cover
Contact Name
Ferry Adhi Dharma
Contact Email
kanal@umsida.ac.id
Phone
+6285702578543
Journal Mail Official
kanal@umsida.ac.id
Editorial Address
Jl. Mojopahit no.666 B, Sidoarjo, Jawa Tiimur
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Kanal : Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 23026790     EISSN : 25412841     DOI : https://doi.org/10.21070/kanal
Core Subject : Social,
Aim: to facilitate scholar, researchers, and teachers for publishing the original articles of review articles. Scope: Communication Science include: Interpersonal Communication Mass Communication Politics Communication Development Communication Communication Media Culture Communication Business Communication Public Relation Journalism
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 1 (2025): September 2025" : 15 Documents clear
Stereotype Representation in the Dynamics of Young Families: A Content Analysis of the Film Dua Hati Biru : Representasi Stereotip Gender dalam Dinamika Keluarga Muda: Analisis Isi Film Dua Hati Biru Aisyah, Siti; Samtafsir, Legisan
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/kanal.v14i1.1855

Abstract

Pernikahan dini sering kali menimbulkan tantangan dalam kehidupan rumah tangga, terutama terkait peran gender yang masih didasarkan pada nilai-nilai patriarkal. Film Dua Hati Biru karya Gina S. Noer menjadi salah satu medium yang menggambarkan realitas sosial pasangan muda yang menghadapi tekanan ekonomi, konflik pengasuhan, dan ekspektasi sosial terhadap peran suami dan istri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stereotip gender direpresentasikan dalam dinamika keluarga muda melalui film Dua Hati Biru. Penelitian mengenai stereotip gender dalam media telah banyak dilakukan, namun masih terbatas dalam konteks film Indonesia yang secara khusus merepresentasikan kehidupan keluarga muda pasca pernikahan dini. Oleh karena itu, penelitian ini mengisi celah dengan menelaah media memproduksi dan memperkuat norma-norma gender tradisional dalam konteks lokal. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif dalam kerangka paradigma konstruktivis, dengan menelaah elemen visual, dialog, dan alur cerita dalam film. Data diperoleh melalui observasi film, dan penguatan literatur sebagai triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini mereproduksi stereotip gender yang kuat: perempuan dianggap sebagai pengasuh utama, laki-laki sebagai pencari nafkah, perempuan menikah mengalami diskriminasi kerja, dan laki-laki yang mengambil peran domestik dianggap kehilangan harga diri. Meskipun demikian, film juga menyisipkan pesan kritis terhadap norma tersebut melalui penggambaran karakter yang berusaha keluar dari peran kaku dan membangun relasi yang lebih setara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Dua Hati Biru tidak hanya merefleksikan stereotip gender dalam masyarakat Indonesia, tetapi juga berperan dalam membentuk persepsi publik terhadap peran laki-laki dan perempuan dalam rumah tangga. Temuan ini penting sebagai bahan edukasi dan refleksi terhadap pentingnya kesetaraan gender dalam keluarga muda.
A SWOT Analysis on the Transformation Process of Telkom University National Campus: Analisis SWOT dalam Transformasi Telkom University National Campus Diniasti, Tia Hanna; Wulan, Roro Retno
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/kanal.v14i1.1857

Abstract

Proses penyatuan Telkom University National Campus memberikan tantangan baru, adanya penolakan program ini dikarenakan kekhwatiran masyarakat terhadap eksklusivitas dan kualitas pendidikan yang akan diberikan. Perubahan dalam struktur organisasi, sumber daya, budaya, dan media juga menjadi tantangan tersendiri untuk menjalankan program kerja yang telah berhasil dilakukan sebelumnya di kampus Telkom University, khususnya pengelolaan isu dan krisis. Tantangan ini semakin berat dikarenakan belum adanya standar prosedur pengelolaan isu dan krisis di Telkom University. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki Telkom University untuk merumuskan strategi pengelolaan isu dan krisis yang tepat setelah transformasi institusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dengan Pimpinan Kampus Cabang, bagian Public Relations, dan Ketua Transformasi Telkom University. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats) serta penyusunan matriks IFAS dan EFAS untuk merumuskan posisi strategis organisasi. Hasil dari penelitian ini adalah Telkom University memiliki kekuatan dalam reputasi universitas, sistem komunikasi internal, dan bagian Public Relations & Analytics yang aktif. Namun, terdapat kelemahan seperti tidak ada prosedur krisis yang sama disetiap kampus cabang, kesenjangan sumber daya manusia, dan hambatan koordinasi. Melalui penelitian ini, Telkom University disarankan untuk memperkuat prosedur penanganan isu dan krisis, membuat dokumentasi terkait isu dan krisis, dan menyatukan narasi kelembagaan.
Interactive Communication Among Mobile Legends Players in Responding to Cyberbullying: A Phenomenological Study: Komunikasi Interaktif para Player Mobile Legends dalam Merespons Tindakan Cyberbullying Alfarizi, Rachel; Rozaq, Miftahul
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/kanal.v14i1.1860

