cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Warta IHP (Warta Industri Hasil Pertanian)
Published by Politeknik AKA Bogor
ISSN : 02151243     EISSN : 26544075     DOI : -
Warta IHP (Industri Hasil Pertanian) is a Scientific Journal which is sourced from research papers, new theoretical/interpretive findings, and critical studies or reviews (by invitation) in the agro-based industry scope that cover any discipline such as: food science and technology, agricultural industry technology, chemistry and essential oils, agricultural products processing machinery, food microbiology, renewable energy, chemical analysis, and food engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 02 (1984)" : 10 Documents clear
Pengolahan Palawija Sebagai Bahan Makanan (Pengeringan Ubi Jalar) Wiriano, Harry; Farida, Ida; Sofiah, Siti; -, Amiroh
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 1, No 02 (1984)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4558.164 KB)

Abstract

Suatu percobaan untuk mengolah ubi jalar menjadi berbagai produk seperti “Chip”, tepung dan pati telah dilakukan. Untuk memperoleh “Chip” yang berwarna putih, irisan ubi jalar direndam dalam larutan NaCl,CaO, CaOCl2, dan Na2S2O5 masing-masing 0,2;0,3;0,4;0,6;0,8 dan 1% (berat/volume). Perendaman dilakukan selama 10 menit dan semalam. Hasil yang paling baik diperoleh dengan perendaman dalam Na2S2O5 0,3-0,4% selama 10 menit. Tepung ubi jalar dapat dibuat dengan menggiling “Chip” ubi jalar sampai kehalusan 60 mesh dan suhu gelatinisasinya 690-700C. Tepung ubi jalar dapat digunakan sebagai pengganti ubi rebus dalam pembuatan kue basah. Kue yang dibuat dapat diterima dalam hal warna yang lebih baik (beda nyata) sedang tekstur, aroma dan rasa tidak berbeda nyata.
Penelitian Penanganan Lepas Panen Buah Jeruk Segar Suryati Herman, Atih; Surtiningsih, Nining; -, Subardjo
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 1, No 02 (1984)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2470.951 KB)

Abstract

Penelitian pengawetan buah jeruk (Citrus reticulate) telah dilakukan. Bahan pengawetyang digunakan adalah larutan benlate 0,3% dan Natrium karbonat 0,1%. Buah jeruk kemudian dilapisi dengan paraffin cair atau kertas pembungkus. Sebagai bahan pengepak digunakan kotak karton dan kotak kayu. Pengamatan terhadap warna, rasa, aroma dan kesegaran buah jeruk diamati selama periode penyimpanan 24 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua perlakuan memperpanjang daya simpan buah jeruk sekitar 1,5 – 2,0 kali lebih lama dibanding buah yang tanpa perlakuan. Pelapisan dengan parifin memberikan penampakan yang paling baik, tetapi rasanya pahit. Larutan benlate lebih efektif dibandingkan dengan larutan Natrium karbonat. Daya simpan buah jeruk yang diberi perlakuan lebih baik bila disimpan dalam kotak kayu. Kombinasi perlakuan yang paling baik adalah menggunakan larutan benlate 0,3%, pembungkusan dengan kertas, dan dipak baik dengan kotak kayu maupun karton. Perlakuan ini menghasilkan buah jeruk dengan rasa, kesegaran, aroma dan warna mendekati normal selama penyimpanan 24 hari.
Pengembangan Cara pengolahan Panili Rakyat (Alat Pengering Panili) Susanto, Eko; Suryaman, Oni
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 1, No 02 (1984)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2470.951 KB)

Abstract

Pengembanagn penolahan buah panili adalah proses yang dimaksud untuk meningkatkan mutu buah panili.Tahap proses yang paling mempengaruhi mutu adalah, pengeringan.Maksud pengembangan pengolahan ialah untuk mengurangi kerusakan buah panili yang disebabkan oleh jamur dengan jalan mempercepat waktu pengeringan.Penjemuran buah panili memerlukan waktu lama dan bila sering turun hujan, buah panili akan rusak oleh jamur yang menyebabkan mutunya menurun.Suatu alat pengering buatan dapat digunakan untuk mengoreksi aspek pengolahan tersebut diatas, yang dapat dibuat dari papan dan dilapisi dengan seng. Sistim pengeringannya menggunakan udara panas dari drum yang dipanaskan dengan kompor minyak tanah untuk menghasilkan udara panas bebas asap. Pemanas ditempatkan dibawah alat sehingga panili tidak berhubungan dengan asap.Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya kerusakan oleh jamur dan waktu pengeringannya lebih singkat bila dibandingkan dengan penjemuran dengan sinar matahari. Oleh karena itu alat tersebut dapat digunakan untuk mengolah buah panili menggantikan cara pengeringan tradisionil dengan sinar matahari.
Penelitian Pemanfaatan Limbah Ekstraksi kulit kina Aprianita, Nirwana; J. Pardede, Joseph; F. Hutajulu, Tiurlan
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 1, No 02 (1984)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2616.49 KB)

