cover
Contact Name
Muhammad Hafizd
Contact Email
muhammadhafizd@mercubuana.ac.id
Phone
+6285782804092
Journal Mail Official
jte@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650 Tlp./Fax: +62215871335
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Elektro
ISSN : 20869479     EISSN : 26218534     DOI : https://dx.doi.org/10.22441/jte
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknologi Elektro adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Teknik Elektro, Universitas Mercu Buana. Jurnal Teknologi Elektro diterbitkan 3 kali setahun, pada bulan Januari, Mei dan September. Setiap artikel diproses melalui proses review yang teliti. Artikel yang diterima bertemakan seluruh bidang Elektro, berupa hasil penelitian, studi pustaka atau perancangan alat terbaru, dengan fokus kepada aplikasi industri, teknologi hijau dan energi terbarukan.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2017)" : 12 Documents clear
ANALISA PERBANDINGAN PERFORMA TEKNOLOGI MPLS-TP (MULTIPROTOCOL LABEL SWITCHING - TRANSPORT PROFILE) DENGAN TOPOLOGI RING DAN POINT-TO-POINT Beny Nugraha; Iradath Iradath
Jurnal Teknologi Elektro Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.715 KB) | DOI: 10.22441/jte.v8i2.1610

Abstract

Teknologi dan layanan telekomunikasi sedang berkembang dengan sangat pesat, sehingga untuk mendukung jaringan yang handal, para penyedia layanan telekomunikasi harus selektif memilih dan menggunakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan. Teknologi MPLS-TP (Multi Label Path Switch-Transport Profile) muncul sebagai pengganti teknologi SDH (Synchronous Digital Hierarchy) agar transmisi data menjadi handal dan efisien, serta tidak terjadi kesalahan dalam proses pengiriman dan penerimaan informasi data. penelitian ini menganalisis dan membandingkan performa dari teknologi MPLS-TP dengan topologi ring dan point-to-point. Dari hasil penelitian didapat bahwa hasil untuk topologi ring dengan performa pada topologi point-to-point terdapat tiga buah parameter yang sama, yaitu utilisasi throughput 100%, packet loss ratio 0%, dan jitter 0.015 ms. Perbedaan hasil parameter adalah latency, di mana topologi point-to-point memiliki nilai latency yang lebih kecil dibandingkan topologi ring apabila ukuran paket data lebih dari 512 Bytes, sehingga dapat disimpulkan bahwa topologi point-to-point lebih tepat untuk digunakan pada pengiriman paket data dengan ukuran besar karena nilai latency lebih kecil sehingga kecepatan paket data untuk sampai ke tujuan akan lebih cepat.Kata Kunci— MPLS-TP, Ring Network, Point-to-Point Network, RFC2544, QoS
HUBUNGAN PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DENGAN PRODUKTIFITAS GURU SMK Tri FirmanSyah; Tri Atmadji S; Hakkun Elmunsyah
Jurnal Teknologi Elektro Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.046 KB) | DOI: 10.22441/jte.v8i2.1603

Abstract

Dalam dunia pendidikan, keberadaan peran dan fungsi guru merupakan salah satu faktor yang sangat signifikan. Guru merupakan bagian terpenting dalam proses belajar mengajar, baik di jalur pendidikan formal maupun informal. Masalah yang dihadapi guru di Indonesia adalah: (1) masalah kualitas guru, di Indonesia masih sedikit sekali guru Sekolah Dasar yang berijazah sarjana, sehingga berpengaruh pada kualitas anak didiknya. Apalagi ditambah dengan tugas tambahan guru yang menumpuk, menyebabkan dalam proses belajar mengajar tidak maksimal karena stamina guru yang merosot, (2) masalah jumlah guru yang masih kurang. Jumlah guru di Indonesia saat ini masih dirasakan kurang, apabila dikaitkan dengan jumlah anak didik yang ada. Oleh sebab itu, jumlah murid per kelas dengan jumlah guru yag tersedia saat ini, dirasakan masih kurang proporsional, sehingga tidak jarang satu ruang kelas sering di isi lebih dari 30 anak didik. Sebuah angka yang jauh dari ideal untuk sebuah proses belajar dan mengajar yang di anggap efektif. Idealnya, setiap kelas diisi tidak lebih dari 15-20 anak didik untuk menjamin kualitas proses belajar mengajar yang maksimal, (3) masalah distribusi guru. Masalah distribusi guru yang kurang merata, merupakan masalah tersendiri dalam dunia pendidikan di Indonesia. Di daerah-daerah terpencil, masih sering kita dengar adanya kekurangan guru dalam suatu wilayah, baik karena alasan keamanan maupun faktor-faktor lain, seperti masalah fasilitas dan kesejahteraan guru yang dianggap masih jauh yang diharapkan, (4) masalah kesejahteraan guru, Sudah bukan menjadi rahasia umum, bahwa tingkat kesejahteraan guru-guru kita sangat memprihatinkan. Penghasilan para guru, dipandang masih jauh dari mencukupi, apalagi bagi mereka yang masih berstatus sebagai guru bantu atau guru honorer. Dari data PSG Rayon 115 Tahun 2012 dan Uji Kompetensi Guru (UKG) mulai tahun 2012 sampai 2015 menunjukan bahwa masih banyak guru di Kabupaten Malang yang masih belum dapat mengembangkan produktifitasnya dalam mengajar. Pendidikan di era global menuntut adanya manajemen pendidikan yang modern dan profesional dengan bernuansa pendidikan. Lembaga-lembaga pendidikan diharapkan mampu mewujudkan peranannya secara efektif dengan keunggulan dalam kepemimpinan, staf, proses belajar mengajar, pengembangan staf, kurikulum, tujuan dan harapan, iklim sekolah, penilaian diri, komunikasi, dan keterlibatan orang tua/masyarakat. SIM mempunyai peran dalam meningkatkan tugas guru karena dapat mempercepat guru untuk menyampaikan tentang materi ke siswa serta membuat perangkat serta laporan siswa. Karena dalam SIM sistem basis data menjadi satu, dalam sistem tersebut dipisah sesuai dengan jenis data yang dimasukan. Dari data tersebut informasi yang akan disampaikan lebih cepat dan efisien. Sitem informasi manajamen tidak lepas dukungan sarana dan prasarana yang digunakan dalam menyampaikan informasi dan proses dalam penyampaian informasi. Penerapan ISO dan SIM, menjadikan manajemen sekolah tertata rapi sehingga meningkatkan kinerja karyawan dan guru. Selain itu sekolah juga menggandeng perusahaan dengan menyediakan peralatan laboratorium, instruktur, dan pelatihan guru untuk standar kerja serta standar materi pembelajaran yang dibutuhkan perusahaan. Sehingga meningkatkan produktifitas guru dan membantu tugas guru dalam memberikan pelajaran akan materi pelajaran dan menyesuaikan antara kurikulum nasional dengan kurikulum perusahaan. Kata Kunci—Guru; Produktifitas; Pendidikan; SMK; Sistem Informasi Manajemen;

Page 2 of 2 | Total Record : 12