cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Litbang Industri
ISSN : 22523367     EISSN : 25025007     DOI : 10.24960
Core Subject : Engineering,
Jurnal Litbang Industri (JLI) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. JLI memuat artikel primer yang bersumber langsung dari hasil riset industri, olahan hasil pertanian, penanggulangan pencemaran industri. Semua naskah direview oleh mitra bestari. Jurnal Litbang Industri Padang diterbitkan oleh Balai Riset dan Standardisasi industri Padang, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. p-ISSN: 2252-3367 e-ISSN: 2502-5007
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2013)" : 14 Documents clear
Rekayasa Glukosa Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Melalui Proses Fermentasi Dengan Saccharomyces cerevisiae Menjadi Bioetanol Nasruddin Nasruddin
Jurnal Litbang Industri Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.792 KB) | DOI: 10.24960/jli.v3i1.622.1-10

Abstract

This research aims to study the performance of Saccharomyces cerevisiae in glucose engineering into bioethanol. Glucose comes from palm oil empty fruit bunches that had been pretreated by delignification and fermentation. Glucose solution result from hydrolysis for each treatment of 500 ml was fermented with Saccharomyces cerevisiae (2, 4, 6 and 8) g, fermentation time (4, 6, 8 and 10) days. Result of fermentation was distilled at 75°C ± 5°C for 60 minutes. Bioethanol produced were tested including: specific gravity by using picnometer and acidity was tested by volumetric methods. The analysis showed that the best bioethanol produced in this experiment, followed by laboratory tests obtained from the interaction between treatments for time of hydrolysis by Aspergillus niger for 6 days, with 4 grams of Saccharomyces cerevisiae fermentation for 6 days. Based on the test results of bioethanol obtained density 0.9873 g/cm3, percentage of bioethanol 9.2889% (v/v) and acid number value 1.820 mg/L.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajarai kinerja Saccharomyces cerevisiae  merekayasa glukosa menjadi bioetanol. Glukosa berasal dari tandan kosong kelapa sawit yang telah dilakukan pretreatment dengan cara delignifikasi dan fermentasi. Larutan glukosa hasil hidrolisis untuk masing-masing perlakuan sebanyak 500 mL difermentasi dengan S. cerevisiae (2; 4; 6 dan 8) g, waktu fermentasi (4; 6; 8 dan 10) hari. Hasil fermentasi didestilasi pada suhu 75oC ± 5oC selama 60 menit. Bioetanol yang dihasilkan diuji yang meliputi : berat jenis dengan mengunakan piknometer dan keasaman diuji dengan metode volumetri. Hasil analisis menunjukkan bioetanol yang terbaik berdasarkan hasil percobaan yang dilanjutkan dengan uji laboratorium didapatkan dari interaksi antar perlakuan untuk waktu hidrolisis dengan Aspergilus niger selama 6 hari, fermentasi dengan 4 gram Saccharomyces cerevisiae selama 6 hari. Berdasarkan hasil uji bioetanol untuk berat jenis 0,9873 g/cm3, persentase bioetanol 9,2889% (v/v) dan nilai bilangan asam 1,820 mg/l.
Pengaruh Natrium Metabisulfit dan Proses Mekanik Terhadap Kualitas Talas Blok Wilsa Hermianti; Firdausni Firdausni
Jurnal Litbang Industri Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.028 KB) | DOI: 10.24960/jli.v3i1.618.31-38

Abstract

Kimpul Taro (Xanthosoma sagittifolium) contains high starch as non-rice carbohydrate source. Taro have itching  and  mucu caused by Calcium oxalate content. Its shelf life only 1- 2 weeks therefore, without treatment processing it would be difficult in transportation. There is absence  literature on taro block production. The research was done to decrease itching taste and mucus, simply in transportation and distribution,  so to lenghten of shelf life with processing treatments are soaking in 1% sodium chloride, soaking in 0,1% sodium metabisulphite, and its combination, and comparising processing of block taro between manual and mechanical press. The analysis was done on several parameters that influence to quality and shelf life of taro block such as water content, level of ash, starch, calcium oxalate, protein and sulphite residue, and organoleptic test by panelist. The result of research showed that soaking in solution of 0.1% sodium metabisulphite for 20 hours gave optimum result with content of calcium oxalate was 0.13%, residue of suphite was 1.39 mg/kg, level of ash 1.12%, 73,37% starch, protein 3.4%, and organoleptic test of colour and smell value of block taro were preferred by panelists and storage time for 8 months still in good condition. The making of  taro block with press mechanic systems had calcium oxalate content 0.065%, yield 21.38%, residue of sulphite 1.39 mg/kg, was able to decrease drying times for 7 hours with drying oven at 40 degC.ABSTRAKTalas kimpul (Xanthosoma sagittifolium) mengandung karbohidrat berupa pati yang cukup tinggi sehingga dapat berfungsi sebagai bahan pangan karbohidrat non beras. Talas menimbulkan rasa gatal dan berlendir yang disebabkan oleh kandungan kalsium oksalat. Umur simpan talas hanya 1-2 minggu. Oleh karena itu tanpa proses pengolahan akan menyulitkan dalam penyimpanan dan transportasi. Talas blok belum diproduksi, dan belum ada literatur yang menyatakan teknologi proses dan pengolahannya. Penelitian ini dilakukan  untuk mengurangi rasa gatal dan lendir, memudahkan dalam transportasi dan distribusi, serta untuk memperpanjang umur simpan dengan perlakuan perendaman dalam larutan garam 1%, larutan natrium metabisulfit 0,1%  dan kombinasi perendaman larutan garam 1% dengan  natrium metabisulfit 0,1%, kemudian membandingkan proses pembuatan talas blok secara manual dan mekanik. Analisis dilakukan terhadap kadar air, kadar abu, kadar pati, kalsium oksalat, protein dan sulfit tersisa serta uji organoleptik oleh panelis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dalam larutan natrium metabisulfit selama 20 jam memberikan hasil yang optimum dengan   kadar kalsium oksalat 0,13%, sulfit tersisa 1,39 mg/kg, kadar abu 1,12%, kadar pati 73,37%, protein 3,4%, dan hasil uji organoleptik nilai warna dan aroma talas blok disukai panelis serta masa simpan 8 bulan masih dalam keadaan baik. Pembuatan talas blok dengan sistim mekanik menghasilkan kandungan kalsium oksalat 0,065%, rendemen 21,38%, sulfit tersisa 1,39 mg/kg, mampu menghemat waktu pengeringan selama 7 jam dengan oven suhu 40oC.
Karakteristik Es Krim Bengkuang Dengan Menggunakan Beberapa Jenis Susu Failisnur Failisnur
Jurnal Litbang Industri Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.533 KB) | DOI: 10.24960/jli.v3i1.623.11-20