Abstract

Kemungkinan pemanfaatan limbah kina yang diperoleh dari proses ekstraksi kulit pohon kina, Cinchona succirubra dan Chinchona ledgeriana, terutama pemanfaatannya sebagai bahan dasar pembuatan obat nyamuk bakar, arang briket dan papan partikel telah dipelajari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat nyamuk bakar yang dihasilkan bermutu baik arang briket bermutu rendah dan untuk papan partikel sulit dibuat dari limbah kina.
Pengembangan Pembuatan sosis Ikan Cucut (The Development Of Shark Meat Sausage Manufacture) Sutrisniati, Dwi; Sofiah, Siti; Surtiningsih, Nining
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 1, No 02 (1984)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2391.94 KB)

Abstract

Sosis ikan cucut dibuat dengan margarine 5%, tepung tapiokka 6%, gula pasir 1%, garam 1%, bumbu-bumbu 2,5% (terdiri dari bawang merah, bawang putih, lada, jahe, ketumbar, MSG dan pala dengan perbandingan  6 : 5 : 5 : 6: 1 : 1 : 1) dan dikukus pada suhu 90-95 derajat C selama 60 menit. Cara ini memberikan hasil sosis dengan warna, aroma, rasa dan tekstur yang dapat diterima konsumen dan secara mikrobiollogis memenuhi standard aging olah dan sosis olah yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan.Penambahan bahan ‘curing’ yang terdiri dari Natrium nitrit 150 ppm dan asam Askorbat 500 ppm menghasilkan sosis yang warnanya kemerah-merahan, tetapi tidak menunjukkan beda nayata dalam hal penerimaan oleh konsumen.Dengan harga produk Rp. 2.400/kg, perhitungan kasar menunjukkan bahwa pembuatan sosis ikan cucut seperti yang dilakukan dalam percobaan ini dapat memberikan keuntungan sebesar 19, 4%.
Penelitian Pemanfaatan Limbah Ekstraksi kulit kina Nirwana Aprianita; Joseph J. Pardede; Tiurlan F. Hutajulu
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 1, No 02 (1984)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2616.49 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v1i02.2146

Abstract

Kemungkinan pemanfaatan limbah kina yang diperoleh dari proses ekstraksi kulit pohon kina, Cinchona succirubra dan Chinchona ledgeriana, terutama pemanfaatannya sebagai bahan dasar pembuatan obat nyamuk bakar, arang briket dan papan partikel telah dipelajari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat nyamuk bakar yang dihasilkan bermutu baik arang briket bermutu rendah dan untuk papan partikel sulit dibuat dari limbah kina.
Pengembangan Pembuatan sosis Ikan Cucut (The Development Of Shark Meat Sausage Manufacture) Dwi Sutrisniati; Siti Sofiah; Nining Surtiningsih
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 1, No 02 (1984)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2391.94 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v1i02.2142

Abstract

Sosis ikan cucut dibuat dengan margarine 5%, tepung tapiokka 6%, gula pasir 1%, garam 1%, bumbu-bumbu 2,5% (terdiri dari bawang merah, bawang putih, lada, jahe, ketumbar, MSG dan pala dengan perbandingan  6 : 5 : 5 : 6: 1 : 1 : 1) dan dikukus pada suhu 90-95 derajat C selama 60 menit. Cara ini memberikan hasil sosis dengan warna, aroma, rasa dan tekstur yang dapat diterima konsumen dan secara mikrobiollogis memenuhi standard aging olah dan sosis olah yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan.Penambahan bahan ‘curing’ yang terdiri dari Natrium nitrit 150 ppm dan asam Askorbat 500 ppm menghasilkan sosis yang warnanya kemerah-merahan, tetapi tidak menunjukkan beda nayata dalam hal penerimaan oleh konsumen.Dengan harga produk Rp. 2.400/kg, perhitungan kasar menunjukkan bahwa pembuatan sosis ikan cucut seperti yang dilakukan dalam percobaan ini dapat memberikan keuntungan sebesar 19, 4%.
Pengolahan Palawija Sebagai Bahan Makanan (Pengeringan Ubi Jalar) Harry Wiriano; Ida Farida; Siti Sofiah; Amiroh -
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 1, No 02 (1984)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4558.164 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v1i02.2143