Abstract

This study aims to explore the forms of interactive communication among Mobile Legends players in responding to cyberbullying acts that occur during gameplay. Using a phenomenological approach, in-depth interviews were conducted with eight informants who have been actively playing Mobile Legends over the past six months. The findings indicate that in-game communication is heavily influenced by emotional context, competitive pressure, and individual communication styles. Acts of cyberbullying such as insults, provocation, and verbal harassment are commonly found in chat rooms, both explicitly and implicitly. Players respond to these acts in various ways—some remain silent, others retaliate, and a few attempt to mediate the situation. Personal experience, emotional maturity, and digital awareness play crucial roles in shaping how individuals communicate and respond. This study also highlights the need for digital ethics education and empathetic communication within online gaming communities to help prevent the rise of cyberbullying behavior.
The Virtual Identity of Play Together Players on Instagram: Identitas Virtual Pemain Play Together di Instagram Laura, Oidhia; Augustin Mustika Chairil
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/kanal.v14i1.1861

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan popularitas game online membuka peluang bagi generasi Z untuk membangun identitas virtual yang melampaui kehidupan nyata. Penelitian ini membahas bagaimana pemain game Play Together membentuk dan menampilkan identitas virtual mereka di Instagram dengan menggunakan teori identitas sosial, selective self-presentation, dan dengan konsep context collapse. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode etnografi virtual, melalui observasi partisipasi dan wawancara mendalam terhadap pemain Play Together generasi Z. Fokus penelitian ini adalah memahami cara pemain membangun, menegosiasikan, dan merepresentasikan identitas virtual di ruang digital. Serta faktor- faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemain secara aktif memilih aspek identitas yang ingin ditampilkan dan menyesuaikan dengan audiens beragam di Instagram, sekaligus mempertahankan ciri diri mereka di dunia nyata. Proses ini dipengaruhi oleh interaksi komunitas virtual, pengalaman pribadi, serta strategi menghadapi tumpang tindih audiens. Identitas virtual bagi generasi Z terbuktibersifat fleksibel, situasional, dan terhubung erat dengan interaksi sosial di dunia digital.
Discourse Network Analysis of the Use of Jakarta International Stadium (JIS) for Non-Sports Activities in Indonesian Online News Media: Analisis Jaringan Wacana Penggunaan Jakarta International Stadium (JIS) untuk Kegiatan Non-Olahraga pada Media Berita Online Indonesia Baqi, Yasar Abdul
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji wacana publik yang terpolarisasi seputar penggunaan multifungsi Jakarta International Stadium (JIS) untuk acara non-olahraga dalam media berita daring Indonesia. Meskipun JIS diresmikan sebagai simbol identitas kota global dan tempat untuk berbagai kegiatan, pemanfaatannya di luar olahraga telah memicu perdebatan antara pendukung yang mengadvokasi nilai ekonomi dan kritikus yang mengkhawatirkan degradasi identitas olahraga aslinya. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Jaringan Wacana (Discourse Network Analysis/DNA), dengan memetakan struktur jaringan aktor dan argumen mereka. Data artikel berita daring dari Mei 2022 hingga Desember 2023 dikumpulkan dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Discourse Network Analyzer dan Visone. Hasil menunjukkan bahwa koalisi pro-multievent, yang terdiri dari manajemen Jakpro, pejabat DKI Jakarta, dan konsultan, mendominasi wacana dengan menekankan manfaat ekonomi dan citra kota. Sebaliknya, aktor-aktor pendukung fungsi olahraga murni, meskipun kurang dominan, berfungsi sebagai jembatan diskursif penting. Temuan ini menyoroti bagaimana legitimasi publik terhadap kebijakan fasilitas publik dibentuk oleh strategi komunikasi koalisi dominan, menekankan perlunya dialog yang lebih inklusif dan pedoman transparan.
The Role of Photography as a Political Communication Tool in Putri Karlina’s 2024 Garut Regional Election Campaign on Instagram: Peran Fotografi Sebagai Alat Komunikasi Politik dalam Kampanye Pilkada Garut 2024 Putri Karlina di Instagram Tsulusi, Indy Majiya
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/kanal.v14i1.1921