Abstract

Ice cream is a frozen dairy solid product with the addition of other materials that are made through the process of freezing and agitation. The principle of its making to form a cavity of air in the mixture of ice cream ingredients to produce a volume that made the development of the ice cream into a lighter, less dense and has a soft texture. The purposed of the research to see influence the use of a variety of milk to the physical properties, chemical properties and organoleptic to the bengkoang ice cream produced. Research carried out by treatment type of milk used that were fullcream milk, sweetened condensed milk, soy milk powder, green bean powder, and soy milk liquid. The ice cream produced was tested the physics of overrun and melting speed, chemical analysis of protein content, fat and organoleptic of taste and texture. Research results showed that the best treatment was the use of soy milk powder where the value of overrun 37.2%, melting speed 10.1 minutes, protein content 6.9%, fat 13.08%, and organoleptic of  taste and texture was preferred.ABSTRAKEs krim merupakan produk olahan susu beku berbentuk padat dengan penambahan  bahan lain yang dibuat melalui proses pembekuan dan agitasi.  Prinsip pembuatan es krim adalah membentuk suatu rongga udara pada campuran bahan-bahan es krim sehingga dihasilkan pengembangan volume yang membuat es krim menjadi lebih ringan, tidak terlalu padat dan mempunyai tekstur yang lembut. Tujuan penelitian adalah untuk melihat pengaruh dari penggunaan beberapa jenis susu terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik es krim bengkuang yang dihasilkan.  Penelitian dilakukan dengan perlakuan  penggunaan susu fullcream, susu kental manis, susu kedelai bubuk, kacang hijau bubuk, dan susu kedelai cair.  Es krim yang dihasilkan dilakukan uji fisika overrun dan kecepatan meleleh, analisis kimia kadar protein, lemak dan uji organoleptik rasa dan tekstur. Hasil penelitan menunjukkan bahwa penggunaan susu kedelai bubuk menghasilkan nilai overrun dan kecepatan meleleh yang baik yaitu 37,2% dan 10,1 menit, kandungan protein dan lemak yang cukup tinggi yaitu 6,9% dan 13,08%, serta organoleptik rasa dan tekstur yang disukai.
Biodegradabilitas Polikarboksilat Dari Asam Alginat dan Tapioka Isananto Winursito
Jurnal Litbang Industri Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.924 KB) | DOI: 10.24960/jli.v3i1.619.39-47

Abstract

Abundantly occurring carbohydrates in nature can be used to obtain functional and biodegradable polycarboxylate for its application in various industrial fields. Partially-dicarboxylated of carbohydrate in alginic acid and tapioca with dicarboxylation degree from 13 to 78 mol% were prepared. The biodegradability of dicarboxylated alginic acid and tapioca, evaluated by biochemical oxygen demand (BOD), depended on dicarboxylation degree. Dicarboxylated alginic acid and tapioca containing high remaining glucopyranose groups showed excellent biodegradation, though dicarboxylated alginic acid with the dicarboxylation degree of 56 mol% was no longer biodegradable. However, dicarboxylated tapioca was still biodegrade up to the dicarboxylation degree of 74 mol%.ABSTRAK Karbohidrat yang terdapat secara melimpah di alam dapat digunakan untuk membuat polikarboksilat fungsional dan biodegradabel yang dapat dipakai di berbagai bidang industri. Dikarboksilasi-sebagian telah dilakukan terhadap karbohidrat dalam asam alginat dan tapioka, menghasilkan polimer terdikarboksilasi dengan derajat dikarboksilasi 13-78 mol%. Biodegradabilitas asam alginat dan tapioka terdikarboksilasi, dihitung berdasarkan kebutuhan oksigen untuk aktivitas biokimia (BOD), tergantung pada derajat dikarboksilasi. Asam alginat dan tapioka terdikarboksilasi dengan sisa gugus glukopiranosa yang tinggi dapat terdegradasi dengan baik. Asam alginat terdikarboksilasi pada derajat dikarboksilasi 56 mol% sudah tidak mengalami biodegradasi lagi, namun tapioka terdikarboksilasi masih dapat mengalami biodegradasi sampai derajat dikarboksilasi 74 mol%.

Page 2 of 2 | Total Record : 14