Abstract

Suatu percobaan untuk mengolah ubi jalar menjadi berbagai produk seperti “Chip”, tepung dan pati telah dilakukan. Untuk memperoleh “Chip” yang berwarna putih, irisan ubi jalar direndam dalam larutan NaCl,CaO, CaOCl2, dan Na2S2O5 masing-masing 0,2;0,3;0,4;0,6;0,8 dan 1% (berat/volume). Perendaman dilakukan selama 10 menit dan semalam. Hasil yang paling baik diperoleh dengan perendaman dalam Na2S2O5 0,3-0,4% selama 10 menit. Tepung ubi jalar dapat dibuat dengan menggiling “Chip” ubi jalar sampai kehalusan 60 mesh dan suhu gelatinisasinya 690-700C. Tepung ubi jalar dapat digunakan sebagai pengganti ubi rebus dalam pembuatan kue basah. Kue yang dibuat dapat diterima dalam hal warna yang lebih baik (beda nyata) sedang tekstur, aroma dan rasa tidak berbeda nyata.
Penelitian Penanganan Lepas Panen Buah Jeruk Segar Atih Suryati Herman; Nining Surtiningsih; Subardjo -
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 1, No 02 (1984)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2470.951 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v1i02.2144

Abstract

Penelitian pengawetan buah jeruk (Citrus reticulate) telah dilakukan. Bahan pengawetyang digunakan adalah larutan benlate 0,3% dan Natrium karbonat 0,1%. Buah jeruk kemudian dilapisi dengan paraffin cair atau kertas pembungkus. Sebagai bahan pengepak digunakan kotak karton dan kotak kayu. Pengamatan terhadap warna, rasa, aroma dan kesegaran buah jeruk diamati selama periode penyimpanan 24 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua perlakuan memperpanjang daya simpan buah jeruk sekitar 1,5 – 2,0 kali lebih lama dibanding buah yang tanpa perlakuan. Pelapisan dengan parifin memberikan penampakan yang paling baik, tetapi rasanya pahit. Larutan benlate lebih efektif dibandingkan dengan larutan Natrium karbonat. Daya simpan buah jeruk yang diberi perlakuan lebih baik bila disimpan dalam kotak kayu. Kombinasi perlakuan yang paling baik adalah menggunakan larutan benlate 0,3%, pembungkusan dengan kertas, dan dipak baik dengan kotak kayu maupun karton. Perlakuan ini menghasilkan buah jeruk dengan rasa, kesegaran, aroma dan warna mendekati normal selama penyimpanan 24 hari.
Pengembangan Cara pengolahan Panili Rakyat (Alat Pengering Panili) Eko Susanto; Oni Suryaman
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 1, No 02 (1984)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2470.951 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v1i02.2145

Abstract

Pengembanagn penolahan buah panili adalah proses yang dimaksud untuk meningkatkan mutu buah panili.Tahap proses yang paling mempengaruhi mutu adalah, pengeringan.Maksud pengembangan pengolahan ialah untuk mengurangi kerusakan buah panili yang disebabkan oleh jamur dengan jalan mempercepat waktu pengeringan.Penjemuran buah panili memerlukan waktu lama dan bila sering turun hujan, buah panili akan rusak oleh jamur yang menyebabkan mutunya menurun.Suatu alat pengering buatan dapat digunakan untuk mengoreksi aspek pengolahan tersebut diatas, yang dapat dibuat dari papan dan dilapisi dengan seng. Sistim pengeringannya menggunakan udara panas dari drum yang dipanaskan dengan kompor minyak tanah untuk menghasilkan udara panas bebas asap. Pemanas ditempatkan dibawah alat sehingga panili tidak berhubungan dengan asap.Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya kerusakan oleh jamur dan waktu pengeringannya lebih singkat bila dibandingkan dengan penjemuran dengan sinar matahari. Oleh karena itu alat tersebut dapat digunakan untuk mengolah buah panili menggantikan cara pengeringan tradisionil dengan sinar matahari.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