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara politisi berkomunikasi dengan publik, salah satunya melalui penggunaan fotografi di media sosial. Fotografi kini tidak lagi sekadar alat dokumentasi, tetapi telah menjadi media strategis dalam membentuk opini publik dan citra politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana fotografi digunakan sebagai alat komunikasi politik dalam kampanye Putri Karlina pada Pilkada Garut 2024 melalui platform Instagram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori semiotika Roland Barthes, yang mencakup analisis terhadap unsur denotasi, konotasi, penanda, petanda, dan mitos dalam foto-foto kampanye. Data diperoleh melalui observasi langsung, dokumentasi unggahan media sosial, studi kepustakaan, dan wawancara dengan praktisi media, akademisi, serta politisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen visual seperti ekspresi wajah, gestur tubuh, pakaian, dan latar belakang dipilih secara strategis untuk membentuk citra Putri Karlina sebagai pemimpin muda yang merakyat, peduli, dan inspiratif. Foto-foto kampanye tidak hanya menyampaikan informasi visual, tetapi juga membawa makna simbolik dan ideologis yang memengaruhi persepsi serta emosi pemilih. Kesimpulannya, fotografi merupakan alat komunikasi politik yang sangat efektif dalam membangun narasi dan kedekatan emosional dengan publik di era digital.
Self Disclosure of Gen Z Employees of JNT Buduran Branch in Facing Quarter Crisis Of Life: Self Disclosure Gen Z Karyawan JNT Cabang Buduran Dalam Menghadapi Quarter Crisis Of Life Hayyu, Hayyu Fallah Al Fattah; Asy’ari, Nur Aini Shofiya
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of Quarter Life Crisis (QLC) has become a significant challenge for Generation Z (Gen Z) employees, particularly those working in lower-middle sectors, such as couriers at J&T Buduran Branch. This crisis is characterized by confusion, career uncertainty, and emotional pressure, which can affect their performance and well-being. One strategy to cope with this condition is through self-disclosure. This study aims to analyze the role of self-disclosure using the Johari Window theory approach in helping Gen Z employees at J&T Buduran deal with QLC. This research employs a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation involving five employees at J&T Buduran Branch aged 20–27 years. Data analysis was conducted using Miles and Huberman’s interactive model, with validation through source and method triangulation. The results show that most employees feel comfortable sharing their experiences with trusted colleagues (open area). However, some choose to hide their feelings for fear of being perceived as weak (hidden area). Several employees became aware of their shortcomings through feedback from supervisors or coworkers (blind area), while work challenges helped them discover previously unknown potentials (unknown area). In conclusion, self-disclosure plays an important role in managing the emotional pressures caused by QLC. Therefore, it is recommended that companies create a more supportive work environment to encourage employee self-disclosure. Future research may explore other factors influencing QLC, such as work culture and organizational policies
The Role of Father’s Communication in Shaping Children’s Self-Efficacy Amidst Paternalistic Culture and Fatherless Conditions : Peran Komunikasi Ayah dalam Membentuk Self-Efficacy Anak di Tengah Budaya Paternalistik dan Kondisi Fatherless Putri, Dwita Uthami; Ramli, Muhammad Ruslan
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/kanal.v14i1.1856

