang dibutuhkan dan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan saat borescope dilakukan diluar daerah maka dibutuhkan suatu sistem kendali agar dapat menggantikan peran dari asisten tersebut. Sistem kendali tersebut mampu menggerakkan beban rotor engine, hal tersebut berupa motor DC dengan torsi besar dan smartphone android sebagai pengontrol. Untuk mengontrol motor DC tersebut membutuhkan mikrokontroller Arduino dan Driver 7960 sebagai pemberi trigger serta Bluetooth HC-05 sebagai perantara smartphone dengan Arduino. Namun sebelum itu harus dibuat secara manual aplikasi untuk smartphone tersebut di appinventor. Hasil dari sistem kendali tersebut mampu menggantikan posisi asisten sehingga boroescope tersebut dapat dilakukan dengan sendiri menggunakan smartphone yang dimiliki. Kemampuan smartphone dalam mengirim data ke Bluetooth tidak lebih dari 100 meter dan kecepatan dari motor DC tersebut saat di input kan bit maksimal yaitu 255 bisa mencapai 82 Rotasi Per Menit dan bisa dikendalikan menggunakan tegangan 15V DC.
Rancang Bangun Alat Pemutar Rotor Engine / Apu (Auxilary Power Unit) Pada Pesawat Berbasis Mikrokontroller Menggunakan Android Saputra, Yogi Ade; Hajar, Muhammad Hafizd Ibnu
Jurnal Teknologi Elektro Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2020.v11i2.003

Abstract

 Abstrak— Borescope ialah salah satu metode dalam inspeksi bagian dalam dari pesawat yang biasanya dilakukan oleh 1 orang inspector dan 1 orang asisten sebagai membantu untuk memutar rotor engine pada pesawat. Untuk mengatasi akan keterbatasan jumlah asisten yang dibutuhkan dan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan saat borescope dilakukan diluar daerah maka dibutuhkan suatu sistem kendali agar dapat menggantikan peran dari asisten tersebut. Sistem kendali tersebut mampu menggerakkan beban rotor engine, hal tersebut berupa motor DC dengan torsi besar dan smartphone android sebagai pengontrol. Untuk mengontrol motor DC tersebut membutuhkan mikrokontroller Arduino dan Driver 7960 sebagai pemberi trigger serta Bluetooth HC-05 sebagai perantara smartphone dengan Arduino. Namun sebelum itu harus dibuat secara manual aplikasi untuk smartphone tersebut di appinventor. Hasil dari sistem kendali tersebut mampu menggantikan posisi asisten sehingga boroescope tersebut dapat dilakukan dengan sendiri menggunakan smartphone yang dimiliki. Kemampuan smartphone dalam mengirim data ke Bluetooth tidak lebih dari 100 meter dan kecepatan dari motor DC tersebut saat di input kan bit maksimal yaitu 255 bisa mencapai 82 Rotasi Per Menit dan bisa dikendalikan menggunakan tegangan 15V DC.
Perancangan Antena Mikrostrip Siw Cavity-Backed Modified Dumbell-Shaped Slot Untuk Pengaplikasian Pada 5G Sepryanto Sepryanto; Said Attamimi; Fadli Sirait
Jurnal Teknologi Elektro Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2020.v11i2.008