1984 1984


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 1 (2023) Vol 39, No 2 (2022) Vol 39, No 1 (2022) Vol 38, No 2 (2021) Vol 38, No 1 (2021) Vol 37, No 2 (2020) Vol 37, No 1 (2020) Vol 36, No 2 (2019) Vol 36, No 1 (2019) Vol 35, No 2 (2018) Vol 35, No 1 (2018) Vol 34, No 2 (2017) Vol 34, No 1 (2017) Vol 34, No 1 (2017) Vol 33, No 02 (2016) Vol 33, No 02 (2016) Vol 33, No 01 (2016) Vol 33, No 01 (2016) Vol 33, No 1 (2016) Vol 32, No 02 (2015) Vol 32, No 02 (2015) Vol 32, No 01 (2015) Vol 32, No 01 (2015) Vol 31, No 02 (2014) Vol 31, No 02 (2014) Vol 31, No 01 (2014) Vol 31, No 01 (2014) Vol 31, No 2 (2014) Vol 30, No 02 (2013) Vol 30, No 02 (2013) Vol 30, No 01 (2013) Vol 30, No 01 (2013) Vol 29, No 02 (2012) Vol 29, No 02 (2012) Vol 29, No 01 (2012) Vol 29, No 01 (2012) Vol 28, No 02 (2011) Vol 28, No 02 (2011) Vol 28, No 01 (2011) Vol 28, No 01 (2011) Vol 27, No 02 (2010) Vol 27, No 02 (2010) Vol 27, No 01 (2010) Vol 27, No 01 (2010) Vol 26, No 02 (2009) Vol 26, No 02 (2009) Vol 26, No 01 (2009) Vol 26, No 01 (2009) Vol 25, No 02 (2008) Vol 25, No 02 (2008) Vol 25, No 01 (2008) Vol 25, No 01 (2008) Vol 24, No 02 (2007) Vol 24, No 02 (2007) Vol 24, No 01 (2007) Vol 24, No 01 (2007) Vol 23, No 02 (2006) Vol 23, No 01 (2006) Vol 23, No 01 (2006) Vol 22, No 02 (2005) Vol 22, No 02 (2005) Vol 22, No 01 (2005) Vol 22, No 01 (2005) Vol 21, No 02 (2004) Vol 21, No 02 (2004) Vol 21, No 01 (2004) Vol 21, No 01 (2004) Vol 20, No 1-2 (2003) Vol 20, No 1-2 (2003) Vol 19, No 1-2 (2002) Vol 19, No 1-2 (2002) Vol 18, No 1-2 (2001) Vol 18, No 1-2 (2001) Vol 17, No 1-2 (2000) Vol 17, No 1-2 (2000) Vol 16, No 1-2 (1999) Vol 16, No 1-2 (1999) Vol 15, No 1-2 (1998) Vol 15, No 1-2 (1998) Vol 14, No 1-2 (1997) Vol 14, No 1-2 (1997) Vol 13, No 1-2 (1996) Vol 13, No 1-2 (1996) Vol 12, No 1-2 (1995) Vol 12, No 1-2 (1995) Vol 11, No 1-2 (1994) Vol 11, No 1-2 (1994) Vol 10, No 1-2 (1993) Vol 10, No 1-2 (1993) Vol 9, No 1-2 (1992) Vol 9, No 1-2 (1992) Vol 8, No 02 (1991) Vol 8, No 02 (1991) Vol 8, No 01 (1991) Vol 8, No 01 (1991) Vol 7, No 02 (1990) Vol 7, No 02 (1990) Vol 7, No 01 (1990) Vol 7, No 01 (1990) Vol 6, No 02 (1989) Vol 6, No 02 (1989) Vol 6, No 01 (1989) Vol 6, No 01 (1989) Vol 5, No 02 (1988) Vol 5, No 02 (1988) Vol 5, No 01 (1988) Vol 5, No 01 (1988) Vol 4, No 02 (1987) Vol 4, No 02 (1987) Vol 4, No 01 (1987) Vol 4, No 01 (1987) Vol 3, No 02 (1986) Vol 3, No 02 (1986) Vol 3, No 01 (1986) Vol 3, No 01 (1986) Vol 2, No 02 (1985) Vol 2, No 02 (1985) Vol 2, No 01 (1985) Vol 2, No 01 (1985) Vol 1, No 02 (1984) Vol 1, No 02 (1984) Vol 1, No 1 (1984) Vol 1, No 1 (1984) More Issue