Abstract

Dalam konteks keluarga Indonesia, peran ayah sering kali dipersempit pada fungsi sebagai pencari nafkah utama, yang diperkuat oleh budaya paternalistik yang masih mengakar kuat. Kondisi ini turut melahirkan fenomena fatherless secara fungsional, yaitu ketika ayah hadir   secara fisik namun tidak terlibat secara emosional dalam pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana komunikasi interpersonal antara ayah dan anak berkontribusi dalam membentuk self-efficacy anak, khususnya dalam keluarga yang mengalami keterbatasan interaksi akibat tekanan pekerjaan dan konstruksi budaya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi terhadap dua keluarga yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayah yang dibebani oleh tuntutan kerja serta dipengaruhi pola pengasuhan otoriter cenderung mengalami hambatan dalam membangun komunikasi emosional dengan anak. Lima komponen utama dalam komunikasi interpersonal keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan belum sepenuhnya muncul dalam relasi ayah-anak, sehingga memengaruhi perkembangan self-efficacy anak. Keterbatasan komunikasi antara ayah dan anak, baik secara kuantitas maupun kualitas, berdampak signifikan terhadap pembentukan kepercayaan diri anak. Oleh karena itu, penting bagi ayah untuk membangun komunikasi yang lebih suportif dan setara, meskipun di tengah keterbatasan peran akibat faktor eksternal.
Political Gimmicks on Social Media in the 2024 Presidential Election and Criticism of Democratic Practices in Indonesia: Gimik Politik di Media Sosial Pada Pilpres 2024 dan Kritik Terhadap Praktik Demokrasi di Indonesia Rahmat, Felisianus Novandri; Gasa, Frederick Masri; Rusdin, Febi Ramadhani; Marut, Yohanes BP
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The contestation of presidential elections in Indonesia is inseparable from the evolving political dynamics, including the 2024 election, which was marked by the widespread use of political gimmicks. All presidential and vice-presidential candidates employed light, casual, and entertaining communication strategies rather than conveying their visions, missions, and policy programs substantively. This phenomenon poses a risk of diminishing the quality of democracy, as political contests tend to favor candidates who can emotionally engage the public rather than those who offer concrete solutions to national issues. This study aims to examine the impact of political gimmicks on the quality of political communication and to propose strategic responses to this trend. A qualitative descriptive approach was employed through a literature review, utilizing sources from scholarly articles and online news platforms. The findings indicate that political gimmicks were predominantly targeted at young voters, who constituted the majority demographic in the 2024 election, making them an effective yet risky campaign tool. Political gimmicks have been shown to obscure political substance, erode democratic values, and hinder the development of a civil society. Therefore, concrete measures are necessary, such as strengthening public political education, utilizing social media as a platform for idea-based contestation, and fostering a collective commitment among candidates, voters, and state institutions to build ethical, transformative, and welfare-oriented political communication.
Social Critique in the Lyrics of Parung Panjang Pride by Istantos: A Critical Discourse Analysis Based on Van Dijk’s Model: Kritik Sosial dalam Lirik Lagu Parung Panjang Pride Karya Istantos (Analisis Wacana Kritis Van Dijk) Miftasari, Gigih; Budianto, Heri; Fasta, Feni
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the song Parung Panjang Pride by Istantos through the lens of critical discourse analysis, aiming to uncover how discourse in music can serve as a form of social critique. The song reflects the concerns of a member of the Parung Panjang community, voicing resistance against both local and national policymakers. It functions as a cultural response to marginalization caused by extractive industries and state negligence. Using Van Dijk’s model of critical discourse analysis, this research is grounded in a critical paradigm as well as concepts of music as discourse. The analysis focuses on three dimensions: text structure, social cognition, and social context. At the textual level, the lyrics juxtapose local pride with suffering caused by destructive mining operations. Istantos employs grounded, accessible language to portray environmental damage, social tensions, and community despair, while also affirming collective resistance through symbolic expression. In the social cognition dimension, the songwriter identifies as part of an oppressed yet resilient community, with an ideological belief in hip-hop as a vehicle for protest. At the level of social context, the song critiques power imbalances between residents, the government, and corporations. It highlights delayed infrastructure projects, weak law enforcement, and the socio-political neglect of Parung Panjang.

Page 1 of 2 | Total Record : 15