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi yang semakin meningkat mengakibatkan kebutuhan masyarakat juga semakin meningkat salah satunya adalah kebutuhan akan teknologi telekomunikasi seluler tanpa kabel (wireless). Perkembangan teknologi seluler di Indonesia yang terakhir berkembang sejak tahun 2010 adalah 4G LTE yang berada pada pita frekuensi yang telah ditentukan pemerintah. Perkembangan teknologi wireless di Indonesia juga sudah sampai pada teknologi 5G, didukung dengan adanya beberapa kajian mengenai implementasi 5G di Indonesia. Frekuensi untuk teknologi 5G termasuk ke dalam frekuensi tinggi, yaitu frekuensi dengan panjang gelombang yang kecil, frekuensi ini yang disebut sebagai millimeterwave (mmWave). Dalam penelitian ini dilakukan perancangan antena Substrate Integrated Waveguide (SIW) yang dibuat menggunakan PCB berjenis FR4 epoxy dengan ketebalan 1,6 mm dan nilai konstanta dielektrik 4.4-4.9, yang bekerja pada frekuensi 28 GHz, dengan menambahkan slot untuk memperbesar gain antena. Perancangan dilakukan menggunakan software Ansoft High Frequency Structure Simulator (HFSS) v16.0. Sedangkan pengukuran antena dilakukan di Laboratorium Pusat penelitian Elektronika dan Telekomunikasi LIPI Bandung. Hasil simulasi antena bekerja pada frekuensi 27,9 – 29,3 GHz dengan bandwidth 1,4 GHz dan faktor refleksi mencapai -27,43 dB. Sementara hasil pengukuran menunjukan antena bekerja pada frekuensi 29,56 – 30,66 GHz dengan bandwidth 1,1 GHz dan faktor refleksi -24,35 dB. Hasil simulasi menunjukkan adanya peningkatan gain, dengan peningkatan gain paling maksimum yaitu sebesar 5,49 dB. Perbedaan ini mungkin disebabkan kesalahan dalam proses fabrikasi, proses menyolder yang tidak sempurna serta kesalahan dalam pengambilan data pengukuran
Perancangan Antena Mikrostrip Siw Cavity-Backed Modified Dumbell-Shaped Slot Untuk Pengaplikasian Pada 5G Sepryanto, Sepryanto; Attamimi, Said
Jurnal Teknologi Elektro Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2020.v11i2.008

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi yang semakin meningkat mengakibatkan kebutuhan masyarakat juga semakin meningkat salah satunya adalah kebutuhan akan teknologi telekomunikasi seluler tanpa kabel (wireless). Perkembangan teknologi seluler di Indonesia yang terakhir berkembang sejak tahun 2010 adalah 4G LTE yang berada pada pita frekuensi yang telah ditentukan pemerintah. Perkembangan teknologi wireless di Indonesia juga sudah sampai pada teknologi 5G, didukung dengan adanya beberapa kajian mengenai implementasi 5G di Indonesia. Frekuensi untuk teknologi 5G termasuk ke dalam frekuensi tinggi, yaitu frekuensi dengan panjang gelombang yang kecil, frekuensi ini yang disebut sebagai millimeterwave (mmWave). Dalam penelitian ini dilakukan perancangan antena Substrate Integrated Waveguide (SIW) yang dibuat menggunakan PCB berjenis FR4 epoxy dengan ketebalan 1,6 mm dan nilai konstanta dielektrik 4.4-4.9, yang bekerja pada frekuensi 28 GHz, dengan menambahkan slot untuk memperbesar gain antena. Perancangan dilakukan menggunakan software Ansoft High Frequency Structure Simulator (HFSS) v16.0. Sedangkan pengukuran antena dilakukan di Laboratorium Pusat penelitian Elektronika dan Telekomunikasi LIPI Bandung. Hasil simulasi antena bekerja pada frekuensi 27,9 – 29,3 GHz dengan bandwidth 1,4 GHz dan faktor refleksi mencapai -27,43 dB. Sementara hasil pengukuran menunjukan antena bekerja pada frekuensi 29,56 – 30,66 GHz dengan bandwidth 1,1 GHz dan faktor refleksi -24,35 dB. Hasil simulasi menunjukkan adanya peningkatan gain, dengan peningkatan gain paling maksimum yaitu sebesar 5,49 dB. Perbedaan ini mungkin disebabkan kesalahan dalam proses fabrikasi, proses menyolder yang tidak sempurna serta kesalahan dalam pengambilan data pengukuran

Page 2 of 2 | Total Record : 16