cover
Contact Name
Zuhri Humaidi
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
kenhumaidi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
UNIVERSUM
ISSN : 19786948     EISSN : 25028650     DOI : 10.30762/universum
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 1 (2015)" : 12 Documents clear
الضوابط الفقهية في فقه الإمام الشافعي Kholil, Abdul Wahab
UNIVERSUM Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/universum.v9i1.76

Abstract

Kaidah dan dhabith fiqih keduanya sama-sama merupakan rumusan hukum yang di dalamnya mencakup banyak masalah. Perbedaan keduanya terletak pada cakupannya; kalau kaidah mencakup permasalahan dari banyak bab sedangkan dhabith hanya mencakup permasalahan dari satu bab fiqih saja. Ulama mutaqaddimin – misalnya al-Subky (w. 771 H) dalam kitabnya al-Asybah wa al-Nadhair – sering menggunakan kata al-Qawaid al-Khashshah (kaidah-kaidah khusus) untuk menunjukkan makna al-Dhawabith al-Fiqhiyyah. Istilah al-Dhabith baru banyak digunakan oleh ulama mutaakhkhirin dan para akademisi (lihat misalnya Ali an-Nadwiy dalam bukunya al-Qawaid al-Fiqhiyyah).Penelitian ini adalah library research (studi kepustakaan). Datanya dihimpun melalui pembacaan dan kajian teks (text reading) dan selanjutnya dianalisis dengan deskriptif analytic yang betujuan untuk mengetahui fokus penelitian dengan cermat dan benar.Hasil penelitian menyimpulkan : ada 30 (tiga puluh) dhabith fiqih di dalam kitab Al-Umm. Tujuh dhabith berkaitan dengan masalah thaharah (bersuci), tiga dhabith tentang berbagai permasalahan dalam shalat, dua dhabith tentang masalah zakat, dua dhabith tentang haji, dua dhabith tentang makanan, dua dhabith tentang transaksi jual beli, tiga dhabith berkaitan dengan rahn (gadai), satu dhabith tentang washiat, empat dhabith mengikat berbagai permasalahan nikah, satu dhabith tentang had (hukuman), dan dua dhabith berkaitan dengan masalah ikrar (pengakuan).Kata kunci: dhabith fiqih, Al-Umm, Qaidah fiqhiyyah.
MEMBINCANG KONSEP TAWARRUQ DALAM DUNIA PERBANKAN DEWASA INI Samsuri, Ali
UNIVERSUM Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/universum.v9i1.70

Abstract

Tawarruq contract is that if someone buys goods from a seller to credit the price and he sells the goods in cash to a third party other than the seller at a cheaper price. The goal is to get the cash. Tawarruq transaction models is used as a form of transaction in the banking system. The existence of this Tawarruq contract can help Islamic banks in the world were very limited and very limited business anyway. The use of contract Tawarruq can help improve the liquidity of Sharia banking, but set the MUI fatwa banning the use of Tawarruq contract in Indonesia. Whereas in some other countries that have Sharia banking system, this agreement is allowed to use it. One of these neighboring Indonesia itself, namely Malaysia. Article outlines a comparative analysis on the MUI fatwa expression in the four main schools of jurisprudence. School of Imam Opinions are divided into two groups; The first group may judge, while the next group judge illegitimate. With maslahah theory, the MUI fatwa needs to be reviewed in view of the importance of the contract Tawarruq to improve the competitiveness of Sharia banking.Keywords;  Tawarruq, ba'i al-'inah, hilah, Perbankan Syari’ah

Page 2 of 2 | Total Record : 12